Anda di halaman 1dari 3

Dewi Kusuma Wardhani

KH / 6528
Diet apa saja yang dianjurkan untuk operasi yang anda lakukan dan bagaimana
parameter keberhasilan diet tersebut ?
Diet untuk perawatan pasca operasi pasien penderita cystitis ataupun batu ginjal
berdasarkan jenis batu yang terkandung ataupun berdasarkan penyebab yang
menyertai cystitis. Etiopatologis FUS (Feline Urinary Syndrome) salah satunya
disebabkan oleh diet. Diet yang mengandung protein tinggi dapat meningkatkan
konsentrasi urea dan NH4 dalam urin. Diet yang mengandung oksalat, defisiensi
vitamin A juga mengakibatkan urolithiasis (Hartiningsih, 2000).
Laporan hasil pemeriksaan sampel urin, diketahui bahwa kucing mayo positif
menderita cystitis, urin mengandung batu phospat ++, dan terjadi proteinuria.
Pemiliknya (Ayu) selama ini memberi makan mayo dengan pakan kering. Sudah
pernah diobati dan diberi terapi dengan nefrolit.
Pelaksanaan pemberian diet kepada kucing mayo berdasarkan hasil pemeriksaan
dan anamnesa kepada pemiliknya, kucing mayo terlalu banyak diberi pakan
kering sehingga menyebabkan terjadinya urolithiasis/FUS/FLUTD (Davis and
Paul). Kandungan protein pakan kering lebih banyak daripada pakan basah
sehingga dapat meningkatkan konsentrasi urea dan NH4 dalam urin (Hartiningsih,
2000). Pemberian diet untuk mengembalikan fungsi urinaria menjadi normal
diperlukan waktu 5-7 hari (Anonim c, 2010).
Kurose etc., mengatakan pemberian canned foods dapat meningkatkan fluid
intake dan memperbanyak cairan urin. Canned foods merupakan makanan yang
rendah karbohidrat, biasanya pemberian pakan dengan canned foods digunakan
untuk pengobatan penyakit diabetes, feline obesity, urin, dan penyakit lainnya
(Dale, 2008).
Pemberian pakan dengan pakan basah dan disertai dengan pakan kering (hanya
untuk camilan pada malam hari) bertujuan untuk tidak menghilangkan kebiasan
mayo yang suka dengan pakan kering, dan usahakan pemberian pakan dengan
bervariasi jenis ini tidak merubah pH urine normal kucing, yaitu berkisar angka
6,0 7,0.

Dewi Kusuma Wardhani


KH / 6528
Diet pakan yang diberikan adalah bubur nasi + pindang + telor atau nasi + kaldu
hati + telur. Nasi yang diberikan dilembutin (dibuat seperti bubur). Penyajian
pindang telur ataupun hati telur diberi kuah, dapat di gilir 2 hari sekali ganti menu
ataupun tiap hari terserah pemiliknya, dan untuk malam harinya mayo diberi
pakan kering (whiskhas) hanya untuk cemilan, jangan lupa diberi minuman secara
ad libitum. Kebanyakan makan pakan kering dan sedikit minum air menyebabkan
kucing mengalami dehidrasi kronis (Susan moss, all the best pet care)
Kandungan ikan pindang per 100 g. terdapat kalori 153kal. Protein 30 gh. Lemak
2.8 g. karbohidrat 0. Calcium 60 mg. fosfor 200 mg. besi 3 mg. vit A 200 SI. Vit B
0.07 mg. vit C 0 mg. air 60% (Anonim b, 2005).
Kandungan telur ayam per 100 g. terdapat kalori 162 kal. Protein 12.8 gh. Lemak
11.5 g. karbohidrat 0.7 g. Calcium 54 mg. fosfor 180 mg. besi 2.7 mg. vit A 900
SI. Vit B 0.1 mg. vit C 0 mg. air 74% (Anonim b, 2005).
Parameter keberhasilan : Lakukan pemeriksaan urin dicek setelah 5-7 hari setelah
perawatan dan 4-5 hari setelah pengobatan (Anonim a, 2010). Selain pemeriksaan
pH urine jangan lupa untuk mengecek sedimen urine apakah masih terdapat
endapan batu urolit atau sudah tidak ada.
Daftar Pustaka
Anonim a. 2010. Feline Urologic Syndrome (FUS).
www.burridgevet.com pada tanggal 25 April 2010

Diambil

dari

Anonim b. 2005. Daftar Komposisi Bahan makanan. Mahasiswa Akademi Gizi,


Departemen Kesehatan Repiblik Indonesia.
Anonim
c.
2010.
Feline
Urologic
Syndrome.
Diambil
www.hurricaneanimalhospital.com pada tanggal 25 April 2010.

dari

Dale, steve. 2008. Everything youve always wanted to know about cats. Tree
House Humane Society. Chicago.
Davis, S. and Paul R. Feline Urologic Syndrome. Diambil dari aliso beach animal
clinic pada tanggal 25 April 2010.
Kurose, etc. Feline Cystitis. Diambil dari www.AcatsPlace.com pada tanggal 25
April 2010.

Dewi Kusuma Wardhani


KH / 6528
Susan Moss. Urinary problems in cats. Diambil dari www.allthebestpetcare.com
pada tanggal 25 April 2010.