Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T

atas rahmat dan karunia-Nya

sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kelompok klasifikasi tanah dengan baik.
khususnya pada mata kuliah pendidikan geologi teknik. Dan kami juga menyadari bahwa
makalah ini, masih terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan dalam menyusun dan
menyelesaikan tugas kelompok tersebut.
Selain dari itu tugas makalah

juga disusun berdasarkan referensi dan panduan

petunjuk yang dapat mempermudah kami untuk menegembangkan potensi,dan kreativitas


kami.
Dengan harapan penyusunan makalah klasifikasi tanah ini dapat memberikan motifasi
dan dorongan guna terciptanya komunitas yang kreatif dan penuh dedikasi khususnya
mahasiswa Fakultas Teknik, program studi teknik sipil, dan mahasiswa Unkhair pada
umumnya.
Akhirnya kami menyadari banyak kekurangan dan kesalahan pada tugas kelompok
kami. Untuk itu demi mencapi kesempurnaan tugas kami, kami sangat membutuhkan
pendapat,

kritik,dan saran yang sifatnya membangun gunanya untuk memperbaiki

penyusunan tugas kelompok mekanika tanah dihari-hari yang akan datang.

Ternate, 25 Desember 2011

Penyusun

-1-

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR1
DAFTAR ISI...2
PENDAHULUAN..3
PEMBAHASAN.4
Tujuan klasifikasi tanah.4
Beberapa definisi..5
Beberapa asas klasifikasi tanah6
Perubahan-perubahan sistem klasifikasi tanah6
Perkembangan sistem klasifikasi tanah di dunia..6
Perkembangan system klasifikasi di Indonesia....9
KESIMPULAN10
DAFTAR PUSTAKA...13

PENDAHULUAN
Tanah merupakan lapisan paling atas dari kulit bumi yang di sebut litesfora, Tanah
merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan manusia sebab bahan kebutuhan
pokok manusi tumbuh langsung dari tanah. Tanah merupakan sumber daya yang strategis
bagi manusia. tanah dapat berfungsi sebagai tempat berusaha . misalnya pertanian,
peternakan, wiraswasta, dan tempat bangunan berdiri, serta sebagai bahan bangunan.

-2-

Tanan adalah lapisan atas bumi yang terdiri dari bahan padat, cair, gas dan jasadjasad hidup yang bersama-sama di pakai sebagai tempat hidup tumbuh-tumbuhan, hewa
serta tempat tinggal manusia
Dalam pengertian teknik secara umum, tanah di defenisikan sebagai material dari
agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia)
satu sama lain dan dari bahan-bahan organic yang telah melapuk (yang berpartikel padat)
disertai dengan zat cair dengan gas yang mengisi ruang kosong diantara partikel-partikel
padat tersebut. mekanika tanah adalah cabang dari ilmu pengetahuan yang mempelajari
sifat fisik dari tanah dan kelakuan massa tanah tersebut bila menerima bermacam-macam
gaya.

PEMBAHASAN
Sistim klasifikasi tanah adalah suatu sistem, pengaturan beberapa jenis tanah yang
berbeda-beda tapi mempunyai sifat yang serupa kedalam kelompok-kelompok dan
subkelopmpok-subkelompok berdasarkan pemakaiannya. Klasifikasi tanah mula-mula di
buat sangat sederhana, tetapi dengan meningkatnya pengetahuan manusia maka
klasifikasi tanah terus di perbaiki hingga menjadi lebih ilmiah dan teratur.

-3-

Dalam klasifikasi tanah terdapat beberapa klasifikasi yaitu:


1. Klasifikasi berdasarkan tekstur
Dalam arti umum, yang dimaksud dengan tekstur tanah adalah keadaan
permukaan tanah yang bersangkutan. tekstur tanah di pengaruhi oleh ukuran tiap-tiap
butir yang ada di dalam tanah. Dalam klasifikasi berdasarkan tekstur, tanah di bagi
dalam beberapa kelompok yaitu: kerikil (gravel), pasir (sand), lanau (slit), dan
lempeng (clay).
2. Klasifikasi berdasarkan pemakaian.
Dalam klasifikasi berdasarkan pemakaian dikenal dengan 2 sistim yaitu:
Sistim klasifikasi AASHTO
Sistim klasifikasi UNIFIED
Kedua sistim klasifikasi AASHTO dan Unified didasrkan pada tekstur dan
plastisitas tanah, kedua sistim ini membagi tanah dalam dua kategori pokok yaitu:
berbutir kasar dan berbutir halus.
TUJUAN KLASIFIKASI TANAH
Tujuan klasifikasi tanah adalah:
1. mengorganisasi ( menat) pengetahuan kita tentang tanah.
2. untuk mengetahui hubungan masing-masing individu tanahsatu sama lain.
3. memudahkan mengingat sifat-sifat tanah.
4. mengelompokan tanah untuk tujuan-tujuan yang lebih praktis seperti dalam hal
Menaksir sift-sifatnya
menentukan lahan-lahan terbaik (prime land)
menaksir produktivitasnya
menentukan

areal-areal

untuk

penelitiannya,

atau

kemungkinan

ekstrapolasi hasil penelitian di suatu tempat.


5. mempelajari hubungan dengan sifat-sifat tanah yang baru.
klasifikasi tanah di susun sedemikian sehingga memenuhi sebagian atau seluruh
tujuan tersebut
klasifikasi tanah yang di tujukan untuk keperluan khusus di namakan:
-4-

klasifikasi tennis:
factor pembedanya di tentukan lebih dulu sesuai denga tujuan khusus tersebut
klasifikasi alami:
dibuat tidak untuk tujuan khusus tetapi atas dasr sifat alami yang dimiliki oleh
masing-masing individu. semua sifat tanah yang ada, terutama mempumyai
covariant yang tinggi dapat di gunakan sebagai sifat penciri untuk memisahkan
kelas-kelas tanah. klasifikasi tanah yang ada sekarang, berdasar sifat-sifat alami,
meskipun masih cenderung ke sifat-sifat yang berhubungan dengan kegunaan
pertanian.
BEBERAPA DEFINISI
kelas : kelompok individu dengan sifat-sifat tertentu yang sama.
takson (taksa) : suatu kelas pada tingkat taksonomik (pengelompokan) tertentu. atau kelas
pada kategori tertentu.
katergori : tingkatan klasifikasi dimana masing-masing taksa di bedakan berdasarkan atas
sifat-sifat tertentu, sesuai dengan tingkat klasifikasi tersebut. Merupakan suatu
susunan taksa berdasar perbedaan sifat pada masing-masing tingkat
klasifikasi, dan terdiri dari semua kelas (kategori merupakan kumpulan dari
kelas).
sifat-sifat pembeda : sifat-sifat tanah yang di gunakan sebagai pembedadalam klasifikasi
tanah untuk mengelompokkan individu-individu tanah.
sifat kategori multiple : system banyak kategori yang di susun secara hierarkhis. kategori
tertinggi mempunyai kelas-kelas yang lebih sedikit dan di bedakan atas dasar
sifat-sifat yang lebih umum dan lebih sedikit jumlahnya. kategori rendah
seperti seri tanah terdiri dari lebih banyak kelas yang masing-masing di
bedakan atas dasar sifat-sifat yang lebih specific dam lebih banyak jumlahnya.
BEBERAPA ASAS KLASIFIKASI TANAH
Asas genetic (genetic thread principle) . sifat tanah pembeda adalah sifat tanah yang
terbentuk sebagai hasil dari proses pembentukan tanah, atau sifat yang mempengaruhi
pembentukan tanah.

-5-

Asas sifat pembeda makin bertambah (principle of accumulating differentia). dalam


kategori multiple jumlah sifat-sifat tanah pembeda semakin bertambah semakin kategori
yang lebih rendah, sehingga berbentuk pyramid.
Asas menyeluruh kategori taksonomik. setiap individu tanah harus di klasifikasikan
pada masing-masing kategori berdasar atas sifat-sifat tanah pembedayang telah di pilih
untuk kategori tersebut.
Pembatas asas bebas. sifat tanah yang di gunakan sebagai pemnbeda umtuk suatu
tingkat kategori, tidak dapat di gunakan lagi sebagai factor pembedauntuk ketegori yang
lebih rendah.
PERUBAHAN-PERUBAHAN SISTEM KLASIFIKASI TANAH
Klasifikasi tanah terus menerus di perbaiki sesuai denganb pengetahuan manusia
terhadap tanah pada masa itu, oleh karena pengetahuan manusia tentang tanah semakin
meningkat di masa mendatang, maka system klasifikasi tanah sebaiknya di susun
sedemikia

sehingga

memungkinkan

dilakukannya

reevaluasi

terus

menerus,

menghindarkan adanya batasan-batasan yang kaku (rigor mortis) dan mempunyai self
destruch mechanism.
PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI TANAH
Perkembangan system klasifikasi tanah dapat di bedakan kedalam 5 (lima) periode :
Periode Klasifikasi Teknis : klasifikasi tanah di susun untuk tujuan-tujuan
tertentu dan menggunakan factor tatau karateristik, yang kadang-kadang bukan sifatsifat dari tanah itu sendiri sebagai pembeda. Thaer (1853) menggunakan tekstur tanah
sebagai pembeda untuk kategori tinggi, dan produktivitas tanah untuk pembeda
kategori rendah.
1. kategori tinggi : tanah liat, tanah lempung, tanah pasir berlempeng dan
sebagainya.
2. kategori rendah : misalnya untuk tanah liat:
-

tanah gandum kuat berat hitam.

tanah gandum kuat (stong)

tanah gandum lemah (weak)

-6-

tanah gandum tipis

Fallou (1862), membuat klasifikasi tanah berdasar bahan induk:


kelas 1. tanah residual.
-

tanah batu kapur

tanah batu feldspar

tanah batu liat

tanah batu berkuarsa

kelas 2. tanah alluvial.


-

tanah kerikil

tanah marl

tanah lempung

tanah moor (gambut)

Periode Ditemukannya Pedologi. Penemuan pedologi ini terjadi di Rusia oleh


Dokuchaev yang memperkenalkan konsep tanah sebagai benda alam bebas. hal ini
pertama kali dikemukakan dalam bukunya rusia chernozem. dalam buku ini di
kemukakan tanah sebagai benda alam yang terbentuk oleh sejumlah factor pembentuk
tanah yang menghasilkan lapisan-lapisan tanah genetis (horizon tanah).
Periode Amerika awal Hilgrad ( 1833-1906) adalah perintis lasifikasi tanah
dan pemetaan tanah di Amerika. Orang Amerika pertama yang mempelajari tanah
sebagai benda alami dan vegetasi serta iklim sebagai factor pembentuk tanah.
Whitney mengembangkan system klasifikasi tanah yang pertama yang di
hubungkan dengan survey tanah dan di gunakan sebagai dasar untuk pemetaan tanah
Klasifikasi Whitney :
kategori tertinggi: soil profince= tanah-tanah yang terdapat dalam satu satuan
fisiografi yang sama misalnya tanah dataran pantai
kategori 2 : seri= tanah dalam satu province yang berasal dari bahan induk yang
sama.
kategori terendah : tipe= tanah tanah dalam satu seri tetapi berbeda teksturnya

-7-

Periode Amerika pertengahan. marbut, pendiri pedologi Amerika. Ia


memperkenalkan konsep-konsep Dokuchaev dan muridnya ke Amerika. beberapa
kontribusi dari marbut adalah:
1.

Profil sebagai dasar untuk mempelajari tanah, ia memusatkan


perhatian pada sifat-sifat tanah itu sendiri, bukan factor geologi
ataupun factor-faktor pembentuk tanah yang lain.

2.

Yang pertama-tama mengemukakan system multikategori untuk


taksonomi tanah.

3.

Mengemukakan defenisi tentang seri tanah yang masih dipakai


sampai sekarang.

4.

System kategori marbut mengenal 6 kategori. Pada kategori 6 tanah di


bedakan menjadi 2 yaitu Padalfers dan pedocals. padalfers terdiri dari
tanah-tanah yang kaya akan Al dan Fe.sedang pedocals adalah tanahtanh yang kaya akan kalsium

5.

kategori satu adalah tipe tanah, sedang kategori 2 adalah seri tanah

Periode kuantitatif moderen. Thorp dan smith (1949) dan riecken dan smith
(1949) merevisi konsep Baldwin. yang merupakan tanda-tanda mulainya periode
klasifikasi tanah moderen. secara resmi periode ini di mulai tahun 1951 dimana di
Amerika di putuskan untuk membuat system klasifikasi tanah baru, terutama di atas
kategori seri tanah.

PERKEMBANGAN SYSTEM KLASIFIKASI TANAH DI INDONESIA


Kegiatan penelitian tanah di Indonesia mulai meningkat semenjak berdirinya pusat
penelitian penelitian tanah pada tahun 1905. system klasifikasi tanah yang di gunakan
oleh Mohr (1910) berdasar atas prinsip genesis. dan tanah-tanah di beri nama atas dasar
warna.

-8-

Menurut Supraptoharjo (1961), Sebelum tahun 1950 sistem klasifikasi tanah


dengan multiple category belum di kembangkan di Indonesia. walaupun demikian, pada
masa itu telah di kenal pula dua kategori dalam klasifikasi tanah Indonesia yaitu
bodemtype, dan grondsoort.
Bodemtype, di tentukan oleh bahan induk, pelapukan, dan keadaan bahan organic
atau air.
Grondsoort, adalah pembedaan bodemtype lebih lanjut atas dasar warna, umur dan
petrografi.
Dasar klasifikasi tersebut tidak di sertai dengan ciri-ciri pembeda yang di dasarkan
atas ciri-ciri profil sehingga penggolongan tanah tidak sistematis. tata nama tidak sesuai
dengan pengertian yang di anut di luar negeri dan cara-cara pencirian kurang tertib,
sehingga menyulitkan korelasi dengan system klasifikasi tanah di luar Indonesia.

KESIMPULAN
PENGERTIAN
Klasifikasi tanah adalah ilmu yang mempelajari cara-cara yang membedakan sifatsifat tanah satu sama lain, dan mengelompokkan tanah kedalam kelas-kelas tertentu
berdasarkan kesamaan sifat yang di miliki.

-9-

Pengertian tenteng tanah banyak di dasarkan atas hasil pengamatan dari para
pemeta tanah, selam melakukan pengklasifikasian dan pemetaan tanah di lapangan.
TUJUAN KLASIFIKASI TANAH
1. mengorganisasi (menata) pengetahuan kita tentang tanah.
2. Untuk mengetahui hubungan masing-masing individu tanah satu sama lain.
3. memudahkan mengingat sifat-sifta tanah.
4. mengelompokkan tanah untuk tujuan-tujuan yang lebih praktis seperti dalam hal:
~ menaksir sifat-sifatnya
~ menentukan lahan-lahan terbaik
~ menaksir produktifitasnya
~ menentukan areal-areal untuk penelitian, atau kemungkinan ekstrapolasi
hasil penelitian di suatu tempat.
5. mempelajari hubungan dan sifat-sifat tanah yang baru
klasifikasi tanah yang di tujukan untuk keperluan khusus di namakan klasifikasi
tennis factor pembedanya di tentukan lebih dulu sesuai dengan tujuan tersebut.
Klasifikasi alami: di buat untuk tujuan khusus tetapi atas dasar beberapa sifat alami yang
di miliki oleh masing-masing individu.
BEBERAPA DEFENISI
~ Takson (taksa) : suatu klas pada tingkat taksonomik (pengelompokkan)
tertentu. atau klasa pada kategori tertentu.
~ Kelas

: kelompok individu dengan sifat-sifat tertentu yang sama.

~ kategori

: tingkatan klasifikasi dimana masing-masing taksa dibedakan


atas sifat-sifat tertentu sesuaidengan tingkat klasifikasi dan
terdiri dari semua kelas (kategori merupakan kumpulan dari
kelas).

~ Sifat-sifat pembeda : sifat-sifat tanah yang di gunakan sebagai pembeda dalam


klasifikasi tanah untuk mengelompokkan individu-individu
tanah.

- 10 -

~ Sifat kategori multiple : system banyak kategori yang di susun secara hierarkhis.
BEBERAPA KLASIFIKASI TANAH
a) Asas genetic
b) Asas sifat pembeda
c) Asas menyeluruh kategori taksonomik
d) Pembatasan asas bebas.

PERUBAHAN-PERUBAHAN SISTEM KLASIFIKASI TANAH


Klasifikasi tanah terus menerus di perbaiki sesuai dengan pengetahuan manusia
terhadap tanah pada masa itu. oleh karena itu pengetahuan manusia tentang tanah
semakin meningkat di masa mendatang, maka system klasifikasi tanah sebaiknya di
susun sedemikian sehingga memungkinkan di lakukannya reevaluasi terus-menerus.
PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI TANAH DI DUNIA
Pekembangan system klasifikasi tanah di bedakan dalam 5 periode:
1. Periode klasifikasi teknis
2. Periode di temukannya pedologi
3. Periode Amerika awal.
4. Periode Amerika pertengahan.
5. Periode kuantitatif modern.

PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI TANAH DI INDONESIA


Pada tahun 1916 Mohr mengemukakan klasifikasi tanah didasarkan atas bahan
induk dan tipe pelpukan. Menurut Supraptohardjo (1916), sebelum tahun 1950, system
klasifikasi tanah dengan multiple category belum di kembangkan di Indonesia. Walaupun
demikian, pada masa itu telah di kenal pula 2 kategori dalam klasifikasi tanah Indonesia
yaitu Bodentype dan Grandsoort.

- 11 -

DAFTAR PUSTAKA
~ Rogers pakpahan,dkk.1997.ilmu pengetahuan sossial geografi 2. Jakarta
~ Hardjowigeno sarwono.2003.akademika presindo.jakarta
~ Braja.m das,dkk.1988.mekanika tanah. surabaya

- 12 -

- 13 -

OLEH

Kelompok III
Ketua
Moderator
Penyaji
Notulis

:
:
:
:

Masita A,R Djalilu


Djainul H.A. Tanassy
Faisal Mochtar
Risman Kana

UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
2007-2008

- 14 -