Anda di halaman 1dari 31

Penilaian

Status Gizi
Kul. 3 Modul 2.4A (Gizi)
Mei 2014

Pengertian Status Gizi


Status gizi adalah : keadaan keseimbangan antara
Asupan zat gizi dan Kebutuhan zat gizi oleh tubuh
untuk berbagai keperluan proses biologi.
Jika :
Jumlah asupan zat gizinya sesuai dengan kebutuhan
disebut Seimbang (Gizi Baik)
Jumlah asupan zat gizinya lebih rendah dari
kebutuhan disebut Gizi Kurang
Asupan zat gizi sangat kurang dari kebutuhan
disebut Gizi Buruk
Asupan zat gizi lebih tinggi dari kebutuhan disebut
Gizi Lebih

Penilaian Status Gizi

Pengukuran Langsung
Langsung
Pengukuran

1.
1.
2.
2.
3.
3.
4.
4.

Antropometri
Antropometri
Biokimia
Biokimia
Klinis
Klinis
Biofisik
Biofisik

Pengukuran Tidak
Tidak Langsung
Langsung
Pengukuran

1. Survei
Survei Konsumsi
Konsumsi
1.
2. Statistik
Statistik Vital
Vital
2.
3. Faktor
Faktor Ekologi
Ekologi
3.

Supariasa, 2002

Pengukuran Status Gizi secara langsung

Secara Klinis
Penilaian status
gizi dapat
dilakukan dengan 4
cara ( Supariasa 2001)

Secara Biokimia

Secara Biofisik
Secara
Antropometri

I. Penilaian Status Gizi Secara Klinis


Sangat penting sebagai langkah pertama untuk

mengetahui keadaan gizi penduduk.


Hasil penilaian dapat memberikan gambaran
masalah gizi yang nyata.
Dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit,
mata, rambut dan mukosa oral

II. Penilaian Status Gizi Secara Biokimia


Adl: pemeriksaan specimen yang diuji secara
laboratoris yang dilakukan pada berbagai jaringan
tubuh darah, urin, tinja dan beberapa jaringan
tubuh seperti hati, otot.
Salah satu ukuran sederhana dan sering dilakukan
adl pengukuran haemoglobin sbg indeks anemia

III. Penilaian Status Gizi Secara Biofisik


Adl : metode penentuan status gizi dengan

melihat kemampuan fungsi dan melihat perubahan


struktur dari jaringan.
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat tanda
dan gejala kurang gizi-dengan memperhatikan
rambut, mata, lidah, tegangan otot dan bagian
tubuh lainnya.

IV. Penilaian Status Gizi Secara Antropometri


Adl : suatu pengukuran dimensi tubuh dan
komposisi dari berbagai tingkat umur dan tingkat
gizi
Antropometri digunakan untuk melihat
ketidakseimbangan asupan energi dan protein

Jenis Pengukuran Antropometri antara


lain:
1. Berat dan Tinggi Badan terhadap Umur (BB
dan TB/U)
Pengukuran antropometri jenis ini sesuai
dengan cara yang baku dan beberapa kali
secara berkala. Spt berat badan anak di
ukur tanpa baju, mengukur panjang bayi
dilakukan oleh dua orang pemeriksa pada
papan pengukur (infantometer) , tinggi
badan anak di atas 2 tahun dengan berdiri
diukur dengan stadiometer

2. Lingkar Lengan Atas (LLA)

di ukur dengan pita ukur non elastis


Sebagai alternatif bila tidak
memungkinkan mengukur BB dan TB
Nilai ambang batas untuk balita 12,5-13
cm dapat menggantikan interpretasi BB
dan TB rendah

3. Lingkar kepala, Lingkar dada dan


Lingkar pinggang

4. Tebal kulit di ukur dengan alat Skinfold


caliper pada kulit lengan, subskapula dan
daerah pinggul penting untuk menilai
kegemukan.
5. Indeks Masa Tubuh atau Body Mass Index
(IMT/BMI)

Untuk menilai status gizi anak usia 5-18 tahun


dihitung IMTnya kemudian di bandingkan dengan
umur pada tabel standar status gizi IMT/U.
Untuk usia diatas 5 tahun atau dewasa dilakukan
dengan menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh).

Cara mudah untuk menentukan berat


badan ideal orang dewasa adalah
dengan mengukur tinggi badannya yi :
Berat Badan Ideal (kg) = (Tinggi Badan
(cm)-100) -10%

Hal-hal yang mempengaruhi dimensi


antropometri manusia adalah
Umur
Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari
saat lahir sampai sekitar 20 th (Pria) dan 17
th (Wanita). Ada kecenderungan berkurang
setelah 60 th.
Jenis kelamin
Rumpun dan suku bangsa
Sosial ekonomi dan konsumsi gizi
Pekerjaan/aktifitas sehari-hari
Kondisi waktu pengukuran

Pengukuran status gizi secara tidak langsung


1. Survei Konsumsi Makanan
adl : metode penentuan status gizi
secara tidak langsung dengan melihat
jumlah & jenis zat gizi yg di konsumsi.
dapat memberikan gambaran ttg
konsumsi berbagai zat gizi pd
masyarakat, keluarga & individu.
Survei ini dpt mengindetifikasi
kelebihan & kekurangan zat gizi

2. Statistik Vital
adl : menganalisa data beberapa statistik
kesehatan, spt angka kematian
berdasarkan umur, angka kesakitan &
kematian akibat penyebab tertentu dan
data lainnya yg berhubungan dengan gizi.
penggunaannya dipertimbangkan sebagai
bagian dari indikator tdk langsung
pengukuran status gizi

3. Faktor Ekologi
malnutrisi mrp masalah ekologi sbg hasil
interaksi beberapa faktor fisik, biologis &
lingkungan budaya (Bengoa).
Jumlah makanan yg tersedia sangat
tergantung dari keadaan ekologi spt
iklim, tanah, irigasi dll.
pengukuran faktor ekologi dipandang
sgt penting utk mengetahui penyebab
malnutrisi di suatu masyarakat sbg
dasar utk melakukan program intervensi
gizi

Faktor yang perlu dipertimbangkan


dalam memilih metode penilaian status
gizi
1. Tujuan
sangat perlu diperhatikan dlm memilih
metode.
Jika ingin melihat fisik seseorangmetode
antropometri
Jika ingin melihat status vitamin & mineral
dlm tubuh metode biokimia.

2. Unit Sampel yang akan diukur


jenis unit sampel yg akan diukur meliputi:
individual, keluarga & kelompok rawan gizi.
jika unit sampel yg akan diukur adl
kelompok /masyarakat rawan gizi secara
keseluruhan metode antropometri

3.

Jenis informasi yang dibutuhkan

antara lain: asupan makanan (metode survei


konsumsi); berat dan tinggi badan (metode
antropometri); tingkat haemoglobin (metode
biokimia) dan situasi sosial ekonomi (metode
faktor ekologi)

4.

Tingkat reliabilitas dan akurasi yang dibutuhkan


masing-masing metode penilaian status gizi
mempunyai tingkat reliabilitas dan akurasi yang
berbeda-beda.

5.

Tersedianya fasilitas dan peralatan.


fasilitas dan peralatan untuk metode antropometri
relatif lebih mudah di dapat dibandingkan dengan
metode biokimia

6.

Tenaga
dalam hal jumlah dan mutunya sangat
mempengaruhi penggunaan metode
penilaian status gizi.
Jenis tenaga yg dibutuhkan antara lain : ahli
gizi, dokter, ahli kimia dan tenaga lain.

7.

Waktu
waktu yg ada bisa dalam mingguan, bulanan
dan tahunan. Jika ingin menilai status gizi
masyarakat dan waktu yg tersedia sedikit,
sebaiknya menggunakan metode antropometri.

8.

Dana
metode biokimia relatif lebih mahal dibanding
metode lainnya.

Penilaian status gizi


masyarakat

Penilaian status gizi di masyarakat:


Prinsipnya
Adl suatu upaya untuk mencari kasus malnutrisi yg
terjadi pada masyarakat, terutama golongan yg
rentan.
Golongan yg rentan antara lain :
Ibu hamil dan menyusui kebutuhan zat gizi
meningkat
Bayi dan balita blm mampu
mengonsumsi/mencerna makanan yg tersedia
Keluarga/orang yg kebutuhan gizinya tdk
terpenuhi (spt keluarga besar, lansia yg tinggal
sendiri dsb)

Status gizi masyarakat secara umum dapat


ditentukan

Secara langsung
prinsipnya sama spt penilaian status gizi
perorangan (antropometri, uji biokimia, klinis,
dll)
Perbedaannya : jenis masyarakat yg akan
diperiksa, ketersediaan baku acuan hasil
pemeriksaan status gizi
Secara tidak langsung
melihat/mendata angka kematian dan
kesakitan serta statistik kesehatan yg lain

Pengukuran antropometri
Pengukuran antropometri dalam pemeriksaan status
gizi masyarakat agak berbeda dg perorangan.
Pada pemeriksaan/penilaian status gizi masyarakat
pengukuran antropometri harus memenuhi asas :

cepat
murah
mudah dilaksanakan
memiliki keakuratan yg cukup tinggi krn data yg diperoleh
jelas tidak sevalid angka yg didapat dari pemeriksaan status
gizi perorangan.

Parameter antropometri yg wajib diukur berdasarkan


asas kecepatan dan kemudahan mencakup : lingkar
lengan atas, berat badan terhadap umur dan berat
badan terhadap tinggi badan.

Pengukuran lingkar lengan atas


Lengan yg diukur adl lengan kiri dan memakai pita
plastik berwarna atau gelang berdiameter 4 cm
Pertambahan otot & lemak berlangsung cepat selama
tahun pertama kehidupan pertumbuhan nyaris tdk
terjadi hingga anak berumur 5 th, dan ukuran lengan
tetap konstan pd angka 16 cm.
Jika anak menderita malnutrisi, otot akan mengecil,
lemak menipis, ukuran lingkar lengan berkurang.
Pengukuran lingkar lengan atas sangat berguna dan
cepat pada penilaian status gizi masyarakat dalam
menapis malnutrisi balita terutama jika usia yg tepat
tdk diketahui dan alat penimbang tidak tersedia.

Klasifikasi KKP berdasarkan ukuran LLA


Lingkar Lengan

Kategori

> 13,5 cm
12,5-13,5 cm
<12,5 cm

Normal
Mungkin KKP ringan
KKP berat

Uji Biokimia
Uji biokimia pada penilaian status gizi masyarakat
harus memenuhi kriteria:
Mudah dikumpulkan (tdk membutuhkan waktu lama dan tenaga
laboratorium yg ahli)
Stabil slm pengiriman (tdk memerlukan pendinginan)
Tidak terpengaruh makanan & minuman yug baru di konsumsi
Dapat memberi informasi walaupun tdk diperiksa dg tehnik
biokimiawi

Hanya ada 2 cairan tubuh yg dpt diperiksa : darah dan


urin

Sebelum melakukan penilaian harus ditentukan


dulu jenis/kelompok masyarakat yg akan di nilai,
contoh:
Kelompok anak balita
Kelompok ibu hamil di wilayah pesisir
Anak nelayan di pesisir
Lansia yang tinggal di daerah pegunungan

Jangan melakukan penilaian pd masyarakat yg


terlalu besar kemampuan sesorang untuk
melakukan penilaian/pemeriksaan kurang dari
1000.

Penanggulangan masalah gizi

Cara penanganan/penanggulangan masalah gizi

Penanganan
Secara langsung :
Pemberian makanan tambahan
Imunisasi pada bayi, balita, ibu hamil
Fortifikasi dan suplementasi
Secara tidak langsung :
Memberi penyuluhan, pendidikan, pelatihan
Mengawasi produksi, pengolahan pangan
Memantau kesediaan pangan

Pengolahan makanan
1. Menggunakan microwave
Memasak dengan microwave mungkin yang paling sehat
karena waktu memasaknya singkat sehingga kerusakan nutrisi
lebih sedikit. Penelitian menunjukkan memasak sayuran paling
tepat adalah dengan microwave. Brokoli misalnya, kandungan
vitamin C-nya lebih optimal jika dimasak dengan microwave.
Bahan makanan yang dimasak dengan microwave memang
bisa menjadi kering, tetapi hal ini bisa dicegah dengan
menambahkan sedikit air sebelum dipanaskan. Pastikan pula
Anda menggunakan tempat makanan khusus untuk
microwave.

2. Merebus
Merebus adalah cara yang mudah dan cepat. Anda
hanya perlu menambahkan air dan sedikit garam.
Namun suhu yang tinggi dan jumlah air yang banyak
bisa mengurangi jumlah vitamin larut air dan mineral
dalam sayuran sampai 70 persen. Merebus lebih
dianjurkan untuk wortel, brokoli, atau zucchini (sayuran
mirip mentimun hijau).
3. Mengukus
Hampir semua jenis bahan makanan, mulai dari sayuran
sampai ikan cocok dikukus. Dengan metode memasak
ini rasa asli dan nutrisi makanan tetap terjaga.
4. Merebus dengan sedikit air
Merebus dengan sedikit air (poaching) adalah cara yang
direkomendasikan untuk makanan seperti ikan, telur,
atau buah.

5. Membakar
Ini adalah metode pemasakan makanan langsung ke
dalam panas atau api dalam waktu singkat. Pembakaran
adalah cara yang dianjurkan untuk memasak daging yang
dipotong, seperti sate.

6. Memanggang
Memanggang adalah cara yang dianjurkan untuk
mendapatkan rasa daging yang tetap segar dan empuk.
Tetapi beberapa riset menyebutkan cara memasak ini bisa
meningkatkan risiko kanker pankreas dan kanker
payduara. Memanggang di suhu tinggi akan
menghasilkan reaksi kimia antara lemak dan protein
dalam daging sehingga menghasilkan toksin yang akan
merusak keseimbangan antioksidan dalam tubuh. Hal ini
diketahui akan memicu diabetes dan penyakit
kardiovaskular.

7. Menumis
Metode pemasakan ini hanya memerlukan sedikit
minyak. Hampir sebagian besar bahan pangan cocok
dimasak dengan cara ini.
8. Tidak dimasak
Pola makan makanan mentah (raw food) sedang
populer belakangan ini. Penganut pola makan ini
mengklaim cara ini yang paling sehat karena
kandungan vitamin, mineral, serat, dan enzim dalam
sayuran tidak akan hilang. Meski begitu beberapa
riset menyebut mengasup makanan mentah akan
membuat kita kehilangan likopen dalam tomat serta
antioksidan dalam wortel atau bayam.

Sumber:
Kompas