Anda di halaman 1dari 1

Operasi Pelepasan Pen #1

Written by rio setiawan on 3:07 AM


Iseng iseng sambil tiduran di atas kasur tidur, gue pengen berbagi sedikit cerita tentang pengalaman pribadi gue.
Tentunya, sesuai dengan judul posting blog ini, Operasi Pelepasan Pen.

Mungkin ada yang belum mengerti apa itu Pen. Pena? Ballpoint? Pensil?. Bukan!. Pen di sini adalah bahasa
umumnya dari sesuatu yang digunakan oleh para ahli medis untuk menyambungkan atau merekonstruksi
struktur tulang yang sudah tidak pada tempatnya atau mengalami kehilangan kontinuitas tulang (fraktur).
Dan tindakan medisnya biasa disebut implant pen.
Gue adalah salah satu inang dari pen terebut. Sudah hampir 2 tahun 2 buah pen bersarang di kedua lengan
tangan gue. Dan setelah selama ini pen pen tersebut bersemayam, gue berencana untuk mencabutnya dari
tubuh gue. Karena dari beberapa aritkel terpercaya yang pernah gue baca, pen harus segera di angkat setelah
kondisi tulang sudah menyambung sempurna. Kalo kelamaan malah bisa jadi infeksi karena tubuh kita yang
melakukan reaksi penolakkan terhadap benda asing itu.
Pemasangan pen ini akibat kecelakaan yang menyebabkan kedua lengan gue mengalami fraktur . Keadaan
paska kecelakaan saat itu membuat gue sangat tersiksa, bukan hanya pada saat melakukan aktifitas bahkan
pada saat tidur. Akibat pergeseran tulang yang gue alami, membuat segala posisi tidur manapun ngga
nyaman buat gue. Apalagi saat melakukan pekerjaan gue saat itu yang perlu memakai tenaga yang cukup
besar memperparah kondisi kesehatan gue. Pada awalnya gue mengira kondisi tersebut hanya keseleo biasa
dan bisa pulih rasa sakitnya setelah beberapa hari. Namun berminggu-minggu gue menahan rasa sakitnya,
tidak ada sedikitpun perbaikan. Pengobatan pun pada saat itu hanya sebatas urut ke dukun karena asal
denger nasihat temen. Singkat cerita setelah sebulan nahan rasa sakit, gue putusin kontrol ke Rumah Sakit.
Di sana gue di rontgen dan mendapat hasil bahwa kedua lengan gue mengalami deformasi akibat
penanganan fratur yang terlambat dan salah.
Keadaan itu akhirnya membuat gue meminta untuk direkonstruksi dan dipasangkan pen. Akhirnya setelah
hampir dua tahun gue merasa ngga ada gangguan dan keluhan apapun dan bahkan kondisi lengan sudah
membaik, gue putuskan buat cabut pen bulan ini. Dan beberapa hari mendatang akan gue update terus blog
ini dengan proses pelepasan pen gue ini.
Gue baru sadar saat itu, bahwa urut malah membuat kondisi fraktur semakin parah karena mendapat
tekanan dan remasan dari luar. Justru penanganan yang benar adalah didiamkan atau diimobilisasi yaitu
membebaskan tulang yang fraktur dari segala aktifitas fisik yang bisa menyebabkan tulang terbebani.
Episode hari pertama,
Hari ini gue pergi ke RS Royal Progress (Tempat gue pasang pen) untuk minta rontgen kondisi lengan yang
terinplant pen untuk mendapatkan foto kondisi terakhir tulang gue. Rencananya, setelah gue dapet fotonya,
mau gue konsultasikan ke dokter dan konfirmasi apakah gue sudah bisa dioperasi.
Proses Pemeriksaan berlangsung cepat sekitar 30 menit. Setelah registrasi gue langsung dirontgen dibagian
lengan sebanyak tiga kali, setelah itu disuruh nunggu untuk pembuatan kwitansi pembayaran. Sedangkan
hasilnya, petugas radiologi bilang bisa diambil dua hari mendatang. Ngga sabar