Anda di halaman 1dari 45

TEKNIK NEKROPSI

PADA KUDA

OLEH:

Prof. drh. CHARLES RANGGA TABBU


BAGIAN PATOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UGM
2011

PROSEDUR NEKROPSI PADA KUDA


JIKA KUDA MASIH HIDUP, MAKA DAPAT DI
EUTHANASIA DENGAN SALAH SATU PROSEDUR
TERSEBUT DIATAS
BANGKAI HENDAKNYA DIBARINGKAN PADA SISI
KANAN
CECUM DAN COLON CRASSUM LETAKNYA DI BAGIAN
KANAN SEHINGGA LEBIH MUDAH DIKELUARKAN

BAGIAN EXTERIOR DARI TUBUH HENDAKNYA


DIPERIKSA SECARA TELITI TERHADAP:

KEMUNGKINAN ADANYA LESI TERTENTU, FRAKTUR


ATAU LUKA YANG MENEMBUS JARINGAN

PROSEDUR NEKROPSI (LANJUTAN)


BEBERAPA PERUBAHAN POSTMORTUM YANG
BERSIFAT NORMAL:

PSEUDO-PROLAPSUS DARI ANUS ATAU VAGINA


BUIH YANG TERNODA DARAH DARI LUBANG HIDUNG
DECUBITUS ULCER TANPA REAKSI KERADANGAN

SELANJUTNYA BANGKAI DIBASAHI DENGAN AIR


YANG MENGANDUNG DESINFEKTAN

MEMBUKA RONGGA TUBUH


PADA AWALNYA INSISI DILAKUKAN HANYA
PADA KULIT MELALUI LINEA MEDIANA DARI
SYMPHYSIS MANDIBULAE KE ARAH POSTERIOR
SAMPAI ANUS
IRISAN TERSEBUT HARUS MENGELILINGI PENIS
(JANTAN) ATAU GLANDULA MAMMAE (BETINA)

SELANJUTANYA KAKI DEPAN BAGIAN KIRI


DIPISAHKAN DARI DINDING RONGGA DADA
DENGAN MEMOTONG KULIT, OTOT, DAN
PERTAUTANNYA DI DAERAH SCAPULA DAN BAHU
SEMUA JARINGAN DIPOTONG SAMPAI KAKI
DEPAN KIRI HANYA BERTAUT PADA KULIT

MEMBUKA RONGGA TUBUH (LANJUTAN)


KAKI KIRI BELAKANG JUGA DIPISAHKAN
DENGAN PROSEDUR YANG HAMPIR SAMA
KULIT DAN OTOT DI DAERAH ABDOMEN
DIPOTONG SAMPAI PERSENDIAN COXOFEMORALIS TERLEPAS DARI CAPUT
FEMORALIS
SEMUA PEMBULUH DARAH DI DAERAH KAKI
DEPAN DIPOTONG AGAR DARAH YANG TIDAK
MEMBEKU DAPAT TERBEBAS KELUAR

MEMBUKA RONGGA TUBUH (LANJUTAN)


MEMBUKA DINDING RONGGA ABDOMEN
DAN THORAX

INSISI DILAKUKAN MELALUI LINEA MEDIANA


DARI UJUNG PROCESUS XIPHOIDEUS KE ARAH
POSTERIOR SAMPAI DAERAH PUBIS
INCISI JUGA DILAKUKAN KE ARAH ANTERIOR
SAMPAI DAERAH MANDIBULAE

MEMBUKA RONGGA TUBUH (LANJUTAN)


KULIT DAN SUBCUTIS DI DAERAH KEPALA,
THORAX DAN ABDOMEN DI PREPARASI
SEHINGGA DAERAH TERSEBUT TERBUKA

PERHATIKAN WARNA, KUALITAS, DAN DERAJAT


DEHIDRASI DARI JARINGAN SUBCUTANEOUS DAN
OTOT DADA

BUATLAH IRISAN MELINTANG PADA DINDING


PERITONEUM, DI DAERAH UJUNG STERNUM
(PROCESUS XIPHOIDEUS) KE ARAH LATERAL
MENYUSURI COSTA TERAKHIR SAMPAI
DAERAH COLUMNA VERTEBRALES

MEMBUKA RONGGA TUBUH (LANJUTAN)


BUAT JUGA IRISAN LONGITUDINAL DI
DAERAH ABDOMEN, MELALUI LINEA MEDIANA
KE ARAH POSTERIOR SAMPAI DAERAH ANUS
SEBELUM MEMBUAT IRISAN TERSEBUT, PENIS DAN
SCROTUM (JANTAN) DAN MAMMAE (BETINA) AGAR
DIKELUARKAN TERLEBIH DAHULU

PROSEDUR TERSEBUT DIATAS AKAN MEMBUKA


RONGGA ABDOMEN
PERHATIKAN LETAK BERBAGAI ALAT VISCERAL
SESUAI KONDISI ASLINYA

MEMBUKA RONGGA TUBUH (LANJUTAN)


SEBELUM MEMBUKA RONGGA THORAX,
PERIKSALAH TEKANAN DARI RONGGA DADA
(NEGATIF) DENGAN MEMBUAT TUSUKAN PISAU
MELALUI DIAPHRAGMA ATAU DAERAH
INTERCOSTALES
DIAPHRAGMA DAPAT DIPOTONG SEHINGGA
TERPISAH DARI RONGGA THORAX
CAVUM THORACALIS DAPAT DIBUKA DENGAN
MEMOTONG PANGKAL (BAGIAN DORSAL) COSTA
TERAKHIR KE ARAH DEPAN (BAGIAN DORSAL)
SEMUA COSTAE

MEMBUKA RONGGA TUBUH (LANJUTAN)


SELANJUTNYA BAGIAN VENTRAL DARI
COSTAE DIPOTONG MELALUI PERLEKATAN
PADA BAGIAN VENTRAL CAVUM THORAX
(DAERAH STERNUM) SAMPAI PROCESUS
XIPHOIDEUS
COSTAE BIASANYA DIPOTONG DENGAN ALAT
PEMOTONG COSTAE (COSTOTOME)

MEMBUKA RONGGA TUBUH (LANJUTAN)


PROSEDUR TERSEBUT DIATAS AKAN MEMBUKA
CAVUM THORAX

PERHATIKAN POSISI BERBAGAI ORGAN PADA POSISI


ASLINYA
PERHATIKAN JUGA GLANDULA SALIVARIUS DI
DAERAH KEPALA
PERHATIKAN GLANDULA THYROIDEA DAN
PARATHYROIDEA

MENGELUARKAN ORGAN VISCERAL


DARI CAVUM ABDOMINALIS
RELATIF SULIT PADA KUDA DIBANDINGKAN
DENGAN SPESIES HEWAN LAINNYA
ALAT-ALAT VISCERAL DAPAT DIKELUARKAN
DENGAN URUTAN SEBAGAI BERIKUT:
FLEXURA PELVIC DARI COLON CRASUM DITARIK
KELUAR (ARAH VENTRAL) DARI RONGGA PERUT
DEMIKIAN JUGA, UJUNG DARI CAECUM

MENGELUARKAN ORGAN(LANJUTAN)
KELUARKAN
KELUARKAN
KELUARKAN
SINISTER
KELUARKAN
KELUARKAN

LIEN
REN SINISTER
GLANDULA ADRENALIS BAGIAN
COLON TENUE
INTESTINUM TENUE

LIGASI DAPAT DILAKUKAN PADA PERBATASAN


COLON TENUE DAN INTESTINUM
DUODENUM MENINGGALKAN PYLORUS, KEMUDIAN
MEMBUAT SUATU PUTARAN BERBENTUK-S

MENGELUARKAN ORGAN (LANJUTAN)


DUODENUM DAN SELURUH INTESTINUM
TENUE DAPAT DIPISAHKAN DARI COLON
(PADA SULCUS ILEO-CECALIS) DAN
DIKELUARKAN DARI RONGGA PERUT

PERIKSA MESENTERIUM DAN PEMBULUH DARAH


SERTA KELENJARNYA, KEMUDIAN PISAHKAN DARI
INTESTINUM
SELURUH BAGIAN INTESTINUM DAPAT DIPERIKSA
DENGAN CARA MEMBENTANGKAN ORGAN TERSEBUT

MENGELUARKAN ORGAN (LANJUTAN)


KELUARKAN VENTRICULUS DENGAN
MEMOTONG PADA PERBATASANNYA DENGAN
OESOPHAGUS
VENTRICULUS DAPAT DIKELUARKAN SECARA
TERPISAH ATAU BERSAMA-SAMA DENGAN
DUODENUM

MENGELUARKAN ORGAN (LANJUTAN)


SEBELUM MENGELUARKAN COLON
CRASSUM DAN CECUM, MAKA PEMBULUH
DARAH DI DAERAH TERSEBUT PERLU
DIPERIKSA TERLEBIH DAHULU
ARTERI MESENTERICA ANTERIOR DAN
CABANG-CABANG NYA

TROMBI VERMINOSA, ANEURISMA, DAN


JARINGAN PARUT SERING DITEMUKAN PADA
PEMBULUH DARAH TERSEBUT (PENYEBAB COLIC
PADA KUDA)

MENGELUARKAN ORGAN (LANJUTAN)


PISAHKAN DAN KELUARKAN COLON CRASUM
DAN CECUM
KELUARKAN HEPAR DENGAN MEMOTONG
LIGAMENT DAN PEMBULUH DARAH NYA
KELUARKAN REN BAGIAN DEXTER DAN
GLANDULA ADRENALIS

MENGELUARKAN ORGAN
DARI CAVUM PELVIC
RONGGA PELVIS DAPAT DIBUKA DENGAN CARA
MEMOTONG (DENGAN GERGAJI) BAGIAN
TENGAH OS PELVIS SEJAJAR SYMPHYSIS
PELVIS DAN KEARAH LATERAL MENUJU
TANGKAI OS ILEUM (BAGIAN LATERAL
ACETABULUM)
DAPAT JUGA DILAKUKAN DENGAN MEMOTONG
BAGIAN ATAS DAN BAWAH ACETABULUM

MENGELUARKAN ORGAN (LANJUTAN)


SELANJUTANYA RECTUM DAN ANUS DI
BAGAIN DORSAL DAN VULVA ATAU URETHRA
(JANTAN) SERTA VESICA URINARIA DAPAT
DIKELUARKAN
PENIS, SCROTUM DAN SELURUH ALAT
REPRODUKSI JANTAN DAPAT DIKELUARKAN
BERSAMAAN PADA TAHAP SEBELUMNYA

MENGELUARKAN ORGAN
DARI CAVUM THORAX
PISAHKAN LIDAH DENGAN MEMOTONG OS
HYOIDEUM (DENGAN GUNTING TULANG),
KEMUDIAN DIKELUARKAN BERSAMA
OESOPHAGUS DAN TRACHEA MELALUI RAMI
MANDIBULARIS
PERIKSA KONDISI TONSIL, PHARYNX,
LARYNX, GLANDULA SALYVARIUS, THYROID,
PARATHYROID, DAN NODUS LYMPHATICUS
PADA WAKTU DAERAH CERVICAL DIPERIKSA

MENGELUARKAN ORGAN
DARI CAVUM THORAX (LANJUTAN)
TARIK LIDAH, OESOPHAGUS DAN TRACHEA
SAMBIL MEMOTONG OTOT ATAU JARINGAN
LUNAK TERKAIT BERSAMA PULMO, COR,
AORTA, DAN PEMBULUH DARAH BESAR
LAINNYA SAMPAI PERBATASAN DIAPHRAGMA
SELANJUTNYA OESOPHAGUS, AORTA, DAN
PEMBULUH DARAH LAIN DAPAT DIPOTONG
PADA MUARANYA PADA DIAPHRAGMA
SEBELUM OESOPHAGUS DIPOTONG, AGAR
DILIGASI TERLEBIH DAHULU

MENGELUARKAN OTAK
PISAHKAN KEPALA DARI LEHER PADA
PERSENDIAN ATLANTO-OCCIPITALIS DENGAN
MEMISAHKAN ATLAS DAN OS CERVICALIS-1,
DIBELAKANG FORAMEN MAGNUM
PISAHKAN KULIT DAN SEMUA OTOT YANG
MEMBUNGKUS CRANIUM SEHINGGA HANYA
TERSISA TULANGNYA SAJA
SELANJUTNYA CAVUM CRANIALIS DAPAT
DIBUKA DENGAN GERGAJI KHUSUS

MENGELUARKAN OTAK(LANJUTAN)
OTAK DAPAT DIKELUARKAN DENGAN
CARA SEBAGAI BERIKUT:

BUAT SUATU IRISAN YANG DALAM DARI


FORAMEN MAGNUM MENUJU OS FRONTALIS
(DIATAS TELINGA) DENGAN KEMIRINGAN
SEKITAR 35-40
BUAT JUGA SUATU IRISAN YANG DALAM
MELALUI BAGIAN BELAKANG TEPI
POSTERIOR MATA, YANG MENYILANG
IRISAN YANG MELALUI OS FRONTALIS DI
DAERAH BULBUS OLFACTORIUS

MENGELUARKAN OTAK(LANJUTAN)
KEDUA IRISAN TERSEBUT DIATAS DIBUAT
DARI SISI KIRI DAN KANAN CRANIUM
SEHINGGA BERPOTONGAN DAN
MENGELILINGI CRANIUM
CRANIUM DAPAT DIBUKA DENGAN
MENGANGKAT BAGIAN-BAGIAN TULANG
YANG TELAH DIPISAHKAN
JIKA CRANIUM MASIH SULIT DIBUKA,
MAKA IRISAN YANG DALAM DAPAT JUGA
DIBUAT MELALUI BAGIAN TENGAH
CRANIUM

MENGELUARKAN OTAK(LANJUTAN)
SETELAH CALVARIUM (MELIPUTI OS
OCCIPITALIS, INTERPARIETALIS,
PARIETALIS, DAN BAGIAN POSTERIOR OS
FRONTALIS) DIBUKA, MAKA MENINGES DAN
PEMBULUH DARAHNYA DAPAT DIPERIKSA,
KEMUDIAN DIPOTONG UNTUK
MENGELUARKAN OTAK

MENGELUARKAN OTAK(LANJUTAN)
OTAK (CEREBRUM, CEREBELUM, DAN
MEDULLA OBLONGATA) DAPAT DIKELUARKAN
DENGAN MEMOTONG BULBUS OLFACTORIUS
DAN NERVI CRANIALES
HYPOPHISIS CEREBRI DAPAT DIKELUARKAN
DENGAN MEMOTONG DURAMATER DI
DAERAH SELLA TURCICA

MENGELUARKAN MEDULLA SPINALIS


MEDULLA SPINALIS DAPAT DIKELUARKAN DENGAN
MEMBUTA POTONGAN MEMANJANG (MENGGUNAKAN
GERGAJI) PADA CAPUT VERTEBRA DARI BAGIAN
LUMBAL SAMPAI BAGIAN THORAX ATAU BAGIAN
TERTENTU SESUAI KEBUTUHAN
SUMSUM TULANG DAPAT DIPEROLEH DENGAN
MEMBUAT POTONGAN MEMANJANG PADA TULANG
PANJANG (TIBIA ATAU FEMUR) ATAU SESUAI
KEBUTUHAN

MENGELUARKAN ORGAN KHUSUS


NARES DAN SINUS PARANASALES DAPAT
DIKELUARKAN DENGAN MEMBUAT
POTONGAN MELINTANG PADA TULANG DAN
JARINGAN LAIN YANG TERKAIT
MATA DAN TELINGA DAPAT DIKELUARKAN
SECARA KHUSUS DENGAN MEMOTONG
TULANG DAN JARINGAN LAIN YANG
TERKAIT

PEMERIKSAAN ORGAN
DI DAERAH KEPALA DAN LEHER
SUATU PEMERIKSAAN RUTIN YANG BERSIFAT
SISTEMATIK HARUS DILAKUKAN SETIAP KALI
MELAKUKAN NEKROPSI
BAGIAN MUKOSA CAVUM ORIS, PHARYNX, LARYNX,
DAN TRACHEA HARUS DIPERIKSA SECARA TELITI
DENGAN MEMBUKA ORGAN-ORGAN TERSEBUT
DEMIKIAN JUGA BAGIAN SEROSA TRACHEA DAN
GLANDULA THYROIDEA DAN PARATHYROIDEA DI
DAERAH CARTILAGO TRACHEALES KE-3 SAMPAI KE-6

PEMERIKSAAN PULMO
TERLEBIH DAHULU COR DIPISAHKAN DARI
PULMO
PERIKSALAH SELURUH BAGIAN PULMO
(WARNA, UKURAN, KONSISTENSI) DAN
NODUS LYMPHATICUS TERKAIT
BUAT IRISAN DARI LARYNX MENUNJU
TRACHEA, PERCABANGAN BRONCHI,
BRONCHIOLI, DAN SALURAN UDARA

PEMERIKSAAN PULMO
SELURUHAN BAGIAN PULMO DIIRIS
MELINTANG DENGAN UKURAN 1-2 CM
UNTUK MELIHAT KEMUNGKINAN ADANYA
ABNORMALITAS TERTENTU
POTONG BEBERAPA BAGIAN PULMO (NORMAL
MAUPUN ABNORMAL) UNTUK MELAKUKAN
UJI APUNG PADA AIR BERSIH

PEMERIKSAAN COR
BEBERAPA TEKNIK DAPAT DIGUNAKAN UNTUK
MEMERIKSA JANTUNG
SEBELUM ORGAN DI DALAM RONGGA THORAX DI
KELUARKAN, MAKA KONDISI PERICARDIUM DAN
SACCUS PERICARDIUM PERLU DITELITI TERHADAP
KEMUNGKINAN ADANYA ABNORMALITAS TERTENTU
JIKA TERDAPAT CAIRAN DI DALAM RUANG
PERICARDIUM, MAKA CAIRAN TERSEBUT PERLU
DIAMBIL DAN DI PERIKSA TERHADAP VOLUME,
WARNA, VISKOSITAS, DAN BAU

PEMERIKSAAN COR
APEX CORDIS DI PEGANG DENGAN PINSET,
KEMUDIAN PERICARDIUM DIGUNTING UNTUK
MELIHAT KONDISI COR (UKURAN, WARNA, APEX,
PEMBULUH DARAH)
SELANJUTNYA PEMERIKSAAN COR DAPAT DILAKUKAN
SEBAGAI BERIKUT:
COR DILETAKAN DIATAS MEJA DENGAN APEX
MENGAHDAP OPERATOR DAN VENTRICUL DEXTER
PADA TANGAN KANAN OPERATOR
POSISI SEPTUM ATRIO-VENTRICULARE DAPAT
DILIHAT DARI POSISI PEMBULUH DARAH
CORONARIA

PEMERIKSAAN COR(LANJUTAN)
BUAT IRISAN LONGITUDINAL DARI
VENTRICUL DEXTER MENUJU KE ATRIUM
DEXTER DAN VENA CAVA

VALVULAE TRICUSPIDALIS AKAN TERLIHAT PADA


POSISI INI
PISAU JUGA DITERUSKAN KEATAS UNTUK
MEMBUKA ARTERI PULMONALIS

PEMERIKSAAN COR(LANJUTAN)
SELANJUTNYA BUAT IRISAN
LONGITUDINAL DARI VENTRICUL SINISTER
MENUNJU KE ATRIUM SINISTER DAN VENA
PULMONALIS
VALVULA BICUSPIDALIS AKAN TERLIHAT PADA
POSISI INI

IRISAN MELINTANG JUGA DIBUAT MELALUI


AORTA
VALVULA AORTICUS AKAN TERLIHAT PADA
POSISI INI

PEMERIKSAAN COR(LANJUTAN)
PERIKSA KETEBALAN JANTUNG BAGIAN
KIRI DAN BAGIAN KANAN, DEMIKIAN JUGA
KONDISI VALVULAE, AORTA, DAN
PEMBULUH DARAH CORONARIA
PENGAMBILAN SAMPLE UNTUK
PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGIK
HENDAKNYA DARI DAERAH SEPTUM ATRIOVENTRCULARE, TERMASUK PEMBULUH
DARAH CORONARIA

PEMERIKSAAN VENTRICULUS
BUKA ORGAN TERSEBUT MULAI DARI
CARDIA MENUJU PYLORIS MELALUI
CURVATURA MAJOR

PERIKSA KONDISI LUMEN, ISI LUMEN, DAN


MUCOSA

PEMERIKSAAN INTESTINUM
PERIKSA SEROSA, MESENTERIUM,
GLANDULA MESENTERICA, DAN PEMBULUH
DARAH
INTESTINUM TENUE, COLON, MAUPUN
CAECUM DAPAT DIBUKA DENGAN CARA
YANG SAMA MENGGUNAKAN GUNTING

PERIKSA LUMEN, ISI LUMEN, DAN KONDISI


MUCOSA
PERIKSA TERHADAP KEMUNGKINAN ADANYA
CACING STRONGYLUS DI DALAM LUMEN COLON
CRASSUM DAN CAECUM

PEMERIKSAAN ORGAN-ORGAN LAIN


ORGAN BERPARENKIM, MISALNYA HEPAR,
LIEN, TESTES

LAKUKAN PEMERIKSAAN EKSTERNAL, MELIPUTI


UKURAN, WARNA, KONSISTENSI, PENGGANTUNG
SELANJUTNYA BUAT IRISAN 1-2 CM PADA
PERMUKAAN ORGAN-ORGAN TERSEBUT UNTUK
MELIHAT KEMUNGKINAN ADANYA
ABNORMALITAS TERTENTU

PEMERIKSAAN ORGAN (LANJUTAN)


GLANDULA ADRENALIS HENDAKNYA
DIPERIKSA SEJAK AWAL MELAKUKAN
NEKROPSI KARENA ORGAN TERSEBUT
SANGAT MUDAH MENGALAMI OTOLISIS
PERIKSA BATAS CORTEX DAN MEDULLA

REN DAN URETER HENDAKNYA DIPERIKSA


SEJAK AWAL MELAKUKAN NEKROPSI
KARENA URETER MUDAH HILANG DIANTARA
JARINGAN LAIN, MISALNYA USUS

PEMERIKSAAN ORGAN (LANJUTAN)


PERIKSA UKURAN, WARNA, KONSISTENSI, DAN
CAPSULA (MELEKAT ERAT ATAU TIDAK PADA CORTEX
BUAT IRISAN DENGAN PISAU DARI FACIES DORSALIS
KE ARAH FACIES VENTRALIS UNTUK MEMBUKA REN
PERIKSA BATAS ANTARA CORTEX DAN MEDULLA
PERIKSA JUGA KONDISI PELVIS RENIS

URETER DAPAT DIBUKA DENGAN GUNTING UNTUK


MELIHAT ISI LUMEN DAN KONDISI MUCOSA

PEMERIKSAAN ORGAN (LANJUTAN)


PEMERIKSAAN PANCREAS DILAKUKAN
BERSAMA INTESTINUM TENUE (DUODENUM)
BERBAGAI NODUS LYMPHATICUS DAN
PEMBULUH DARAH HENDAKNYA DIPERIKSA
BERSAMA ORGAN/JARINGAN YANG TERKAIT

PEMERIKSAAN SALURAN REPRODUKSI


SETELAH ORGAN REPRODUKSI BETINA DIPISAHKAN
DARI RECTUM, MAKA SALURAN REPRODUKSI DAPAT
DIBUKA MULAI DARI VULVA SAMPAI KE CORNUA
UTERI
PERIKSA LUMEN, ISI LUMEN, DAN MUCOSA
TUBA FALLOPIAN DAN OVARIUM JUGA PERLU
DIPERIKSA TERHADAP KEMUNGKINAN ADANYA
ABNORMALITAS TERTENTU
PERIKSA JUGA KONDISI VESICA URINARIA,
MELIPUTI SEROSA, LUMEN, ISI LUMEN, DAN
MUKOSA

PEMERIKSAAN SALURAN REPRODUKSI


PADA KUDA JANTAN, INCISI UNTUK
MEMBUKA VESICA URINARIA DIMULAI DARI
LEHER ORGAN TERSEBUT, TERUS KE ARAH
URETHRA
PERIKSA KONDISI LUMEN, ISI LUMEN, DAN
MUCOSA

PEMERIKSAAN RECTUM DAN ANUS


PERIKSA KONDISI SEROSA, LUMEN, ISI
LUMEN, DAN MUCOSA TERHADAP ADANYA
ABNORMALITAS TERTENTU