Anda di halaman 1dari 8

ANALISA DATA

Data
1. DS : Pasien
mengeluh tidak nafsu
makan, sudah kurang
lebih 6 hari pasien
merasa lemas dan
bengkak pada kaki
sehingga sulit
beraktivitas
DO:
- Tampak edema pada
kedua ekstremitas
bawah
- Berat badan 70 kg
- Hematokrit 28,5%
- Hb 10 g/dl

Etiologi
Kelebihan asupan natrium

2. DS : pasien
mengeluh nyeri pada
ulu hati sejak 1 bulan
namun memberat
sejak 3 hari sebelum
masuk RS
DO :
- Nyeri tekan di daerah
epigastrik dan
hipokandrium
- Pasien tampak lemah

Ketunadayaan fisik kronis

Nyeri Kronis

3. DS : pasien
mengeluh tidak nafsu
makan dan nyeri di
bagian epigastrik
DO:
- Mual (+) & Muntah
(+)
- Pasien tampak kurus
- Konjungtiva anemis
4. DS: pasien
mengeluh sudah
kurang lebih 6 hari
pasien merasakan
lemas dan bengkak

Ketidakmampuan untuk
mengabsorbsu nutrisi

Ketidakseimbangan: Nutrisi
kurang dari kebutuhan

Kelemahan umum

Masalah keperawatan
Kelebihan volume cairan

Intoleransi aktivitas

pada kaki sehingga


sulit beraktivitas
DO:
-

Perut tampak
membesar
- Tampak edema pada
kedua ekstermitas
bawah
5. DS: Pasien
mengeluh nyeri pada
ulu hati sejak 1
bulan
DO :
- Perut membesar sejak
3 bulan yang lalu
- Pasien suka makan
ikan asin
- Riwayat hepatitis B
- Pasien mengonsumsi
alkohol
Faktor resiko
- Hb 10 g/dl
- Trombosit 105.000
- LED 25 mm/jam
- Hematokrit 28,5 %

Keterbatasan kognitif

Defisit pengetahuan

Resiko perdarahan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS

Diagnosa 1 : Kelebihan volume cairan b.d Kelebihan asupan natrium d.d Pasien mengeluh
tidak nafsu makan, sudah kurang lebih 6 hari pasien merasa lemas dan bengkak pada kaki
sehingga sulit beraktivitas,Tampak edema pada kedua ekstremitas bawah, Berat badan 70 kg,
Hematokrit 28,5%, Hb 10 g/dl.
Kriteria evaluasi : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan pasien:
1. Pasien tampak segar
2. Terjadi peningkatan hematokrit dan hemaglobin
3. Pasien mampu melakukan aktivitas ringan
Intervensi
Rasional
1. Mengidentifikasi adanya kelainan pada
1. Monitor vital sign
tubuh pasien karena kelebihan volume cairan
2.Mengetahui tingkat kelebihan volume
2. Kaji lokasi dan luas edema
cairan
3. Kaji intake dan output cairan
3. Mengidentifikasi keseimbangan volume
cairan
4.Memantau agar tidak terjadi intake cairan
4. Monitor masukan makanan / cairan
lebih dari yang seharusnya
5.Diuretik bersifat menurunkan volume
5. Kolaborasi berikan diuretik
cairan dengan cara mengeluarkannya melalui
urine

Diagnosa 2 : Nyeri Kronis b.d Ketunadayaan fisik kronis d.d pasien mengeluh nyeri pada ulu
hati sejak 1 bulan namun memberat sejak 3 hari sebelum masuk RS,nyeri tekan di daerah
epigastrik dan hipokandrium, pasien tampak lemah.
Kriteria evaluasi : setelah diberikan asuhan keperawatan selama 15-30 menit
diharapkan pasien :
1. Pasien mengungkapkan nyeri berkurang
2. Pasien tampak tidak lemah
3. Tidak ada nyeri tekan
Intervensi
1. Kaji karakteristik nyeri
2. Menciptakan lingkungan yang
nyaman
3. Ajarkan pasangan klien untuk
melakukan massage punggung
dengan usapan lembut.
4. Implementasi penatalaksanaan
obat dengan fentanya
transdermi

Rasional
1. Untuk mengetahui tingkat nyeri
2. Untuk memberikan ketenangan
kepada pasien

3. Massage punggung dengan usapan lembut


dan upaya yang mudah dilakukan, memakan
aktu yang singkat dan telah terbukti
menyebabkan relaksasi.
4. bat transdermal menghindari absorbsi
gastrointestinal. Obat ini diindikasikan bagi
klien yang mengalami nyeri yang konstan

Diagnosa 3 : Ketidakseimbangan: Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d Ketidakmampuan untuk


mengabsorbsu nutrisi d.d pasien mengeluh tidak nafsu makan dan nyeri di bagian epigastrik,
mual (+) & Muntah (+), pasien tampak kurus ,konjungtiva anemis.
Kriteria evaluasi : setelah di berikan asuhan keperawatan selama 2x24 jam di harapkan:
1. Pasien mampu mempertahankan intake nutrisi yang adekuat
2. Tidak ada mual dan muntah
3. Kunjungtiva tidak anemis
Intervensi
1. Kaji Tanda-tanda vital
2. Kaji mual dan muntah pada klien

Rasional
1.mengidentifikasi adanya kelainan pada
klien karena kekurangan nutrisi
2.mengidentifikasi mual dan muntah untuk
menentukan tindakan yang sesuai dengan
diagnosa, mengidentifikasi muntah seberapa
sering untuk menentukan tingkat kekurangan

3. Anjurkan klien untuk makan :


a. Makan sedikit tapi sering
b. Perbanyak konsumsi buah dan
sayur
4. Kolaborasi untuk pemberian

nutrisi pada klien


3.untuk mempertahankan asupan nutrisi
terpenuhi pada klien
4.agar makanan atau nutrisi yang diberikan

makan dengan ahli gizi


sesuai dengan kondisi klien
5. Kolaborasi dengan tim medis untuk 5.agar nutrisi tambahan dapat mencukupi
pemberian obat vitamin

nutrisi yang kurang

Diagnosa 4 : Intoleransi aktivitas b.d Kelemahan umum d.d pasien mengeluh sudah kurang
lebih 6 hari pasien merasakan lemas dan bengkak pada kaki sehingga sulit beraktivitas, perut
tampak membesar, tampak edema pada kedua ekstermitas bawah.
Kriteria evaluasi : Setelah di berikan asuhan keperawatan 3x24 jam di harapkan :
1. Pasien mengungkapkan merasa tidak lemas
2. Pasien mampu beraktivitas
Intervensi
1. Seimbangkan aktivitas dan istirahat

2. Kaji pentingnya latihan nafas, batuk


efektif, perubahan posisi sering dan
masukan cairan
3. Anjurkan pasien tirah baring dengan
posisi semi fowler

4. Kolaborasi: Berikan
vitamin/mineral/elektrolit sesuai
indikasi

Rasional
1. Perlu untuk menentukan fungsi diafragma
dan jantung
2. Mengontol kerja organ pernapasan dan
pernapasan yang pemasukan cairan yang
dibatasi
3.agar pasien dapat beristirahat dengan
optimal dan posisi semi fowler untuk
menghindari terjadinya komplikasi pada
pernapasan.
4. Menjaga ketstabilan tubuh

Diagnosa 5 : Defisit pengetahuan b.d Keterbatasan kognitif d.d DS: Pasien mengeluh nyeri
pada ulu hati sejak 1 bulan, perut membesar sejak 3 bulan yang lalu, pasien suka makan ikan
asin, riwayat hepatitis B, pasien mengonsumsi alkohol.
Kriteria evaluasi : setelah diberikan asuhan keperawatan selama 5-15 menit di harapkan :
1. Pasien tampak mengerti saat diberikan penjelasan
2. Pasien mampu menjelaskan apa yang sudah di jelaskan
3. Pasien mampu menunjukan perilaku kemandirian dalam merawat diri dengan
baik
Intervensi
1. Kaji tingkat pengetahuan pasein

Rasional
1.agar dapat mengetahui apakah pasien

tentang penyakitnya
2. Kaji tingkat pendidikan pasien

mengerti tentang penyakitnya


2.agar dapat menjelaskan dengan segi bahasa

3. Beri pendidikan kesehatan tentang

yang sesuai dengan pendidikan pasien


3.agar pasien dapat mengetahui tentang

penyakit

penyebaran serta terjadinya penyakit pada

4. Ajarkan cara perawatan diri di

dirinya
4.agar pasien dapat mengetahui cara menjaga

rumah
5. Evaluasi hasil pendidikan

kesehatan dirinya
5.untuk mengetahui apakah pasien sudah

kesehatan yang diberikan pada

memahami apa yang sudah dijelaskan oleh

pasien

perawat.

Diagnosa 6 : Resiko perdarahan dengan faktor resiko Hb 10 g/dl, Trombosit 105.000, LED 25
mm/jam, Hematokrit 28,5 %
Kriteria evaluasi : Setelah di berikan asuhan keperawatan selama masa perawatan diharapkan
resiko perdarahan tidak terjadi :
1.
2.
3.
4.

Hb dalam batas normal 13-16 g/dl


Hematokrit dalam batas normal 42%- 54%
Trombosit dalam batas normal 150.000-450.000
LED dalam batas normal

Intervensi
1. Monitor tanda-tanda penurunan
trombosit yang disertai tanda klinis

2. Anjurkan pasien untuk banyak


istirahat ( bedrest )
3. Berikan penjelasan kepada klien dan
keluarga untuk melaporkan jika ada
tanda perdarahan seperti :
hematemesis, melena, epistaksis.
4. Kolaborasi, monitor trombosit setiap
hari

Rasional
1. Penurunan trombosit merupakan tanda
adanya kebocoran pembuluh darah yang pada
tahap tertentu dapat menimbulkan tandatanda klinis seperti epistaksis, ptike.
2. Aktifitas pasien yang tidak terkontrol dapat
menyebabkan terjadinya perdarahan.
3. Keterlibatan pasien dan keluarga dapat
membantu untuk penaganan dini bila terjadi
perdarahan.
4. Dengan trombosit yang dipantau setiap
hari, dapat diketahui tingkat kebocoran
pembuluh darah dan kemungkinan
perdarahan yang dialami pasien.