Anda di halaman 1dari 49

SATUAN

JARAK
& SUDUT

MENGUKUR
JARAK
ASTRONOMI
S

DIAMETER
SUDUT
DAN
DIAMETER
LINIER

TERANG
BINTANG

BINTANG
Disusun oleh:

DAUR HIDUP
BINTANG

JENIS
BINTA
NG

Vivi Dwi Nafsikha


Achmad Fajri Nur Khakim
Mia Kumalasari

GERAK
BINTAN
G

EVOLU
SI
BINTA
NG
NATUR
E
BINTA
NG

ANATOM
I
BINTAN
G

SATUAN JARAK DAN


SUDUT

Satuan Jarak
1. Satuan Astronomi (SA) atau Astronomical Unit (AU)
yaitu jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari yang
besarnya 149.597.870,7 atau 150 x 106 km.
2. Tahun cahaya (light year = ly) yaitu jarak yang
ditempuh oleh cahaya selama satu tahun dalam
ruang hampa dengan kecepatan cahaya sebesar 3 x
105 km/s.
3. Parsec (pc) yaitu jarak bintang yang paralaksnya
satu detik busur.
1 pc = 206265 AU
1 pc = 3,262 tahun cahaya
1 pc = 3,086 x 1013 km

Satuan Sudut
1. Radian. Kita tahu bahwa sudut
180 sama dengan radian
sehingga
2. Menit busur, 10 = 60
3. Detik Busur, 10 = 360

DIAMETER SUDUT
DAN
DIAMETER LINIER

Diameter
Sudut
Diameter
sudut adalah

besarnya
sudut yang dibentuk oleh piringan
sebuah objek langit. Sedangkan
diameter linier adalah diameter
sebenarnya dari objek tersebut.

Mengukur diameter linier matahari


menggunakan diameter sudutnya

Hubungan antara jari-jari sudut dan jari-jari linier adalah

Sudut dinyatakan dalam radian. Dari pengukuran diketahui


bahwa jarijari
sudut matahari, = 960 = 4,654 x 10-3 radian, dan jarak
mataharibumi
d = 1 AU = 1,496 x 1013 cm, maka jari-jari linier matahari adalah

TERANG BINTANG

Hipparchus pada abad kedua sebelum


Masehi membagi bintang menurut
terangnya dalam enam kelompok.
Bintang yang paling terang tergolong
magnitudo kesatu, yang lebih lemah
tergolong magnitudo kedua, demikian
seterusnya
hingga
yang
paling
lemah, yang hampir tak terlihat oleh
mata termasuk magnitudo ke enam.

Tahun 1856 Pogson mendefinisikan skala satuan


magnitude secara tegas. Skala Pogson didefinisikan
sebagai:

E1 = fluks pancaran yang kita terima di bumi per cm2


per detik oleh bintang 1
E2 = fluks pancaran yang kita terima di bumi per cm2
per detik oleh bintang 2
m1 = magnitude bintang 1
m2 = magnitude bintang 2

Magnitudo yang kita bicarakan tadi


merupakan ukuran terang bintang
yang kita lihat atau terang semu
bintang
(magnitudo
bintang).
Bintang yang kita lihat terang belum
tentu benar-benar terang, mungkin
saja karena jaraknya yang dekat
maka bintang tersebut tampak
terlihat terang. Ingat persamaan

Fluks pancaran bintang berbanding terbalik dengan


kuadrat jarak sumber cahaya (luminositas)
Dimana :
magnitude bintang andaikan diamati dari jarak yang
sama yaitu 10 pc. Hubungan antara magnitude semu
(m), magnitude mutlak (M) dan jarak (d dalam pc)
diberikan oleh persamaan berikut:
m M = - 5 + 5 log d
atau
M = m + 5 + 5 log p
p adalah paralaks bintang dalam detik busur,
m M disebut modulus jarak
Kedua persamaan diatas dapat kita gunakan untuk
menentukan jarak bintang.

GERAK BINTANG

Bintang
tidaklah
tetap
melainkan
berubah
letaknya.
Namun
karena
letaknya yang sangat jauh, maka
pergerakan bintang tersebut baru bisa
teramati setelah ratusan ribu tahun.
Disini kita mendefinisikan laju perubahan
sudut letak suatu bintang disebut gerak
sejati (proper motion). Bintang yang
gerak sejatinya terbesar adalah bintang.

Keterangan:
Vt=kecepatan tangensial
Vr=kecepatan radial
V= kecepatan linier
d=jarak bintang
= gerak diri (proper
motion)

Informasi tentang gerak bintang


diperoleh juga dari pengamatan
kecepatan
radialnya,
yaitu
komponen
kecepatan
yang
searah garis pandang. Kecepatan
radial dapat diukur dari efek
Doppler pada spectrum bintang,
ditentukan dengan rumus :

= diamati - diam
Vr berharga negatif, garis spektrum bergeser
kearah panjang gelombang lebih pendek
(pergeseran biru). Vr berharga npositif, garis
spektrum
bergeser
kearah
panjang
gelombang lebih panjang (pergeseran merah).
Pergeseran biru berarti bintang atau galaksi
atau obyek langit mendekati pengamat (di
Bumi). Sebaliknya pergeseran merah berarti
obyek langit tersebut menjauhi pengamat.

Hubungan
antara
kecepatan
tangensial dan gerak sejati yaitu:
d adalah jarak bintang. Jika
dinyatakan dalam detik busur
pertahun, d dalam parsec dan Vt
dalam km/s maka:

EVOLUSI BINTANG

Bintang seperti manusia mengalami


kelahiran,
masa
kanak-kanak,
remaja, dewasa, tua dan akhirnya
mati
Umur
bintang
tergantung
dari
massanya
Semakin besar massanya, semakin
singkat umurnya, dan sebaliknya
Umur dari suatu bintang berbanding
lurus denagn 1/M2

Tahap evolusi bintang

Nature Bintang

Nature Bintang
Fisis Bintang
Bola gas panas
Reaktor nuklir
raksasa
Matahari terlihat sebagai
sebuah bola gas yang
berpijar. Dalam sistem
tata
surya,
ukuran
matahari
jauh
lebih
besar daripada planetplanet
yang
mengelilinginya.

Nature Bintang
Keberadaan bintang di
langit berawal dan
Tidak semua bintang di langit
berakhir

muncul
bersamaan.
Semua
bintang memiliki riwayat hidup,
yang berarti ada kelahiran dan
kematian. Pada gambar medan
bintang di samping, terlihat
bintang-bintang dari berbagai
usia. Beberapa diantaranya ada
yang baru lahir dan ada yang
hampir habis masa hidupnya.
Tapi kita tidak dapat melihat
perubahannya secara langsung
karena
membutuhkan
waktu
yang jauh lebih panjang daripada

Mempelajari Fisis Bintang


Menggunakan Telescope
Bintang
mengemisi
elektromagnetik
Apa yang diukur?

radiasi

Panjang gelombang (frekuensi) diukur dg


spektroskopi;
Intensitas
(Kecerlangan)
diukur
dg
detektor;
Posisi di langit diukur dg RA dan Dec
telescope;
Variasi pada ketiga besaran di atas
terhadap waktu;

Teleskop
Disain Optik
Pembias (menggunakan lensa)
Pemantul (menggunakan cermin)

Jenis Pengamatan
Astrometri (posisi)
Fotometri (intensitas)
Spektroskopi (warna)
Pengamatan Astronomi dilakukan
pada seluruh panjang gelombang.
Pada beberapa panjang
gelombang tertentu atmosfer bumi
bersifat kedap. Pada daerah
panjang gelombang tersebut,
pengamatan harus dilakukan dari
luar atmosfer Bumi.

Anatomi Bintang

Struktur Matahari
Matahari adalah
Bintang terdekat
dari Bumi
Struktur

Inti (16 juta K)


Zona radiatif
Zona konvektif
Photosfer (6000K)
Chromosphere
Corona

Solar Wind
Aliran partikel

Matahari
Interaksi Dengan Lingkungan Sekitar
Aliran partikel bermuatan

Salah satu bukti interaksi Matahari dengan lingkungan


sekitarnya dapat dilihat pada aktifitas partikel bermuatan yang
dipancarkan Matahari terhadap magnetosfer bumi dalam
bentuk aurora.

Sumber Energi Matahari: Fusi

3-tahap-fusi hydrogen:

P + P D + e+ + neutrino +
energy
D + P 3He + photon + energy
3
He + 3He 4He + 2protons + photon
+ energy
Per reaksi menghasilkan: 30 MeV (10^12J)

Kala hidup: 11 milyard


tahun
Kala hidup bintang
terbatas: bergantung pada
kesediaan bahan bakar
dan laju reaksi

Jenis
Bintang
Perbedaan
Massa
Warna
Kecerlangan
Kecerlangan
mutlak
Energy output
Luminositas

Kecerlangan
tampak

Umur

Main
sequence

Mass /
MSun

Lumino Effective
sity / Temp (K)
LSun

0.1 310^-3
0.5
0.03
0.75
0.3
1
1
1.5
5
3
60
5
600
10 10,000
15 17,000
25 80,000
790,00

2,900
3,800
5,000
6,000
7,000
11,000
17,000
22,000
28,000
35,000

Radius

/RSun
lifespan
0.16
0.6
0.8
1
1.4
2.5
3.8
5.6
6.8
8.7

(years)
210^12
210^11
310^10
110^10
210^9
210^8
710^7
210^7
110^7
710^6

Mengukur
Jarak
Astronomi
s

Apakah
obyek- obyek
langit
di
image/citra
jaraknya
sama?

Mengukur
Jarak
Astronomi
s
Diukur sudut max
dan
jarak Bumi-Venus.
Jarak BumiMatahari (1 AU)
ditentukan
dengan
trigonometri, rE =

Menentukan Jarak
Matahari

Mengukur
Jarak
Astronomis

Menentukan Jarak Bintang

Paralax trigonometri

(dekat)

Perpindahan posisi terprojeksi bintang karena


gerak tahunan Bumi mengelilingi

udut paralax, p,
nyatakan dengan arc seconds.
= 1 pc utk sdt paralx, p= 1 arcsec
pc= 3,26 thn cahaya.

b covers an angle
2 r covers an angle 360
maka
2 r / b = 360/
jadi
r = (360/2 ) b

1 AU = 150 jt km

Mengukur
Jarak
Astronomis
Bintang variabel
Cepheid

Hubungan ketat antara


Luminositas dan Periode
variabilitas

Diagram Hertzsprung-Russel

Tahapan Evolusi Bintang


Main-sequence (Deret Utama)
Raksasa Merah
Katai Putih

Jalan Hidup Bintang

Daerah Pembentukan
Bintang pada Galaksi

Lahirnya
Bintang

Deret Utama dan Kematian


Bintang
Bintang bermassa lebih kecil
daripada Matahari
Katai Coklat
Bisa berpendar selama 100
milyard tahun
Tanpa ada perubahan signifikan pada
ukuran, temperatur, energy output

Bintang seukuran
Matahari
Pembakaran
hidrogen dengan
laju cepat
Meninggalkan
Deret Utama

Pembakaran
Hidrogen
Raksasa Merah
Mulai collapse
Katai Putih

Deret Utama dan Kematian


Bintang

Bintang besar

Collapse dan fusi


berlanjut
Inti besi terbentuk
Catastrophic
collapse
supernova

Bintang Neutron dan


Pulsar
Bintang neutron

Kecil tapi kerapatan


tinggi
Rotasi sangat cepat
redup

Pulsar
Special neutron star
Medan magnet kuat
Bentuk akhir
bintang setelah
supernova

Black Holes

Hasil collapse bintang sangat besar


Gravitasi sangat kuat
Diketahui dari efeknya pada objek
sekitar

Optik
Bintang sekitar
Mengelilingi blackhole

X-ray
Akresi materi sekitar

Radio
Jet materi

Kuis
1. Bagaimana menentukan jarak
bintang (yang dekat)? Setelah
diukur, paralax bintang Alpha
Centauri sebesar 0,75. Berapa
jarak bintang tsb.?
2. Apakah Black hole itu? Apakah kita
bisa mengamati langsung Black
hole? Kenapa?

TERIMA KASIH
^_^