Anda di halaman 1dari 2

Rekayasa Beton Penahan Radiasi

Sejak ditemukannya reaksi pembelahan inti


(reaksi fisi) pada tahun 1939, teknologi
nuklir terus dikembangkan. Nuklir dikenal
sebagai sumber energi alternatif yang
menjanjikan keuntungan bila dibandingkan
dengan energi dari bahan bakar fosil
konvensional. Terlebih lagi, ketersediaan
bahan bakar fosil kian menipis sedangkan
permintaan energi harus tetap terpenuhi.
Salah satu cara untuk memenuhi permintaan
energi ialah melalui pembuatan reaktor
nuklir. Di dalam reaktor nuklir terjadi reaksi
pembelahan inti secara terkendali. Reaksi
akan menghasilkan energi panas dalam
jumlah cukup besar. Reaksi tersebut
berlangsung terus-menerus namun sambil
melepaskan radiasi.

pelindung ialah beton. Beton lazim


digunakan karena mudah dibuat dan sifatnya
yang kuat. Beton sebagai bahan utama dapat
dibuat dalam berbagai variasi. Perbedaan
komposisi campuran akan menghasilkan
beton dengan kualitas yang berbeda.

Radiasi memiliki sifat tidak berbau, tidak


berasa, tidak terlihat dan tidak terdengar. Di
dalam reaktor nuklir radiasi apapun harus
dipenjara sehingga tidak keluar secara bebas
agar tidak membahayakan bagi lingkungan.
Biasanya, reaktor nuklir diberi lapisan
pengamanan berlapis untuk tujuan proteksi.

Beton sebagai perisai pelindung terdiri atas


berbagai macam agregat (bahan susun
beton). Beton yang ditambahkan serat baja
akan menghasilkan kerapatan dan rendaman
radiasi yang berbeda bila dibandingkan
dengan beton biasa. Hasil penelitian di El
Gabar,
Libya
menunjukkan
bahwa
penambahan serat baja efektif untuk
menurunkan koefisien atenuasi linear ()
dari radiasi sinar (sinar gamma) yang
dihasilkan reaktor nuklir. Koefisien atenuasi
linear () menyatakan daya serap tehadap
radiasi sinar (sinar gamma) ketika
melewati media tertentu. Beton yang
ditambahkan serat baja dapat menahan lebih
banyak radiasi yang dihasilkan sehingga
tidak sampai lepas ke lingkungan. Selain
menurunkan koefisien atenuasi linear ()
sinar , terbukti bahwa dengan adanya
penambahan serat baja dapat memperkuat
sifat mekanik dari beton. Penambahan serat

Perisai pelindung merupakan salah satu


komponen dari reaktor nuklir sebagai
perlindungan terhadap radiasi saat proses
reaksi inti berlangsung. Radiasi yang
dipancarkan begitu berbahaya sehingga
untuk membuat suatu perisai harus dipilih
bahan yang menyerap sebanyak mungkin
radiasi yang dihasilkan.
Prinsip perisai pelindung pada dasarnya
mengurangi bahaya radiasi serendahrendahnya sehingga tingkat radiasi cukup
aman. Umumnya bahan utama yang
digunakan
pada
pembuatan
perisai

baja berfungsi untuk mengisi kekosongan


rongga-rongga yang terdapat dalam beton
sehingga beton yang dihasilkan lebih kuat
dari segi struktur.

biasa. Beton hasil rekayasa penelitian ini


dapat diaplikasikan pada reaktor nuklir
untuk mengurangi kemungkinan lepasnya
radiasi ke lingkungan.

Variasi beton tersebut membawa dampak


positif bagi perkembangan energi nuklir.
Dilihat dari segi mekanik dan kemampuan
menahan radiasi, beton dengan penambahan
serat baja lebih unggul dibanding beton

Radiasi yang selama ini dikhawatirkan


sebagai hasil samping dari reaksi dalam
reaktor nuklir, kini dapat diredam. Reaktor
nuklir dapat beroperasi secara aman dengan
seluruh proteksi yang kian ditingkatkan.