Anda di halaman 1dari 3

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


JURUSAN FISIKA
JL. Dg. Tata Raya, Kampus Parangtambung, Makassar, Telp/Fax: (0411)840622

DAFTAR PENGAJUAN JUDUL


MAKALAH FISIKA INTI
Nama : Nurmayani J.Said
Nim : 1212041007
Kelas : A
Keterangan
Tidak
Setuju
Setuju

Judul
1. REACTOR CEPAT
a. Reaktor Nuklir
Reactor nuklir ialah alat tempat terjadinya reaksi
berantai yang menyangkut fissi nuklir yang

terkendali.

sebuah reactor merupakan sumber energy yang sangat


efisien : Fissi 1 g nuclide yang memadai perhari, melepaskan
energy dengan laju sekitar

1 MW (106 W), bandingkan

dengan pembakaran 2,6 ton batu bata perhari supaya


menghasilkan energy sebesar itu. energy yang dilepaskan
dalam sebuah reactor nuklir timbul sebagai kalor, dan dapat
diambil dengan mengakirkan zat cair atau gas sebagai
pendingin melalui bagian dalam reactor.
b. Reaktor Cepat
Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai
tanpa memerlukan moderator neutron. Karena reaktor
cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda dengan
reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat
tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fisi tetap
berlangsung. Boleh dikatakan, bahwa reaktor thermal
menggunakan

neutron

thermal

dan

reaktor

cepat

menggunakan neutron cepat dalam proses reaksi fissi

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN FISIKA
JL. Dg. Tata Raya, Kampus Parangtambung, Makassar, Telp/Fax: (0411)840622

masing-masing. Reaktor cepat menggunakan neutronneutron fisi cepat untuk menghasilkan bahan bakar fisil
yang lebih baik dari pada eutron-neutron yang diserap.
c. Model Reaktor Cepat (Reaktor Pembiak Cepat)
Terdapat dua model reaktor pembiak cepat, yakni model
untai (loop) dan model tangki. Kedua model ini memiliki
kelemahan, oleh karena itu dikembangkan model lain yang
disebut hybrid model.
d. Keuntungan Reaktor Cepat
Keuntungan reaktor cepat diantaranya adalah siklus
bahan bakar nuklir yang dimilikinya dapat menggunakan
semua uranium yang terdapat dalam urainum alam, dan
juga

dapat

mentransmutasikan

radioisotop

yang

tergantung di dalam limbahnya menjadi material luruh


cepat.
2. DETEKTOR SINTILASI
Detektor sintilasi selalu terdiri dari dua bagian yaitu
bahan sintilator dan photomultiplier. Bahan sintilator
merupakan suatu bahan padat, cair maupun gas, yang akan
menghasilkan percikan cahaya bila dikenai radiasi pengion.
Photomultiplier digunakan untuk mengubah percikan cahaya
yang dihasilkan bahan sintilator menjadi pulsa listrik.
Mekanisme pendeteksian radiasi pada detektor sintilasi dapat
dibagi menjadi dua tahap yaitu :
o proses pengubahan radiasi yang mengenai detektor
menjadi percikan cahaya di dalam bahan sintilator

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN FISIKA
JL. Dg. Tata Raya, Kampus Parangtambung, Makassar, Telp/Fax: (0411)840622

dan
o proses pengubahan percikan cahaya menjadi pulsa
listrik di dalam tabung photomultiplier
contoh paling mudah untuk bahan sintilator adalah layar
televise atau layar osiloskop. Sifat utama yang dimiliki
sintilator adalah intensitas yang timbul sebanding dengan
energy radiasi. Sifat ini sangat menguntungkan jika akan
melakukan pengukuran radiasi.

Makassar, 18 Mei 2015


Dosen Pengampuh MK. Pend. Fisika Inti
Dra. Nurhayati, M.Si