Anda di halaman 1dari 24

KONSEP DIRI

Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang
diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan
dengan orang lain ( Stuart & Sundeen, 1995). Termasuk persepsi indvidu akan sifat
dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang
berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Lebih
menjelaskan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh :
fisikal, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual.
Konsep diri belum ada saat dilahirkan, tetapi dipelajari dari pengalaman unik
melalui eksplorasi diri sendiri hubungan dengan orang dekat dan berarti bagi dirinya.
Dipelajari melalui kontak sosial dan pengalaman berhubungan dengan orang lain.
Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh bagaimana individu
mengartikan pandangan orang lain tentang dirinya.Konsep diri berkembang dengan
baik apabila : budaya dan pengalaman di keluarga dapat memberikan perasaan
positif, memperoleh kemampuan yang berarti bagi individu / lingkungan dan dapat
beraktualissasi, sehingga individu menyadari potensi dirinya.Respons individu
terhadap konsep dirinya berfluktuasi sepanjang rentang konsep diri yaitu dari adaptif
sampai maladaptive ( gambar 1 )

RENTANG RESPONS KONSEP DIRI

Gambar I : Rentang respon terhadap konsep diri


1. Aktualisasi diri adalah : pernyataan diri tentang konsep diri yang positif
dengan latar belakang pengalaman nyata yang sukses dan dapat diterima
2. Konsep diri positif apabila individu mempunyai pengalaman yang positif
dalam beraktualisasi diri dan menyadari hal hal positif maupun yang
negative dari dirinya
3. Harga diri rendah adalah ; individu cenderung untuk menilai dirinya
negative dan merasa lebih rendah dari orang lain
4. Identitas kacau adalah kegagalan individu mengintegrasikan aspek aspek
identitas masa kanak kanak ke dalam kematangan aspek psikososial
kepribadian pada masa dewasa yang harmonis

5. Depersonalisasi adalah ; perasaan yang tidak realistis dan asing terhadap diri
sendiri yang berhubungan dengan kecemasan, kepanikan serta tidak dapat
membedakan dirinya dengan orang lain.

Konsep diri terdiri dari 5 ( lima ) komponen ( Stuart dan Sundeen, 1991 ) :
1. Citra diri,
2. Ideal diri,
3. Harga diri,
4. Penampilan peran / Peran diri
5. Identitas diri.

CITRA TUBUH (Body image)


Citra tubuh adalah sikap, persepsi, keyakinan dan pengetahuan individu secara
sadar atau tidak sadar terhadap tubuhnya yaitu ukuran, bentuk, struktur, fungsi,
keterbatasan, makna dan obyek yang kontak secara terus menerus ( anting, make up,
kontak lensa, pakaian, kursi roda) dengan tubuh.Pandangan ini terus berubah oleh
pengalaman dan persepsi baru. Gambaran tubuh yang diterima secara realistis akan
meningkatkan keyakinan diri sehingga dapat mantap dalam menjalani kehidupan.
Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang
diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan
objek yang sering kontak dengan tubuh.Pada klien yang dirawat dirumah sakit umum,
perubahan citra tubuh sangat mungkin terjadi. Stressor pada tiap perubahan adalah :

Perubahan ukuran tubuh : berat badan yang turun akibat penyakit

Perubahan bentuk tubuh : tindakan invasif, seperti operasi, suntikan, daerah


pemasangan infus

Perubahan struktur : sama dengan perubahan bentuk tubuh disrtai dengan


pemasanagn alat di dalam tubuh

Perubahan fungsi : berbagai penyakit yang dapat merubah system tubuh

Keterbatasan : gerak, makan, kegiatan

Makna dan obyek yang sering kontak : penampilan dan dandan berubah,
pemasangan alat pada tubuh klien ( infus, fraksi, respitor, suntik, pemeriksaan
tanda vital, dll)

IDEAL DIRI
Ideal diri adalah persepsi individual tentang bagaimana dia harus berperilaku
berdasarkan standart, tujuan, keinginan atau nilai pribadi tertentu. Sering disebut
bahwa ideal diri sama dengan cita-cita, keinginan, harapan tentang diri sendiri. Ideal
diri diperlukan oleh individu untuk memacu pada tingkat yang lebih tinggi.
Gangguan ideal diri adalah ideal diri yang terlalu tinggi, sukar dicapai dan tidak
realistis. Ideal diri yang samar dan tidak jelas dan cenderung menuntut.Pada klien
yang dirawat dirumah sakit karena sakit fisik maka ideal dirinya dapat terganggu.
Atau ideal diri klien terhadap hasil pengobatan yang terlalu tinggi dan sukar dicapai.

Tanda dan gejala yang dapat dikaji :


1. Mengungkapkan keputusasaan akibat penyakitnya , misalnya : saya tidak bisa
ikut ujian karena sakit, saya tidak bisa lagi jadi peragawati karena bekas
operasi di muka saya, kaki saya yang dioperasi tidak dapat main bola.
2. Mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi, misalnya : saya pasti bisa
sembuh padahal prognosa penyakitnya buruk; setelah sehat saya akan sekolah
lagi padahal penyakitnya mengakibatkan tidak mungkin lagi sekolah.

HARGA DIRI ( Self-Esteem)


Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan
menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Pencapaian ideal
diri/cita-cita/harapan langsung menghasilkan perasaan berharga. Harga diri yang
tinggi berakar dari penerimaan diri sendiri tanpa syarat, sebagai individu yang berarti
dan penting, walaupun salah, gagal atau kalah. Harga diri diperoleh dari penghargaan
diri sendiri dan orang lain. Faktor yang mempengaruhi harga diri tinggi adakah
perasaan diterima, dicintai, dihormati serta frekwensi kesuksesan.
Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap
diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan. Gangguan
harga diri yang disebut harga diri rendah dan dapat terjadi secara :
1. Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi,
kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubungan kerja, perasaan
malu karena sesuatu (korban perkosaan, dituduh KKN, dipenjara tiba-tiba).
o

Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya : pemeriksaan fisik yang


sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis,
pemasangan kateter, pemeriksaan perneal).

Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai
karena dirawat/sakit/penyakit.

Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya


berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan, berbagai tindakan
tanpa persetujuan.

Kondisi ini banyak ditemukan pada klien gangguan fisik


2. Kronik, yaitu perasan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu
sebelum sakit/dirawat. Klien ini mempunyai cara berfikir yang negatif.
Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negarif terhadap dirinya.
Kondisi

ini

mengakibatkan

respons

yang

maladaptive.

Kondisi ini dapat ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada
klien gangguan jiwa.

Gangguan gejala yang dapat dikaji :


1. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan
terhadap penyakit. Misalnya : malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah
mendapat terapi sinar pada kanker.
2. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. Misalnya : ini tidak akan terjadi jika saya
segera ke rumah sakit, menyalahkan/ mengejek dan mengkritik diri sendiri
3. Merendahkan martabat. Misalnya : saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya
orang bodoh dan tidak tahu apa-apa.
4. Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri, klien tidak ingin bertemu
dengan orang lain, lebih suka sendiri.
5. Percaya diri kurang. Klien sukar mengambil keputusan, misalnya tentang
memilih alternatif tindakan
6. Mencederai diri. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram,
mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan.

PERAN DIRI
Peran adalah seperangkat perilaku yang diharapkan secara sosial yang
berhubungan dengan fungsi individu pada berbagai kelompok sosial. Tiap individu
mempunyai berbagai peran yang terintregrasi dalam pola fungsi individu. Menurut
Stuart dan Sundeen ada 5 ( lima ) factor yang mempengaruhi penyesuaian diri dengan
peran :
1. Kejelasan perilaku dan pengetahuan yang sesuai dengan peran
2. Konsistensi respon orang yang berarti terhadap peran individu
3. Keseimbangan dan kesesuaian antara peran yang dilakukan
4. Keselarasan harapan dan kebudayaan dengan peran
5. Kesesuaian situasi yang dapat mendukung pelaksanaan peran

Gangguan penampilan peran adalah berubah atau terhenti fungsi peran yang
disebabkan oleh penyakit, proses menua, putus sekolah, putus hubungan kerja Pada
klien yang sedang dirawat di rumah sakit otomatis peran sosial klien berubah menjadi
peran sakit. Peran klien yang berubah adalah :

Peran dalam keluarga

Peran dalam pekerjaan/sekolah

Peran dalam berbagai kelompok

Klien tidak dapat melakukan peran yang biasa dilakukan selama dirawat dirumah
sakit. Atau setelah kembali dari rumah sakit, klien tidak mungkin melakukan
perannya yang biasa.

Tanda dan gejala yang dapat dikaji :


1. Mengingkari ketidakmampuan menjalankan peran
2. Ketidakpuasan peran
3. Kegagalan menjalankan peran yang baru
4. Ketegangan menjalankan peran yang baru
5. Kurang tanggung jawab
6. Apatis/bosan/jenuh dan putus asa

Masalah keperawatan yang mungkin muncul :


1. Perubahan penampilan peran
2. Gangguan harga diri rendah
3. Keoutusasaan
4. ketidakberdayaan

IDENTITAS DIRI
Identitas diri pengorganisasian prinsip dari kepribadian yang bertanggung
jawab terhadap kesatuan, berkesinambungan, konsistensi dan keunikan individu.
Pembentukan identitas dimulai pada masa bayi dan terus berlangsung sepanjang
kehidupan tapi merupakan tugas utama pada masa remaja.Mempunyai konotasi
otonomi dan meliputi persepsi seksualitas seseorang.
Gangguan identitas adalah kekaburan / ketidakpastian memandang diri sendiri.
Penuh dengan keraguan, sukar menetapkan keinginan dan tidak mampu mengambil
keputusan.
Tanda dan gejala yang dapat dikaji :
1. Tidak ada percaya diri
2. Sukar mengambil keputusan
3. Ketergantungan
4. Masalah dalam hubungan interpersonal
5. Ragu / tidak yakin terhadap keinginan
6. Projeksi ( menyalahkan orang lain )
Masalah keperawatan yang mungkin timbul :
1. Gangguan identitas personal
2. Perubahan penampilan peran
3. Ketidakberdayaan
4. Keputusasaan
Kepribadian Yang Sehat
Individu dengan kepribadian yang sehat akan mengalami hal hal berikut ini :
1. Citra tubuh yang positif dan sesuai
2. Ideal diri yang realistic
3. Konsep diri yang positif
4. Harga diri yang tinggi
5. Penampilan peran yang memuaskan
6. Rasa identitas yang jelas

PROSES KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Faktor predisposisi
o

Faktor yang mempengaruhi harga diri, termasuk penolakan orang tua,


harapan orang tua yang tidak realistik

Faktor yang mempengaruhi penampilan peran, yaitu peran yang sesuai


dengan jenis kelamin, peran dalam pekerjaan dan peran yang sesuai
dengan kebudayaa

Faktor yang mempengaruhi identitas diri, yaitu orang tua yang tidak
percaya pada anak, tekanan teman sebaya dan kultur social yang
berubah

2. Faktor Presipitasi
o

Faktor presipitasi dapat disebabkan oleh faktor dari dalam atau faktor
dari luar individu ( internal or eksternal sources ), yang dibagi 5(lima)
kategori :

Ketegangan peran, adalah stress yang berhubungan dengan


frustasi yang dialami individu dalam peran atau posisi yang
diharapkan seperti konsep berikut ini :

Konflik peran : ketidaksesuaian peran antar yang dijalankan


dengan yang diinginkan

Peran yang tidak jelas: kurangnya pengetahuan individu


tentang peran yang dilakukannya

Peran berlebihan : kurang sumber yang adekuat untuk


menampilkan seperangkat peran yang kompleks

Perkembangan transisi, yaitu perubahan norma yang berkaitan


dengan nilai untuk menyesuaikan diri

Situasi transisi peran, adalah bertambah atau berkurangnya orang


penting dalam kehidupan individu melalui kelahiran atau kematian
orang yang berarti

Transisi peran sehat sakit, yaitu peran yang diakibatkan oleh keadaan
sehat atau keadaan sakit. Transisi ini dapat disebabkan :

Kehilangan bagian tubuh

Perubahan ukuran dan bentuk, penampilan atau fungsi tubuh

Perubahan fisik yang berkaitan dengan pertumbuhan dan


perkembangan

Prosedur pengobatan dan perawata

Ancaman

fisik

seperti

pemakaian

oksigen,

kelelahan,

ketidakseimbangan bio kimia, gangguan penggunaan obat,


alkoholdan zat.
3. Perilaku
Data yang dikumpulkan oleh seorang perawat, hendaknya data perilaku yang
obyektif dan dapat diamati. Perilaku yang berhubungan dengan harga diri
yang rendaha ( Stuart dan Sundeen, 1995 ) yaitu identitas kacau dan
depersonalisasi dapat dilihat pada tabel berikut.
Perilaku dengan harga diri yang rendah
Mengkritik diri sendiri

Pandangan hidup yang

atau orang lain

pesimis

Produktifitas menurun

Keluhan keluhan fisik

Destruktif pada orang

Pandangan

lain

hidup

terpolarisasi

Gangguan berhubungan

Merasa

diri

kemampuan diri sendiri

lebih

penting

Mengingkari

Mengejek diri sendiri

Merasa tidak layak

Mencederai diri sendiri

Rasa bersalah

Isolasi social

Mudah

Penyalahgunaan zat

Menarik

marah

dan

tersinggung
o

Perasaan

negative

terhadap diri sendiri

Perilaku dengan Identitas kacau

diri

realitas
o

Khawatir

Ketegangan peran

dari

Tidak

mengindahkan

moral
Mengurangi

hubungan

interpersonal
o

Perasaan kosong

Perasaan yang berubah

Tidak mampu berempati

Kurang keyakinan diri

Mencintai diri sendiri

Masalah hubungan intim

Ideal diri tidak realistik

ubah
Kekacauan

identitas

seksual
o

Kecemasan yang tinggi

Perilaku dengan Depersonalisasi

Afek

Persepsi

Kognitif

Perilaku

Identitas hilang

Asing dengan diri sendiri

Perasaan tidak aman, rendah diri, takut, malu

Perasaan tidak realistic

o
o

Merasa sangat terisolasi


Halusinasi pendengaran dan penglihatan

Tidak yakin akan jenis kelaminnya

o
o

Sukar membedakan diri dengan orang lain


Kacau

Disorientasi waktu

Penyimpangan pikiran

Daya ingat terganggu

o
o

Daya penilaian terganggu


Afek tumpul

Pasif dan tidak ada respon emosi

Komunikasi tidak selaras

Tidak dapat mengontrol perasaan

Tidak

ada

inisiatif

dan

mengambil keputusan

4. Mekanisme Koping

Menarik diri dari lingkungan

Kurang bersemangat

tidak

mampu

Jangka Pendek

Jangka Panjang
1. Menutup Identitas :

1. Kegiatan yang dilakukan untuk


lari

sementara

dari

krisis

:Terlalu cepat mengadopsi identitas yang

pemakaian obat obatan, kerjadisenangi daro orang orang yang berarti,


keras, nonton TV terus menerus

tanpa mengindahkan hasrat, aspirasi atau

potensi diri sendiri


2. Kegiatan mengganti identitas2. Identitas Negatif :
sementara :
Asumsi yang bertentangan dengan nilai
(ikut kelompok social, keagamaan,dan harapan masyarakat
politik )
3. Kegiatan yang memberi dukungan
sementara : ( kompetisi olah raga
kontes popularitas )
4.

Kegiatan

menghilangkan

mencoba
anti

identitas

sementara : (penyalahgunaan obat


obat)

5. Mekanisme pertahanan ego yang sering digunakan adalah : fantasi,


disasosiasi, isolasi, proyeksi, mengalihkan marah berbalik pada diri sendiri
daan orang lain

B. Masalah Keperawatan

Masalah gangguan konsep diri berhubungan dengan rasa bersalah sering


menimbulkan kekacauan dan mengakibatkan respon koping yang maladaptive.
Respon ini dapat dilihat bervariasi pada berbagai individu, yang mengalami ancaman
integritas diri atau harga diri. Masalah keperawatan dan contoh diagnosa keperawatan
lengkap yang berkaitan dengan gangguan konsep diri, lihat tabel berikut ini.
Masalah keperawatan yang berhubungan dengan konsep diri

Masalah keperawatan uatama


1. Gangguan gambaran diri

Contoh diagnosa keperawatan yang lengkap


Gangguan gambaran diri berhubungan dengan
harga diri rendah
Gangguan gambaran diri berhubungan dengan
defisit perawatan diri
Gangguan identitas diri berhubungan dengan

2. Gangguan identitas diri

perubahan penampilan peran


Gangguan identitas berhubungan dengan
keracunan obat yang dimanifestasika dengan
control impuls yang kacau dan hilang
Gangguan penampilan peran berhubungan

3. Gangguan penampilan peran


4. Gangguan harga diri

dengan harga diri rendah


Harga diri rendah berhubungan dengan ideal diri
yang tidak realistik
Harga diri rendah berhubungan dengan ideal diri
terlalu tinggi

C. Perencanaan Tindakan Keperawatan


1. Tujuan Umum
Meningkatkan aktualisasi diri klien : dengan membantu menumbuhkan,
mengembangkan, menyadari potensi sambil mencari kompensasi
ketidakmampuan
2. Tujuan Khusus
Klien dapat mengenal dukungan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan
massalaha yang berhubungan dengan konsep diri daan membantu klien agar
lebih mengerti akan dirinya secara tepat
3. Tindakan Keperawatan
Tindakan keperawatan membantu klien mengidentifikasikan penilaian tentang
situasi dan perasaan yang terkait, guna meningkatkan penilaian diri dan
kemudian melakukan perubahan perilaku. Pendekatan penyelesaian masalah
ini memerlukan tindakan yang bertahap sebagai berikut :
a. Memperluas kesadaran diri; Tahap memperluas kesadaran diri

Prinsip

Rasional

Tindakan
Menerima klien

Membina

Sikap

hubungan

perawat

saling

yang

percaya

terbuka

apa adanya

Dengarkan klien

Dorong klien
mendiskusikan pikiran dan

dapat
mengurangi
perasaan
terancam
dan

perasaannya
Respon yang

tidak mengadili
Katakan bahwa

klien adalah individu yang berharga,

membantu

bertanggung jawab dan dapat

klien

menolong diri sendiri

menerima
semua aspek
dirinya

Identitas

Bekerja

Tingkat

dengan

kemampuan

kemampuan klien

kemampuan menilai
yang

realitas dan

dimiliki

control diri

klien

diperlukan
sebagai
landasan
asuhan
keperawatan

Arahkan klien

sesuai dengan kemampuan yang


dimiliki
Meyakinkan

identitas klien
Beri dukungan

untuk menurunkan panic


Pendekatan

tanpa menuntut
Menerima dan

mengklarifikasikan komunikasi verbal


dan non verbal
Cegah klien

mengisolasi diri
Ciptakan

kegiatan rutin ( ADL )


Buat batasan

perilaku yang tidak pantas


Orientasikan

klien ke dunia yang nyata


Beri pujian pada

perilaku yang tepat

Tingkatkan

kegiatan dan tugas secara bertahap


untuk menimbulkan pengalaman
positif
b. Menyelidiki diri; Membantu klien menyelidiki diri
Prinsip

Rasional

Tindakan
Motivasi klien

Bantu klien

Dengan

menerima

menunjukkan

perasaan dan

sikap menerima

pikirannya

perasaan dan
pikiran klien,

mengekspresikan emosi, keyakinan perilaku


dan pikirannya
Gunakan komunikasi

terapeutik dan empati


Catat pikiran yang logis,

maka klien akan

observasi respon emosi

melakukan hal
yang sama

Tumbuhkan persepsi

Menolong klien Keterbukaan


menjelaskan

persepsi diri

klien terhadap kekuatan dan kelemahannya

konsep dirinya adalah awal


dan

untuk merubah

hubungannya

suasana sepi

dengan orang

dan dapat

lain secara

mengurangi

terbuka

ansietas

Bantu klien menurunkan

self idealnya
Bantu klien menjelaskan

hubungannya dengan orang lain

Sadari perasaan sendiri

Menyadari dan Kesadaran diri


mengontrol

akan membantu

perasaan

penampilan

perawat

model perilaku

baik perasaan negative dan positif dalam


berhubungan

dan membatasi
efek negative
dalam
berhubungan
dengan orang
lain
Gunakan respon empati

Empati pada

Rasa empati

dan observasi apakah perasaan perawat simpati

klien, tekankan dapat


bahwa kekuatan menguatkan

atau empati

untuk berubah pandangan


ada pada klien klien

Jelaskan bahwa klien


berguna dalam memecahkan masalahnya

Libatkan keluarga dan

kelompok menyelidiki diri klien


memahami

Bantu klien mengenal

perasaan orang

konflik dan koping maladaptive

lain

c. Mengevaluasi diri; Mambantu klien mengevaluasi diri

Prinsip

Rasional

Tindakan
bersama klien

Membantu klien Setelah

identifikasi stressor dan bagaimana

mengidentifikasi mengetahui
masalahnya

masalah

secara jelas

dengan jelas

penilaiannya
Jelaskan bahwa

keyakinan klien mempengaruhi

alternative

perasaan dan perilakunya

pemecahan
dapat dibuat
klien

Bersama klien

Kaji respon

Dengan

koping adaptif

mengetahui

mengidentifikasi

klien terhadap

dipilih klien

masalah yang

dapat

dihadapi

mengevaluasi
konsekwensi

ilusi, tujuan yang tidak realistic


Identifikasi

kekuatan klien
Tunjukkan

konsep sukses dan gagal dalam

positif dan
negatif

Keyakinan,

dan maladaptif koping yang

persepsi yang cocok


Teliti sumber

koping yang digunakan klien


Uraikan pada

klein bahwa respon koping dapat


dipilih dengan bebas dan mempunyai
dampak positif maupun negative
Bersama klien

mengidentifikasi respon koping yang


maladaptif
Komunikasi

yang memfasilitasi konfrontasi yang


mendukung
Kalrifikasi

peran

d. Membuat perencanaan yang realistik; Membantu klien membuat


rencana yang realistik
Prinsip

Rasional

Tindakan
Jelaskan

Bantu klien

Jika semua

bahwa yang dapat merubah dirinya

mengidentifikasi alternative
pemecahan

sudah

masalah

dievaluasi,

adalah klien bukan orang lain


Bantu

keyakinan dan ide klien ke dalam

perubahan

kenyataan

menjadi

Gunakan

efektif

lingkungan membantu keyakinan


klien jadi konsisten
Bantu klien

Bantu klien

Dengan

mengkonsep

tujuan

tujuan yang

yang jelas

realistik

dapat

merumuskan tujuan
Bantu klien

untuk menetapkan perubahan yang


diinginkan

merubah

Anjurkan

harapan

klien menggunakan pengalaman

yang

baru untuk mengembangkan

diinginkan

potensinya
Gunakan role

model, role play, visualisasi dan


redemonstrasi yang sesuai
e. Bertanggung jawab dalam bertindak
Prinsip

Rasional

Tindakan
Beri

Mengeksplorasi Sangat

kesempatan klien untuk memilih

koping adaptif penting

koping yang ingin digunakan dan

dan maladaptif bagi klien


klien dalam

mengetahui

memecahkan

koping

masalahnya

yang

konsekwensinya
mengidentifikasi keuntungan
kerugian mekanisme koping yang

digunakan
dalam

dipilih

pemecahan

Diskusikan
bila klien memilih mekanisme koping

masalahnya

negative berikut konsekwensinya

baik yang
negative

Bantu klien

Berikan

dukungan positif untuk


maupun

mempertahankan kemajuannya

yang poitif

Untuk meningkatkan penerimaan klien secara unuk di dalam keluarga, diperlukan


pendidikan kesehatan mental yang dapat dilihat pada table berikut ini
Pendidikan kesehatan mental bagi keluarga

Tujuan

Kegiatan Instruksional

Menegaskan konsep

Diskusikan keunikan masing

keunikan anggota

masing anggota keluarga. Bantu

keluarga

klien mengidentifikasikan tingkat

Evaluasi
Klien dapat
mengidentifikasi
fungsi keluarga

kemampuannya di antar anggota


keluarga

Uraikan karakteristik Analisa tipe dan pola hubungan


perpaduan emosi

Klien menguraikan
pola hubungan

dalam keluarga. Gunakan kertas

dalam keluarga

dan pensil untuk menggambarkan


pola keluarga

Klien
mengidentifikasi
peran dan

Diskusikan

Sintesa dinamika keluarga dan

pembentukan dan

manifestasi stress pasien, akan

pelaksanaan peran

mendorong komunikasi dalam

dalam keluarga

keluarga

perilakunya
Klien menyadari
kontribusi keluarga
terhadap stress
masing masing
anggota

D. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Pada makalah ini akan diuraikan tindakan keperawatan pada 2 ( dua ) diagnosa,
yaitu :
1. Perubahan penampilan peran berhubungan dengan harga diri rendah
2. Gangguan harga diri : harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra
tubuh

Rencana Tindakan Keperawatan pada :

1. Diagnosa : Perubahan penampilan perab berhubungan dengan harga diri rendah

Tujuan Umum :
o

Klien dapat melanjutkan peran sesuai dengan tanggung jawabnya

Tujuan Khusus :
o

Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat

Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang


dimiliki

Klian dapat menilai kemampuan yang dapat dilakukan

Klien dapat menetapkan ( merencanakan ) kegiatan sesuai kemampuan


yang dimiliki

Klien dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi sakit dan


kemampuan

Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada

Tindakan Keperawatan
a.

Bina hubungan saling percaya

Salam terapeutik

Perkenalkan diri

Jelaskan tujuan interaksi

Ciptakan lingkungan yang tenang

Buat kontrak yang jelas (apa yang akan dilakukan/dibicarakan,


waktu)

Beri kesemapatan untuk mengungkapkan perasaannya


tentang penyakit yang diderita

Sediakan waktu untuk mendengarkan klien

Katakan pada klien bahwa ia adalah seseorang yang


berharga dan bertanggung jawab serta mampu
menolong dirinya sendiri

b.

Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. Dapat


dimulai dari bagian tubuh yang masih berfungsi dengan baik,
kemampuan lain yang dimiliki oleh klien, aspek positif ( keluarga,
lingkungan ) yang dimiliki klien. Jika klien tidak mampu
mengidentifikasi, maka dimulai oleh perawat memberi reinforcement
( pujian terhadap aspek positif klien

c.

Setiap bertemu klien, hindarkan memberi penilaian negative.


Utamakan memberi pujian yang realistik

d.

Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan


selama sakit. Misalnya : penampilan klien dalam self-care, latihan
fisik dan ambulasi secara aspek asuhan terkait dengan gangguan fisik
yang dialami klien

e.

Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanaannya


setelah pulang sesuai dengan kondisi sakit klien.

f.

Rencanakan bersama klien aktifitas yang dapat dilakukan setiap


kemampuan : kegiatan mandiri, kegiatan dengan bantuan sebagian,
kegiatan yang membutuhkan bantuan total

g.

Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien

h.

Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan


( sering klien takut melaksanakannya )

i.

Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah


direncanakan

j.

Beri pujian atas keberhasilan klien

k.

Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah

l.

Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat


klien harga diri rendah

m.

Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat

n.

Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah

Hasil Yang Diharapkan :


o

Klien mengungkapkan perasaannya terhadap penyakit yang diderita

Klien menyebutkan aspek positif dan kemampuan dirinya ( fisik,


intelektual, system pendukung )

Klien berperan serta dalam perawatan dirinya

Percaya diri klien dengan menetapkan keinginan atau tujuan yang


realistis

2. Diagnosa : Gangguan harga diri : harga diri rendah berhubungan dengan gangguan
citra tubuh

Tujuan Umum
o

Klien menunjukkan pengingkatan harga diri

Tujuan Khusus :
o

Klien dapat meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya

Klien dapat mengidentifikasi perubahan citra tubuh

Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

Klien dapat menerima realita perubahan struktur, bentuk atau fungsi


tubuh

Klien dapat menyusun rencana cara cara menyelesaikan masalah


yang dihadapi

Klien dapat melakukan tindakan pengembalian integritas tubuh

Tindakan keperawatan :
a.

Bina hubungan saling percaya

Salam terapeutik

Komunikasi terbuka, jujur, empati

Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaan klien


terhadap perubahan tubuh.

Sediakan waktu untuk mendengarkan klien

Lakukan kontrak untuk program asuhan keperawatan


( pendidikan kesehatan, dukungan, konseling dan rujukan )

b.

Diskusikan perubahan struktur, bentuk atau fungsi tubuh

c.

Observasi ekspresi klien pada saat diskusi

d.

Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien ( tubuh,


intelektual, keluarga ) oleh klien di luar perubahan yang terjadi

e.

Setiap bertemu klien, hindarkan memberi penilaian negative.


Utamakan memberi pujian yang realistik

f.

Beri pujian atas aspek posirtif dan kemampuan yang masih dimiliki
klien

g.

Dorong klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam asuhan
klien secara bertahap

h.

Libatkan klien dalam kelompok klien dengan masalah gangguan citra


tubuh

i.

Tingkatkan dukungan keluarga pada klien terutama pasangan

j.

Diskusikan cara cara ( booklet, leaflet sebagai sumber informasi )


yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan struktur,
bentuk atau fungsi tubuh

k.

Dorong klien memilih cara sesuai bagi klien

l.

Bantu klien melakukan cara yang dipilih

m.

Membantu klien mengurangi perubahan citra tubuh. Misalnya : protesa


untuk bagian tubuh tertentu, tongkat

n.

Rehabilitasi bertahap bagi klien

o.

Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan


selama sakit. Misalnya : penampilan klien dalam self-care, latihan

fisik dan ambulasi secara aspek asuhan terkait dengan gangguan fisik
yang dialami klien
p.

Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanaannya


setelah pulang sesuai dengan kondisi sakit klien.

q.

Rencanakan bersama klien aktifitas yang dapat dilakukan setiap


kemampuan : kegiatan mandiri, kegiatan dengan bantuan sebagian,
kegiatan yang membutuhkan bantuan total

r.

Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien

s.

Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan


( sering klien takut melaksanakannya )

t.

Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah


direncanakan

u.

Beri pujian atas keberhasilan klien

v.

Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah

w.

Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat


klien harga diri rendah

x.

Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat

y.

Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah

Hasil Yang Diharapkan :


o

Klien menerima perubahan tubuh yang terjadi

Klien memilih beberapa cara mengatasi perubahan yang terjadi

Klien adaptasi dengan cara cara yang dipilih dan digunakan

Daftar Pustaka

1. Keliat, B.A ( 1994 ), Gangguan Konsep Diri, Jakarta, EGC


2. Keliat, B.A. ( 1998 ), Gangguan Koping, Citra Tubuh dan Seksual pada Klien
Kanker, Jakarta, EGC
3. Keliat, B.A, ( 1998 ), Penetalaksanaan Stress, Jakarta
4. Stuart, G.W., dan Sundeen, S.J. ( 1995 ), principle and practice of psychiatric
nursing, ( 5 th ed)
5. Towsend, M.C.( 1998 ). Diagnosa Keperawatan pada Keperawatan
psikiatri : Pedoman untuk pembuatan Rencana keperawatan, Jakarta : EGC
( Terjemahan ).