Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Konsep Diri menurut Beberapa Ahli

Definisi konsep diri menurut para tokoh sangat beragam artinya. Rochman Natawidjaya
(1979: 102) menjelaskan bahwa konsep diri adalah persepsi individu tentang dirinya,
kemampuan dan ketidakmampuannya, tabiat-tabiatnya, harga dirinya dan hubungannya dengan
orang lain.
Konsep diri juga merupakan gambaran mental diri sendiri yang terdiri dari pengetahuan
tentang diri sendiri, pengharapan diri dan penilaian terhadap diri sendiri (James F Calhoun,
1995: 90). Pengertian konsep diri menurut Jalaludin Rahmat (1996: 125) yaitu Konsep diri
adalah pandangan dan perasaan kita, persepsi ini boleh bersifat psikologis, sosial dan psikis.
Konsep diri bukan hanya gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian kita. Pengertian konsep
diri dalam istilah umum mengacu pada persepsi seseorang mengenai dirinya sendiri. Persepsi ini
terbentuk melalui kesimpulan-kesimpulan yang diambil berdasarkan pengalaman pengalaman
dan persepsi-persepsi terutama dipengaruhi oleh reward dan punishment yang diberikan oleh
seseorang yang berarti dalam kehidupannya.
Menurut Hurlock (1994) yang dimaksud konsep diri adalah kesan (image) individu mengenai
karakteristik dirinya, yang mencakup karakteristik fisik, sosial, emosional, aspirasi dan
achievement. Clara R Pudjijogyanti (1995: 2) berpendapat bahwa konsep diri merupakan salah
satu faktor yang menentukan apakah seseorang akan berperilaku negatif atau tidak, sebab
perilaku negatif merupakan perwujudan adanya gangguan dalam usaha pencapaian harga diri.
Apabila seseorang remaja gagal dalam pencapaian harga diri, maka ia akan merasa kecewa
terhadap keadaan diri dan lingkungannya. Ia akan memandang dirinya dengan sikap negatif,
sebaliknya apabila seorang remaja berhasil dalam mencapai harga dirinya, maka ia akan merasa
puas dengan dirinya maupun terhadap lingkungannya. Hal ini akan membuat ia bersikap positif
terhadap dirinya.
Persepsi mengenai tindakan yang mempengaruhi cara atau pandangan hidup, sehingga suatu
pemahaman mengenai konsep diri seseorang merupakan dasar yang sangat berguna untuk
meramalkan bagaimana seseorang itu akan bertindak.
Ada tiga alasan pentingnya konsep diri dalam menentukan perilaku seperti yang
diungkapkan Clara R Pudjijogyanti (1995: 5):
1. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keseluruhan batin. Apabila
timbul perasaan, pikiran dan persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan satu
sama lain, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk
menyeimbangkan dan menghilangkan ketidakselarasan tersebut, individu akan mengubah
perilakunya.
2. Seluruh sikap, pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu dalam
menafsirkan pengalamannya. Sebuah kejadian akan ditafsirkan berbeda antara individu
yang satu dengan individu lainnya dikarenakan masing-masing individu mempunyai
sikap dan pandangan yang berbeda terhadap dirinya.

3. Konsep diri menentukan pengharapan individu. Pengharapan ini merupakan inti dari

konsep diri. Sikap dan pandangan negatif terhadap kemampuan diri akan menyebabkan
individu tidak mempunyai motivasi untuk mencapai prestasi yang gemilang.