Anda di halaman 1dari 15

Program Studi Teknik Pertambangan

Fakultas Teknik

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL

: Permodelan Plume Pencemaran Air Tanah Bebas Dengan


Menggunakan

Software

Modflow

di

TPA

Leuwigajah

Kecamatan Cimahi Selatan Kabupaten Bandung Provinsi


Jawa Barat
PESERTA

: Vanny Liana Kharisma

NPM

: 10070111104

Bandung,Maret 2015
Menyetujui,

Pembimbing Proposal

Koordinator Tugas Akhir

Chusharini Chamid, Ir.,MEnvStud


NIK. D.96.0.242

Yuliadi, S.T., M.T.


NIK. D.00.0.335

Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Pertambangan

Sri Widayati, S.T., M.T.


NIK.D.97.0.270

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr., Wb
Alhamdulilahirabbil alamin saya panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah
SWT, Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan tak lupa shalawat
serta salam saya junjunkan untuk Nabi Besar Rasullullah Muhammad SAW
beserta keluarganya. Berkat rahmat dan hidayah yang telah Allah SWT berikan,
saya dapat menyusun proposal tugas akhir untuk melakukan tugas akhir sebagai
salah satu persyaratan kelulusan untuk meraih gelar sarjana teknik pada
program studi teknik pertambangan fakultas teknik Universitas Islam Bandung,
dengan judul tugas akhir Permodelan Plume Pencemaran Air Tanah Bebas
Dengan Menggunakan Software Modflow di TPA Leuwigajah Kecamatan
Cimahi Selatan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.
Akhir kata dengan segala kerendahan hati, saya ucapkan terimakasih
banyak kepada pihak yang telah membantu dalam pembuatan proposal tugas
akhir ini. terutama kepada ibu dosen wali dan bapak koordinator tugas akhir serta
ibu ketua jurusan yang senantiasa membimbing untuk pelaksanaan tugas akhir
ini, dan juga kepada semua rekan-rekan mahasiswa program studi teknik
pertambangan atas kerjasama dan bantuannya.
Bandung, Maret 2015

Vanny Liana Kharisma


NPM : 10070111104

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)


DI TPA LEUWIGAJAH

I.

Judul
Dalam pelaksanaan tugas akhir ini penulis mengambil judul tugas akhir

(skripsi) yaitu Permodelan Plume Pencemaran Air Tanah Bebas Dengan


Menggunakan Software Modflow di TPA Leuwigajah Kecamatan Cimahi
Selatan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Dasar pengambilan judul
tugas akhir tersebut yaitu berdasarkan materi perkuliahan yang didapatkan
selama menjalani mata kuliah Hidrogeologi pada semester V, mata kuliah
Pengetahuan Lingkungan pada semester VII dan mata kuliah pilihan Penutupan
Tambang pada semester VII.

II.

Latar Belakang
Manusia dalam kehidupannya tidak terlepas dari benda-benda yang

dapat menunjang kelangsungan hidupnya. Benda-benda tersebut dapat


bersumber dari alam maupun dibuat dengan teknologi saat ini. Tanpa disadari
dalam upaya pembuatan benda ataupun pemanfaatan sumberdaya tersebut
dapat menghasilkan produk lain atau produk sampingan yang disebut dengan
sampah. Sampah merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang dapat
berwujud padat maupun cair baik berupa zat organik maupun anorganik dan
bersifat terurai maupun tidak terurai yang dianggap sudah tidak memiliki manfaat
yang dibuang ke lingkungan.
Keberadaan tempat pembuangan sampah merupakan salah satu hal
yang sangat diperlukan seiring dengan meningkatnya populasi penduduk, maka
jumlah produk sampingan (sampah) yang dihasilkan pun akan semakin
meningkat. Peningkatan jumlah penduduk di wilayah Bandung memberikan
dampak yaitu terhadap peningkatan jumlah sampah tersebut yang akan
mengakibatkan kerusakan lingkungan baik secara permukaan maupun di bawah
permukaan.
TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah merupakan tempat
pembuangan akhir sampah yang beroperasi di atas tanah milik pemerintah

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

daerah yang menampung limbah padat yang dihasilkan masyarakat. Total luas
lahan TPA ini yaitu seluas 17 Ha dan berjarak sekitar 15 km dari kota Bandung.
Pada awalnya TPA ini beroperasi dengan sistem semi control landfill, namun
dengan seiring waktu sistem ini berubah menjadi sistem open dumping yaitu
sistem pembuangan secara terbuka pada area landfill tanpa adanya penutupan
tanah.
Sistem open dumping ini tentunya memberi dampak buruk terhadap
lingkungan, dikarenakan tidak adanya penanganan khusus serta pengawasan
dari sampah tersebut. Salah satu dampak buruk yang timbul yakni masalah air
sampah yang dapat mencemari air tanah bebas dikarenakan tidak adanya
lapisan impermeable yang membatasi tanah dengan sampah. Melihat kondisi
tersebut, saya selaku mahasiswa sangat tertarik untuk mengetahui sejauh mana
air sampah tersebut dapat mencemari air tanah bebas yang berada di sekitar
TPA Leuwigajah ini. Oleh karena itu saya mencoba untuk menerapkan ilmu dan
teori teori dasar yang saya dapatkan selama perkuliahan untuk melakukan
tugas akhir (TTA - 400) ini dengan maksud untuk mengembangkan ilmu secara
teori dan juga praktek dilapangan dan juga sebagai salah satu persyaratan
kelulusan untuk meraih gelar sarjana pada program studi teknik pertambangan
fakultas teknik Universitas Islam Bandung.

III.

Maksud dan Tujuan


Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan untuk memenuhi salah satu

persyaratan kelulusan mata kuliah Tugas Akhir (TTA - 400) pada Program Studi
Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung.Tujuan dari
pelaksanaan tugas akhir ini adalah :
a. Mengukur kualitas air tanah bebas di hulu, di bawah dan di hilir TPA
Leuwigajah.
b. Mengetahui seberapa besar kandungan unsur kimia tertentu dalam air
tanah.
c. Memodelkan pola penyebaran plume pencemaran dalam sistem aliran air
tanah bebas.

IV.

Ruang Lingkup Masalah

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

Pada pelaksanaan tugas akhir ini masalah yang dibahas yakni mengenai
permodelan plume pencemaran air tanah bebas di TPA Leuwigajah Kecamatan
Cimahi Selatan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Ruang lingkup
masalah yang dibahas yakni meliputi pendeteksian seberapa besar pengaruh
pencemaran yang diakibatkan oleh TPA Leuwigajah dengan cara melakukan
analisis kimia dan juga permodelan plume pencemaran untuk mengetahui
penyebaran polutan.

V.

Metode Penelitian
Metoda penelitian yang dilakukan dalam pelaksanaan tugas akhir ini yaitu

menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dimana metode ini adalah


suatu metode penelitian yang dilakukan pada taraf atau kajian analisis yang
semata-mata ingin mengungkapkan suatu gejala atau pertanda keadaan sebagai
mana adanya. Teknik pengumpulan data ini meliputi :
1. Studi literatur, yaitu mengumpukan data dan menggunakan literatur yang
berhubungan dengan judul dari tugas akhir ini dan juga dapat dijadikan
sebagai kerangka acuan dalam penyusunan tugas akhir (skripsi).
2. Pengamatan langsung dilapangan, yaitu mengambil data primer yang
diperlukan dan juga data sekunder yang diperlukan dengan cara
mengamati langsung dilapangan.
3. Analisis data yaitu kegiatan pengolahan data berdasarkan hasil
pengamatan dan pengukuran dari lapangan dengan acuan dari
keterangan keterangan dari bahan referensi.

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

Gambar 1
Diagram Alir Penelitian

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

VI.

Landasan Teori
1. Sampah
Sampah merupakan

material sisa

yang

tidak diinginkan setelah

berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat


keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep
sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama
proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia
didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenisjenisnya.
Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya
untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia.
Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang tidak terpakai, lubang bekas
pertambangan, atau lubang-lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat
yang dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan
sampah yang higienis dan murah. Sedangkan penimbunan darat yang tidak
dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah
lingkungan, di antaranya angin berbau sampah, menarik berkumpulnya Hama,
dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas
methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di Bandung
kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)
Karakteristik desain dari penimbunan darat yang modern di antaranya
adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau
pelapis plastik. Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan
kestabilannya, dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak
penimbunan sampah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang dipasang untuk
mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari
tempat penimbunan dan dibakar di menara pembakar atau dibakar di mesin
berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.
2.

Tata Ruang dan Penentuan Lokasi TPA


Tempat pembuangan akhir sampah harus memenuhi persyaratan

lingkungan dan geologi. Pada tumpukan sampah yang terbuka akan timbul
pembusukan akibat sampah menjadi basah karena masuknya air. Pembusukan
akan menimbulkan gas yang berbahaya bagi manusia. Tanpa adanya penutupan,

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

air sampah juga akan masuk ke tanah dan mencemari air tanah. Maka dari itu
diperlukan beberapa persyaratan untuk menentukan lokasi TPA yakni sebagai
berikut :
a. Sebuah lokasi tidak layak dijadikan TPA jika jarak terhadap sungai dan
danau kurang dari 150 m.
b. Jarak TPA dari sesar aktif tidak boleh kurang dari 100 meter dan
berada dalam zona kerentanan gerakan tanah tinggi.
c. TPA juga tidak bisa berada dalam daerah banjir berkala yang periode
ulangnya 25 tahun, atau lebih sering.
d. Jika berada disekitar pantai, jarak TPA dari garis pantai tidak boleh
kurang dari 500 meter serta tidak boleh berada pada daerah pasang
surut.
e. Tidak boleh berada dalam kawasan lindung agar tidak ada aktivitas
pembukaan dikawasan tersebut.
f.

Jarak TPA dengan pemukiman, jalan utama, dan jalankereta api harus
lebih dari 300 meter.

g. TPA tidak boleh ada di daerah sawah irigasi dan kawasan wisata.
h. TPA bersistem sanitary landfill membutuhkan tanah lempung yang
dipadatkan untuk menutup timbungan sampah.
i.

TPA harus dekat dengan lahan penyedia tanah lempung sebagai tanah
penutup idealnya maksimal 1.000 meter.

3. Pengertian Air Lindi


Air lindi didefinisikan sebagai suatu cairan yang dihasilkan dari
pemaparan air hujan pada timbunan sampah. Dalam kehidupan sehari-hari air
lindi ini dapat dianalogikan seperti seduhan air teh. Air lindi membawa materi
tersuspensi dan terlarut yang merupakan produk degradasi sampah. Komposisi
air lindi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis sampah terdeposit, jumlah
curah hujan di daerah TPA dan kondisi spesifik tempat pembuangan tersebut. Air
lindi pada umumnya mengandung senyawa-senyawa organik (Hidrokarbon,
Asam Humat, Sulfat, Tanat dan Galat) dan anorganik (Natrium, Kalium, Kalsium,
Magnesium, Khlor, Sulfat, Fosfat, Fenol, Nitrogen dan senyawa logam berat)
yang tinggi. Konsentrasi dari komponen-komponen tersebut dalam air lindi bisa

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

mencapai 1000 sampai 5000 kali lebih tinggi dari pada konsentrasi dalam air
tanah (Maramis, 2008).
Cairan pekat dari TPA yang berbahaya terhadap lingkungan dikenal
dengan istlah leacheat atau air lindi. Cairan ini berasal dari proses
perkolasi/percampuran (umumnya dari air hujan yang masuk kedalam tumpukan
sampah), sehingga bahan-bahan terlarut dari sampah akan terekstraksi atau
berbaur. Cairan ini harus diolah dari suatu unit pengolahan aerobik atau
anaerobik sebelum dibuang ke lingkungan. Tingginya kadar COD dan ammonia
pada air lindi (bisa mencapai ribuan mg/L), sehingga pengolahan air lindi tidak
boleh dilakukan sembarangan (Machdar, I, 2008).
Menurut Soemirat, (1996), Leachate adalah larutan yang terjadi akibat
bercampurnya air limpasan hujan (baik melalui proses infiltrasi maupun proses
perkolasi) dengan sampah yang telah membusuk dan mengandung zat
tersuspensi yang sangat halus serta mikroba patogen. Leachate dapat
menyebabkan kontaminasi yang potensial baik bagi air permukaan maupun air
tanah. Hal ini diakibatkan karena kandungan BOD yang tinggi yaitu sekitar 3.500
mg/L.
Komposisi air lindi sangat bervariasi karena proses pembentukannya
dipengaruhi oleh karakteristik sampah (organik-anorganik), mudah tidaknya
penguraian (larut -tidak larut), kondisi tumpukan sampah (suhu, pH, kelembaban,
umur), karakteristik sumber air (kuantitas dan kualitas air yang dipengaruhi iklim
dan hidrogeologi), komposisi tanah penutup, ketersediaan nutrien dan mikroba,
dan kehadiran in hibitor (Diana, 1992). Selain itu Sulinda (2004) menyatakan
bahwa proses penguraian bahan organik menjadi komponen yang lebih
sederhana oleh mikroorganisme aerobik dan anaerobik pada lokasi pembuangan
sampah dapat menjadi penyebab terbentuknya gas dan air lindi.
Sebagian besar limbah yang dibuang pada lokasi pembuangan sampah
adalah padatan. Limbah tersebut berasal dari berbagai sumber yang berbeda
dengan tipe limbah yang berbeda pula, sehingga setiap air lindi memiliki
karakteristik tertentu (Pohland da n Harper, 1985).
Kuantitas dan kualitas air lindi juga dapat dipengaruhi oleh iklim. Infiltrasi
air hujan dapat membawa kontaminan dari tumpukan sampah dan memberikan
kelembaban

yang

dibutuhkan

bagi

proses

penguraian

biologis

dalam

pembentukan air lindi (Pohland dan Harper, 1985). Meskipun sumber dari

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

kelembabannya mungkin dibawa oleh sampah masukkannya, tetapi sumber


utama dari pembentukkan air lindi ini adalah adanya infiltrasi air hujan. Jumlah
hujan yang tinggi dan sifat timbunan yang tidak solid akan mempercepat
pembentukkan dan meningkatkan kuantitas air lindi yang dihasilkan (Pohland
dan Harper, 1985).
Pohland dan Harper (1985) menyatakan bahwa umur tumpukan sampah
juga bisa mempengaruhi kualitas air lindi dan gas yang terbentuk. Perubahan
kualitas air lindi dan gas menjadi parameter utama dalam mengetahui tingkat
stabilisasi tumpukan sampah.
4. Parameter Air Lindi
Parameter air lindi dibedakan menjadi tiga yakni parameter fisika,
parameter kimia dan parameter mikrobiologi.
a. Parameter Fisika

Suhu,

peningkatan

suhu

dapat

mengakibatkan

peningkatan

viskositas, reaksi kimia, evaporasi dan volatilisasi dan juga dapat


menyebabkan penurunan kelarutan gas dalam air, seperti O2, CO2,
N2 dan sebagainya (Haslam 1995 in Effendi, 2003).

TSS (Total Suspend Solid), padatan tersuspensi total (TSS) adalah


bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1m) yang tertahan pada
saringan millipore dengan diameter pori 0,45 m (Effendi, 2003).

b. Parameter Kimia

pH, Pescod (1973) mengatakan bahwa nilai pH menunjukkan tinggi


rendahnya konsentrasi ion hidrogen dalam air. Kemampuan air untuk
mengikat atau melepaskan sejumlah ion hidrogen akan menunjukkan
apakah perairan tersebut bersifat asam atau basa (Barus, 2002).

DO (Dissolved Oxygen), merupakan konsentrasi gas oksigen yang


terlarut dalam air. Oksigen yang terlarut dalam air berasal dari hasil
fotosintesis oleh fitoplankton atau tumbuhan air dan proses difusi dari
udara (Fardiaz, 1992).

BOD5 (Biochemical Oxygen Demand ), adalah jumlah oksigen yang


diperlukan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik
yang terdapat dalam air pada keadaan aerobik yang diinkubasi pada

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

suhu 20oC selama 5 hari, sehingga sering disebut BOD5 (APHA,


1989).

COD (Chemical Oxygen Demand ), menyatakan jumlah total oksigen


yang dibutuhkan untuk mengoksidasi semua bahan organik yang
terdapat di perairan, menjadi CO2 dan H2O (Hariyadi, 2001).

Amonia, Amonia pada perairan dihasilkan oleh proses dekomposisi,


reduksi nitrat oleh bakteri, kegiatan pemupukan dan ekskresi
organisme yang ada di dalamnya (Boyd, 1982).

Nitrat, adalah bentuk nitrogen utama dalam perairan dan merupakan


nutrien utama bagi tumbuhan dan algae. Nitrat sangat mudah larut
dalam air dan bersifat stabil, dihasilkan dari proses oksidasi sempurna
senyawa nitrogen di perairan (Effendi, 2003).

Sulfat, adalah bentuk sulfur utama dalam perairan dan tanah. Di


perairan yang diperuntukkan bagi air minum sebaiknya tidak
mengandung senyawa natrium sulfat (Na2SO4) dan magnesium
sulfat (MgSO4) (Hariyadi et al., 1992).

Besi, kadar besi pada perairan alami berkisar antara 0,05 - 0,2 mg/l
(Boyd,1988 in Effendi, 2003) pada air tanah dalam dengan kadar
oksigen yang rendah kadar besinya dapat mencapai 10 100 mg/l.
Kadar besi > 1,0 mg/l dianggap membahayakan kehidupan
organisme akuatik (Moore, 1991).

c. Parameter Mikrobiologi
Alaerts dan Santika (1984) menyatakan bahwa bakteri yang sering
digunakan sebagai indikator untuk menilai kualitas perairan adalah bakteri
koliform, fecal koliform, dan fecal streptococcus. Menurut Peraturan
Pemerintah No. 82 tahun 2001, kadar maksimum total koliform yang
diperbolehkan pada perairan umum yang diperuntukkan untuk mengairi
pertanaman dan peternakan sebesar 10.000 MPN/100ml.
5.

Permodelan Pencemaran Air Tanah


Program Modflow merupakan perangkat lunak yang dapat membantu

menvisualisasikan pola aliran air tanah bebas maupun tertekan. Program ini juga
mampu menggambarkan pergerakan polutan dalam air tanah untuk media

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

berpori. Hasil permodelan program Modflow versi 3.1.0 dapat ditampilkan dalam
bentuk dua dan tiga dimensi. Tampilan tiga dimensi ditampilkan dalam sumbu x,
sumbu y, dan sumbu z dimana sumbu x dan y adalah koordinat dan sumbu z
adalah elevasi permukaan sedankan untuk tampilan dua dimensi dapat berupa
penampang dan daerah permukaan (tampak atas).
Modflow menggunakan metode beda hingga (finite difference method)
untuk melakukan permodelan yaitu dengan cara membuat block centered grid
sehingga yang diketahui adalah nilai pada bagian tengah blok. Metode beda
hingga merupakan suatu teknik dalam memecahkan persamaan differensial yang
disebut metode numeric. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Richardson
pada tahun 1910 dengan dasar mengganti turunan pada suatu titik oleh rasio
perubahan yang sangat kecil dalam interval yang terbatas. Program Modflow
hanya mensimulasikan aliran air pada daerah jenuh dan media pori. Modflow
tidak dapat mensimulasikan aliran air pada daerah tidak jenuh air, aliran pada
media rekahan (kecuali dianggap sama dengan media pori) atau pada akuifer
dengan kondisi anisotropy yang berubah - ubah (Fetter,1994).
Semua grid horizontal yang menggunakan metode beda hingga harus
memiliki grid yang sama untuk semua lapisan. Untuk grid vertikal (Z) tidak
diperlukan

data

masukan,

namun

nilainya

akan

mempengaruhi

nilai

transimisivitas dimana nilainya sama dengan nilai konduktifitas hidrolik dikali


dengan nilai tebal lapisan, sehingga nilai transimisivitas atau tranmisibilitas akan
berubah apabila akan berubah apabila terjadi perubahan nilai tebal lapisan yang
jenuh air.

VI.

Waktu Pelaksanaan
Berdasarkan kalender akademik di Program Studi Teknik Pertambangan

Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung pelaksanaan tugas akhir ini


dilaksanakan

pada

tahun

ajaran

2014/2015.

Maka

saya

dari

penulis

mengusulkan pelaksanaan tugas akhir ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret


s/d 25 April tahun 2015. Adapun susunan kegiatan selama pelaksanaan tugas
akhir ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut :

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

Tabel 1
Tahapan Pelaksanaan Tugas Akhir

Waktu Kegiatan (2015)


29
Maret
s/d 4
April

No

Kegiatan

Obervasi Lapangan
dan Bimbingan

Kegiatan Lapangan
dan Pengambilan Data

Penyusunan Laporan

Ket :

5 April
s/d 11
April

12 April
s/d 18
April

19 April
s/d 25
April

: Kegiatan yang dilakukan


: Kegiatan kosong
: Tanggal

VII.

Peserta Tugas Akhir


Adapun data peserta yang akan melakukan kegiatan tugas akhir

diantaranya adalah :
Nama

: Vanny Liana Kharisma

NPM

: 10070111104

Tempat Tanggal Lahir

: Bandung, 3 Juni 1994

E-mail

: liana_vanny@yahoo.com
Selain itu pun saya melampirkan data diri berupa CV (Curiculum Vitae),

KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), dan Transkrip Nilai.

VIII.

Permohonan Fasilitas
Untuk dapat mendukung dalam proses terlaksananya kegiatan tugas

akhir ini, saya dari peserta sekiranya mengharapkan dari pihak Universitas Islam
Bandung dapat menyediakan fasilitas berupa :
1. Konsumsi selama kegiatan tugas akhir berlangsung.
2. Penyediaan alat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) selama kegiatan
tugas akhir berlangsung (bila diperlukan).

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung

2015

PROPOSAL TUGAS AKHIR (TTA - 400)

3. Peralatan dan perlengkapan yang mendukung selama kegiatan tugas akhir


berlangsung.

IX.

Penutup
Demikian proposal ini penulis ajukan, besar harapan saya sebagai

penulis akan bantuan dan kerjasama dari semua pihak yang membantu dalam
pelaksanaan tugas akhir ini demi kelancaran dan kesuksesannya kegiatan tugas
akhir yang akan penulis laksanakan. Sekian dan terimakasih.

Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas


Islam Bandung