Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA BERMAIN

A. Judul
Bermain Puzzle bongkar pasang Gambar )
B. Definisi
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan.
Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan sosial.
C. Fungsi bermain bagi anak :
1. Perkembangan sensori motorik,
2. Perkembangan intelektual / kognitif,
3. Mengembangkan kreativitas anak,
4. Merupakan media sosialisasi anak,
5. Media kesadaran diri,
6. Perkembangan moral,
7. Sebagai alat komunikasi, dan
8. Terapi.
D. Tujuan bermain :
a. Tujuan Umum
Diharapkan pada anak mampu mengembangkan bakat serta kemampuan yang
dimilikinya.
b. Tujuan Khusus
1. Dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal,
2. Dapat mengekspresikan keinginan, perasaan, dan fantasi,
3. Dapat mengembangkan kreativitas melalui pengalaman bermain yang tepat,
4. Agar anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit.

E. Sasaran
Sasaran pada Satuan Acara Bermain ini adalah anak anak usia prasekolah yaitu antara umur 4
6 tahun yang dirawat di ruang 7B RS Saiful Anwar Malang.
F. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Praktek
G. Media
Media / alat yang digunakan dalam terapi bermain ini adalah puzzle ( mainan bongkar pasang )
H. Pengorganisasian
1. Leader

: Antina Atik

2. Co. Leader

: Erwin Santosa

3. Observator

: Yustina Yuli

4. Fasilitator

: Arifyanto

Dengan deskripsi tugas sebagai berikut :


1. Leader
a. Memimpin jalannya acara bermain
b. Membuka acara atau pertemuan
c. Mengatur setting tempat bermain
d. Menutup kegiatan yang sudah selesai
2. Co. Leader
a. Membantu tugas tugas dari Leader
b. Menggantikan posisi dari Leader jika perlu
3. Observer
a. Mengobservasi jalannya acara bermain
b. Memberikan penilaian terhadap para peserta
c. Memberikan saran dan kritik setelah acara bermain selesai
d. Mengevaluasi dan memberikan umpan balik kepada Leader dan Co. Leader

4. Fasilitator
a. Berperan sebagai pemandu jalannya acara bermain
b. Sebagai tempat bertanya Leader dan Co. Leader tentang kegiatan yang dilakukan
c. Memberikan petunjuk dalam acara, supaya dapat berlangsung dengan baik.
I. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Semua orang tua denngan anak hadir / ikut serta dalam kegiatan bermain.
b. Penyelenggaraan permainan dilakukan di ruang 7B ( Anak ) RSSA Malang
c. Pengorganisasian acara permainan dilakukan satu hari sebelumnya
2. Evaluasi Proses
a. Anak antusias terhadap materi permainan
b. Anak dan orang tua tidak meninggalkan tempat kegiatan sebelum kegiatan selesai
c. Orang tua terlibat aktif dalam kegiatan
3. Evaluasi Hasil
a. Anak mampu melepaskan ketegangan
b. Hasil dari permainan memenuhi kriteria yang diharapkan
c. Anak mampu mengeksporesikan keinginan, fantasi dan idenya
d. Anak mampu mengembangkan kreatifitasnya.

J. Skema Rancangan Terapi Bermain


No
1.

Waktu
3 Menit

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Proses

Pembukaan :
1. Membuka permainan dengan mengucapkan salam.

Menjawab salam

2. Memperkenalkan diri :

Mendengarkan

a. Memperkenalkan penyaji
2.

15 Menit

b. Memperkenalkan peserta pada peserta lain / penyaji


Pembukaan :
1. Memperkenalkan jenis permainan.
2. Memperkenalkan

alat

atau

bahan

Memperhatikan
yang

akan Memperhatikan

digunakan untuk bermain


3. Memperkenalkan

tehnik

permainan

yaitu Memperhatikan

menyatukan gambar yang ada


4. Memperagakannya

Memperhatikan

5. Mempersilahkan peserta untuk memilih puzzel, Memperagakan


kemudian menganjurkan untuk menyatukan sesuai
3.

10 Menit

dengan keinginan sendiri.


Evaluasi hasil terapi :
1. Baik, jika puzzle tersusun sesuai dengan gambar

Memperhatikan

2. Cukup, jika puzzle tersusun bagian dari gambar

Memperhatikan

3. kurang, jika puzzle tersusun tidak sesuai dengan Memperhatikan


4.

2 Menit

gambar atau tidak teratur.


Terminasi :
1. Mengucapkan terima kasih kepada para peserta dan Mendengarkan
orang tua atas partisipasinya dalam kegiatan bermain. Menjawab
2. Mengucapkan salam penutup.

K. Evaluasi

Dari pelaksanana terapi bermain dapat ditarik kesimpulan bahwa :


1. Anak dapat meningkatkan perkembangan motorik dan kognitifnya
2. Anak akan lebih akrab dengan teman yang lainnya
3. Anak dapat meninglkatkan kreatifitasnya
4. Anak merasa senang dan dapat menurunkan hospitalisasi
5. Memenuhi kebutuhan aktifitas bermain anak.
Dari .......... anak yang dilakukan terapi bermain puzzle, anak yang tidak dapat menyeselaikan
permainan sampai selesai ...... anak, menyelesaikan permainan hanya sebagian ......anak.
Respon anak terhadap permainan yang dilakukan ; senang .......anak, tanpa ekspresi ......anak,
yang ingin bermain lagi .........anak. yang tidak mau bermain lagi .........anak.