Anda di halaman 1dari 27

MOMENTUM SUDUT

DAN
HUKUM
KEPLER
Oleh
:

AJI SAPUTRA
120210102069
HILMAN Z.H
120210102101
LUSI MENTARI
120210102014
TRIA YULICAHYANI 120210102022

VEKTOR, MOMENTUM
SUDUT PADA GERAK
BENDA TITIK

Dalam gerak translasi kita mengenal momentum


yang didefinisikan sebagai perkalian antara
massa dan percepatan p = m .v
Dalam gerak rotasi besaran yang analog dengan
momentum ini adalah momentum sudut.
Momentum sudut suatu partikel (benda titik)
yang berputar terhadap suatu titik O
didefinsikan sebagai
L=rxp

merupakan momentum partikel dan r adalah


vektor posisi partikel.

HUBUNGAN MOMENTUM SUD


UT DENGAN TORSI

HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM SUDUT

Pada benda yang melakukan gerak rotasi juga


terdapat momentum yang disebut momentum
sudut. Momentum sudut didefinisikan sebagai
perkalian antara momen inersia dan kecepatan
sudut. Secara matematis, ditulis sebagai berikut.

L = I

Dengan :
I = momen inersia ( kg.)
= kecepatan sudut (rad/sekon)

Apabila jari-jari benda yang melakukan gerak rotasi


jauh lebih kecil dibandingkan dengan jarak benda itu
terhadap sumbu rotasi r, momentum sudut benda itu
dinyatakan sebagai momentum sudut partikel yang
secara matematis dituliskan sebagai

L = mvr

Benda pejal bermassa m yang bergerak dengan


kecepatan v pada lingkaran berjari-jari r. Momentum
sudutnya = mvr.

Bila

vektor dan momentum saling


sejajar maka momentum sudut
benda adalah nol. Bila antara vektor
dan momentum saling tegak lurus
maka besar momentum sudut
adalah rmv. Mari kita tinjau sebuah
partikel bermassa m yang berotasi
dengan jari-jari konstan r memiliki
kecepatan sudut .

Kecepatan linear partikel


adalah seperti pada Gambar

(a) Jika r sejajar p maka L=0.(b) jika r tegak lurus


p maka nilai L maksimal = rmv,(c) jika antara r
dan p membentuk sudut maka L= rmv sin .

Momentum sudutnya adalah:

Arah momentum sudutnya ke arah sumbu z


positif.
Besarnya momentum sudut adalah:

Tampak bahwa momentum sudut analog dengan


momentum linear pada gerak rotasi, kecepatan
linear sama dengan kecepatan rotasi, massa
sama dengan momen inersia. Jika momen gaya
luar sama dengan nol, berlaku Hukum
Kekekalan Momentum Sudut, yaitu momentum
sudut awal akan sama besar dengan momentum
sudut akhir. Secara matematis, pernyataan
tersebut ditulis sebagaiberikut.
Lawal = Lakhir
I11 + I22 = I11 + I22

HUKUM KEPLER
Hukum

Kepler I
Hukum Kepler II
Hukum Kepler III

HUKUM I KEPLER

setiap planet bergerak pada lintasan elips


dengan matahari berada pada salah satu titik
fokusnya.
Elips adalah suatu kurva tertutup sedemikian
sehingga jumlah jarak dari sembarang titik P
pada kurva ke kedua titik tetap (disebut titik
fokus F1 dan F2) selalu tetap. Jadi, F1 P + F2 P
selalu sama untuk setiap titik P pada kurva

HUKUM II KEPLER

setiap planet bergerak sedemikian sehingga jika


suatu garis khayal di tarik dari matahari ke
planet tersebut akan menyapu daerah yang sama
pada selang waktu yang sama.
Planet bergerak lebih cepat pada orbit yang lebih
dekat dengan matahari.

HUKUM III KEPLER

untuk setiap planet, kuadrat periode revolusinya


berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak
rata-ratanya dari matahari.
Andaikan dua planet mempunyai jarak rata-rata
dari matahari R1 dan R2, sedangkan periodenya,
yaitu waktu yang diperlukan untuk satu kali
mengelilingi matahari, berturut-turut adalah T1
dan T2. Menurut hukum kepler, berlaku
T12/T22 = R13/R23

Contoh soal :
periode revolusi bumi mengelilingi matahari
adalah satu tahun dan jarak bumi matahari
adalah 1,5 x 1011 m. jika periode revolusi planet
mars mengelilingi matahari adalah 1,87 tahun,
berapakah jarak mars dari matahari ?

PENYELESAIAN

periode revolusi matahari : Tb = 1 tahun

jarak bumi matahari : Rb m = 1,5 x 1011 m

periode revolusi planet mars : Tm = 1,87 tahun

dengan menggunakan persamaan 3, di peroleh :

Jadi, jarak mars dari matahari adalah 2,28 x 1011 m.

1.