Anda di halaman 1dari 3

Dyah Listiana

4201413010

Resume BK rombel 57

RASIONEL BK dari TINJAUAN PERKEMBANGAN PARADIGMA, VISI DAN


MISI BK
Bimbingan dan konseling yang merupakan pelayanan dari, untuk, dan oleh manusia
memiliki pengertian yang khas. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan
oleh seorang ahli kepada individu dengan menggunakan berbagai prosedur, cara dan bahasa agar
individu tersebut mampu mandiri dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
Sedangkan konseling merupakan pemberian bantuan yang didasarkan pada prosedur wawancara
konseling oleh konselor kepada klien yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi
klien.
Bimbingan dan konseling memiliki tujuan yang terdiri atas tujuan umum dan khusus.
Tujuan umum bimbingan dan konseling membantu individu agar mencapai perkembangan secara
optimal sesuai dengan hakikat kemanusiaannya dengan berbagai potensi, kelebihan, kekurangan
dan kelemahannya serta permasalahannya. Tujuan khusus bimbingan dan konseling langsung
terkait pada arah perkembangan klien dan masalah-masalah yang dihadapi. Salah satu rasionel
perlunya Bimbingan dan Konseling adalah dari tinjauan perkembangan paradigm, visi dan misi
BK.
A. Visi, Misi dan Tujuan Bimbingan dan Konseling
Visi Bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan
pekembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal,
mandiri, dan bahagia. Berdasarkan visi tersebut terdapat tiga misi yang diemban
bimbingan dan konseling, yaitu:

1. Misi pendidikan; mendidik peserta didik melalui pengembangan perilaku efektifnormatif dalam kehidupan keseharian an yang terkait masa depan.
2. Misi pengembangan; memfasilitasi perkembangan individu di dalam satuan
pendidikan formal kea rah perkembangan optimal melalui strategi upaya
pengembangan lingkungan belajar dan linggkungan lainnya serta kondisi tertentu
sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat
3. Misi pengentasan masalah ; membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah
individu mengacu kepada kehidupan sehari-hari yang efektif.
Dalam berbagai literatur tentang bimbingan dan konseling, para ahli
mengemukakan tentang tujuan bimbingan dan konseling yang beragam, tetapi pada
intinya akan menerucut pada tujuan yang sama yaitu tercapainya perkembangan para
peserta didik/klien secara optimal dan tercapainya penyesuaian diri.
B. Perkembangan paradigm
Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan
konseling, yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional, remedial, klinis, dan
terpusat pada konselor, kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan
preventif. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance
and Counseling), atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance
and Counseling). Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada
upaya pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan
masalah-masalah konseli. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar
kompetensi yang harus dicapai konseli, sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan
dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). Standar
dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian
Dalam pelaksanaannya, pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor
dengan para personal Sekolah/ Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah, guruguru, dan staf administrasi), orang tua konseli, dan pihak-pihak ter-kait lainnya (seperti
instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). Pendekatan ini
terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam
upaya

membantu

para

konseli

agar

dapat

mengem-bangkan

atau

mewujudkan potensi dirinya secara penuh, baik menyangkut aspek pribadi, sosial,
belajar, maupun karir.

Atas

dasar

itu,

maka

implementasi

bimbingan

dan

konseling

di

Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi


konseli, yang meliputi as-pek pribadi, sosial, belajar, dan karir; atau terkait dengan
pengembangan pribadi konseli sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual
(biologis, psikis, sosial, dan spiritual).
C. Bidang Kajian Bimbingan dan Konseling
Secara formal, terdapat empat bidang yang menjadi ruang lingkup garapan layanan
bimbingan dan konseling dalam konteks persekolahan saat in, yaitu:
1. Bidang pelayanan kehidupan pribadi; membantu individu menilai kecakapan, minat,
bakat, dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri secara
realistic.
2. Bidang pelayanan kehidupan social; membantu individu menilai dan mencari
alternatif hubungan social yang sehat dan efektif dengan teman sebaaya atau dengan
lingkungan social yang luas.
3. Bidang pelayanan kegiatan belajar; membantu individu dalam kegiatan dalam rangka
mengikuti jenjang dan jalur pendidikan tertentu dan atau dalam rangka menguasai
kecakapan atau ketrampilan tertentu.
4. Bidang pelayanan perencanaan dan pengembangan karir; membantu individu dalam
mencari dan mentapkan pilihan serta mengambil keputusan berkenaan engan karier
tertentu, baik karier di masa depan maupun karier yang sedang dijalaninya.

Sumber
http://li2kmaryanto.blogspot.com/2012/10/rasional-bimbingan-dan-konseling_8.html
download pada tanggal 1 April 2015