Anda di halaman 1dari 1

Bagi orang-orang bertakwa, Al-Quran adalah pedoman bagi segala penyakit moral dan jiwa.

Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin (Al-fussilat : 44)
Tidak ada keraguan bahwa dengan percaya sungguh-sungguh kepada Allah SWT, dapat
menjadi pengobatan terbaik bagi sebagian besar gangguan psikologi kita. Keyakinan ini akan
membawa ketenangan dalam hati sebagai wujud kesungguhan kita kepada Pencipta dan
berpasrah kepadanya.
Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orangorang yang bertaubat kepadaNya. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah
hati menjadi tentram (Ar-rad : 27-28)
Penyakit moral biasanya merupakan ekspresi dari penyakit hati.
Sebagai contoh yang menggambarkan gangguan psikologi yaitu orang-orang yang munafik,
Allah berfirman,
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa
yang pedih, disebabkan mereka berdusta (Al-Baqarah : 10)
Banyak ayat yang menjelaskan orang-orang munafik dan kafir. Hal ini disebutkan 13x dalam
Al-Quran.
Dari segi pendekatan fisik, banyak ayat yang menyebutkan tentang penyakit dan pasien. Ada
keringanan-keringan dalam sisi ibadah bagi orang sakit. Seperti contoh, orang sakit
diperbolehkan tidak berpuasa saat Ramdahan (Al-Baqarah: 184), boleh bertayamum (An-nisa
: 143), mencukur rambut saat naik haji (Al-Baqarah:196) dan sebagainya. Secara umum,
orang yang sakit-sakitan diperlakukan sebagai kasus khusus dan diberikan kesempatan untuk
pemulihan dan selalu diberikan pengobatan yang spesial.
Allah adalah sebaik-baiknya Penolong, sebaik-baiknya Penyembuh. Hal ini diisyaratkan
dalam Al-Quran,
Yaitu Tuhan yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan
Tuhanku yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dn apabila aku sakit, Dialah
Yang menyembuhkan aku (Ash-Shuara : 78-80)