Anda di halaman 1dari 15

PERCOBAAN III

PENYEARAH

KELOMPOK 6 :
1. Setya Arief Pambudi (21)
2. Suci Indah Asmarani (22)
3. Syahadah Rizka Anefi (23)
4. Vania Desy R. (24)

LT-2D

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

PERCOBAAN 3
PENYEARAH
1. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan mahasiswa dapat :
1.

Merangkai Penyearah Setengah Gelombang dan Gelombang Penuh

2.

Menghitung dan menggambar sinyal keluaran

3.

Menjelaskan pengaruh beban dan tapis


2. Teori dasar
Penggunaan dioda yang paling umum adalah sebagai penyearah. Penyearah
aalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi
Tegangan DC. Penyearah dengan dioda mengikuti sifat dioda yang akan menghantar
saat dibias maju dan tidak konduksi saat dibias mundur.
Ada dua jenis rangkaian penyearah dengan menggunakan dioda yaitu Penyearah
Setengah Gelombang dan Penyearah gelombang penuh.
Pada penyearah setengah gelombang periode positif dioda akan mendapat bias
maju sedangkan pada setengah periode negatif akan mendapat bias mundur, Hal ini
akan menyebabkan tegangan beban RL merupakan sinyal setengah gelombang.

Gambar 4.1 Penyearah Setengah Gelombang


Tegangan keluaran Hasil Penyearah setengah gelombang penuh VDC = Vm/.
Antara sinyal masukan dan sinyal keluar mempunyai periode yang sama sehingga
frekwensi keluaran sama dengan frekwensi masukan.
Dengan menggunakan dua buah dioda dan sebuah transformator CT
( transformator dengan cabang tengah ) suatu rangkaian penyearah gelombang penuh
akan didapat.

Gambar 4.2 Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT


Pada saat a positif D1 akan konduksi dan arus akan mengalir ke beban melalui
D1, pada siklus berikutnya, saat a negatif dan b positif, D2 akan konduksi dan arus
akan mengalir melalui D2. Harga rata rata tegangan DC gelombang penuh VDC = 2
Vm/ . Frekwensi yang dihasilkan adalah dua kali frekwensi masukan sebab setiap
satu gelombang menghasilkan dua puncak gelombang positif.
Jika transformator tidak mempunyai cabang tengah dan diperlukan gelombang
penuh, maka dapat digunakan rangkaian dioda dengan sistem jembatan.

Gambar 4.3 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan


Dalam rangkaian penyearah, tegangan DC yang dihasilkan mengandung riak.
Untuk menghasilkan tegangan DC yang rata diperlukan penapis untuk mengurangi
tegangan riak.
Komponen komponen yang dapat digunakan sebagai tapis adalah komponen
komponen reaktif ( L dan C ). Induktor mempunyai sifat sebagai penahan sinyal AC
sedangkan kapasitor mempunyai sifat sebagai pelolos (pass ) untuk sinyal AC ,
sehingga untuk menghasilkan sinyal DC yang baik dapat dibuat rangkaian penapis
dengan menggunakan induktor, kapasitor atau gabungan keduanya.

Gambar 4.4 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Dengan Tapis

Gambar 4.5 Tegangan keluaran penyearah gelombang penuh dengan tapis


Penapis kapasitor berdasarkan deteksi puncak, artinya pada saat gelombang
masukan menuju dari nol maka dioda akan dibias maju, pada saat ini kapasitor akan
diisi muatan hingga tegangan puncak tercapai. Pada saat gelombang menuju negatif ,
maka dioda akan dibias mundur, karena kapasitor akan mempertahankan tegangan
maksimumnya, muatan akan dilewatkan menuju resistansi beban dan akan terisi lagi
saat tegangan puncak berikutnya
3. Peralatan dan bahan
1.

Osciloskop

1 buah

2.

Multimeter

2 buah

3.

Transformator 220 V / 9 V CT

1 buah

4.

Dioda Silikon IN 4007

4 buah

5.

Resistor 470 , 1 K , 2K2

1 buah

6.

Kapasitor Elektrolit 50 F, 100 F , 470 F

7.

Kabel Jumper

Trafo CT

Dioda Silikon IN 4007

Osiloskop

Multimeter

Kapasitor

Kabel Jumper

Resistor
4.

Diagram Rangkaian

Gb. 4.4. Penyearah Setengah Gelombang

Gb. 4.5. Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT

Gb. 4.6 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan

Gb. 4.7 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Dengan


Penapis Kapasitor

5. Langkah Percobaan
5.1. Penyearah Setengah Gelombang
1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.4 dengan RL = 470
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 1.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3

5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3


5.2

Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT


1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.5 dengan RL = 470
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 2.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3
5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3.

5.3

Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan


1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.6 dengan RL = 470
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 3.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3
5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3.

5.4

Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan


1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.7 dengan RL = 470 dan
kapasitor dengan nilai 100 F
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 4.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3
5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3.
6. Gantikan kapasitor penapir menjadi 470 F , ulangi langkah 2 sampai 5
7. Gantikan kapasitor penapir menjadi 1000 F , ulangi langkah 2 sampai 5

6.

Tabulasi Data
Tabel 3.1 Penyearah Setengah Gelombang

Vin [V]

Beban []

6V
6V
6V

470
1K
2K2

Hasil Pengukuran
IRL
VRL
[mA]
[V]
4.79
2.4
2.38
2.4
1.11
2.4

Hasil Perhitungan
IRL
VRL
[mA]
[V]
6.08
2.86
2.86
2.86
1.3
2.86

Tabel 3.2 Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT


Hasil Pengukuran
Hasil Perhitungan
Vin [V]
Beban []
IRL
VRL
IRL
VRL
[mA]
[V]
[mA]
[V]
470
6V
10
4.75
12
5.65
1K
6V
4
4.82
5.65
5.65
2K2
6V
2.5
4.84
2.56
5.65
Tabel 3.3 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan
Hasil Pengukuran
Hasil Perhitungan
Vin [V]
Beban []
IRL
VRL
IRL
VRL
[mA]
[V]
[mA]
[V]
470
6V
8.5
4.3
9.46
4.45
1K
6V
4.24
4.4
4.7
4.7
2K2
6V
2.03
4.5
2.13
4.7
Tabel 3.4 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Dengan Filter
Multimeter
Osiloskop
Penapis C
RL []
I
V
I
V
470
13.07
6.5
14.8
7
1K
47 F
6.61
6.8
7.5
7.5
2K2
2.94
6.9
3.4
7.5
470
13.14
6.6
14.8
7
1K
100 F
6.7
6.9
7
7
2K2
3.08
7
3.18
7
470
13.28
6.8
13.8
6.5
1000 F
1K
6.83
7
6.5
6.5
2K2
3.15
7.1
2.95
6.5

7. Analisa Data
7.1. Gb.4.1 penyearah setengah gelombang
pada percobaan ini gambar gelombang sinus tidak penuh karena hanya
menggunakan 1 dioda silikon yang di bias maju,kemudian untuk menghitung :
Vm = tinggi gelombang x volt/div dan menghitung VDC = Vm/
Gambar gelombang sinus pada layar osilloscope pada volt/div 5 V
7.2. Gb.4.2 penyearah gelombang penuh dengan trafo CT
pada

percobaan

ini

gambar

gelombang

sinus

penuh,hanya

menggunakan 2 dioda silikon yang di bias maju dengan pensuply


menggunakan transformator CT ( transformator cabang tenggah ) tetapi jika
menggunakan hanya 2 dioda tanpa menggunakan transformator CT tidak bisa
menjadi penyearah gelombang penuh ,kemudian untuk menghitung :
Vm = tinggi gelombang x volt/div dan menghitung VDC = 2 Vm/
7.3. Gb.4.3 penyearah gelombang penuh system jembatan
pada

percobaan

ini

gambar

gelombang

sinus

penuh,hanya

menggunakan 4 dioda silikon yang di bias maju dengan pensuply


menggunakan

transformator

tanpa

cabang

tengah

,kemudian

untuk

menghitung :
Vm = tinggi gelombang x volt/div dan menghitung VDC = 2 Vm/
7.4. Gb.4.4 penyearah gelombang penuh system jembatan dengan penapis
kapasitor
Pada percobaan ini gambar gelombang sinus penuh,hanya
menggunakan 4 dioda silikon yang di bias maju dengan pensuply
menggunakan transformator tanpa cabang tengah kemudian pada tenggah
rangkai dioda diberi kapasitor dengan tujuan untuk mengurangi tegangan riak
pada gelombang ,untuk menghitung :
Vm = tinggi gelombang x volt/div dan menghitung VDC = 2 Vm/
8. Tugas dan Pertanyaan.

1. Hitung Arus dan Tegangan keluaran rangkaian penyearah setengah


gelombang dan gelombang penuh ?
Jawab :
Perhitungan ARUS setengah gelombang (Pada tabel 4.1)
Jumlah kotak 1,8 (RL=470)
Vm
= jumlah kotak x volt/div
= 1,8 x 5 = 9 V
VRL
= Vm :
= 9 : 3,14 = 2,86 V
IR
= VRL: RL
= 2,86 : 470 = 6,08 mA
Jumlah kotak 1,8 (RL =1K)
Vm
= jumlah kotak x volt/div
= 1,8 x 5 = 9 V
VRL
= Vm :
= 9 : 3,14 = 2,86 V
IR
= VRL : RL
= 2,86 : 1K = 2,86 mA
Jumlah kotak 1,8 (RL = 2K2)
Vm
= jumlah kotak x volt/div
= 1,8 x 5 = 9 V
VRL
= Vm :
= 9 : 3,14 =2,86 V
IR
= VRL : RL
= 2,86 : 2K2= 1,3 mA
Perhitungan ARUS gelombang penuh (Pada tabel 4.1)
Jumlah kotak 1,8 (RL=470)
Vm = jumlah kotak x volt/div x 2
= 1,8 x 5 x 2 =18 V
VRL = Vm :
= 18 : 3,14 = 5,65V
IR = VRL : RL
= 5,65 : 470 = 12 mA
Jumlah kotak 1,8 (RL =1K)
Vm = jumlah kotak x volt/div x 2
= 1,8 x 5 x 2 =18 V
VRL = Vm :
= 18 : 3,14 = 5,65 V
IR = VRL: RL
= 5,65 : 1K = 5,65 mA
Jumlah kotak 1,8 (RL = 2K2)
Vm = jumlah kotak x volt/div x 2
= 1,8 x 5 x 2 = 18 V
VRL = Vm :
= 18 : 3,14 = 5,65V
IR = VRL: RL
= 5,65: 2K2= 2,56 mA

2. Apa berbedaan tegangan DC yang dihasilkan oleh penyearah setengah


gelombang dan gelombang penuh ?
Jawab :
Perbedaan tegangan yang di hasilkan penyearah setengah gelombang
dengan penyearah gelombang penuh perbandingan tegangan 1 : 2 kemudian
gambar pada layar osciloscop menunjukan pada rangakaian penyearah
setengah gelombang jarak antara gelombang lebih lebih renggang dari pada
penyearah gelombang penuh

Gelombang tegangan output


pada penyearah setengah
gelombang

Gelombang tegangan output


pada penyearah gelombang penuh

3. Apa berbedaan tegangan DC yang dihasilkan oleh penyearah gelombang


penuh dengan trafo dan sistem jembatan ?
Jawab :
Tegangan DC yang dihasilkan oleh penyearah gelombang penuh
dengan trafo dan sistem jembatan memiliki bentuk yang sama, hanya saja
nilai arus dan tegangan outputnya berbeda, dimana arus dan tegangan
output dari penyearah gelombang penuh dengan trafo lebih tinggi
dibandingkan nilai arus dan tegangan output penyearah gelombang penuh
dengan sistem jembatan. Sehingga, hampir tak ada perbedaan pada
tegangan DC yang dihasilkan oleh penyearah gelombang penuh dengan
trafo sistem jembatan hanya perbedaan pada rangkaiannya lebih simpel
menggunakan penyearah gelombang penuh dengan trafo dari pada sistem
jembatan
4. Bagaimana Hasil Percobaan dan Perhitungan arus dan tegangan Keluaran
penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh ?

Jawab :
Masing-masing hasil percobaan dan perhitungan arus dan tegangan
keluaran penyearah gelombang penuh adalah kurang lebih dua kali hasil
percobaan dan perhitungan arus dan tegangan keluaran penyearah setengah
gelombang
5. Bagaimana pengaruh beban pada penyearah setengah gelombang dan
gelombang penuh?
Jawab :
Baik pada penyearah setengah gelombang maupun gelombang penuh,
semakin besar nilai beban maka semakin besar tegangan keluaran, namun
nilai arus keluaran semakin kecil. Hasil percobaan tegangan dan arus
yang di hasilkan penyearah setengah gelombang dengan penyearah
gelombang penuh perbandingan tegangan adalah 1 : 2
6. Bandingkan besar tegangan keluaran penyearah gelombang penuh tanpa
kapasitor dan dengan kapasitor ?
Jawab :
Tegangan keluaran dari penyearah gelombang penuh dengan kapasitor
lebih besar daripada tegangan keluaran dari gelombang penuh tanpa
kapasitor
7. Apakah perubahan Beban berpengaruh terhadap besarnya tegangan
keluaran?
Jawab :
Iya, perubahan beban berpengaruh terhadap besarnya tegangan
keluaran yang dapat dilihat melalui gelombang sinus, dimana semakin besar
nilai beban, semakin besar pula tegangan keluaran.

Gelombang tegangan output


menggunakan resistor 470
mengunakan kapasitor 47 F

Gelombang tegangan output


menggunakan resistor 1K
mengunakan kapasitor 47 F

Gelombang tegangan output


menggunakan resistor 2K2
mengunakan kapasitor 47 F
8. Apakah pengaruh perubahan nilai kapasitor terhadap tegangan keluaran ?
Jawab :
Semakin tinggi nilai kapasitor maka semakin tinggi pula tegangan
keluaran dari penyearah gelombang penuh dengan filter

Gelombang tegangan output


menggunakan resistor 2K2
mengunakan kapasitor 47 F

Gelombang tegangan output


menggunakan resistor 2K2
mengunakan kapasitor 1000 F
9.

Kesimpulan

Gelombang tegangan output


menggunakan resistor 2K2
mengunakan kapasitor 100 F

Dari percobaan diatas dapat kami simpulkan bahwa Dioda yang secara umum
berfungsi sebagai penyearah tegangan, penyearah salah satu rangkaian yang
berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC. Penyearah diode
mengikuti sifat diode yang akan menghantar saat dibias maju dan tidak

konduksi saat bias mundur .


penyearah setengah gelombang hanya menggunakan 1 dioda yang diseri
dengan beban yang di bisa maju dan tegangan yang di hasilkan hanya

setengah dari gelombang penuh


penyearah gelombang penuh,dapat menggunakan 2 dioda dengan trafo CT dan
menggunakan 4 dioda dan trafo tanpa cabang tangah. Tujuan pemberian
kapasitor pada sistem penyearah gelombang penuh untuk mengurangi riak
yang pada gelombang agar lurus atau searah(DC),kemudian semakin besar

pemberian nilai kapasitor maka gelombang semakin lurus.


Pada saat arus bolak balik mengalir positif pada setengah panjang gelombang
pertama. Pada saat arus bolak balik mengalir negative pada setengah panjang
gelombang berikutnya, berlawanan dengan arah diode, dan diode tidak

melewatkan arus.
Sifat dioda hanya menyearahkan arus pada satu arah tegangan positif saja,
maka bila sumber arus pada dioda diganti dengan arus bolak-balik, maka
rangkaian penyearah dengan satu dioda salah satunya menghasilkan
penyearahan setengah gelombang (periode) dan selebihnya menghasilkan

penyearahan gelombang penuh.


Dalam rangkaian penyearah setengah gelombang, hasil penyearah hanya pada
bagian positif yaitu setengah dari panjang gelombang, dari tegangan bolak-

balik sebagai sumbernya.


Pada saat arus bolak-balik mengalir positif pada setengah panjang gelombang
pertama, sesuai dengan panah dioda, dioda akan mengalirkan arus. Keluaran
arus yang hanya setengah panjang gelombang ini sudah tentu tidak efisien,
karena daya dari setengah gelombang yang lain tidak dimanfaatkan. Maka
setengah gelombang yang lain harus disearahkan pula.