Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Salah satu hal yang membuat entitas manusia menempati posisi lebih
tinggi dibanding dengan makhluk lainnya ialah bahwa manusia dikaruniai
kemampuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi verbal dalam

berinteraksi dengan sesamanya. Kemampuan ini secara praktis hanya


dimiliki manusia sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi dan emosinya.
Komunikasi verbal yang termanifestasikan dalam simbol-simbol arbitrer
tersebut memiliki kekhasan antara satu bahasa dengan bahasa lainnya. Salah

satunya ialah bahwa dalam setiap bahasa terdapat sistem yang membuat
bahasa tersebut dapat dipelajari baik oleh penutur asli maupun asing.
Dalam setiap peradaban dan kebudayaan, bahasa menduduki peran
yang sangat penting dalam perkembangan dan pengembangan aspek-aspek
humanitas dan sosial. Kita pun dapat memahami bahwa semakin tinggi

perkembangan kebudayaan suatu masyarakat, akan semakin tinggi pula


perkembangan serta variasi bahasa di dalam masyarakat tersebut. Sebagai
salah satu contohnya, penulis seringkali mendapatkan temuan-temuan

linguistik yang menjadi item khas sistem bahasa Jepang, yaitu verba
majemuk (fukugōdōshi 複合動詞 ), yang sangat variatif serta produktif
sebagai satu bentuk kata jadian pada bahasa tersebut.
Verba majemuk bahasa Jepang secara umum terbentuk dari dua unsur,
yaitu unsur depan yang jika berasal dari verba dapat berupa bentuk ren’yōkei
atau bentuk –te dan unsur belakang secara umum dalam bentuk yang
inflektif. Selain berupa verba, unsur depan dapat juga berupa nomina atau
adverbia. Sebagai contoh penggabungan verba dengan verba ialah kata