Anda di halaman 1dari 2

1. Mengapa pada pasien hipertensi perlu dikontrol dulu sebelum dilakukan operasi?

sampai kapan dikatakan aman untuk dilakukan operasi?


Pada kasus ini pasien memiliki hipertensi dengan grade II yaitu tekanan darahnya
180/110 mmHg. Hal ini sangat tidak baik untuk dilakukan operasi mengingat MAP
(mean arterial pressure) dari tekanan darah pasien adalah 133,33 mmHg dimana
syarat optimal dilakukannya operasi adalah apabila pasien memiliki MAP sebesar 75105 mmHg. Apabila dilakukan operasi dalam keadaan tekanan darah pasien yang
tinggi risiko akan sangat berbahaya misalnya akan terjadi perdarahan yang massive
dan apabila tak tertangani akan menyebabkan syok hemoragik.
Untuk pasien ini lebih dipilih operasi dengan teknik general anestesi karena obat
antihipertensi langsung diberikan secara intravena agar bisa dikontrol dan dipantau
selama operasi (intraoperatif). Pengontrolan dan pemantauan tekanan darah
intraoperatif akan sulit dilakukan apabila pasien ini dilakukan operasi dengan anestesi
lokal.
2. Apa perbedaan kista radikuler dengan kista residual?
Kista radikuler :
Kista radikuler adalah suatu kavitas tertutup atau kantung yang dilapisi oleh epitel dan
pusatnya berisi cairan atau zat semi cair dan pertumbuhannya lambat yang terletak
pada apeks gigi.
Secara klinis, kista radikuler ini lebih sering tanpa gejala dan berhubungan dengan
gigi non-vital. Kebanyakan ditemukan ketika masih kecil pada saat pencabutan gigi,
akan tetapi seringkali ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan foto ronsen
foto gigi. Suatu kista dapat menjadi cukup besar, sehingga dapat dilihat secara nyata
menjadi suatu pembengkakan. Tekanan kista radikuler dapat menggerakkan gigi yang
bersangkutan yang disebabkan oleh timbunan cairan kista.

Gambaran histopatologis
Terlihat epitel squamous bertingkat dengan banyak penonjolan yang menembus ke
dalam jaringan ikat fibrosa di bawahnya dan berpoliferasi menuju ke arah keganasan.
Perubahan pada dinding kista yang mengarah ke perubahan epitel (ulserasi, atropi,
hiperplasia). Ketebalan dinding bervariasi, yaitu permukaan lapisan nampak halus
atau kasar. Seringkali ditemukan reaksi inflamasi yang ditandai dengan banyaknya
akumulasi limfosit dan sel-sel plasma. Perdarahan dan pelepasan pigmen darah juga
sering ditemui.

Gambaran radiologis
Kista radikuler memiliki gambaran radiologis berupa lesi bulat berbatas jelas di regio
apikal gigi. Gambaran radiolusen melekat pada bagian apikal gigi.

Perawatan
Perawatan kista radikuler adalah dengan cara enukleasi melalui alveolus pada saat
ekstraksi. Bila ukurannya bertambah besar (2-3cm) dan melibatkan gigi & struktur di
sekitarnya, maka penatalaksanaannya menjadi kompleks dan memerlukan tindakan
kontrol infeksi, marsupialisasi dengan biopsi dan penyembuhannya lama.
Kista residual:
Merupakan kita yang disebabkan oleh peradangan pada fragmen akar yang tertinggal
saat pencabutan atau adanya sisa granuloma yang tidak terambil saat pencabutan.
Secara klinis didapatkan rahang tidak bergigi dengan riwayat pernah dilakukan
ekstraksi.
Gambaran radiologis
Ditemukan gambaran radiolusens tanpa adanya gambaran gigi.
Gambaran histopatologis
Ditandai dengan adanya suatu rongga yang berlapiskan epitel yang tidak mengalami
keratinisasi squamosal dan mempunyai ketebalan bervariasi. Secara khas daoat dilihat
adanya proses radang dan ditemukannya banyak sel neutrophil pada dinding kista.
Perawatan
Dengan enukleasi dan pada umumnya tidak terjadi rekurensi