Anda di halaman 1dari 4

Hidrokarbon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa

Model tiruan dari molekul metana , CH4.


Metana merupakan salah satu contoh
hidrokarbon yang masuk dalam kategori
alkana , hanya mempunyai 1 jenis ikatan
saja.
Dalam bidang kimia , hidrokarbon adalah
sebuah senyawa yang terdiri dari unsur
atom karbon (C) dan atom hidrogen (H).
Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon
dan atom-atom hidrogen yang berikatan
dengan rantai tersebut. Istilah tersebut
digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik .
Sebagai contoh, metana (gas rawa ) adalah hidrokarbon dengan satu atom
karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih
terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu
dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon:
C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2n+2).

Daftar isi
1 Tipe-tipe hidrokarbon
o 1.1 Ciri-ciri umum
o 1.2 Hidrokarbon sederhana dan variasinya
2 Penggunaan
o 2.1 Pembakaran hidrokarbon
3 Bibliografi
4 Pranala luar
5 Referensi

Tipe-tipe hidrokarbon
Klasifikasi hidrokarbon yang dikelompokkan oleh tatanama organik adalah:

Hidrokarbon jenuh/tersaturasi (alkana ) adalah hidrokarbon yang

paling sederhana. Hidrokarbon ini seluruhnya terdiri dari ikatan


tunggal dan terikat dengan hidrogen. Rumus umum untuk hidrokarbon
tersaturasi adalah CnH2n+2.[1] Hidrokarbon jenuh merupakan komposisi
utama pada bahan bakar fosil dan ditemukan dalam bentuk rantai lurus
maupun bercabang. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama tapi rumus
strukturnya berbeda dinamakan isomer struktur .[2]
Hidrokarbon tak jenuh /tak tersaturasi adalah hidrokarbon yang
memiliki satu atau lebih ikatan rangkap, baik rangkap dua maupun
rangkap tiga. Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua disebut
dengan alkena , dengan rumus umum CnH2n.[3] Hidrokarbon yang mempunyai
ikatan rangkap tiga disebut alkuna , dengan rumus umum CnH2n-2.[4]
Sikloalkana adalah hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih
cincin karbon. Rumus umum untuk hidrokarbon jenuh dengan 1 cincin
adalah CnH2n.[2]
Hidrokarbon aromatik , juga dikenal dengan arena , adalah
hidrokarbon yang paling tidak mempunyai satu cincin aromatik .
Hidrokarbon dapat berbentuk gas (contohnya metana dan propana ), cairan
(contohnya heksana dan benzena ), lilin atau padatan dengan titik
didih rendah (contohnya paraffin wax dan naftalena ) atau polimer
(contohnya polietilena , polipropilena dan polistirena ).
Ciri-ciri umum
Karena struktur molekulnya berbeda, maka rumus empiris antara
hidrokarbon pun juga berbeda: jumlah hidrokarbon yang diikat pada alkena
dan alkuna pasti lebih sedikit karena atom karbonnya berikatan rangkap.
Kemampuan hidrokarbon untuk berikatan dengan dirinya sendiri disebut
dengan katenasi , dan menyebabkan hidrokarbon bisa membentuk senyawasenyawa yang lebih kompleks, seperti sikloheksana atau arena seperti
benzena . Kemampuan ini didapat karena karakteristik ikatan di antara
atom karbon bersifat non-polar.
Sesuai dengan teori ikatan valensi , atom karbon harus memenuhi aturan "4hidrogen" yang menyatakan jumlah atom maksimum yang dapat berikatan
dengan karbon, karena karbon mempunyai 4 elektron valensi. Dilihat dari
elektron valensi ini, maka karbon mempunyai 4 elektron yang bisa
membentuk ikatan kovalen atau ikatan dativ.
Hidrokarbon bersifat hidrofobik dan termasuk dalam lipid .
Beberapa hidrokarbon tersedia melimpah di tata surya. Danau berisi
metana dan etana cair telah ditemukan pada Titan , satelit alam terbesar
Saturnus, seperti dinyatakan oleh Misi Cassini-Huygens.[5]
Hidrokarbon sederhana dan variasinya

Jumlah Alkana ( Alkena (2


Alkuna (3
Sikloalkana
atom
1
ikatan)
ikatan)
karbon ikatan)
Metana 1

Etena (etile
Etana
Etuna (asetilena)
2
na)
Propena (pro Propuna (metilase
Propana
Siklopropana
3
pilena)
tilena)
Butena (buti
Butana
Butuna
Siklobutana
4
lena)
5

Pentana Pentena

Pentuna

Siklopentana

6
7
8
9
10

Heksana Heksena
Heptana Heptena
Oktana Oktena
Nonana Nonena
Dekana Dekena

Heksuna
Heptuna
Oktuna
Nonuna
Dekuna

Sikloheksana
Sikloheptana
Siklooktana
Siklononana
Siklodekana

Alkadiena

Propadiena (al
ena)
Butadiena
Pentadiena (pi
perylene)
Heksadiena
Heptadiena
Oktadiena
Nonadiena
Dekadiena

Penggunaan
Hidrokarbon adalah salah satu sumber energi paling penting di bumi.
Penggunaan yang utama adalah sebagai sumber bahan bakar . Dalam bentuk
padat, hidrokarbon adalah salah satu komposisi pembentuk aspal.[6]
Hidrokarbon dulu juga pernah digunakan untuk pembuatan klorofluorokarbon ,
zat yang digunakan sebagai propelan pada semprotan nyamuk. Saat ini
klorofluorokarbon tidak lagi digunakan karena memiliki efek buruk
terhadap lapisan ozon .
Metana dan etana berbentuk gas dalam suhu ruangan dan tidak mudah
dicairkan dengan tekanan begitu saja. Propana lebih mudah untuk
dicairkan, dan biasanya dijual di tabung-tabung dalam bentuk cair.
Butana sangat mudah dicairkan, sehingga lebih aman dan sering digunakan
untuk pemantik rokok. Pentana berbentuk cairan bening pada suhu
ruangan, biasanya digunakan di industri sebagai pelarut wax dan gemuk .
Heksana biasanya juga digunakan sebagai pelarut kimia dan termasuk
dalam komposisi bensin .
Heksana , heptana , oktana , nonana , dekana , termasuk dengan alkena
dan beberapa sikloalkana merupakan komponen penting pada bensin , nafta ,
bahan bakar jet , dan pelarut industri. Dengan bertambahnya atom karbon,
maka hidrokarbon yang berbentuk linear akan memiliki sifat viskositas
dan titik didih lebih tinggi, dengan warna lebih gelap.
Pembakaran hidrokarbon
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pembakaran

Saat ini, hidrokarbon merupakan sumber energi listrik dan panas utama
dunia karena energi yang dihasilkannya ketika dibakar.[7] Energi
hidrokarbon ini biasanya sering langsung digunakan sebagai pemanas di
rumah-rumah, dalam bentuk minyak maupun gas alam . Hidrokarbon dibakar
dan panasnya digunakan untuk menguapkan air, yang nanti uapnya
disebarkan ke seluruh ruangan. Prinsip yang hampir sama digunakan di
pembangkit-pembangkit listrik.
Ciri-ciri umum dari hidrokarbon adalah menghasilkan uap, karbon
dioksida, dan panas selama pembakaran, dan oksigen diperlukan agar
reaksi pembakaran dapat berlangsung. Berikut ini adalah contoh reaksi
pembakaran metana:
CH4 + 2 O2 2 H2O + CO2 + Energi
Jika udara miskin gas oksigen, maka akan terbentuk gas karbon monoksida
(CO) dan air:
2 CH4 + 3 O2 2CO + 4H2O
Contoh lainnya, reaksi pembakaran propana:
C3H8 + 5 O2 4 H2O + 3 CO2 + Energi
CnH2n+2 + (3n+1)/2 O2 (n+1) H2O + n CO2 + Energi
Reaksi pembakaran hidrokarbon termasuk reaksi kimia eksotermik .