Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TUTORIAL MODUL 1

KELOMPOK 4
KETUA KELOMPOK
SEKERTARIS
:
ANGGOTA KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
5.
6.

:
AHMAD PAKAYA
AMIRUL EKA KURNIAWAN
:
ADE SURYA NOLITA MIOLO
AL SITI NURHARYATI
NURNANINGSI G. GANI
RAISA TAATIYAH MUSA
RIRIN I.U TARIF
WINDRAWATI ISHAK

SKENARIO 1 : PENURUNAN KETAJAMAN PENGLIHATAN


7 LANGKAH PENYELESAIAN
1. KLARIFIKASI ISTILAH ISTILAH PENTING
Trauma mata merupakan penyakit mata gawat darurat. Artinya apabila tidak di
tanggulangi segera, maka beberapa jam saja dapat menimbulkan kerusakan permanen pada
mata.
2. KATA KUNCI
Laki laki umur 56 tahun.
Penurunan ketajaman penglihatan.
Tidak ada riwayat memakai kaca mata
Mata merah
Tidak ada riwayat trauma pada mata
3. MIND MAP
ANFIS SISTEM PENGLIHATAN

MEKANISME

PENURUNAN KETAJAMAN
PENGLIHATAN
PENYAKIT YANG
MENYEBABKAN
PENURUNAN KETAJAMAN
PENGLIHATAN

MEKANISME / PATOMEKANISME
TERJADINYA PENURUNAN KETAJAMAN
PENGLIHATAN
1. DEFINISI
2. ETIOLOGI
3. PATOFISIOLOGI
GLAUKOM
KATARA
HIFEMA
ULKUS
4. MANIFESTASI KLINIK
A
K
KORNEA
5. PENATALAKSANAAN DAN
4. PERTANYAAN PERTANYAAN
PENTING
RETINOBLASTO
ENDOFTALMITI
1. Sebutkan dan jelaskan anatomi
fisiologi penglihatan..? PEMERIKSAAN PENUNJANG
MA
S
6. ASKEP
2. Jelaskan mekanisme penglihatan..?

3. Sebutkan dan jelaskan penyakit yang menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan,


yakni :
a. Katarak..?
d. Glaukoma..?
b. Hifema..?
e. Retinoblastoma..?
c. Ulkus Kornea..?
f. Endoftalmitis..?
4. Jelaskan mekanisme / patomekanisme terjadinya penurunan ketajaman penglihatan..?
5. JAWABAN PERTANYAAN

1.

ANATOMI FISIOLOGI PENGLIHATAN


Alat indera penglihat pada manusia
adalah mata. Indera penglihat (mata)
disebut juga fotoreseptor karena mata
sangat peka terhadap rangsangan cahaya.
Mata memiliki sejumlah reseptor khusus
untuk mengenali perubahan sinar dan
warna. Selain itu terdapat alat tambahan
yang terdiri dari :

1.

a.
b.
c.
d.
e.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Alis mata
Bulu mata
Otot penggerak bola mata
Kelopak mata
Kelenjar air mata

a.

Alis mata
Terdiri dari rambut kasar melintang di atas mata, berfungsi untuk
mempercantik wajah dan melindungi mata dari keringat yang mengalir dari
dahi.
b.

Bulu mata
Merupakan barisan rambut yang terdapat pada ujung kelopak mata,
berfungsi
melindungi bola mata dari masuknya debu dan partikel. Pada bulu
mata terdapat kelenjar sebasea(kelenjar minyak) yang disebut kelenjar zeis, terletak
pada akar bulu
mata. Infeksi pada kelenjar sebasea disebut bintik (hordeolum).
8.
9.
10.

c.

Otot penggerak bola mata


Pada setiap mata terdapat enam otot lurik yang menghubungkan bola
mata dengan tulang di sekitarnya. Otot ini berfungsi untuk menggerakkan bola
mata, sehingga mata dapat mengerling ke kanan, kiri, atas, dan bawah. Gerakan bola
mata berada di bawah kesadaran.
d.

Kelopak mata
Kelopak mata terdiri dari dua bagian yaitu pada kelopak mata atas dan
kelopak
mata bawah yang berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan.
Mulai dari dalam
nenuju ke arah luar, kelopak mata terdiri atas lima lapis, yaitu:

1.
2.
3.
4.
5.

konjungtiva, adalah selaput lendir yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan
melapisi juga permukaan bola mata.
Kelenjar meibomian yang dapat menghasilkan lemak untuk mencegah pelekatan
kedua kelopak mata.
Lapisan tarsal, yaitu lapisan jaringan ikat yang kuat untuk menunjang kelopak mata.
Otot orbikularis okuli, yaitu otot yang berfungsi menutup bola mata.
Jaringan ikat.
11.
12.
e.
Kelenjar Air Mata
air mata (Aparatus lakrimalis).
Kelenjar air mata letaknya
disudut lateral atas pada rongga
mata, dan berfungsi untuk
menghasilkan air mata. Dari
kelenjar ini keluar kurang lebih dua
belas duktus lakrimalis, yaitu
saluran-saluran yang mengalirkan
13.
air mata menuju ke konjungtiva
14.
kelopak mata atas.
15.
17.
16.
Pada indera penglihatan
kita di dalamnya terdapat Kelenjar

18. Bola Mata


19.

20.

Bola mata manusia berdiameter kira-kira 2,5 cm dengan 5/6 bagian nya
terbenam dalam rongga mata dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak dari luar
dengan bagian depan yang bening. Bola mata bagian luar tersusun atas lapisan
jaringan ikat yang berwarna putih dan kuat yang disebut sklera dan lapisan dalam
mempunyai pigmen tipis dan banyak pembuluh darah yang disebut koroid.
21. Sklera
22.
Dipermukaan sklera terdapat sel-sel epitel yang membentuk membran mukosa
dan berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. Pada bagian depan
sklera terdapat selaput yang transparan (tembus cahaya) yang disebut kornea, dan
berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk kedalam mata. Kornea dilindungi
oleh selaput yang disebut konjungtiva, kornea tidak mengandung pembuluh darah
tetapi banyak mengandung serabut saraf.
23.
24.
25.
26. 1.
Koroid
27.
Koroid yaitu lapisan tipis yang dibentuk oleh jaringan ikat yang mengandung
banyak pembuluh darah dan sejumlah sel pigmen. Dengan adanya pembuluh darah
koroid ini berperan sebagai penyuplai makanan kelapisan retina mata. Koroid terletak
sebelah dalam sklera, bagian belakang lapiasan mata ini ditembus oleh saraf optik
(saraf otak II).
28.
29. 2.
Iris
30.
Iris merupakan selaput yang menggantung diantara lensa dan kornea.Iris
dikenal sebagai selaput pelangi dan berperan mengatur banyak sedikitnya cahaya
yang masuk ke dalam bola mata. Pengaturan ini berlangsung diluar kesadaran kita
(otonom). Lubang bulat ditengah iris di sebut pupil. Didalamnya terdapat otot dilator
pupil yang berfungsi untuk memperkecil diameter pupil. Iris banyak mengandung
pembuluh darah dan pigmen, jumlah pigmen akan menentukan warna mata. Bila tidak
ada pigmen maka mata kita akan berwarna merah. Jika ada sedikit pigmen maka mata
kita akan berwarna biru. Jika jumlah pigmennya bertambah maka mata kita akan
berwarna abu-abu, coklat, atau hitam.
31.
32. 3.
Retina

33.

Retina merupakan lapisan terdalam dari bola mata. Retina terdiri dari tiga
lapisan neuron yaitu:
Lapisan sel batang dan sel kerucut.
Lapisan neuron bipolar.
Lapisan neuron ganglion.
34.
Sel batang dan sel kerucut merupakan reseptor yang sensitif terhadap cahaya.
Sel batang digunakan untuk melihat pada cahaya remang-remang (cahaya redup) atau
melihat bayangan. Sedangkan sel kerucut digunakan untuk melihat pada cahaya
terang atau warna. Sel kerucut banyak terdapat pada fovea centralis yaitu suatu
lekukan pada bintik kuning (macula lutea) yang terletak tepat pada sumbu
penglihatan mata. Impuls sel batang dan sel kerucut akan menjalar melalui sinaps ke
neuron bipolar, kemudian ke neuron ganglion. Akson dari neuron ganglion akan
membentuk seberkas saraf, yaitu saraf otak II yang akan menembus koroid dan sklera
optikus. Sklera optikus tidak mengandung sel batang maupun sel kerucut, sehingga
apabila tidak ada cahaya yang jatuh pada sklera optikus maka mata kita tidak dapat
melihat apa-apa, bagian ini disebut bintik buta. Sedangkan bayangan benda terbentuk
pada bintik kuning dari retina.
35.
36. 4.
Lensa Mata
37.
Lensa mata terletak dibelakang pupil dan iris, berbentuk cembung, bersifat
transparan, serta dikelilingi oleh jaringan yang mengikatnya ( ligamentum
suspensorium). Lensa mata terdiri atas lapisan serat protein. Apabila lensa mata
menjadi keruh maka akan mengganggu penglihatan, ini disebut katarak.
Lensa mata membagi mata menjadi dua ruangan yaitu ruang antara kornea
dengan lensa (ruang muka), dan ruang belakang lensa (ruang belakang). Kedua ruang
tersebut berisi cairan kental dan transparan seperti jeli. Ruang muka berisi aqueous
humor, yang berfungsi menjaga bola mata serta memberi nutrisi untuk kornea dan
lensa. Sedang ruang belakang berisi vitreus humor, yang berfungsi untuk menyokong
struktur lensa dan bola mata.

38.
39.

40.
41.

2.

MEKANISME PENGLIHATAN
1. Sumber cahaya Masuk ke mata melalui kornea

2. Kemudian Melewati pupil yang lebarnya diatur oleh iris


3. Dibiaskan oleh lensa
4. Terbentuk bayangan di retina yang bersifat nyata, terbalik, diperkecil
5. Sel-sel batang dan sel kerucut meneruskan sinyal cahaya melalui saraf optik
6. Otak membalikkan lagi bayangan yang terlihat di retina
7. Obyek terlihat sesuai dengan aslinya
42.
43.

3.

PENYAKIT YANG MENYEBABKAN PENURUNAN KETAJAMAN

PENGLIHATAN
44.
A.
KATARAK
45.
Katarak adalah nama yang diberikan untuk kekeruhan lensa yang dapat terjadi
akibat hidrasi (penambahan cairan lensa), denaturasi protein lensa atau dapat juga akibat dari
kedua-duanya yang biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progesif. (Mansjoer, 2000:
62)
46.
47.
48.
49.

B.
C.

HIFEMA
Hifema adalah adanya darah di dalam kamera anterior (Smeltzer,2001).
ULKUS KORNEA
Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibatkematian

jaringan kornea. (Arif mansjoer, DKK, 2001, hal 56)


50.
D.
GLAUKOMA
51.
Glaukomaadalahsuatukeadaandimanatekanan bola matatidak normal
ataulebihtinggidaripada normal yang mengakibatkankerusakansarafpenglihatandankebutaan
(SidartaIlyas, 2004).
52.
E.
RETINOBLASTOMA
53.
Retina adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran
daripada serabut - serabut saraf optik.
54.
F.
ENDOFTALMITIS
55.

56.
57.
58.

Endoftalmitis adalah peradangan pada seluruh lapisan mata bagian


dalam, cairan dalam bola mata (humor vitreus) dan bagian putih mata (sklera). Endoftalmitis
adalah peradangan bernanah (supuratif) dalam bola mata.Merupakan radang purulen pada
seluruh jaringan intra okuler disertai dengan terbentuknya abses didalam badan kaca.
Penyebab Sepsis, selulitis orbita, trauma tembus, ulkus.

4.
MEKANISME TERJADINYA PENURUNAN KETAJAMAN
PENGLIHATAN
59.
Ketajaman penglihatan didefinisikan sebagai kemampuan
mata untuk dapat melihat suatu obyek secara jelas dan sangat

tergantung pada kemampuan akomodasi mata. Ketajaman


penglihatan dipengaruhi oleh perubahan kecepatan sudut target,
vibrasi, luminance, kontras, trackling gerakan kepala dan mata,
waktu reaksi, faktor belajar, dan kelelahan pencahayaan yang buruk
merupakan salah satu faktor fisiklingkungan kerja yang dapat
menurunkan ketajaman penglihatan.
60.

Ketajaman penglihatan dipengaruhi oleh beberapa

faktor, antara lain sebagai berikut:


61.
62. 1) ukuran obyek/ benda;
63. 2) luminansi (brightness) adalah tingkat terangnya lapangan
64.

penglihatan yang tergantung dari pencahayaan dan

pemantulan obyek/permukaan;
65. 3) waktu pengamatan/ lamanya melihat;
66. 4) derajat kontras adalah perbedaan derajat terang antara obyek
dan sekelilingnya
67.
68.

Penurunan ketajaman penglihatan dapat terjadi karena

pertambahan umur.
69.

Penurunan ketajaman penglihatan sering diikuti oleh

penurunan kinerja manusia


70.

dalam menangani tugas yang dibebankan dan meningkatkan

risiko terjadinya
71. kecelakaan kerja.
72.