Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan tekonologi, eksplorasi di dunia migas juga berkembang


semakin pesat. Tahap eksplorasi yang dulunya menggunakan alat-alat yang sederhana sekarang
sudah semakin canggih. Begitu juga dengan metode yang digunakan dalam tahap eksplorasi, di
era sekarang ini metode yang digunakan sudah berane ragam jenisnya, salah satunya yaitu
metode seismik yang biasa digunakan oleh seorang geofisikawan. Metode seisimik sendiri terdiri
dari dua macam jenis yaitu metode seismik refleksi dan seismik refraksi.
Seismik refraksi adalah metoda geofisika eksplorasi yang menggunakan sifat pembiasan
gelombang seismik untuk mempelajari keadaan bawah permukaan. Asumsi dasar yang
digunakan menggunakan pendekatan bahwa batas-batas perlapisan batuan merupakan bidang
datar dan miring, terdiri dari satu lapis atau banyak lapis, serta kecepatan seismik bersifat
seragam pada setiap lapisan.
Umumnya seismik refraksi digunakan untuk memperkirakan kedalaman lapisan batuan
yang lapuk, tetapi dapat pula digunakan untuk mendeteksi lapisan lain di bawah zona pelapukan
tersebut. Pada eksplorasi minyak & gas bumi, penentuan kedalaman zona pelapukan berguna
untuk mengetahui kedalaman geophone pada metode seismik refleksi.
Metode seismik refraksi juga banyak digunakan pada studi geologi teknik, ekplorasi
mineral, penyelidikan air tanah, pertambangan, geodinamik, arkeologi, pertanian dan studi
regional geologi lainnya.
DASAR TEORI
Metode seismik merupakan salah satu metode yang sangat penting dan banyak dipakai
di dalam teknik geofisika. Hal ini disebabkan metode seismik mempunyai ketepatan serta
resolusi yang tinggi di dalam memodelkan struktur geologi di bawah permukaan bumi. Dalam
menentukan struktur geologi, metode seismik dikategorikan ke dalam dua bagian yang besar
yaitu seismik bias dangkal (head wave or refrActed seismic) dan seismik refleksi (reflected
seismic). Seismik refraksi efektif digunakan untuk penentuan struktur geologi yang dangkal
sedang seismik refleksi untuk struktur geologi yang dalam (tidak dibahas dalam makalah ini).
Dasar teknik seismik dapat digambarkan sebagai berikut. Suatu sumber gelombang
dibangkitkan di permukaan bumi. Karena material bumi bersifat elastik maka gelombang seismik
yang terjadi akan dijalarkan ke dalam bumi dalam berbagai arah. Pada bidang batas antar lapisan,

gelombang ini sebagian dipantulkan dan sebagian lain dibiaskan untuk diteruskan ke permukaan
bumi. Dipermukaan bumi gelombang tersebut diterima oleh serangkaian detektor (geophone)
yang umumnya disusun membentuk garis lurus dengan sumber ledakan (profil line), kemudian
dicatat/direkam oleh suatu alat seismogram. Dengan mengetahui waktu tempuh gelombang dan
jarak antar geophone dan sumber ledakan, struktur lapisan geologi di bawah permukaan bumi
dapat diperkirakan berdasarkan besar kecepatannya.
Mekanisme pengambilan data lapangan yang dipergunakan dalam seismik refraksi adalah
mengetahui jarak dan waktu yang terekam oleh alat Seismograf untuk mengetahui kedalaman
dan jenis lapisan tanah yang diteliti. Dari getaran atau gelombang yang diinjeksikan dari
permukaan tanah akan merambat kebawah lapisan tanah secara radial yang di mana pada saat
bertemu lapisan dengan sifat elastik batuan di bawah permukaan yang berbeda. Maka gelombang
yang datang akan mengalami pemantulan dan pembiasan. Gelombang yang melewati bidang
batas dengan sifat lapisan yang berbeda akan terpantul dan terbiaskan kepermukaan kemudian di
tangkap oleh alat reciver yaitu geophone yang diletakkan di permukaan.
Metoda seismik refraksi digunakan untuk mengukur gelombang data yang dipantulkan
sepanjang formasi geologi di bawah permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada
muka air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas. Grafik waktu datang
gelombang pertama seismik pada masing-masing geophone memberikan informasi tentang
kedalaman dan lokasi dari horizon-horizon geologi ini. Informasi ini kemudian digambarkan
dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari muka air tanah dan lapisan
pertama dari bantalan batuan cadas.
Pada seismik refraksi salah satu hukum yang mengaturnya yaitu hukum Snellius, dimana
hukum terebut dinyatakan dengan:

Pada

pembiasan

kritis

sudut

900

sehingga

persamaan

menjadi

Hubungan ini dipakai untuk menjelaskan metode pembiasan dengan sudut datang kritis. Gambar
2 memperlihatkan gelombang dari sumber S menjalar pada medium V1, dibiaskan kritis pada
titik A sehingga menjalar pada bidang batas lapisan. Dengan memakai perinsip Huygens pada
bidang batas lapisan, gelombang ini dibiaskan ke atas setiap titik pada bidang batas itu sehingga
sampai ke detektor P yang ada di permukaan. Gambar di bawah ini merupakan pembiasan
dengan sudut datang kritis .

Pada metode seismik refraksi terdapat banak metode, salah satunya yaitu metode Plus
Minus. Metode Plus Minus masing-masing digunakan untuk mengukur nilai kedalaman lapisan
dan kecepatan gelombang dalam suatu lapisan. Perhitungan untuk analisa Plus yaitu:

Dimana:
T= Time Travel
F= Time travel forward
R= Time travel reverse
H= kedalaman
V1= Kecepatan gelombang di lapisan 1
V2= Kecepatan gelombang di lapisan 2

Sedangkan perhitungan pada analisa Minus yaitu:

Dimana:
T= Time travel
F= Time travel forward
R= Time travel reverse
V2= Kecepatan gelombang di lapisan 2
m= Nilai gradient
TUJUAN
Survey geofisika dengan metode seismik refraksi bertujuan untuk :
1. Mendeteksi struktur geologi di bawah permukaan dangkal, misalnya patahan.
2. Menentukan jumlah lapisan dibawah permukaan bumi
3. Menentukan kedalaman di bawah sumber pada medium dua lapis atau lebih yang
horizontal maupun miring.
4. Menentukan jenis batuan berdasarkan kecepatan gelombang yang merambat dalam batuan
tersebut.