Anda di halaman 1dari 5

Tugas TK2106 Komputasi Teknik Kimia

Nama: Karina Dewi Oktaviani


Nim: 13013012
a. Penurunan rumus
Untuk 0 F

2 = 2 (A)

Dengan = 0 (1 +

) (B) dan

= (C)
Dilakukan subtitusi persamaan (B) dan (C) ke persamaan (A) didapatkan

2
2
2
+

2
2

=

=
2
=

2 + 2

= 0 1 +

r 2 = 0 2 +

2
3
+ 2
=

0
2

2
1
0
=

3
2

1+

2
2

Untuk <

2 = 0 (D)

Dengan = (E)
Dilakukan subtitusi persamaan (E) ke persamaan (D) didapat
2
2
=

2
=

2
+ 2 2 = 0

2
2
=

b. Asumsi yang digunakan


Sno=5000 kal/cm3s
b=50
kF=300
RF (jari- jari bola nuklir) = 5 cm
RC (jari-jari cangkang aluminium) =10 cm
To = 500 (satuan suhu).
c. Dilakukan kanonisasi dengan permisalan T=T(1) dan dT/dr=dT(1)/dr=T(2) sehingga
didapat persamaan d2T/dr2=dT(2)/dr. Dibentuk dua fungsi, fungsi yang pertama diberi
nama pers yaitu fungsi untuk menyelesaikan T(r) untuk 0 < r < Rf, dan fungsi kedua
diberi nama persamaan untuk menyelesaikan T(r) untuk Rf < r < Rc,. Didapatkan nilai
T berdasarkan shooting method. Didapatkan nilai T berdasarkan shooting method. Nilai
tersebut lalu dicocokkan dengan nilai batas dalam soal. Diinginkan T bernilai sama
dengan syarat batas yang sudah ditentukan. Setelah nilai awal ditemukan, persamaan
kanonikal diselesaikan dengan diintegrasikan menggunakan ode23 dengan nilai awal
yang sudah didapat. Lalu hasilnya diplot dalam sebuah grafik.
Kode program dalam matlab
function bola
global Sno kf b Rf Rc
Sno=5000;
kf=300;
Rf=5;
Rc=10;
b=50;
batas=4000;
batasawal=fsolve(@fungsi,batas);
rentang=linspace(0+eps,Rf,100);
batas=[batasawal 0];
[s q]=ode23(@pers,rentang,batas);
rentang2=linspace(Rf,Rc,100);
l=length(rentang2);
batas2=[q(l,1) q(l,2)];

[s v]=ode23(@persamaan,rentang2,batas2);
plot(rentang,q(:,1),'.-b',rentang,q(:,2),'.-c',rentang2,v(:,1),'.-b',rentang2,v(:,2),'.-c');
xlabel('Jarak (r)');
ylabel('Temperatur (T)');
title('Distribusi Temperatur Terhadap Jarak');
legend('T(r)','dT/dr');
grid on
clc;
function pencari= fungsi(cari)
global Rc Rf
rentang=linspace(0+eps,Rf,100);
dTdr0=0;
prentang=length(rentang);
tebak=[cari;dTdr0];
[~, n]=ode23(@pers,rentang,tebak);
dTdrF=n(prentang,2);
TrF=n(prentang,1);
rentang2=linspace(Rf,Rc,100);
prentang2=length(rentang2);
tebak2=[TrF;dTdrF];
[s g]=ode23(@persamaan,rentang2,tebak2);
TRc=500; %To (suhu pada kulit terluar)
B1=g(prentang2,1)-TRc;
pencari=B1;

function dTdr=persamaan(r,T)
dTdr=[T(2);
-2.*T(2)./r];
function dTdr=pers(r,T)
global kf Sno b Rf
dTdr=[T(2);
(-Sno/kf)*(1+b*(r.^2)/Rf^2)-(2.*T(2)./r)];

d. Profil temperature terhadap jari-jari bola


Distribusi Temperatur Terhadap Jarak
4000
T(r)
dT/dr
3500

3000

2500

Temperatur (T)

2000

1500

1000

500

-500

-1000

5
Jarak (r)

10

e. Pembahasan dan Kesimpulan

Pada rentang 0 r RF diperoleh nilai dT/dr < 0 dari penyelesaian analitik dan dari
numeric dapat dilihat dalam grafik bahwa T(r) pada 0 < r < 4 bersifat monoton turun
dan grafik dT/dr berada dibawah sumbu x, sehingga penyelesaian numeric memiliki
kecocokan dengan penyelesaian analitik dalam kemonotonan fungsi, fungsi T(r)
disebut monoton turun pada rentang tersebut.
Pada rentang < diperoleh nilai dT/dr < 0 dari penyelesaian analitik dan
dari numeric dapat dilihat dalam grafik bahwa T(r) pada 4 < r < 10 bersifat monoton
turun dan grafik dT/dr berada dibawah sumbu x, sehingga penyelesaian numeric memiliki
kecocokan dengan penyelesaian analitik dalam kemonotonan fungsi, fungsi T(r)
disebut monoton turun pada rentang tersebut.
Penyelesaian numeric memiliki kecocokan dengan penyelesaian analitik dalam
linieritas fungsi T(r), yaitu T(r) merupakan fungsi nonlinier (bukan garis lurus).
Pada rentang 0 F diperoleh dari penyelesaian analitik d2T/dr2 < 0 dan
penyelesaian numeric dapat dilihat dalam grafik bahwa grafik T(r) cekung kebawah
pada rentang 0 < r < 4, sehingga penyelesaian numeric memiliki kecocokan dengan
penyelesaian analitik dalam hal kecekungan, fungsi T(r) cekung kebawah pada rentang
tersebut.
Pada rentang < diperoleh dari penyelesaian analitik d2T/dr2 > 0 dan
penyelesaian numeric dapat dilihat dalam grafik bahwa grafik T(r) cekung keatas pada
rentang 4 < r < 10, sehingga penyelesaian numeric memiliki kecocokan dengan

penyelesaian analitik dalam hal kecekungan, fungsi T(r) cekung keatas pada rentang
tersebut.
Didapat dari penyelesaian analitik bahwa pada r=R fungsi d2T/dr2 akan mengalami
diskontinuitas, dan dari penyelesaian numeric dapat dilihat pada grafik dT/dr bahwa
saat r=R terdapat corner point. Penyelesaian numeric memiliki kecocokan dengan
penyelesaian analitik.
Kesimpulan: Penyelesaian numeric memiliki kecocokan dengan penyelesaian analitik
sehingga grafik dari program matlab dapat digunakan untuk menyelesaiakan persoalan
distribusi T terhadap r.