Anda di halaman 1dari 3

Menganalisis dan Menginterpretasikan Informasi

A. Materi
Untuk menulis karya ilmiah diperlukan informasi yang mendukung gagasan yang
hendak ditulis. Informasi tersebut digunakan sebagai keterangan atau bahan nyata yang dapat
dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan.
Informasi bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, majalan, internet, dan
koran. Masing-masing sumber mempunyai jenis informasi yang berbeda-beda. Untuk itulah
diperlukan proses yang cukup cermat untuk mendapatkan informasi pendukung gagasan,
salah satunya melalui kegiatan membaca kritis.
Membaca kritis merupakan kegiatan membaca yang diawali dari kegiatan mengenali
isi bacaan sampai mengevaluasi bacaan. Dalam membaca kritis, pembaca tidak menerima
begitu saja kebenaran informasi yang didapatkan dari bacaan. Pembaca harus selalu berifat
skeptis, bertanya terus-menerus, dan berusaha mencari bukti ntuk menguji kebenaran
informasi tersebut. Pengujian itu bisa dilakukan dengan mencari informasi pada sumbersumber yang lain. Oleh karena itu, membaca kritis memerlukan ketekunan dan kesabaran.

1. Jenis Membaca Kritis


Berdasarkan informasi yang dibutuhkan, membaca kritis dibedakan menjadi membaca
sekilas, membaca cepat untuk informasi khusus, dan membaca teliti. Ketiga jenis membaca
tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut.
a.

Membaca sekilas untuk mencari topik

Membaca sekilas merupakan kegiatan membaca untuk mencari topik. Dalam membaca
sekilas, pembaca bukan mencari informasi yang rinci. Pembaca hanya ingin mendapatkan
informasi umum dari tulisan yang dibacanya. Dalam kegiatan membaca ini, pembaca tidak
perlu menfokuskan pada bagian-bagian tertentu. Pembaca hanya membaca tulisan secara
sekilas dari awal sampai akhir. Dari kegiatan membaca cepat ini pembaca berusaha mendapat
ide tentang topik tulisan yang dibaca.

2. Membaca cepat untuk informasi khusus


Membaca cepat untuk informasi khusus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang sesuai
dengan masalah yang hendak ditulis. Dalam membaca ini, pembaca memfokuskan perhatian
pada bagian yang kita inginkan. Bagian-bagian yang tidak mengandung informasi yang
dibutuhkan tidak perlu diperhatikan.

3. Membaca teliti untuk informasi rinci

Membaca teliti merupakan kelanjutan dari membaca cepat untuk mencari topik. Membaca
teliti ini dilakukan setelah pembaca menemukan topik yang sesuai dengan permasalahan yang
hendak ditulisnya. Dalam membaca ini, pembaca membaca secara teliti sampai benar-benar
memahami informasi yang ingin didapatkan.

2. Langkah-langkah Membaca Kritis untuk Menulis


Untuk mendapatkan informasi secara akurat, langkah-langkah yang dilakukan dalam
membaca kritis adalah sebagai berikut.
a. Mengingat dan mengenali isi bacaan
Langkah awal yang dilakukan oleh penulis adalah dengan mengingat dan mengenali isi
bacaan. Isi bacaan merupakan tesis (pernyatan umum) tentang masalah yang dibahas.
Sebuah tesis biasanya diungkapkan dengan sebuah kalimat pernyataan. Dengan
mengenali tesis sebuah tuisan, penulis akan mudah memahami isi tulisan dan menilai
sesuai atau tidak dengan masalah yang diajukan.

b. Menginterpretasi makna tersirat


Setelah membaca, penulis menginterpretasi maknanya karena ringkasan tersebut bisa
dikembangkan menjadi pernyataan pendukung tulisan yang dibuat. Untuk memudahkan
pemakaian, hasil interpretasi ditulis dalam bentuk ringkasan butir-butir penting artikel
yang dibaca. Dengan adanya ringkasan, penulis tidak perlu lagi membaca artikel secara
keseluruhan kalau memerlukan informasi dari artikel yang bersangkutan.

c. Mengaplikasikan konsep-konsep dalam bacaan


Setelah mendapat ringkasan, penulis kembali melihat tulisan yang telah dibuatnya.
Penulis menyitir konsep-konsep penting dari tulisan yang telah dibaca selanjutnya
dimasukkan sebagai kutipan untuk mendukung butir-butir penting pada tesis tulisan yang
dibuat. Dengan cara tersebut, akan terdapat keselarasan antara konsep-konsep penting
yang diperoleh dari tulisan yang telah dibaca dengan tulisan yang dikembangkan oleh
penulis.

d. Menganalisis isi bacaan

Untuk menyempurnakan tulisan yang dibuat, penulis menganalisis kesesuaian isi kutipan
dengan isi tulisan yang dibuat. Penulis harus betul-betul yakin bahwa isi tulisan yang
dikutip relevan dengan isi tulisan yang dibuat. Kutipan yang isinya dianggap tidak
relevan tidak perlu di kutip.

e. Menilai isi bacaan


Dalam menulis, informasi yang diperoleh dari sumber yang dibaca tidak sekedar ditata
dalam tulisan penulis akan tetapi harus dievaluasi. Dalam mengutip bagian dari sebuah
artikel, penulis perlu menyadari implikasinya, yakni kutipan tersebut mendukung
gagasan yang dikembangkan dalam tulisan atau sebaliknya. Selain itu, evaluasi juga
dilakukan untuk menetapkan posisi penulis terhadap kutipan yang diambil. yakni
bersikap netral, menyetujui, atau tidak menyetujiu pernyataan yang dikutip.