Anda di halaman 1dari 6

Lingkaran

Elemen-elemen suatu lingkaran.


Dalam geometri Euklid, sebuah lingkaran adalah himpunan semua titik pada bidang dalam jarak
tertentu, yang disebut jari-jari, dari suatu titik tertentu, yang disebut pusat. Lingkaran adalah
contoh dari kurva tertutup sederhana, membagi bidang menjadi bagian dalam dan bagian luar.
Elemen lingkaran
Elemen-elemen yang terdapat pada lingkaran, yaitu sbb:
Elemen lingkaran yang berupa titik, yaitu :
1. Titik pusat (P)
merupakan sebuah titik di dalam lingkaran yang menjadi acuan untuk
menentukan jarak terhadap himpunan titik yang membangun lingkaran sehingga
sama. Jarak antara titik pusat dengan lingkaran harganya konstan dan disebut
jari-jari.
Elemen lingkaran yang berupa garisan, yaitu :
Dll.
Cakram (C)
merupakan semua daerah yang berada di dalam lingkaran. Luasnya yaitu jari-jari
kuadrat dikalikan dengan pi. Cakram merupakan juring terbesar.
Persamaan
Suatu lingkaran memiliki persamaan

dengan

adalah jari-jari lingkaran dan

adalah koordinat pusat lingkaran.

Persamaan parametrik
Lingkaran dapat pula dirumuskan dalam suatu persamaan parameterik, yaitu

https://sudiartamath.wordpress.com
1

yang apabila dibiarkan menjalani t akan dibuat suatu lintasan berbentuk lingkaran dalam ruang xy.
Luas lingkaran
Luas lingkaran memiliki rumus :
yang dapat diturunkan dengan melakukan integrasi elemen luas suatu lingkaran

dalam koordinat polar, yaitu

Dengan cara yang sama dapat pula dihitung luas setengah lingkaran, seperempat lingkaran, dan
bagian-bagian lingkaran. Juga tidak ketinggalan dapat dihitung luas suatu cincin lingkaran dengan
jari-jari dalam R1 dan jari-jari luar R2.
Penjumlahan elemen juring

Luas lingkaran dapat dihitung dengan memotong-motongnya sebagai elemen-elemen dari suatu
juring untuk kemudian disusun ulang menjadi sebuah persegi panjang yang luasnya dapat dengan
mudah dihitung. Dalam gambar r berarti sama dengan R yaitu jari-jari lingkaran.
Luas juring
Luas juring suatu lingkaran dapat dihitung apabila luas lingkaran dijadikan fungsi dari R dan ,
yaitu;

dengan batasan nilai adalah antara 0 dan 3. Saat bernilai 2, juring yang dihitung adalah
juring terluas, atau luas lingkaran.

https://sudiartamath.wordpress.com
2

Luas cincin lingkaran


Suatu cincin lingkaran memiliki luas yang bergantung pada jari-jari dalam R1 dan jari-jari luar ,
R2yaitu
di mana untuk R1 = 0 rumus ini kembali menjadi rumus luas lingkaran.
Luas potongan cincin lingkaran
Dengan menggabungkan kedua rumus sebelumnya, dapat diperoleh
yang merupakan luas sebuah cincin tak utuh.
Keliling lingkaran
Keliling lingkaran memiliki rumus:
Panjang busur lingkaran
Panjang busur suatu lingkaran dapat dihitung dengan menggunakan rumus

yang diturunkan dari rumus untuk menghitung panjang suatu kurva


di mana digunakan
sebagai kurva yang membentuk lingkaran. Tanda mengisyaratkan bahwa terdapat dua buah
kurva, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Keduanya identik (ingat definisi lingkaran), sehingga
sebenarnya hanya perlu dihitung sekali dan hasilnya dikalikan dua.
Pi atau
Nilai pi adalah suatu besaran yang merupakan sifat khusus dari lingkaran, yaitu perbandingan dari
keliling K dengan diameternya D:
Simbol Pi, . adalah sebuah konstanta dalam matematika yang merupakan perbandingan
keliling lingkaran dengan diameternya. Huruf adalah aksara Yunani yang dibaca pi dan pi juga
bisa dipakai dalam penulisan.
Nilai yang lazim digunakan adalah 3,14 atau 22/7 namun untuk lebih tepatnya, sudah dicari
sampai > 1,241,100,000,000 tempat desimal. Nilai sampai 10 tempat desimal adalah
3,14159265358.

https://sudiartamath.wordpress.com
3

Rumus dengan
Bentuk

Rumus

Keliling lingkaran dengan


jari-jari r dan diameter d
Luas lingkaran dengan
jari-jari r dan diameter d
Volume bola dengan jarijari r
Luas permukaan bola
dengan jari-jari r
Volume silinder setinggi h
dan berjari-jari r
Luas permukaan silinder
setinggi h dan berjari-jari r
Volume kerucut setinggi h
dan berjari-jari r
Luas permukaan kerucut
setinggi h dan berjari-jari r

Asal -usul Rumus keliling Lingkaran


Sudut 1 rad: Satu radian atau 1 rad adalah besarnya sudut yang dibentuk oleh dua buah jari-jari
lingkaran berjari-jari 1 meter dan membentuk busur sepanjang juga 1 meter. Atau dalam gambar
di atas r = b = 1 meter.
Dari gambar di atas di dapatkan data sebagai berikut:
r = 1 meter, K = 1 meter, = 1 radian
Dengan,
r = jari- jari lingkaran, K = panjang busur lingkaran / keliling lingkaran
= sudut ( satuan = radian / rad )
Jadi, panjang busur suatu lingkaran dapat dihitung langsung dengan mengalikan besarnya sudut
dengan jari-jari lingkaran, apabila besarnya sudut telah dalam satuan radian.
Bukti : ( Dengan data yang diambil dari gambar di atas)
K= . r = 1 rad . 1 meter
K= 1 meter
Dengan 1 rad = 57,2957795131
1 lingkaran = 360
Dapat disimpulkan bahwa,
1 lingkaran = 360/57,3 =6,283185308 rad 6,3 rad
Sedangkan 6,3 rad= 2
Berarti sudut 1 lingkaran = 2
Jadi,
Dengan data yang sudah ada yaitu sudut 1 lingkaran =2 , dan berdasarkan kesimpulan pertama
yang didapat, yaitu

https://sudiartamath.wordpress.com
4

panjang busur suatu lingkaran dapat dihitung langsung dengan mengalikan besarnya sudut
dengan jari-jari lingkaran,
maka,
K= . r
K= 2 . r
NENEK MOYANG LINGKARAN

Tahukah Anda, bagaimana bangun datar berupa lingkaran terbentuk pada awalnya? Terdapat dua
teori berbeda yang mencoba menjelaskannya. Yang pertama adalah teori evolusi bujur sangkar.
Teori ini mengatakan, lingkaran terbentuk akibat perubahan sedikit demi sedikit yang dialami
oleh bujur sangkar dalam rentang waktu yang sangat lama. Dengan kata lain, bujur sangkar
merupakan bentuk awal dari lingkaran. Suhu dan tekanan udara yang tinggi di masa bumi purba,
gas-gas penyusun atmosfernya, serta pengaruh hujan dan petir yang sangat sering terjadi kala itu,
menyebabkan keempat sudut bujur sangkar menjadi semakin tumpul dan semakin melingkar.
Tingkat ketumpulan ini semakin lama semakin membesar dan melebar seiring dengan perjalanan
waktu yang lamanya mencapai puluhan, bahkan ratusan juta tahun. Di akhir proses perubahan
sedikit demi sedikit dan bertahap ini, lingkaran yang sempurna pun dihasilkan dari bentuk induk
atau nenek moyangnya, yakni bujur sangkar. Singkatnya, lingkaran adalah hasil proses evolusi
dari bujur sangkar.
Teori kedua menyatakan bahwa lingkaran adalah bentuk bangun datar yang memang sedari awal
sudah ada, dan sudah berbentuk lingkaran sempurna. Dengan kata lain, terdapat suatu kecerdasan
tertentu di luar kekuatan alam yang telah dengan sengaja membuat lingkaran dengan ukuran
diameter tertentu, sebagaimana beragam bentuk bidang datar lainnya, termasuk bujur sangkar.
Kekuatan alam semata tidak mungkin mampu memunculkan atau membuat bujur sangkar dan
lingkaran. Keduanya ada karena sengaja dibuat secara terpisah dan sempurna. Bujur sangkar
bukanlah nenek moyang dari lingkaran, atau sebaliknya, yang berubah selama puluhan atau
ratusan juta tahun akibat peristiwa alamiah belaka. Terdapat kekuatan dan kehendak di luar alam
yang secara sengaja memunculkan kedua bentuk bidang datar ini secara terpisah.

Teori evolusi bujur sangkar menjadi lingkaran


Lucu, menggelikan dan sungguh tidak masuk akal. Demikianlah tanggapan yang akan muncul
jika Anda mengisahkan secara serius teori pertama tentang asal usul lingkaran kepada orang lain,
sebagaimana dipaparkan di atas. Kalau tidak percaya, Anda boleh mencobanya, sembari
menggambar proses tersebut dengan ilustrasi sederhana, sebagaimana di bawah ini.
Namun teori evolusi jauh lebih tidak masuk akal dari dongeng di atas, sebab yang menjadi
bahasan evolusi bukanlah sekedar bentuk sesederhana lingkaran dan bujur sangkar. Evolusi
malah menganggap bahwa makhluk hidup yang merupakan bentuk tiga dimensi dengan struktur
dan fungsi yang jauh lebih rumit dan sempurna, mengalami proses serupa sebagaimana dongeng
di atas. Yang jauh lebih menarik lagi adalah bagaimana teori ini dapat dipercaya oleh jutaan
manusia di seluruh dunia, padahal tidak terdapat bukti yang mendukungnya sebagai fakta ilmiah.
Lalu bukti apakah yang menjadikan dongeng ini mudah diterima masyarakat luas?

https://sudiartamath.wordpress.com
5

Yang pasti, jika sesuatu tidak memiliki bukti apa pun karena memang tidak pernah terjadi di
alam, maka agar seolah tampak sebagai fakta ilmiah maka bukti itu harus dibuat, direkayasa,
atau kalau perlu dipalsukan. Agar tetap dipercaya orang, propaganda evolusi tetap saja
disebarluaskan walau bukti ilmiahnya tidak ditemukan, atau tak pernah ditemukan karena
memang tidak pernah ada. Kesimpulannya, evolusi lebih tepat disebut sebagai dongeng daripada
teori ilmiah.

https://sudiartamath.wordpress.com
6