Anda di halaman 1dari 4

Tugas Kelompok-5 Minggu ke-3

Keburukan & Keindahan


----------------------------------MK

: Etika Profesi dan Spiritualitas

Dosen : Prof. Iwan Triyuwono, SE., Ak., MEc., PhD

Pokok Pikiran Materi


Loyalitas dan Kebersamaan dalam Manajemen
Manajemen berbasis nilai adalah sebuah pendekatan yang memastikan
perusahan tetap berjalan sesuai dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya.
manajemen berbasis nilai merupakan sebuah pendekatan untuk mengelola apa yang
dibangun, dipromosikan, dan dipraktekan oleh para manajer yang terkait dengan nilai
organisasi bersama. sebuah nilai organisasi mencerminkan apa yang dituju dan apa yang
dipercaya, dalam hal ini adalah apa yang menjadi tujuan dan kepercayaan sebuah
organisasi. Dalam organisasi yang diberdayakan, nilai memberikan pedoman bagi
pengambilan keputusan. Jika perusahaan mempunyai nilai-nilai yang kuat, maka
karyawan akan bekerja sama menuju sasaran bersama (komitmen pada nilai bersama).
Ketika etika telah menjadi bagian dari spirit untuk mencapai nilai yang
ditetapkan oleh perusahan. loyalitas dan sense of place merupakan komitmen yang
harus dimiliki oleh setiap anggota dalam organisasi untuk mencapai nilai yang ditetapkan
perusahan. Hal yang sangat penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalah
loyalitas dan kebersamaan dari setiap anggota dan pimpinannya yang akan sangat
menentukan kemajuan dan perkembangan organisasi mengingat adanya berbagai
tantangan yang seringkali dialami oleh sebuah organisasi.
Tanpa adanya loyalitas dan kebersamaan, maka sebuah organisasi tidak akan
berjalan dengan baik bahkan terkadang tidak akan mampu bertahan apabila di dalamnya
tidak diterapkan sikap loyal dan kebersamaan dengan baik. Hal ini dapat dikatakan
sebagai kesetiaan terhadap organisasinya. Apabila para anggota organisasi memiliki
kesetiaan /loyalitas terhadap organisasinya, maka ia akan merasa memiliki kesadaran
akan kewajiban untuk menggunakan semua fasilitas, kemampuan serta sumber daya
yang dimilikinya demi kemajuan organisasinya. Semua itu dapat terlihat dari para anggota

organisasi yang selalu menaati peraturan atau kesepakatan yang telah ditentukan baik
tertulis maupun lisan. Ia akan mendukung setiap program kerja organisasi yang telah
dijalankan dan akan mengerjakan bagiannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Tentunya terkadang memerlukan pengorbanan baik secara materi maupun waktu yang
seringkali tidak dapat diterima oleh mereka yang tidak memiliki kesetiaan / loyalitas
terhadap organisasinya.
Disamping loyalitas, di dalam berorganisasi juga memerlukan Sense of place
(timbulnya perasaan yang kuat) tentang tempat/organisasi dimana seseorang bekerja
yang dapat menghasilkan semangat kebersamaan, dimana dapat diartikan sebagai
semangat kesatuan, sehati, sepikir dan sepenanggungan dalam menjalankan aktivitas
organisasi. akan tetapi terkadang di dalam melaksanakan program kerja organisasi tidak
semua anggota memiliki kesamaan sistem / metode dalam mengerjakan bagiannya
sehingga hal ini membuat kemajuan dan perkembangan organisasi menjadi terhambat.
Keinginan-keinginan untuk memanfaatkan keadaan dan fasilitas yang dimiliki
sebuah organisasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seorang
anggota organisasi. Semua itu banyak ditemukan di berbagai bidang pekerjaan yang
mengharuskan pimpinan organisasi untuk melakukan kegiatan pencegahan secara
kooperatif antara lain pertama; pemberian pengetahuan tentang organisasi dan
kepemimpinan melalui seminar / workshop dengan menghadirkan nara sumber yang
sesuai dengan bidang organisasi, kedua; memberikan informasi tentang sejarah pendirian
organisasi, dan ketiga; menjadi teladan bagi bawahan dalam hal sikap berjiwa besar,
menghargai kiritik dan saran yang membangun demi kemajuan organisasi.
Dengan memiliki sikap loyalitas dan kebersamaan dalam setiap diri anggota
organisasi maka ketika karyawan menerima nilai perusahaan, mereka mereka
menyatakan mengembangkan komitmen yang lebih pribadi untuk pekerjaan mereka dan
merasa wajib untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. karena nilai
bersama mempengaruhi jalan kerja yang dilakukan, sehingga karyawan menjadi lebih
antusias bekerja bersama sebagai sebuah tim untuk mendukung nilai perusahaan.

Belajar dan Spiritualitas

Belajar spiritual itu mudah, bila pola pikir kita dan segala sesuatu dianggap
mudah, maka dalam pelaksanaannya juga akan mudah. Demikian pola belajar spiritual,
begitu mudahnya dan sekali saja merasakan pengalaman spiritual akan terasa bahagia
yang tak terlupakan. Mungkin dengan beginilah kesalahan orang-orang yang ada di
sekitar kita dapat sangat membantu dalam meningkatkan pertumbuhan kita. Jika kita
sungguh bertekad untuk memperbaiki diri kita sendiri dan belajar dari kesalahan orang
lain, maka hal itu dapat menjadi suatu dorongan yang kuat bagi kemajuan spiritual kita.
Perkembangan spiritualitas adalah perkembangan kualitas atau sifat dasar dalam
berhubungan dengan diri sendiri orang lain, tuhan, dan alam serta kebutuhan terdalam
dari diri seseorang untuk menemukan identitas dan makna hidup yang penuh arti.
Terjadinya perkembangan spiritual atau kepercayaan dapat berkembang hanya dalam
lingkup perkembangan intlektual dan emosional yang dicapai oleh seseorang.
Ilmu pengetahuan belum berhasil menyanggah pengalaman spiritual, dan Wilber
berpendapat bahwa Spiritualitas yang dalam merupakan bagian dari ilmu pengetahuan
yang lebih luas, yang merupakan pencapaian yang lebih jauh dari potensi manusia.
Artinya, semakin maju spiritualitas, semakin ilmiah spiritualitas tersebut.
Kepemimpinan dan manajemen spiritual dan etika perlu meresapi dan menyerap
setiap aktivitas, sikap dan perilaku manusia, dalam kaitannya dengan transaksi dan/atau
interaksi dalam konteks organisasi dan administrasi. Semangat para pekerja memiliki
pengaruh langsung pada produktivitas, sehingga peran spiritualitas akan mampu
menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, menyenangkan, dan bahkan mewah. Ketika
ketulusan dan motif yang murni digabungkan kedalam keterampilan kepemimpinan dan
manajemen, serta dibarengi dengan pengambilan keputusan secara konsisten, hasilnya
adalah sebuah organisasi yang kuat dan sangat termotivasi.
Banyak organisasi menghabiskan biaya yang tinggi untuk mengembangkan
lingkungan kerja yang konon dirancang untuk memelihara pikiran positif para pekerja
dalam rangka kepentingan mengoptimalkan produktivitas, namun hasilnya sia-sia.
Pengendalian diri, optimisme, dorongan berbuat yang terbaik, dan prakarsa, kesemuanya
ini terkait dengan self leadership and management, yang juga adalah dampak lain dari
spiritualitas.

=========================================================

Penilaian Terhadap Isi Materi

Dalam

loyalitas

terkandung

beberapa

unsur

diantaranya

pengorbanan,

kepatuhan, komitmen, ketaatan dan kesetiaan. Hal ini menunjukkan bahwa


terbentuknya sikap loyal melalui proses yang sangat rumit karena dipengaruhi
interaksi dua belah pihak. mengacu dari pengertian loyalitas diatas dapat
dikatakan bahwa seseorang dikatakan memiliki loyalitas jika seseorang tersebut
memiliki kepatuhan dan kesetiaan terhadap organisasi.

Kemajuan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan bagi individu


mendapatkan segala bentuk informasi yang kemungkinan besar dapat merubah
pola pikir individu sekarang ini. Kesadaran akan sesuatu yang dikerjakan dan hasil
yang akan diterima menjadi faktor penting dalam suatu sikap seseorang.

Untuk terus menumbuhkan sikap kebersamaan dalam organisasi maka manajer


perlu melakukan tindakan-tindakan yang dapat membangun rasa kebersamaan
didalam organisasi. semangat kesatuan, sehati, sepikir dan sepenanggungan
dalam menjalankan aktivitas organisasi merupakan modal yang kuat untuk
menggapai nilai-nilai perusahan.

Dampak dari spiritualitas terhadap individu adalah terbentuknya mentalitas baru


yang bercirikan orientasi yang lebih holistik, altruistik, pelayanan kepada manusia,
komitmen pada kebenaran, dan bentuk-bentuk perilaku luhur lainnya, serta
kesadaran diri.

Pengembangan spiritual di tempat kerja telah menjadi alat kepemimpinan dan


manajemen yang sederhana dan relatif murah, yang mampu menggantikan
imbalan finansial yang relatif mahal, dengan melatih para pekerja bermotivasi
tinggi dan menumbuhkan rasa hormat yang besar antara satu dengan lainnya.