Anda di halaman 1dari 22

BAB II

DASAR TEORI
2.1.

Pengertian Sinar UV
Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian

energi yang berasal dari matahari. Sinar UV dapat membakar mata, rambut, dan
kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika mereka terlalu banyak terkena
sinar matahari. Meskipun demikian, sinar UV sangat berguna dalam ekosistem
kita. Sinar UV membantu tubuh kita dalam membuat vitamin D, yang
memperkuat tulang dan gigi dan membantu tubuh kita membangun kekebalan
terhadap penyakit seperti rakhitis dan kanker usus besar. Sinar UV juga digunakan
untuk mengobati psoriasis, sinar memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit. Sinar
UV telah digunakan dalam berbagai hal komersial juga, termasuk sterilisasi dan
desinfeksi. Beberapa hewan dapat melihat sinar UV, dan UV membantu lebah
untuk mengumpulkan serbuk sari dari bunga.

Gambar 2.1 Sinar UV


Sering kali kita hanya mengerti bahwa sinar matahari mengandung
ultraviolet yang berbahaya bagi tubuh dan sebaliknya hanya penting bagi
pembentukan vitamin D bagi tubuh. Faktanya adalah pembentukan vitamin D
mutlak memerlukan sinar ultraviolet. Apa saja manfaat sinar matahari bagi tubuh
kita, berikut ulasannya :
1. Sumber utama vitamin D. Sinar ultraviolet ternyata membantu
mengubah kolesterol yang tersimpan di kulit menjadi vitamin D. Hanya
dengan berjemur selama 5 menit di pagi hari, tubuh kita mendapatkan 400
unit vitamin D.

2. Mengurangi kolesterol darah. Proses pembentukan vitamin D di mana


mengubah kolesterol di dalam darah maka akan mengurangi kadar
kolesterol dalam tubuh kita.
3. Penawar infeksi dan pembunuh bakteri. Sinar ultraviolet ternyata juga
membantu membasmi virus-virus penyebab kanker. Secara umum, sinar
matahari mampu membunuh bakteri, virus, dan jamur yang berpotensi
menyebabkan TBC, peritonitis, pneumonia, dan asma saluran pernapasan.
4. Mengurangi gula darah. Sinar matahari membantu penyerapan glukosa
ke dalam sel-sel tubuh yang merangsang glukosa menjadi glikogen
sehingga secara langsung berperan menurunkan kadar gula darah dalam
tubuh kita.
5. Meningkatkan kebugaran pernafasan. Penambahan glikogen di otot dan
hati melalui sinar matahari ternyata meningkatkan perbaikan sistem
pernafasan karena meningkatkan kemampuan darah dalam menyalurkan
oksigen keseluruh jaringan tubuh.
6. Membantu membentuk dan memperbaiki tulang. Vitamin D yang
dibentuk melalui sinar matahari berfungsi meningkatkan penyerapan
kalsium oleh tubuh sehingga memperbaiki komponen tulang dan
mencegah penyakit rakhitis,osteoporosis, dan osteomalacia.
7. Meningkatkan kekebalan tubuh. Sinar matahari mampu meningkatkan
antibodi dalam tubuh dengan membentuk sel darah putih untuk melawan
substansi asing yang merugikan di dalam tubuh. Membaiknya sistem
pernafasan melalui sinar matahari juga berperan dalam membasmi kumankuman secara lebih cepat. Selain itu, sinar matahari juga mampu
menurunkan potensi terjangkit flu hingga 30-40 persen.
sumber : http://adihadiana.blogspot.com/2013/03/pengertian-sinarultraviolet.html . (5 febuari 2015).

2.2.

Penyakit Vitiligo
Vitiligo adalah kelainan pigmentasi, dimana melanosit (sel-sel penghasil

pigmen warna kulit) pada area tertentu rusak dan hilang. Sehingga pigmen yang
yang menentukan warna kulit, rambut dan mata Anda tidak muncul. Dengan
rusaknya sel melanosit yang memproduksi pigmen, risiko terkena radiasi sinar
ultraviolet lebih besar dibanding kulit normal. Sebab, warna putih tidak hanya
memantulkan tapi juga menyerap sinar. Alhasil, bagian tubuh lain juga lebih
mudah terbakar sinar ultra violet sehingga bercak putih pun menyebar.Dengan
kondisi tersebut, penderita vitiligo tidak boleh terlalu lama terpajang di bawah
sinar matahari. Berlama-lama di bawah paparan sinar matahari bagi penderita
vitiligo akan memicu kanker kulit. Kendati demikian, kanker kulit pada penderita
vitiligo sangat jarang ditemui. Kanker kulit lebih sering ditemui pada penderita
albino alias vitiligo seluruh tubuh.
Biasanya vitiligo mulai nampak di daerah kecil yang kehilangan pigmen
yang seiring dengan waktu melebar dan semakin membesar. Perubahan pada kulit
ini bisa menyebabkan stress dan rasa khawatir terutama berkenaan dengan
penampilan Anda. Meskipun bercak putih ini tampak seperti penyakit, tapi
menurut medis, vitiligo bukanlah penyakit. Vitiligo hanyalah gangguan kelainan
kulit. Karena itu, vitiligo tidak mengganggu struktur kulit. Hampir seluruh fungsi
kulit masih bekerja dengan baik. Fungsi pengeluaran keringat masih berjalan,
fungsi melindungi tubuh dari kuman masih baik, organ di dalamnya juga masih
bisa dilindungi, pengaturan suhu tubuh masih baik, kulit juga masih bisa
menyerap bahan dari luar seperti obat. Bahkan kalau pada bagian bercak putih
terdapat luka, proses penyembuhannya pun sama dengan kulit normal. Walaupun
vitiligo bisa muncul pada setiap usia, namun kebanyakan mulai muncul pada usia
antara 20 sampai 30 tahun. Bercak putih bisa mulai muncul di wajah di atas mata
atau di leher, ketiak, siku, kelamin, tangan atau lutut. Seringkali tumbuh secara
simetris dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini bisa diderita pria
maupun wanita dari semua ras.

Tanda-tanda

utama

vitiligo

adalah

kehilangan

pigmen

sehingga

menyebabkan timbulnya bercak berwarna putih susu (depigmentasi) pada kulit.


Tanda-tanda lain yang kadang muncul adalah :
1. Terjadinya pemutihan pada rambut, alis mata, bulu mata atau kumis
dan janggut.
2. Hilangnya warna pada jaringan yang membatasi bagian dalam mulut
Anda (selaput mukus).
3. Hilang atau berubahnya warna lapisan dalam mata Anda (retina).

Gambar 2.2 Penyaki Vitiligo


Penderita Vitiligo sebaiknya tidak sering terpapar sinar matahari, jadi
harus selalu menggunakan tabir surya apabila akan beraktivitas di luar rumah. Jika
daerah terkena vitiligo hanya sedikit, losion penggelap kulit (sun-tanning lotion)
bisa digunakan sebagai alternatif tapi sifatnya hanya kosmetika saja.Menurut
penelitian, warna mata ternyata bisa menjadi indikator apakah seseorang berisiko
tinggi mengidap penyakit kulit yang serius atau tidak. Sebuah studi
mengindikasikan, orang dengan mata biru cenderung tidak mengidap vitiligo.
Sementara orang dengan mata coklat mungkin memiliki risiko lebih besar
menderita melanoma. Di antara pasien dengan vitiligo, sekitar 27 persen memiliki
mata berwarna biru atau abu-abu, sedangkan 43 persen memiliki mata cokelat dan
30 persen memiliki mata hijau, yang secara signifikan berbeda dengan distribusi
normal warna mata orang Amerika ras Non-Hispanic keturunan Eropa, di mana
sekitar 52 persen diantaranya memiliki mata biru/abu-abu, 22 persen memiliki
mata hijau dan 27 persen memiliki mata cokelat. Orang-orang dengan vitiligo
memiliki risiko lebih tinggi mengidap berbagai penyakit autoimun lainnya, seperti

penyakit tiroid, diabetes tipe 1, reumatoid artritis dan lupus. Bahkan, kerabat
dekat pasien dengan vitiligo juga berada pada risiko yang sama untuk penyakit
tersebut, sekalipun mereka tidak memiliki vitiligo.
Penyebab alami vitiligo sulit dilacak. Kadang kala bercaknya berhenti
berkembang tanpa perawatan apapun. Pada kasus yang lain, kehilangan pigmen
bisa mempengaruhi sebagian besar permukaan kulit Anda. Perlu diketahui bahwa
kulit Anda terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis dan jaringan bawah
kulit. Lapisan kulit bagian paling luar adalah epidermis. Melanin, pigmen yang
menentukan warna kulit, rambut dan mata Anda, dihasilkan di epidermis. Melanin
menyediakan pewarna kulit dan membantunya melindungi kulit dari kerusakan
yang disebabkan oleh sinar ultra violet. Manusia dari semua ras dilahirkan dengan
jumlah sel pigmen (melanosit) yang kira-kira sama banyaknya. Tingkat di mana
butir-butir melanin dihasilkan dalam sel maupun konsentrasinya dalam epidermis
menentukan karakteristik dan faktor utama terjadinya perbedaan warna kulit.
Kalau tidak ada melanin yang dihasilkan, maka bercak terkait jadi putih. ketika
bercak putih ini membesar atau menyebar, kemungkinan penyebabnya adalah
vitiligo.
Secara medis, hingga saat ini juga belum diketahui secara pasti faktor
penyebab vitiligo. Namun sejumlah dugaan menyebutkan vitiligo bisa terjadi
setelah trauma fisik yang tidak biasa. Terutama cedera kepala dan cenderung
timbul bersamaan dengan penyakit tertentu. Selain itu, beberapa faktor lain diduga
menjadi penyebab penyakit kulit ini.
Faktor tersebut antara lain:
1. Lebih dari 30% kasus vitiligo diduga disebabkan faktor keturunan.\
2. Terpapar bahan kimia khususnya merkuri menghentikan produksi
melanin
3. Gangguan emosi diduga juga mengakibatkan vitiligo menyebar lebih
cepat
4. Gangguan imun tubuh yang menyebabkan rusaknya kelenjar melanin
5. Luka terbakar, dan tidak terawat kurang baik juga bisa mengakibatkan
vitiligo

6. Gangguan jaringan kulit yang menyebabkan pembengkakan


7. Menderita penyakit tertentu seperti diabetes, kurang darah, hypo
tyroid, gangguan pada kelenjar adrenalin, alopecia areata atau
rontoknya rambut pada kulit.
sumber : http://cara-ngatasi.blogspot.com/2014/04/pengertian-vitiligodan-obat-vitiligo-adalah.html. (5 Febuari 2015).
2.3.

Terapi NB-UVB pada Penyakit Vitiligo


NB-UVB merupakan terapi dengan menggunakan lampu ultraviolet

dengan pemancaran maksimal 311 nm (Majid, 2010). Saat ini, NB-UVB


merupakan terapi pilihan pertama pada penyakit ini karena aman dan efektif pada
pasien anak maupun dewasa dengan generalized vitiligo.

Gambar 2.3 NB-UVB


Narrowband Ultraviolet B (NB-UVB) menyebabkan repigmentasi dari
bercak vitiligo setidaknya dua kali lipat dengan cara:
(a) imunosupresi untuk menghentikan pembunuhan melanosit membunuh
(b) memulihkan pigmentasi melalui peningkatan jumlah melanosit.
UVB mempunyai efek imunomodulator yang dapat menstabilisasi respon
imun yang abnormal pada penderita vitiligo. Stimulasi melanosit folikular terjadi
karena NB-UVB mengaktivisasi melanosit inaktif pada outer root seath folikel
rambut di bagian tengah dan bawah. Melanosit inaktif mengandung protein

melanosomal tapi tidak mempunyai enzim yang dibutuhkan untuk melanogenesis.


Pengaktivisasian sel melanosit di outer root seath ini menyebabkan sel-sel
tersebut berploriferasi dan bermigrasi dari folikel rambut ke epidermis dan
menyebar secara sentrifugal.

Gambar 2.4 Penggunaan NB-UVB


Pada penelitian yang dilakukan oleh Marina Hapsari dan beberapa peneliti
pembantu lainya dari Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas
Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada 7 orang
pasien vitiligo pada bulan Januari-Desember 2005, pengobatan menggunakan
terapi NB-UVB terbukti efektif. Dalam jangka waktu 1 tahun, terjadi repigmentasi
sebesar <25% pada lima orang pasien, 26-50% pada satu rang pasien, dan >75%
pada pasien lainnya. Perbedaan kecepatan respon terapi diduga berhubungan
dengan letak anatomis lesi. Hipotesis ini masih memerlukan penelitian lebih
lanjut.
Sumber : https://mutialailani.wordpress.com/2011/09/18/. (6
Febuari 2015).
2.4.

Pengertian Phototheraphy UV
Telah lama diakui bahwa setiap hari, pendek, non-pembakaran paparan

sinar matahari membantu untuk membersihkan atau memperbaiki psoriasis pada


beberapa pasien. Niels Finsen adalah dokter pertama untuk menyelidiki efek
terapi sinar matahari ilmiah dan menggunakan bagian-bagian yang dipilih dari
spektrum matahari dalam praktek klinis. Ini dikenal sebagai fototerapi.

Sinar matahari mengandung berbagai panjang gelombang cahaya. Ia


selama bagian awal abad ke-20 itu mengakui bahwa untuk psoriasis properti terapi
sinar matahari adalah karena panjang gelombang diklasifikasikan sebagai
ultraviolet (UV) cahaya.
Panjang gelombang ultraviolet yang dibagi menjadi UVA (380-315 nm)
UVB (315-280 nm), dan UVC (<280 nm). Ultraviolet B (UVB) (315-280 nm)
diserap oleh epidermis dan memiliki efek menguntungkan pada psoriasis. Ada dua
jenis lampu UVB: UVB Narrowband (311-312 nm), dan Broadband (Wideband,
atau "FS" tipe) UVB (290-320 nm). Broadband UVB lebih erythemal dan karena
itu memerlukan waktu pemaparan pendek, sementara UVB Narrowband tidak
termasuk spektrum kurang dari 300 nanometer, sehingga memungkinkan dosis
yang lebih tinggi tanpa eritema, dan dengan demikian dianggap lebih aman.
Lampu UVB Narrowband dikembangkan oleh Philips Lighting khusus untuk
mencocokkan spektrum aksi psoriasis, dengan puncak tajam pada 311nm emisi,
mempunyai efektivitas meningkat dibandingkan dengan lampu broadband.
Paparan UVB beberapa kali per minggu, selama beberapa minggu dapat
membantu orang mencapai remisi dari psoriasis. Kadang-kadang diperlukan untuk
melanjutkan perawatan sekali seminggu sebagai perawatan, atau penyakit kronis
akan kembali.
Di rumah sakit, pengobatan sinar ultraviolet sering dikombinasikan
dengan topikal (tar batubara, kalsipotriol) atau pengobatan sistemik (Retinoid)
karena ada sinergi dalam kombinasi mereka. Rezim Ingram melibatkan UVB dan
aplikasi pasta anthralin. Rezim Goeckerman menggabungkan salep belangkin
dengan UVB. Karena tar batubara termasuk bahan yang tidak diketahui yang
dapat menyebabkan kanker, dan merupakan perawatan intensif waktu,
menggunakan tar batubara telah jatuh dari nikmat.

(Sumber : http://www.news-

medical.net .Diakses pada tanggal 9 Febuari 2015).

2.5.

Komponen Dasar

2.5.1. Mikrokontroler
AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel, berbasis
arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi
dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register general-purpose,
timer/counter fleksibel dengan mode compare, interrupt internal dan eksternal,
serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan
PWM internal. AVR juga mempunyai In-System Programmable Flash on-chip
yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam system
menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16. ATMega16 mempunyai
throughput mendekati 1 MIPS per MHz membuat disainer sistem untuk
mengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses.
Beberapa keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain:
1.
a.
b.
c.
d.
2.
a.
b.
c.
d.
e.
3.
a.
b.
c.

Advanced RISC Architecture


130 Powerful Instructions Most Single Clock Cycle Execution
32 x 8 General Purpose Fully Static Operation
Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz
On-chip 2-cycle Multiplier
Nonvolatile Program and Data Memories
8K Bytes of In-System Self-Programmable Flash
Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits
512 Bytes EEPROM
512 Bytes Internal SRAM
Programming Lock for Software Security
Peripheral Features
Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Mode
Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes
One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare Mode, and

Capture Mode
d. Real Time Counter with Separate Oscillator
e. Four PWM Channels
f. 8-channel, 10-bit ADC
g. Byte-oriented Two-wire Serial Interface
h. Programmable Serial USART
4.
a.
b.
c.

Special Microcontroller Features


Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection
Internal Calibrated RC Oscillator
External and Internal Interrupt Sources

d. Six Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Power - down,
Standby and Extended Standby
5.
a.
b.
6.
a.
b.

I/O and Package


32 Programmable I/O Lines
40-pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC, and 44-pad MLF
Operating Voltages
2.7 - 5.5V for Atmega16L
4.5 - 5.5V for Atmega16

Gambar 2.5 gambar Pin ATmega 16


Pin-pin pada ATMega16 dengan kemasan 40-pin DIP (dual in-line package)
ditunjukkan

oleh gambar

2.13. Guna memaksimalkan

performa, AVR

menggunakan arsitektur Harvard (dengan memori dan bus terpisah untuk program
dan data).
1. Port sebagai input/output digital
ATMega16 mempunyai empat buah port yang bernama PortA, PortB, PortC,
dan PortD. Keempat port tersebut merupakan jalur bi-directional dengan pilihan

internal pull-up. Tiap port mempunyai tiga buah register bit, yaitu DDxn,
PORTxn, dan PINxn. Huruf xmewakili nama huruf dari port sedangkan huruf
n mewakili nomor bit. Bit DDxn terdapat pada I/O address DDRx, bit PORTxn
terdapat pada I/O address PORTx, dan bit PINxn terdapat pada I/O address PINx.
Bit DDxn dalam register DDRx (Data Direction Register) menentukan arah pin.
Bila DDxn diset 1 maka Px berfungsi sebagai pin output. Bila DDxn diset 0 maka
Px berfungsi sebagai pin input.Bila PORTxn diset 1 pada saat pin terkonfigurasi
sebagai pin input, maka resistor pull-up akan diaktifkan. Untuk mematikan
resistor pull-up, PORTxn harus diset 0 atau pin dikonfigurasi sebagai pin output.
Pin port adalah tri-state setelah kondisi reset. Bila PORTxn diset 1 pada saat pin
terkonfigurasi sebagai pin output maka pin port akan berlogika 1.Dan bila
PORTxn diset 0 pada saat pin terkonfigurasi sebagai pin output maka pin port
akan berlogika 0. Saat mengubah kondisi port dari kondisi tri-state (DDxn=0,
PORTxn=0) ke kondisi

output high (DDxn=1, PORTxn=1) maka harus ada

kondisi peralihan apakah itu kondisi pull-up enabled (DDxn=0, PORTxn=1) atau
kondisi output low (DDxn=1, PORTxn=0).
Biasanya, kondisi pull-up enabled dapat diterima sepenuhnya, selama
lingkungan impedansi tinggi tidak memperhatikan perbedaan antara sebuah
strong high driver dengan sebuah pull-up. Jika ini bukan suatu masalah, maka
bit PUD pada register SFIOR dapat diset 1 untuk mematikan semua pull-up dalam
semua port. Peralihan dari kondisi input dengan pull-up ke kondisi output low
juga menimbulkan masalah yang sama. Kita harus menggunakan kondisi tri-state
(DDxn=0, PORTxn=0) atau kondisi output high (DDxn=1, PORTxn=0) sebagai
kondisi transisi.
Tabel 2.1 konfigurasi pin port

Bit 2 PUD : Pull-up Disable


Bila bit diset bernilai 1 maka pull-up pada port I/O akan dimatikan walaupun
register DDxn dan PORTxn dikonfigurasikan untuk menyalakan pull-up
(DDxn=0, PORTxn=1).
2. Timer
Timer/counter adalah fasilitas dari ATMega16 yang digunakan untuk
perhitungan pewaktuan. Beberapa fasilitas chanel dari timer counter antara lain:
counter channel tunggal, pengosongan data timer sesuai dengan data pembanding,
bebas -glitch, tahap yang tepat Pulse Width Modulation (PWM), pembangkit
frekuensi, event counter external.
Timer/counter didesain sinkron clock timer (clkT0) oleh karena itu
ditunjukkan sebagai sinyal enable clock pada gambar 2.14 Gambar ini termasuk
informasi ketika flag interrupt dalam kondisi set. Data timing digunakan sebagai
dasar dari operasi timer/counter.

Gambar 2.6 gambar timing diagram timer/counter, tanpa prescaling


Sesuai dengan gambar 2.15 timing diagram timer/counter dengan prescaling
maksudnya adalah counter akan menambahkan data counter (TCNTn) ketika
terjadi pulsa clock telah mencapai 8 kali pulsa dan sinyal clock pembagi aktif
clock dan ketika telah mencapai nilai maksimal maka nilai TCNTn akan kembali
ke nol. Dan kondisi flag timer akan aktif ketika TCNTn maksimal.

Gambar 2.7 gambar timing diagram timer/counter, dengan prescaling


Sumber: Hadi, Mokh. Sholihul.2008. Mengenal Mikrokontroler
AVR ATMega16 . Malang : Ilmu Komputer. (7 Febuary 2015).

2.5.2. UV lamp
Definisi lampu tabung. Lampu tabung atau lampu TL (Tubular lamp) yaitu
jenis lampu pelepasan gas berbentuk tabung, berisi uap raksa bertekanan rendah.
Radiasi ultraviolet yang ditimbulkan oleh ion gas raksa oleh lapisan fosfor dalam
tabung akan dipancarkan berupa cahaya tampak (gejala fluorensensi). Elektroda
yang dipasang pada ujung-ujung tabung berupa kawat lilitan pijar dan akan
menyala bila dialiri listrik. Lampu TL juga disebut dengan lampu pendar. Lampu
pendar adalah salah satu jenis lampu lucutan gas yang menggunakan daya listrik
untuk mengeksitasi uap raksa Uap raksa yang tereksitasi itu menghasilkan
gelombang

cahaya ultra

ungu yang

pada

gilirannya

menyebabkan

lapisan fosfor berpendar dan menghasilkan cahaya kasatmata. Lampu pendar


mampu menghasilkan cahaya secara lebih efisien daripada lampu pijar.
Rangakaian lampu TL dengan trafo ballast seperti pada gambar rangkaian
elektronika dibawah dapat digunakan untuk pemasangan lampu TL. Rangkaian
lampu TL dengan trafo ballast seperti ini dapat digunakan untuk berbagai ukuran
daya lampu TL yang digunakan sesuai dengan trafo ballas yang digunakan.
Rangkaian lampu TL dengan trafo ballas membutuhkan starter untuk proses
menyalakan lampu TL pada setiap kali menghidupkan lampu TL. Starter pada

lampu TL pada umumnya selalu terpasang pada rangkaian lampu TL tersebut,


akan tetapi pada saat lampu telah menyala komponen starter lampu TL ini dapat
dilepas. Rangkaian lampu TL secara lengkapa dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.8 Rangkaian lampu TL


Rangkaian lampu TL menggunakan ballast transformer sangat sederhana
seperti terlihat pada gambar skema lampu TL diatas diatas. Rangkaian lampu TL
diatas terdiri dari ballast traformer, lampu TL dan starter lampu TL. Skema lampu
TL diatas dapat digunakan untuk lampu TL dengan daya sesuai transformer ballast
yang digunakan. Sebagai contoh apabila mengunakan transformer ballast 40 watt
makadapat menggunakan lampu TL 40 watt atau bila menggunakan transformer
ballast 10 watt maka dapat menggunakan lampu TL dengan daya 10 watt.
Rangkaian lampu TL dengan transformer ballast diatas bersifat universal dalam
perakitan-nya, bentuk rangkaian lampu TL tidak berubah untuk daya lampu TL
yang diguanakan, hanya trafo ballast yang harus disesuaikan dengan beban lampu
TL yang akan dipasang.
Ada tiga jenis lampu UV :
-

UV-A (320-400 nm), dikenal dengan lampu black light

UV-B (260-320 nm ), menimbulkan efek terbakar (gosong) pada kulit

UV-C (200-260 nm), mempengaruhi fungsi sel dengan mengubah struktur sel
atau DNA yang akhirnya menyebabkan organisme tewas (menyebabkan
kebutaan apabila terkena mata)
Berdasarkan efek sinar ultraviolet yang telah dijelaskan diatas maka

berdasarkan efek biologis dan aplikasinya maka sinar ultraviolet dibagi menjadi
tiga macam, dapat dilihat pada tabe

Tabel 2.2 Jenis UV berdasarkan efek biologis dan aplikasinya


Daerah
UV

Wavelength(nm)

Efek

Aplikasi

Long
Wave /
UV A

320 400

Fluorocent
UV

Cahaya hitam
untuk menguji
UV, Diagnostik
medis

Medium /
Wave UVB

290 320

Erythema

Penelitian
DNA, Produksi
Vitamin,
Therapy

Short
Wave /
UV- C

100 320

Gemicidal

UV sterilizer,
menghapus
EPROM,
analisa
laboratorium,
Kromatografi

Sumber : http://ahmadbaihak.blogspot.com/2012/12/lampu-tl-tubular-lampdefinisi-lampu.html. (8 febuari 2015).


2.5.3. IC NE55

Pembangkit pulsa IC 555 merupakan chip yang didesain khusus untuk


pembangkit pulsa yang dapat diatur mode kerjanya, sehingga dapat membentuk
suatu multivibrator dan timer. Pembangkit pulsa IC 555 banyak dikembangkan
oleh beberapa pabrik, dimana tiap pabrik memiliki kode produksi masing-masing
tetapi tipe 555 selalu disebutkan sebagai contoh SE555, NE555, LM 555, MN
555, CA555, SN72555, MC14555 dan untuk versi dual dengan tipe 556.
Rangkaian internal pembangkit pulsa IC 555 terdiri dari beberapa blok
diantaranya, pembagi tegangan menggunakan resistor, 2 unit komparator, RS flipflop, penguat tegangan, dan transitor discharge. Dengan bagian internal tersebut
maka dengan IC 555 dapat dibangun suatu rangkaian multivibrator ataupun timer
dengan sangat sederhana. Rangkaian internal pembangkit pulsa IC 555 dapat
dilihat pada gambar blok diagram IC 555 berikut.

Gambar 2.9 IC NE55

Sumber : http://elektronika-dasar.web.id/komponen/pembangkit-pulsa-ic-555/. (9
febuari 2015).
2.5.4. Transistor
Pengertian dan fungsi transistor merupakan topik pembahasan kita kali ini.
Pengertian transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan

semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis),


pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). Dengan ketiga elektroda (terminal)
tersebut, tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus
yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya.
Pengertian transistor berasal dari perpaduan dua kata, yakni transfer yang
artinya pemindahan dan resistor yang berarti penghambat. Dengan demikian
transistor dapat diartikan sebagai suatu pemindahan atau peralihan bahan setengah
penghantar menjadi penghantar pada suhu atau keadaan tertentu.

Gambar 2.10 Transistor


Transistor ditemukan pertama kali oleh William Shockley, John Barden,
dan W. H Brattain pada tahun 1948. Mulai dipakai secara nyata dalam praktik
mereka pada tahun 1958. Transistor termasuk komponen semi konduktor yang
bersifat menghantar dan menahan arus listrik.Ada 2 jenis transistor yaitu transistor
tipe P N P dan transistor jenis N P N. Transistor NPN adalah transistor
positif dimana transistor dapat bekerja mengalirkan arus listrik apabila basis
dialiri tegangan arus positif. Sedangkan transistor PNP adalah transistor
negatif,dapat bekerja mengalirkan arus apabila basis dialiri tegangan negatif.
Sumber : http://dasarelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-transistor/.
(7 Febuari 2015).

2.5.5. Display
LCD adalah sebuah display dot matrix yang difungsikan untuk
menampilkan tulisan berupa angka atau huruf sesuai dengan yang diinginkan

(sesuai dengan program yang digunakan untuk mengontrolnya). Pada tugas akhir
ini penulis menggunakan LCD dot matrix dengan karakter 2 x 16.
LCD sebagaimana output yang dapat menampilkan tulisan sehingga lebih
mudah dimengerti, dibanding jika menggunakan Seven Segment saja. Dalam
modul ini LCD yang penulis buat fungsi utamanya adalah untuk menampilkan
nilai suhu yang di setting dengan suhu heater.
Tampilan LCD terdiri dari dua bagian, yakni bagian panel LCD yang
terdiri dari banyak titik. LCD dan sebuah mikrokontroller yang menempel di
panel dan berfungsi mengatur titik-titik LCD tadi menjadi huruf atau angka yang
terbaca.
Huruf atau angka yang akan ditampilkan dikirim ke LCD dalam bentuk
kode ASCII, kode ASCII ini diterima dan diolah oleh mikrokontroller di dalam
LCD menjadi titik-titik LCD yang terbaca sebagai huruf atau angka. Dengan
demikian tugas mikrokontroller pemakai tampilan LCD hanyalah mengirimkan
kode-kode ASCII untuk ditampilkan.

Gambar 2.8 LCD


Spesifikasi LCD secara umum :
1. Jumlah baris
2. Jumlah karakter per baris
3. Tegangan kerja

Tabel 2.3. Fungsi pin pada LCD


Pin

Simbol

Fungsi

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

VSS
VDD
V0
RS
R/W
E
DB0
DB1
DB2
DB3
DB4
DB5
DB6
DB7
A
K

Ground
+5V
Pengaturan kontras layar
H/L Register select
H/L Read/write
H/L Enable
Data Bus line
Data Bus line
Data Bus Line
Data Bus Line
Data Bus Line
Data Bus Line
Data Bus Line
Data Bus Line
+ 4,2 V untuk BKL
Power Supply untuk BKL (0V)

Cara menjalankan LCD :


Langkah 1

: Inisialisasi LCD

Langkah 2

: Tentukan jumlah karakter pada baris dan kolom

Langkah 3

: Tuliskan teks atau variabel dan tentukan lokasi

tampilannya pada LCD, sesuai dengan aturan perintah penulisannya


pada program.
sumber : http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/lcd-liquid-cristaldisplay/. (7 Febuari 2015).

2.5.6. TRIAC
DIAC dan TRIAC merupakan piranti thyristor bidirectional yang
memungkinkan untuk diimplementasikan pada rangkaian arus bolak-balik.
Karakteristik dari DIAC memiliki arus penahan dalam salah satu dari dua
arah yang mungkin dari terminalnya.2 DIAC tidak akan menghantarkan arus
sebelum batas tegangan breakdown terlampaui oleh tegangan pada
terminalterminalnya. Prinsip dari DIAC dapat diilustrasikan dengan dua buah
dioda yang terpasang secara paralel dan berlawanan arah seperti pada Gambar
2 (a). dimana arus dapat dialirkan secara bolak-balik setiap melewati batas
tegangan breakdown. Sedangkan simbol untuk DIAC ditunjukkan seperti
pada Gambar 2 (b). Sedangkan TRIAC merupakan tipe SCR (Silicon
Controlled Rectifier) yang bekerja secara bidirectional.2 Berbeda dengan
DIAC yang dapat digunakan sebagai konduktor dilakukan dengan menaikkan
tegangan terminal hingga di atas tegangan breakdown, pada TRIAC terdapat
sebuah terminal Gate
(G) yang digunakan untuk pemicu (trigger) prategangan maju. Ilustrasi
rangkaian ekuivalen dari TRIAC ditunjukkan seperti pada gambar 3 (a),
sedangkan symbol elektronisnya ditunjukkan pada Gambar 3
Gambar 2.11 a. Rangkaian Ekuivalen dan b. Simbol rangkaian
Sumber : Herlan, Prabowo.2009. Rangkaian Dimmer Pengatur Iluminasi

Lampu Pijar Berbasis InternallyTriggeredTRIAC. Jakarta: Pusat Penelitian


Informatika LIPI. ( 9 febuari 2015).

2.5.7. Rangkaian Dimmer


Pada penelitian yang dilakukan akan digunakan Internally Triggered
TRIAC pabrikan Quadrac dengan tipe Q4004LT. Piranti tersebut

diproduksi dengan tujuan utama untuk saklar AC dan aplikasi


pengontrolan phasa seperti control kecepatan motor AC, kontrol modulasi
temperatur, kontrol pencahayaan dimana diperlukan pengaturan iluminasi.
Analisa rangkaian dimmer yang dapat ditunjukkan seperti pada Gambar 5.
Dari rangkaian tersebut dapat kita analisa, pada tegangan AC sumber
sebesar 220 V dengan frekuensi 50 Hz akan melewati resistor variabel
untuk pengaturan amplitude dari sinusoidal yang akan menjadi pemicu
prategangan IT TRIAC. Sedangkan kapasitor C pada rangkaian tersebut
akan menyebabkan adanya pergeseran phasa antara pra tegangan pada
terminal T dengan tegangan sumber Vi. Pergeseran phasa tersebut terjadi
karena terdapat delay waktu pengisian dan pengosongan kapasitor. Waktu
pengisian dan penosongan kapasitor C juga dipengaruhi oleh nilai VR,
karena VR mempengaruhi besarnya arus yang masuk ke dalam Kapasitor.
Sehingga resistor
variabel VR memiliki dua peranan, yaitu untuk mengatur pergeseran phasa
sekaligus amplituda gelombang sinusoidal untuk pra tegangan IT TRIAC.
Herlan, Prabowo: Rangkaian Dimmer Pengatur Iluminasi Lampu Pijar
Berbasis Internally Triggered TRIAC III-17 Gelombang sinusoidal dengan
perubahan amplituda dan phasa tersebut akan melewati DIAC di dalam IT
TRIAC dan ketika melewati level tegangan breakdown akan dilewatkan
sinusoidal yang akan memicu TRIAC seperti diilustrasikan pada tegangan
di titik G. Dari gelombang sinus tersebut berupa sinusoidal dengan sudut
penyalaan pada phasa sesuai pergeseran phasa pada .sinyal Vi yang
melewati Beban Lampu akan mengalami perubahan bentuk gelombang,
prategangan pemicu.

Gambar 2.12 a. Rangkaian Schematic dan b. Implementasi Rangkaian

Sumber : Herlan, Prabowo.2009. Rangkaian Dimmer Pengatur Iluminasi

Lampu Pijar Berbasis InternallyTriggeredTRIAC. Jakarta: Pusat Penelitian


Informatika LIPI. ( 9 febuari 2015).