Anda di halaman 1dari 4

Modul 3 : Dentoalveolar Problem

Unit Belajar 2 : Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Free End


Judul : duhh protesa gigiku kok longgar dan sering lepas ya??

Skenario
Seorang wanita usia 56 tahun, datang ke klinik gigi dengan keluhan protesa
giginya sering bergeser saat dipakai mengunyah dan bahkan lepas. Keadaan ini timbul
sejak pertama kali dipasang protesa gigi (kurang lebih 6 bulan yang lalu) tapi tidak begitu
diperhatikan karena berpikiran nantipun akan baik dengan sendirinya. Selain itu dokter
gigi yang membuatkan protesanya menyarankan untuk diolesi dulu bagian dalam
protesanya dengan dental adhesive. Dari anamnesis pasien tidak mengidap penyakit
sistemik. Pasien merasa sangat terganggu dengan gigi palsu tersebut dengan gigi palsu
tersebut dan ingin dibuatkan gigi tiruan yang baru. Pada pemeriksaan ekstra oral tidak
ditemukan adanya kelainan. Pada pemeriksaan intraoral ditemukan :
-

Missing pada gigi 36, 37, 38, 46, 47, 48


Protesa gigi pada regio posterior rahang bawah free end bilateral dengan
klamer pada gigi premolar kanan dan kiri

Dokter gigi yang memeriksa keadaan mulut pasien menyimpulkan untuk dilakukan
pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kasus pasien tersebut dengan dibuatkan
model study. Dan menjelaskan tentang segala sesuatunya, sebelum dibuatkan
STEP 1 (Kata Sulit)
1. Dental adhessive : bahan KG digunakan pada gigi palsu (denture adhesive) untuk
menyesuaikan gigi palsu dengan jaringan keras gigi memfiksasi gigi tiruan pada jaringan
rongga mulut.
2. Removable Free end Partial denture : gigi palsu sebagian lepasan posterior free end.
Kondisi kehilangan gigi pada suatu daerah yang hanya didukung satu gigi penyangga
dan ujung lainnya oleh mukosa.
STEP 2 (Pertanyaan)
1.
2.
3.
4.
5.

Mengapa gigi tiruan pasien bisa bergeser dan lepas?


Masalah yang timbul pada GTSL free-end?
Indikasi dan kontraindikasi pembuatan GTSL free end?
Faktor keberhasilan dan kegagalan dari GTSL free end?
Mengapa dokter menyarankan untuk diolesi dulu bagian dalam dengan dental
adhessive?
6. Pada GTSL ada komponen sadel, sadel yang digunakan dalam kasus GTSL free-end?
7. Bagaimana desain GTSL pada kasus di skenario?
8. Keuntungan dan kerugian GTSL free-end?
9. Hubungan usia dengan GTSL free-end?
10.Adakah hubungan vertikal dimensi dan kasus di skenario?
11.Macam tipe pengungkit kasus GTSL?
12.GTSL yang baru seperti apa?
STEP 3 (Jawaban)
1. Mengapa gigi tiruan pasien bisa bergeser dan lepas?
Jawaban :
(Prity) pada kasus skenario gigi posterior hilang, pengaitnya hanya anterior, posterior
hanya dukungan mukosa terjadi pengungkitan, lepas
(Momo) gigi tiruan terdapat penyangga utama hanya mesial, distal terlepas. Dukungan
kompresibilitas tidak seimbang

(Acik) perbedaan kompresibilitas antara mukosa dan mukosa atau mukosa dan jaringan
periodontal sandaran. Sadel terkena tekanan kunyah mengungkit tidak stabil.
Bergantung pada berapa besar penyebaran tekanan kunyah : kompresi dan jarak
panjang sadel.
(Iqbal) GTSL free-end tidak diolesi dental adhesive maka tidak ada perlekatan dengan
jaringan pendukung
sehingga mudah lepas
(Zia) didukung mukosa, free-end kompresibilitasnya semakin ke posterior semakin besar
(Riskia) pada GTSL free-end hanya disangga satu gigi, ada gaya: gaya oklusal bila ada
makanan di atas, maka disalurkan, tapi karena hanya ada satu abutment maka mudah
terungkit.
Gaya lateral : saat gigi berkontak, pergerakan ke lateral
Anteroposterior : gigi bawah bergerak ke posterior, atas ke anterior
Cengkeram2 jari dan oklusal rest arah klamer mesial ke distal. Terdiri dari : lengan
retentif, lengan pengimbang, oklusal rest.
2. Mengapa dokter menyarankan untuk diolesi dulu bagian dalam dengan dental
adhessive?
Jawaban :
(Prity) karena perlekatan kurang sehingga mudah lepas
(Tiara) rekomendasi denture adhessive :
a. Ridge flat, tipis, atau tidak teratur
b. Pengurangan sekresi saliva
c. Pasien dengan masalah neuromuskular spt stroke
d. Pemakai denture yang baru yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi
Macam-macam sediaan denture adhessive
3. Hubungan usia dengan GTSL free-end bergeser?
(Acik) semakin tua usia (diatas 40 th) semakin banyak perubahan. Perubahan hormon
mengakibatkan epitel menjadi keratinisasi, berkurangnya kapiler, peningkatan kolagen,
mukosa mulut mudah teriritasi. Ukuran pulpa gigi mengalami perubahan. Pengaruh
protesa. Koordinasi otot.
(Zia) resesi gingiva ginggiva menurun berubah
(Riskia) proc.alveolaris menurun osteoklas interposisi jaringan ikat kolagen
fibrosis
Xerostomia saliva turun perlekatan berkurang
(Enda) struktur gusi berubah pergantian GTSL periodik hormon osteoklas
resorpsi tulang adhesi berkurang
4. Indikasi dan kontraindikasi pembuatan GTSL free end?
Jawaban :
(Dena)
Indikasi :
- Bilateral
Indikasi :
a. Jarak antara rahang posterior lebih kecil
b. Gigi asli yang masih tinggal sudah migrasi
Kontraindikasi :
-

a. Tidak untuk kehilangan gigi unilateral


Unilateral
Indikasi :
a. Resorpsi tulang alveolar lebih banyak
b. Gigi antagonis lebih ekstrusif
c. Kelainan TMJ
Kontraindikasi :
a. Tidak untuk kehilangan gigi bilateral

Perbedaan beban kunyah :


a. Bilateral : beban kunyah dua area : mukosa
b. Unilateral : beban kunyah satu area : mukosa dan gigi
5. Masalah yang timbul pada GTSL free-end?
(Nurul) masalah :
- GTSL tidak stabil akan mudah bergeser dan mengungkit, hal ini tjd karena adanya
perbedaan kompresibilitas
- Tidak adanya gigi kodrat di sebelah sadel
(Iqbal) masalah :
-

Ungkitan ke arah vertikal :


a. Oklusal : menjauhi alveolar ridge
(Acik) tjd karena mengunyah makanan lengket ujung bebas sadel terangkat
mengatasi : memperpanjang landasan
Desain retainer jadi kelas 2
Pembuatan retainer indirect ke anterior
Berhati hati saat mengunyah makanan lengket
b. Apikal : ke alveolar ridge
c. Resorpsi dari alveolar ridge
d. Ungkitan thd gigi sandaran

Ungkitan ke arah horizontal : Tidak adanya gigi sandaran pada ujung free end
Cara mengatasi : perluasan landasan maksimal, retainer indirect ke anterior,
menghilangkan sangkutan oklusi (interference)
Rotasi bagian sadel pada poros rotasi sagital : bagian sadelnya dapat berrotasi
dengan poros mll alveolar ridge
Tjd pergeseran anteroposterior

(Dena) ungkitan gigi sandaran : apabila desain retainer kelas I kontinyu

Masalah yang timbul pada jaringan lunak pada denture yang kurang stabil?
6. Macam tipe pengungkit kasus GTSL? (Gambar)
Jawaban :
(Riskia) tipe pengungkit :
1. Kelas I : Paradental
Didukung 2 gigi abutment, klamer distal ke mesial
2. Kelas II : Free-end
Mesial ke distal
3. Kelas III : sama, tapi abutment di caninus atau Premolar
Distal ke mesial
7. Faktor keberhasilan dan kegagalan dari GTSL free end?
Jawaban :
(Zia)
Kegagalan :
- Estetik : bibir atas konkav
- Fonetik : cara berbicara berubah
- Iritasi jaringan lunak : merata karena dimensi vertikal tinggi, badhabit, xerostomia,
tidak teraturnya gigi tiruan
- Hilangnya retensi dan stabilisasi RA : gigi tiruan jatuh saat gigi terbuka
- Gigi tiruan jatuh saat bernyanyi atau berbicara
Keberhasilan :
1. Kemahiran operator
2. Retensi yg dapat menimbulkan efek pada jaringan normal

a.
b.
c.
d.

Kondisi edentulous
Ukuran, warna, bentuk gigi dan gusi yang cocok
Material yang sesuai dengan kondisi mulut
Posisi dan bentuk lengkung deret gigi

8. Keuntungan dan kerugian GTSL free-end?


Jawaban :
(Acik)
Keuntungan : mengganti gigi yang hilang :
- Memudahkan pengunyahan
- Vertikal dimensi terkoreksi
- TMJ terkoreksi
- Mencegah gigi antagonis ekstrusi
- Mencegah resorpsi tulang
Kerugian :
-

Mahal

Apakah tulang alveolar ter-resorbsi secara fisiologis atau patologis? Bagaimana etiologi
dan patogenesisnya?
9. Pada GTSL ada komponen sadel, sadel yang digunakan dalam kasus GTSL free-end?
(Riskia) sadel : bounded dan free end.
Bounded sadel : dua gigi
Free end sadel : satu gigi (jawabannya yang ini nihhh)
10.Adakah hubungan vertikal dimensi dan kasus di skenario? Mengapa terdapat penurunan
vertikal dimensi? Cara pengukuran? Gambar
(Mia) ada. Kehilangan gigi salah satu efeknya adalah kehilangan vertikal dimensi. Efek
berimbas pada TMJ.
Karena adanya edentulous gigi tiruan
Macam vertikal dimensi :
a. Fisiologis : jarak vertikal dimensi pada maksila dan mandibula, kepala tegak, otot
rileks, dan condyle berada dalam posisi normal.
b. Oklusi : ditentukan dari dua titik maksila mandibula, dalam keadaan kontraksi dan
gigi beroklusi
Fungsi vertikal dimensi : untuk menentukan gigitan oklusal.
Free way space : 2-4 mm : selisih antara dimensi vertikal
Pengaruh :
- Berbicara
11.Bagaimana desain GTSL pada kasus di skenario? Gambar
(Priti)
a. Kelas 1 free end bilateral
b. Dukungan : gigi dan mukosa
c. Klamer : cengkeram 2 jari dan oklusal rest di P2 kanan kiri
d. Konektor : plat akrilik
e. Retainer : indirect : verkeilung, perluasan basis ke distal
12.GTSL yang baru seperti apa?
(Enda) frame. Tipis kaku tapi retensi kuat.
(Acik) memperluas desain retainer indirect.
13.Prosedur pembuatan GTSL free end (Treatment Planning)
14.