Anda di halaman 1dari 10

PEMURNIAN

Putri Rizqi Zulhiyati


123020169
Asissten : Ganjar Ginanjar Arifin
Tujuan Percobaan

: Untuk mendapatkan suatu zat murni dengan berbagai

metode pemurnian. Memisahkan campuran zat dari campuran cair dan campuran
padat. Serta membandingkan hasil dari metode pemurnian yang berbeda, misalnya
filtrate dan sentrat.
Prinsip Percobaan

: Berdasarkan ukuran partikel dari campuran zat cair

dengan zat padat dengan berbagai cara:

Filtrasi

dilewatkan melalui penyaring.


Sentrifugasi
: Berdasarkan perbedaan berat jenis zat yang akan

dipisahkan, dengan cara memutar menggunakan gaya sentrifugal.


Ekstraksi
: Berdasarkan kepada penambahan zat ketiga diantara dua

zat yang saling tercampur, namun zat ketiga tidak ikut bereaksi.
Rekristalisasi
: Berdasarkan pada proses pengkristalan kembali zat Kristal

: Berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel yang akan

yang telah terlarut.

Metode Percobaan :

Praktikum Kimia Dasar 2012

Gambar 1. Metode Percobaan Sentrifugasi dan Filtrasi

Praktikum Kimia Dasar 2012

Gambar 2. Metode Percobaan Rekristalisasi

Gambar 3. Metode Percobaan Ekstraksi


Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil Pengamatan Percobaan Pemurnian

Praktikum Kimia Dasar 2012


No.

Percobaan
Sentrifugasi

1.

Hasil
berwana bening.

Sentrat

Jika

dibandingkan

dengan

filtrate,

sentrat

bening.

Endapan

lebih

terdapat warna putih susu kedelai.


Filtrasi

Filtrat yang dihasilkan berwarna


bening. Dan sisa penyaringannya

2.

berwarna putih susu kedelai.

Rekristalisasi

CuSO4

Kristal CuSO4 berbentuk seratserat dan panjang berbentuk


jarum.

3.

NaCl

Ekstraksi

Kristal NaCl berbentuk kubus.

Terdapat gumpalan berwarna ungu,


dan

4.

bagian

atasnya

bening.

(Sumber : Putri Rizqi Zulhiyati, Kelompok F, Meja 12, 2012)

Pembahasan :

Filtrasi dan Sentrifugasi

berwarna

Praktikum Kimia Dasar 2012


Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada percobaan
sentrifugasi, setelah dimasukkan kedalam alat sentrifugasi, larutan menjadi
memisah dan ada endapan berwarna putih susu kedelai dan bagian atasnya
tidak berwarna atau bening. Lalu larutan tersebut didekantasi menggunakan
pipet, larutan yang diambil menjadi bening. Kemudian pada percobaan filtrasi,
larutan pun menjadi tidak berwarna atau bening, dan terdapat endapan diatas
kertas saring.
Pada hasil percobaan tesebut dihasilkan filtrat yang bening, begitupun
dengan sentrat yang bening pula. Tetapi jika dibandingkan, hasl sentrifugasi
lebih bening daripada hasil filtrasi. Karena jika pada percobaan filtrasi,
partikel-partikel masih ada yang lolos. Sesuai dengan prinsipnya, yaitu
berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Sedangkan percobaan filtrasi
menggunakan gaya sentrifugal dengan cara memutarnya.
Kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi dalam percobaan ini yaitu, ketika
hasil sentrifugasi didekantasi dengan pipet ada endapan yang telah terpisah
tersebut terbawa, sehingga filtrat yang dihasilkan kurang bening.
Filtrasi (penyaringan) adalah proses pemurnian senyawa berdasarkan
ukuran partikel untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan
menggunakan alat penyaring. Filtrasi merupakan pemisahan untuk campuran
heterogen, contohnya memisahkan air dengan tanah. Sedangkan sentrifugasi
adalah proses yang memanfaatkan gaya sentrifugal untuk sedimentasi
campuran dengan menggunakan mesin sentrifuga atau pemusing.
Proses filtrasi dilakukan dengan cara menyaring larutan yang akan
dipisahkan dari campurannya kedalam tabung reaksi melalui corong yang
sudah diletakkan kertas saring diatasnya sehingga menghasilkan filtrat.
Sedangkan proses sentrifugasi dilakukan dengan cara memasukkan larutan
kedalam tabung sentrifuge kemudian untuk memisahkan larutan tersebut dari
campurannya tabung sentrifuge tadi diletakkan di dalam alat sentrifugasi atau
pemusing yang menggunakan gaya sentrifugal, dan akan dihasilkan sentrat.

Praktikum Kimia Dasar 2012


Sentrat adalah hasil larutan pemisah melalui metode sentrifugasi. Filtrat
adalah hasil penyaringan pada partikel-partikel, atau bisa juga dapat diartikan
substansi yang telah melewati penyaringan.
Kelebihan dari filtrasi yaitu sederhana, dan bisa dengan peralatan yang
biasa, dan kekurangannya yaitu hanya bisa untuk pemisahan dengan
perbedaan partikel yang cukup besar. Sedangkan kelebihan sentrifugasi yaitu
pemisahan yang terjadi lebih bagus karena menggunakan gaya sentrifugal, dan
kekurangannya yaitu alat yang digunakan untuk sentrifugasi tidak bisa
mengguanakan alat yang biasa karena harus menggunakan alat sentrifuga.
Dekantasi adalah proses pemisahan zat pada yang tidak ikut terlarut di
dalam pelarutnya dengan cara dituangkan, sehingga akibatnya cairan tersebut
akan terpisah dari zat padat yang tercampur.
Sifat CaCO3 (kalsium karbonat) yaitu dapat bereaksi dengan asam yang
kuat dan melepaskan karbon dioksida. CaCO3 melepaskan karbon dioksida
pada pemanasan, bila dipanaskan akan pecah dan menjadi serbuk remah yang
lunak

yang

dinamakan

kalsium

oksida

(CaO)

dengan

reaksi

CaCO3 CaO + CO2. Sedangkan sifat CaO (kalsium oksida) yaitu larut di
dalam air, sehingga tidak akan ada reaksi balik (airnya lepas kembali), karena
telah menjadi senyawa baru.
Aplikasi filtrasi dalam bidang pangan yaitu dalam penyaringan air kopi
dan ampasnya. Kemudian aplikasi sentrifugasi dalam bidang pangan untuk
proses pembuatan minyak kelapa dengan metode pemisahan.

Rekristalisasi
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada percobaan
rekristalisasi, NaCl yang ditambahkan aquades kemudian disaring dan CuSO 4
yang juga ditambahkan aquades, setelah dipanaskan beberapa lama, larutan
tersebut menjadi kristal.
Kesalahan yang dapat terjadi pada proses rekristalisasi yaitu pemanasan
yang kurang lama sehingga menyebabkan lamanya pembentukan kristal.

Praktikum Kimia Dasar 2012


Setelah dilakukan rekristalisasi dan dilihat menggunakan mikroskop
bentuk Kristal CuSO4 berbentuk seperti jarum, dan bentuk Kristal NaCl yaitu
seperti kubus. Kristal-kristal dari berbagai senyawa yang telah ditemukan
dapat digambarkan hanya dengan sejumlah kecil kisi-kisi. Kisi itu sendiri
merupakan pola titik yang dihubungkan. Apabila diterapkan dalam sebuah
benda padat, dapat disebut dengan kisi kristal (Brady, 1999). Setiap padatan
kristal dapat digambarkan sebagai salah satu dari tujuh jenis sel satuan. Tujuh
jenis sel satuan terrsebuta adalah kubus sederhana, balok, ortotombik,
rombohedral, monoklin, triklin, dan heksagonal (Chang, 2004). Hal tersebut
yang menyebabkan kristal dari CuSO4 dan NaCl memiliki bentuknya masingmasing.
Rekristalisasi adalah proses pemurnian suatu zat padat dari campuran atau
pengotornya dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah
dilarutkan dalam pelarut yang cocok dengan cara pemanasan dan pendinginan.
Sifat dari NaCl yaitu larut dalam air, larutannya merupakan elektrolit kuat
karena terionisasi sempurna pada air, memiliki tekanan osmotik yang tinggi,
dan bisa didapat dari reaksi NaOH dan HCl sehingga pHnya netral. Sedangkan
sifat CuSO4 yaitu akan terdekomposisi sebelum mencair pada 150C, akan
kehilangan dua molekul airnya pada suhu 63C, pada suhu 650C akan
terdekomposisi menjadi CuO dan SO3, dan dapat bereaksi dengan logam lain
yang lebih reakstif dari tembaga (misalnya Mg. Fe, Zn, Sn, Pb, dll.).
Aplikasi rekristalisasi dalam bidang pangan yaitu dalam pembuatan gula
dari sari tebu dan pembuatan garam dari air laut.

Ekstraksi
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada percobaan
ekstraksi, setelah iodium dimasukkan kedalam aquades, warna larutan menjadi
coklat. Kemudian larutan tersebut ditambahkan kloroform dan dikocok,
hasilnya terdapat gumpalan berwarna ungu pada larutan tersebut dan bagian
atasnya tidak berwarna atau bening.

Praktikum Kimia Dasar 2012


Kesalahan yang dapat terjadi pada proses ekstraksi yaitu gumpalan yang
dihasilkan tidak berwarna ungu.
Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan
kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut, biasanya air dan yang
lainnya pelarut organik. Hasil dari ekstraksi disebut sari (ekstrak).
Hukum yang digunakan dalam proses ekstraksi adalah hukum Distribusi
Nernst. Hukum Distribusi Nerst yaitu zat terlarut akan terbagi dua pelarut
yang tidak saling bercampur sehingga dalam keadaan setimbang perbandingan
kedua zat akan konstan dalam temperatur dan tekanan yang konstan juga.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi yaitu yang pertama jenis
pelarut. Jenis pelarut mempengaruhi senyawa yang tesari, jumlah solut yang
terekstrak dan kecepatan ekstraksi. Kemudian yang kedua yaitu rasio pelarut
dan bahan baku. Jika rasio pelarut-bahan baku besar maka akan memperbesar
pula jumlah senyawa yang terlarut, dan laju ekstraksinya pun akan semakin
meningkat. Yang ketiga adalah temperatur. Secara umum, kenaikan temperatur
akan meningkatkan jumlah zat terlarut ke dalam pelarut.dan yang terakhir
yaitu ukuran partikel. Laju ekstraksi juga meningkat apabila ukuran partikel
bahan baku semakin kecil.
Iodium gaya tarik antara molekulnya dengan mudah dapat diimbangi
sehingga zat-zat semacam ini dapat larut dalam pelarut non polar seperti
kloroform. Namun, molekul iodium secara relatif tidak larut dalam air.
Molekul-molekul air mempunyai gaya tarik-menarik sangat kuat untuk dapat
dipisahkan oleh molekul-molekul iodium yang mempunyai gaya tarik-menarik
antarmolekul yang lemah (Brady, 1999). Inilah yang menyebabkan molekul
iodium akan membuat lapisan kloroform yang terletak di dasar tabung
berwarna ungu. Sementara itu, lapisan air diatasnya tidak berwarna atau
bening, karena iodium tidak larut dalam air.
Penambahan kloroform berfungsi untuk memisahkan senyawa menjadi
dua fase, antara bagian atas dengan bagian bawah. Dimana bagian atas

Praktikum Kimia Dasar 2012


merupakan capuran air dan iodium, lalu bagian bawah adalah capuran iodium
dan kloroform.
Kloroform merupakan senyawa nonpolar. Sifat fisik dari kloroform yaitu
wujudnya pada suhu ruang berupa cairan, namun mudah menguap. Kloroform
sangat reaktif terhadap zat lain, dapat diisolasi, beracun, tidak larut dalam air.
Struktur molekulnya berbentuk tetrahedral. Sifat kimia dari kloroform adalah
memiliki titik didih 61C, titik leleh -63,5C, tekanan uapnya 159 mmHg pada
20C, berat jenis uap airnya 4,1. Kemudian kerapatan massa kloroform
1,48 g/cm3, kelarutan dalam air 0,8 g/100 mL pada 20C, dan massa molarnya
119,38 g/mol.
Iodium adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap
pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iodium
membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen
lainnya. Iodium menunjukan sifat-sifat menyerupai logam. Iodium mudah
larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang
kemudian membentuk gumpalan berwarna ungu.
Pelarut adalah benda cair atau gas yang melarutkan benda padat, cair, atau
gas, yang menghasilkan sebuah larutan. Pelarut yang paling umum digunakan
dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Pelarut lain yang juga umum
digunakan adalah bahan kimia organik (mengandung karbon) biasanya disebut
pelarut organik.
Ada empat macam-macam pelarut organik, yaitu golongan alkohol,
golongan eter, golongan keton (alkanon), dan golongan aldehid (alkanal).
Aplikasi ekstraksi dalam bidang pangan yaitu dalam pemisahan minyak
goreng dari campurannya dan penjernihan air minum yang berasal dari air
kotor menjadi air bersih yang siap minum.
Kesimpulan :

Praktikum Kimia Dasar 2012


Berdasarkan percobaan pemurnian dapat disimpulkan bahwa hasil
sentrifugasi lebih bening dibandingkan dengan hasil filtrasi. Pada metode
sentrifugasi, sentrat yang dihasilkan tidak keruh. Sedangkan pada metode
rekristalisasi dilakukan proses pengkristalan kembali zat kristal yang telah larut,
dimana pada metode ini dihasilkan kristal CuSO4 yang berbentuk jarum dan
kristal NaCl yang berbentuk kubus. Dan pada metode ekstraksi terjadi pemisahan
larutan tersebut menjadi dua bagian. Di bagian bawah terdapat gumpalan
berwarna ungu, dan di bagian atasnya berwarna bening.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011, Faktor-faktor yang Berpengaruh Pada Ekstraksi,
www.lansida.blogspot.com
/2011/06/faktor-faktor-yang-berpengaruhpada.html?m=1, Acessed : 9 Desember 2012.
Brady, E.J, 1999, Kimia Universitas Asas dan Struktur, Bina Aksara, Jakarta.
Chang, Raymond, 2004, Kimia Dasar, Erlangga, Jakarta.
Purnama, Eka. 2012, Koefisien dan Angka Banding Distribusi pada Ekstrasi,
www.eppurnamaeka.wordpress.com/2012/04/21/koefisien-dan-angkabanding-distribusi-pada-ekstraksi/, Acessed : 8 Desember 2012.
Rega,

2011,
Kesetimbangan
Uap-Cair
Pada
Sistem
Binair,
www.rega42.wordpress.com/2011/04/26/keseimbangan-uap-cair-padasistem-binair/, Acessed : 8 Desember 2012.