Anda di halaman 1dari 5

BAB I

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien

: Tn. RB

Umur

: 30 Tahun

Jenis kelamin

: L

Alamat

: Kebon Pala Tanah Rendah RT.6 RW.7 Kampung Melayu

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Kurir Pengantar Buku

Tanggal masuk

: 5 Mei 2015

Ruang perawatan

: Cempaka Bawah

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Satu hari sebelum masuk rumah sakit Os mengalami kejang
Keluhan Tambahan
Selama kejang pasien mengeluhkan nyeri perut. Selama dan setelah kejang pasien tetap sadar
namun sedikit mengalami kebingungan (linglung). Nafsu makan pasien menurun disertai
penurunan berat badan 3 bulan terakhir sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengalami demam,
mual dan muntah
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien kejang saat dirumah sebanyak 1 kali dengan durasi sekitar 5 menit. Selama dan setelah
kejang pasien tetap sadar namun hanya sedikit merasa linglung dan kebingungan. Riwayat
trauma disangkal. Lemas pada salah satu sisi tubuh disangkal. Setelah kejang pasien
mengeluhkan nyeri perut. Nyeri perut dirasakan sejak 2 bulan terakhir terutama perut sebelah
kanan.
Riwayat Penyakit Dahulu
Tahun 2013 pasien di diagnosis karsinoma nasofaring dan telah menjalani kemoterapi sebanyak
2 kali dan radioterapi sebanyak 35 kali.

Riwayat penyakit jantung (-)

Riwayat penyakit paru (-)

Riwayat Penyakit DM (-)

Riwayat Penyakit Hipertensi (+), tidak terkontrol

Riwayat Alergi (-)

Riwayat Trauma (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat penyakit jantung (-)

Riwayat penyakit paru (-)

Riwayat Penyakit DM (-)

Riwayat Penyakit Hipertensi (-)

Riwayat penyakit keganasan dalam keluarga (-)

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan Umum

: Tampak Sakit Sedang

Kesadaran

: Compos Mentis E4M6V5 GCS 15

TD Kanan

: 120/90

Nadi

: 102 x/menit

TD Kiri

: 110/90

Pernafasan

: 20 x/menit

Suhu

: 37,5 C

Pemeriksaan Fisik
Kepala

: Normocephal

Mata

: Anemis (+), ikterik (+)

Leher

: JVP 5-2 cm

Thorax

: Simetris Kiri dan Kanan


Cor

: S1 S2 reguler, gallop (-), murmur (-)

Pulmo

: Vesikuler (+/+), rhonki (+), wheezing (-)

Abdomen

: Buncit lembek, Bising usus (+), Hepar teraba 3 jari, Shiffting

dullnes (+)
Ekstremitas

: Akral hangat, kapilari refill < 2 detik, edema minimal

Gejala
Umum
Gejala umum yang terjadi disebabkan oleh gangguan fungsi cerebral akibat edema otak dan
tekanan intrakranial yang meningkat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi
jaringan saraf, bisa berupa nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaran, gangguan mental,
gangguan visual, dan sebagainya. Edema papil dan defisit neurologis lain biasanya ditemukan
pada
stadium
yang
lebih
lanjut.
1.
Nyeri
Kepala
Nyeri kepala biasanya terlokalisir, tapi bisa juga menyeluruh. Biasanya muncul pada pagi hari
setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu, rekuren dengan interval tidak teratur
beberapa menit sampai beberapa jam. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval
makin pendek. Nyeri kepala ini bertambah hebat jika batuk, bersin, atau mengejan.
2.
Muntah
Muntah
bersifat
tiba-tiba
dan
proyektil
tanpa
didahului
mual.
3.
Edema
papil
Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop.
Gambarannya berupa kaburnya batas papil, warna papil menjadi lebih kemerahan dan pucat,
pembuluh
darah
melebar
atau
kadang-kadang
tampak
terputus-putus.
4.
Kejang
Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang kortex motorik. Kejang yang
sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya, sedang kejang yang
sifatnya general; sukar dibedakan dengan kejang karena epilepsi. Tapi bila kejang terjadi pertama
kali pada usia dekade II dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak.
5.
Gangguan
mental
Gejala psikiatri tumor otak variasinya cukup banyak, berbeda-beda bagi tiap pasien walaupun
diagnosisnya sama, bahkan pada seorang pasien sering kali gejalanya berubah-ubah dari waktu
ke waktu. Gejala psikiatri yang sering timbul pada tumor otak antara lain :
o
Gangguan
fungsi
intelektual
o
Gangguan
fungsi
berbahasa
o
Hilangnya
daya
ingat
o
Gangguan
emosi
o
Kemunduran
taraf
kecerdasan
Tanda-tanda
lokalisatorik
yang
menyesatkan
Suatu tumor intrakranial dapat menimbulkan manifestasi yang tidak sesuai dengan fungsi area
yang
ditempatinya.
Tanda
tersebut
adalah
:
a. Kelumpuhan saraf otak. Karena desakan tumor, saraf dapat tertarik atau tertekan. Desakan itu
tidak harus langfsung terhadap saraf otak. Saraf yang sering terkena tidak langsung adalah saraf
III,
IV,
dan
IV.
b. Refleks patologis yang positif pada kedua sisi, dapat ditemukan pada tumor yang terdapat di
dalam
salah
satu
hemisferium
saja.
c.
Gangguan
mental

d. Gangguan endokrin dapat juga timbul proses desak ruang di daerah hipofise.
Tanda-tanda
lokalisatorik
yang
benar
atau
simpton
fokal
Neoplasma serebral yang tumbuh di daerah fungsional dapat menyebabkan defisit serebral
tertentu sebelum manifestasi hipertensi intrakranial menjadi kenyataan. Tanda-tanda lokalisatorik
tersebut
adalah
:
a.
Simptom
fokal
dari
tumor
di
lobus
frontalis
o
Gangguan
mental
berupa
perubahan
tingkah
laku,
euforia
o
Afasia
motorik
bila
mengenai
area
Broca
o
Grasp
refleks
o Pada stadium lanjut bisa terjadi anosmia, gangguan visual, gangguan keseimbangan, gangguan
gerakan
bola
mata,
dan
edema
papil.
b.
Simptom
fokal
dari
tumor
di
daerah
presentralis
o
Kejang
fokal
pada
sisi
kontralateral
o Kelumpuhan motorik bila terjadi destruksi atau penekanan oleh tumor terhadap jalur
kortikospinal
c.
Simptom
fokal
dari
tumor
di
lobus
temporalis
o Halusinasi pembauan dan pengecapan disertai gerakan bibir dan lidah bila berada di daerah
unkus
o Gangguan kesadaran sesaat, gangguan emosi berupa rasa takut/panik bila mengenai lobus
temporalis
bagian
medial
o
Berkurangnya
pendengaran
bila
mengenai
korteks
bagian
belakang
o
Afasia
sensorik
bila
mengenai
area
Wernicke
o
Keadaan
lanjut
terjadi
kelumpuhan
anggota
badan
sisi
kontralateral
o Dilatasi pupil sesisi yang menetap atau menghilangnya refleks kornea bila telah terjadi herniasi
dan
penekanan
batang
otak
d.
Simptom
fokal
dari
tumor
di
lobus
parietalis
o
Berbagai
bentuk
gangguan
sensorik
o
Lesi
iritatif
menimbulkan
gajala
parestesi
(rasa
tebal,
kesemutan)
o
Lesi
destruksi
menyebabkan
hilangnya
berbagai
bentuk
sensasi
o
Astereognosis
dan
gangguan
diskriminasi
terhadap
rangsang
taktil
o
Hiperestesi
bila
tumornya
tumbuh
ke
arah
lebih
dalam
o
Gangguan
penglihatan
sebagian
e.
Simptom
fokal
dari
tumor
di
lobus
oksipitalis
o
Gejala
awal
terutama
nyeri
kepala
o
Defek
lapangan
penglihatan
sebagian
o Lesi di hemisfer dominan terjadi visual objek agnosia, kadang-kadang tidak mengenal warna
dan
prosopagnosia
f.
Simptom
fokal
dari
tumor
di
daerah
pons
dan
medula
oblongata
o
Gejala
fokal
permulaan
berupa
paresis
nervus
VI
unilateral
o
Nyeri
kepala
dan
vertigo
o
Hemiparesis
alternans
g.
Simptom
fokal
dari
tumor
di
serebelum
o Biasanya pada anak-anak sehingga gejala awal yang menonjol adalah hidrosefalus, gangguan
keseimbangan, nistagmus ke arah lesi, dan ataksia anggota badan sebelah sisi lesi
DIAGNOSIS