BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara umum kebijakan yang dilakukan oleh Pengadilan Agama
Luwuk dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan
kepentingan Peradilan Tingkat Pertama, baik yang bersifat administratif,
keuangan dan organisasi mengacu pada Surat Keputusan Sekretaris
Mahkamah

Agung

RI

Nomor

677-1/SEK/01/SK/XII/2014

tentang

Penyampaian Lakip 2014 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2014,
Pengadilan Agama Luwuk yang berada pada Lembaga Mahkamah Agung
RI sebagai salah satu institusi negara sesuai dengan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan
Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Instruksi

Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah, berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan
tugas, fungsi dan peranannya dalam pengelolaan sumberdaya, dan
sumber dana serta kewenangan yang ada yang dipercayakan kepada
publik.
Untuk

itulah

Pengadilan

Agama

Luwuk

membuat

Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Tahun 2014 dan
Penetapan Kinerja Tahun 2015.
B. Tugas Pokok dan Fungsi

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 1

Berdasarkan UU Nomor 48 Tahun 2009 Pengadilan Agama Luwuk
merupakan Lembaga Peradilan Tingkat pertama yang berada di bawah
Mahkamah Agung RI sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang
merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakan hukum dan
keadilan. Pengadilan Agama Luwuk sebagai kawal depan (voorj post)
Mahkamah Agung, bertugas dan berwenang menerima, memeriksa,
memutus dan menyelesaikan perkara antara orang-orang yang beragama
Islam, mengenai perkara perdata tertentu diatur oleh Undang-undang.
Adapun tugas pokok dan fungsi sesuai dengan struktur organisasi
di atas adalah sebagai berikut :
1. Ketua dan Wakil Ketua ( Pimpinan Pengadilan Agama )

Ketua mengatur pembagian tugas para Hakim, membagikan berkas
perkara dan surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara
yang diajukan kepada Majelis Hakim untuk diselesaikan.

Mengadakan pengawasan dan pelaksanaan tugas dan tingkahlaku
Hakim, Panitera/Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta
perangkat administrasi peradilan di daerah hukumnya.

Menjaga agar penyelenggaraan peradilan terselenggara dengan
wajar dan seksama.

2. Majelis Hakim

Melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman di daerah hukumnya.

3. Panitera/Sekretaris

Panitera bertugas menyelenggarakan administrasi perkara, dan
mengatur tugas Wakil Panitera, para Panitera Muda, Panitera

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 2

Pengganti, serta seluruh pelaksana di bagian tekhnis Pengadilan
Agama Luwuk.

Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti
bertugas

membantu

Hakim

dengan

mengikuti

dan

mencatat

jalannya persidangan.

Panitera membuat daftar perkara-perkara perdata yang diterima di
Kepaniteraan.

Panitera membuat salinan putusan menurut ketentuan undangundang yang berlaku.

Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara,
putusan, dokumen, akta, buku daftar, biaya perkara, uang titipan
pihak ketiga, surat-surat berharga, barang bukti dan surat-surat
lainnya yang disimpan di kepaniteraan.

Sekretaris

bertugas

menyelenggarakan

administarsi

umum,

mengatur tugas Wakil Sekretaris, Kepala Urusan Kepegawaian,
Umum

dan

Keuangan,

serta

seluruh

pelaksana

di

bagian

Kesekretariatan Pengadilan Agama Luwuk.

Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab
atas penggunaan anggaran.

Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Barang bertanggung jawab atas
keberadaan dan pemanfaatan Barang Milik Negara ( BMN ).

4. Wakil Panitera membantu Panitera dalam melaksanakan tugas di
bidang Administrasi Perkara sesuai dengan pola Bindalmin dan
mengkoordinir tugas-tugas Panitera Muda Gugatan, Permohonan dan
Hukum.
LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 3

5. Wakil Sekretaris membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugas di
bidang Administrasi Umum/Kesekretariatan dan mengkoordinir tugastugas Kepala Urusan Umum, Kepegawaian dan Keuangan.
Jumlah Pegawai Pengadilan Agama Luwuk Seluruhnya berjumlah 16
(enam belas) orang terdiri dari :
a. Jumlah Pegawai Menurut Golongan :
Tenaga Honorer
=
8 Orang
Golongan I
=
- Orang
Golongan II
=
3 Orang
Golongan III
= 13 Orang
Golongan IV
=
1 Orang
b. Jumlah Tenaga Teknis dan Non
Ketua ,Wakil Ketua dan Hakim
Panitera / Sekretaris
Wakil Panitera
Panitera Muda Gugatan
Panitera Muda Permohonan
Panitera Muda Hukum
Panitera Pengganti
Jurusita
Juru Sita Pengganti
c. Jumlah Pejabat Struktural
Wakil Sekretaris
Kepala Urusan Umum
Kepala Urusan Kepegawaian
Kepala Urusan Keuangan

C.

Teknis
= 9
= 1
= = = = 1
= = 1
= 3

=
=
=
=

1
1
1
-

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang

Orang
Orang
Orang
Orang

Sistematika Penyajian
Laporan Akuntabilitas Kinerja ini menggambarkan pencapaian kinerja
Pengadilan Agama Luwuk selama tahun 2014 sebagai acuan untuk
perbaikan kinerja di masa mendatang. LAKIP disusun dengan sistematika
sebagai berikut:

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 4

-

Bab I Pendahuluan, menjelaskan Latar Belakang, Maksud dan Tujuan
Penulisan Laporan, Tugas Pokok dan Fungsi, Struktur Organisasi serta
Sistematika Penulisan.

-

Bab II. Rencana Strategis, dijelaskan mengenai Rencana Strategi dan
Rencana Kinerja. Disini akan dijelaskan Tujuan dan Sasaran, Strategi,
Program dan Kegiatan serta Indikator Kinerja Penetapan Kinerja dan
Perjanjian Kinerja, yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian
Visi dan Misi Pengadilan Agama Luwuk Tahun 2010-2014.

-

Bab III. Akuntabilitas Kinerja, diuraikan Hasil Pengukuran Kinerja,
Evaluasi serta Analisis Akuntabilitas Kinerja, termasuk didalamnya
menguraikan

secara

sistematis

keberhasilan

dan

kegagalan,

hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi serta langkahlangkah antisipatif yang diambil.
-

Bab IV . Penutup, mengemukakan tujuan secara umum tentang
Keberhasilan dan Kegagalan, Permasalahan dan Kendala Utama yang
berkaitan dengan Kinerja Pengadilan Agama Luwuk serta Strategi
Pemecahan Masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang.

-

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Struktur Organisasi
2. Indikator Kinerja Utama
3. Rencana Kinerja Tahun 2014
4. Penetapan Kinerja Tahun 2014
5. Matriks Rencana Strategis 2015 - 2019
6. SK. Tim Penyusun Laporan LAKIP

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 5

BAB II
PERENCANAAN
DAN PENETAPAN KINERJA
A. Rencana Strategis 2015 – 2019

Rencana Strategis Pengadilan Agama Luwuk Tahun 2015 – 2019
merupakan

komitmen

bersama

dalam

menetapkan

kinerja

dengan

tahapan-tahapan yang terencana dan terprogram secara sistematis
melalui

penataan,

penertiban,

perbaikan

pengkajian,

pengelolaan

terhadap sistem kebijakan dan peraturan perundangan-undangan untuk
mencapai efektivas dan efesiensi.
Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta
sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja Pengadilan Agama Luwuk
diselaraskan denga arah kebijakan dan program Mahkamah Agung yang
disesuaikan dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan
dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPNJP) 2005 –
2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015 – 2019,
sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program
dan kegiatan Pengadilan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan
organisasi pada tahun 2015 – 2019.
1.

Visi dan Misi
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan
masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas
pokok dan fungsi Pengadilan Agama Luwuk...
Adapun visi dari Pengadilan Agama Luwuk,adalah:
“Terwujudnya Pengadilan Agama Luwuk sebagai Lembaga
Peradilan Agama Tingkat Pertama yang Agung”
Untuk

mencapai

visi

tersebut,

Pengadilan

Agama

Luwuk

menetapkan misi yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan,
yaitu :
1.

Mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, biaya ringan dan
transparasi.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 6

2.

3.
4.
5.

2.

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur Peradilan dalam
rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat dengan jalan
mengikutkan Pengawai Pengadilan Agama Luwuk sebagai peserta
bimtek yustisial dan non yustisial
Melaksanakan pengawasan dan pembinaan Intern yang efektif dan
efisien
Melaksanakan tertib administrasi dan manajemen peradilan yang
efektif dan efisien
Mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana peradilan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

Tujuan dan Sasaran Strategis
Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam
jangka waktu satu sampai dengan lima tahun dan tujuan ditetapkan
mengacu kepada pernyataan visi dan misi Pengadilan Agama Luwuk
Adapun Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Agama Luwuk
adalah sebagai berikut :
1. Pencari keadilan merasa kebutuhan dan kepuasannya terpenuhi
2. Setiap pencari keadilan dapat menjangkau badan peradilan
3. Publik percaya bahwa Pengadilan Agama Luwuk dapat memenuhi

butir 1 dan 2 di atas
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu
sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima
tahun kedepan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, sasaran
strategis yang hendak dicapai Pengadilan Agama Luwuk adalah
sebagai berikut :
Meningkatnya penyelesaian perkara
Peningkatan aksepbilitas putusan Hakim
Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to
justice)
5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.
6. Meningkatnya kualitas pengawasan
1.
2.
3.
4.

B. Indikator Kinerja Utama Pengadilan Agama Luwuk

Pengadilan Agama Luwuk telah menetapkan Indikator Kinerja Utama
berdasarkan

SK.

Ketua

Pengadilan

Agama

Luwuk

Nomor:

W.19-

A8/46/OT.01.2/I/2014 tanggal 2 Januari 2014, dapat dilihat sebagai berikut :

Kinerja Utama

LAKIP PA. LUWUK 2014

Indikator Kinerja

Halaman - 7

Meningkatnya
penyelesaian perkara

a. Persentase mediasi yang diselesaikan
b. Persentase mediasi yang menjadi

akta
perdamaian
c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan:
- CT
- CG
- Lainya
d. Persentase perkara yang diselesaikan:
- CT
- CG
- Lainya
e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam
jangka waktu maksimal 6 bulan
f. Persentase perkara yang diselesaikan dalam
jangka waktu lebih dari 6 bulan
Peningkatan aksepbilitasPersentase perkara yang tidak mengajukan
putusan Hakim
upaya hukum:
- Banding
- Kasasi
- Peninjauan Kembali
Peningkatan
efektifitas a. Persentase berkas yang diajukan kasasi dan
pengelolaan penyelesaian PK yang disampaikan secara lengkap
perkara
b. Persentase berkas yang diregister dan siap
didistribusikan ke Majelis
c. Persentase
penyampaian pemberitahuan
relaas putusan tepat waktu, tempat dan para
pihak
d. Prosentase penyitaan tepat waktu dan
tempat
e. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara
f. Persentase responden yang puas terhadap
proses peradilan
Peningkatan aksesibilitas a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan
masyarakat
terhadap b. Persentase perkara yang dapat diselesaikan
peradilan (acces to justice) dengan cara sidang keliling
Meningkatnya kepatuhanPersentase permohonan eksekusi atas putusan
terhadap
putusanperkara perdata yang berkekuatan hukum tetap
pengadilan.
yang ditindaklanjuti
Meningkatnya
kualitas a. Persentase pengaduan masyarakat yang
pengawasan
ditindaklanjuti
b. Persentase
temuan
hasil
pemeriksaan
eksternal yang ditindaklanjuti.

C. Rencana Kinerja Tahun 2014

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 8

No

Sasaran

1. Peningkatan
penyelesaian perkara

Indikator Kinerja Utama

Target

a. Persentase mediasi yang

diselesaikan

sisa perkara
yang diselesaikan:
- CT
- CG
- LAINNYA
c. Persentase perkara yang
diselesaikan dalam jangka
waktu maksimal 6 bulan
d. Persentase perkara yang
diselesaikan dalam jangka
waktu lebih dari 6 bulan
2. Peningkatan
Persentase perkara yang
aksesibilitas
putusantidak mengajukan
upaya
Hakim
hukum:
- Verzet
- Banding
- Kasasi
- Peninjauan Kembali
3. Peningkatan efektifitas a. Persentase berkas perkara
pengelolaan
yang diajukan kasasi yang
penyelesaian perkara
disampaikan
secara
lengkap
b. Persentase berkas perkara
yang diajukan PK yang
disampaikan
secara
lengkap
c. Persentase berkas yang
diregister
dan
siap
didistribusikan ke Majelis
d. Persentase penyampaian
relaas pemberitahuan isi
putusan
tepat
waktu,
tempat dan para pihak
e. Persentase
penyitaan
tepat waktu dan tempat
f. Ratio
Majelis
Hakim
terhadap perkara
g. Persentase
responden
yang
puas
terhadap
proses peradilan
4. Peningkatan
a. Persentase perkara prodeo
aksesibilitas masyarakat yang diselesaikan
terhadap peradilan
b. Persentase perkara yang
(acces to justice)
dapat diselesaikan dengan

50%

b. Persentase

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 9

90%
90%
100%
100%
100%
100%
99%
100%
100%

100%

100%
100%

100%
100%
100%
100%

cara sidang keliling
5. Peningkatan kualitas
a. Prosentase pegawai yang
SDM
lulus diklat teknis
b. Prosentase pegawai yang
lulus diklat non yudisial
6. Meningkatnya
Persentase
permohonan
kepatuhan
terhadapeksekusi
atas
putusan
putusan pengadilan.
perkara perdata tertentu
yang berkekuatan hukum
tetap yang ditindaklanjuti
7. Meningkatnya kualitas a. Persentase
pengaduan
pengawasan
masyarakat
yang
ditindaklanjuti
b. Persentase temuan hasil
pemeriksaan
internal/eksternal
yang
ditindaklanjuti.

100%
100%
100%

100%
100%

100%

D. Penetapan Kinerja Tahun 2014

Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang
mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan
terukur

dalam

rentang

waktu

satu

tahun

tertentu

dengan

mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan
kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi
dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian
keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Agama
Luwuk, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja.
Penetapan Kinerja Tahun 2014 Pengadilan Agama Luwuk, sebagai
berikut:
Tabel Penetapan Kinerja Tahun 2014 Pengadilan Agama Luwuk
No
1.

Kinerja Utama
Meningkatnya
penyelesaian perkara

LAKIP PA. LUWUK 2014

Indikator Kinerja
a. Persentase

mediasi
yang
berhasil dengan perdamaian
b. Persentase sisa perkara yang
diselesaikan
- CT
- CG
- Lainya

Halaman - 10

Target
10%

100%
100%
100%

c. Persentase

2.

3.

4.

5.

6.

perkara

yang

diselesaikan
- CT
- CG
- Lainya
d. Persentase
perkara
yang
diselesaikan dalam jangka
waktu maksimal 5 bulan
e. Persentase
perkara
yang
diselesaikan dalam jangka
waktu lebih dari 5 bulan
Peningkatan aksepbilitasPersentase perkara yang tidak
putusan Hakim
mengajukan upaya hukum:
- Verzet
- Banding
- Kasasi
- Peninjauan Kembali
Peningkatan
efektifitas a. Persentase
berkas
yang
pengelolaan penyelesaian diajukan kasasi dan PK yang
perkara
disampaikan secara lengkap
b. Persentase
berkas
yang
diregister
dan
siap
didistribusikan ke Majelis
c. Persentase
penyampaian
pemberitahuan
relaas
putusan tepat waktu, tempat
dan para pihak.
d. Prosentase penyitaan tepat
waktu dan tempat
e. Ratio Majelis Hakim terhadap
perkara
f. Persentase responden yang
puas
terhadap
proses
peradilan
Peningkatan aksesibilitas a. Persentase perkara prodeo
masyarakat
terhadap yang diselesaikan
peradilan (acces to justice) b. Persentase
perkara
yang
dapat diselesaikan dengan
cara sidang keliling
Meningkatnya kepatuhanPersentase
permohonan
terhadap
putusaneksekusi atas putusan perkara
pengadilan.
perdata
yang
berkekuatan
hukum
tetap
yang
ditindaklanjuti
Meningkatnya
kualitas a. Persentase
pengaduan
pengawasan
masyarakat
yang
ditindaklanjuti
b. Persentase
temuan
hasil
pemeriksaan eksternal yang

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 11

90%
95%
95%
100%
1000%
1%
100%

100%
100%
100%
100%

-

ditindaklanjuti.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 12

100%

BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran Kinerja

Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian
pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan
sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan
perencanaan strategis suatu organisasi. Pengukuran Kinerja adalah proses
sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan
pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, untuk mencapai
sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi
organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai
kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan
yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai
mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat
komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Agama Luwuk Tahun
2014, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian
indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga
terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Secara
umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun
demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam Tahun
2014 ini. Rincian tingkat capaian kinerja masing‐masing indikator kinerja
tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini.
No

Sasaran

Target RealisasiCapaian
(%)
1. Meningkatnya a. Persentase
mediasi 449
90
20,04%
penyelesaian
yang diselesaikan
perkara
b. Persentase
mediasi 90
11
12,22%
yang
menjadi
perdamaian
c. Persentase sisa perkara 38
38
100%
yang diselesaikan
- CT
18
18
100%
- CG
20
20
100%
- Lainya
3
3
100%
d. Persentase
perkara
yang diselesaikan
- CT
157
137
87,26%
- CG
290
250
86,20%
- Lainya
33
25
75.75%
e. Persentase
perkara 480
463
96,45.%
yang
diselesaikan
dalam jangka waktu
maksimal 5 bulan
f. Persentase
perkara
6
6
100%

LAKIP PA. LUWUK 2014

Indikator Kinerja

Halaman - 13

2.

4.

5.

6.

yang
diselesaikan
dalam jangka waktu
lebih dari 5 bulan
Peningkatan
Persentase perkara yang
aksepbilitas
tidak mengajukan upaya
putusan Hakim hukum:
- Banding
3
- Kasasi
- Peninjauan Kembali
Peningkatan
a. Persentase berkas yang efektifitas
diajukan kasasi dan PK
pengelolaan
yang
disampaikan
penyelesaian
secara lengkap
perkara
b. Persentase berkas yang 480
diregister
dan
siap
didistribusikan
ke
Majelis
c. Persentase
480
penyampaian
pemberitahuan
relaas
putusan tepat waktu,
tempat dan para pihak.
d. Prosentase
penyitaan tepat waktu dan tempat
e. Ratio
Majelis
Hakim
480
terhadap perkara
f. Persentase
responden
yang puas terhadap
proses peradilan
Peningkatan
a. Persentase
perkara 4
aksesibilitas
prodeo
yang
masyarakat
diselesaikan
terhadap
b. Persentase
perkara
9
peradilan
yang dapat diselesaikan perkara
(acces
to dengan
cara
sidang 3 Lokasi
justice)
keliling
Meningkatnya Persentase
permohonan
kepatuhan
eksekusi
atas
putusan
terhadap
perkara
perdata
yang
putusan
berkekuatan hukum tetap
pengadilan.
yang ditindaklanjuti
Meningkatnya a. Persentase pengaduan kualitas
masyarakat
yang
pengawasan
ditindaklanjuti
b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal
yang ditindaklanjuti.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 14

3
-

100%
-

480

100%

480

100%

-

-

480

100%

-

-

4

100%

26

-

-

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 15

B. Analisis Akuntabilitas Kinerja

Pengukuran kinerja Pengadilan Agama Luwuk Tahun 2014 mengacu
pada indikator kinerja utama sebagaimana tertuang pada tabel di atas,
untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Pada akhir Tahun 2013,
Pengadilan Agama Luwuk. telah melaksanakan seluruh kegiatan yang
menjadi tanggung jawabnya. Adapun hasil capaian kinerja sesuai sasaran
yang ditetapkan, diuraikan sebagai berikut :
Sasaran 1. Meningkatnya Penyelesaian Perkara
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut:
Sasaran

Target Realisasi Capaian
%
a. Persentase mediasi yang diselesaikan
449
90
20,04%
b. Persentase mediasi yang menjadi akta 90
11
12,22%
perdamaian
c. Persentase
sisa
perkara
yang 38
38
100%
diselesaikan:
18
18
100%
- CT
20
20
100%
- CG
3
3
100%
- Lainya
d. Persentase perkara yang diselesaikan:

- CT
- CG
- Lainya
e. Persentase perkara yang diselesaikan
dalam jangka waktu maksimal 5 bulan
f. Persentase perkara yang diselesaikan
dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan

157
290
33
480

137
250
25
463

6

6

87,26%
86,20%
75.75%
96,45%
100%

 Persentase Mediasi Yang Menjadi Perdamaian

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 tentang
Mediasi perkara gugatan perdata yang masuk ke Pengadilan Agama
harus melalui proses mediasi agar perkara yang didaftarkannya dapat
diselesaikan diluar persidangan.
Pada Tahun 2014 pengadilan Agama Luwuk menerima gugatan
perkara perdata sebanyak 480 perkara dari jumlah gugatan perkara
perdata tersebut bila para pihak hadir maka diupayakan dengan jalan
mediasi, dan perkara yang dapat dilaksanakan mediasi 90 perkara dan
yang menjadi perdamaian hanya 11 perkara. Hal ini dikarenakan
perkara gugatan perdata yang masuk hanya sebagian kecil yang dapat
diselesaikan secara mediasi dan menjadi perdamaian kedua belah
pihak.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 16

Adapun hal-hal yang membuat penyelesaian secara mediasi tidak
tercapai, sebagai berikut:
1. Bahwa semua perkara yang masuk telah melalui proses Perdamaian
di tingkat desa dan KUA Kecamatan
2. Bahwa salah satu pihak berkeras untuk didamaikan walaupun pihak
lain masih ingin didamaikan
3. Bahwa alasan untuk berperkara karena tidak ada keharmonisan.
Sebagai bahan perbandingan perkara gugatan perdata yang
menjadi perdamaian sebagai berikut:
Capaian Tahun
Perkara
2014
2013
2012
Mediasi
11
0
0
Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada perkara gugatan perdata yang menjadi
perdamaian dari capaian tahun 2012 sebanyak 0 % dan capai tahun
2013 sebanyak 0 % dengan capaian Tahun 2014 sebanyak 12,22%.
 Persentase sisa perkara yang diselesaikan:
 Perkara yang masuk tahun 2013 dan tidak dapat diselesaikan pada

tahun tersebut merupakan sisa perkara yang harus diselesaikan
pada tahun berikutnya, penyebab adanya sisa perkara karena
adanya perkara yang masuk pada bulan Desember 2013 dan baru
disidangkan pada Tahun 2014, sedangkan yang masuk di bawah
bulan desember masih dalam taraf pemeriksaan ada yang masih
dalam tahapan, replik, duplik, pembuktian/saksi.
Sisa perkara gugatan perdata Tahun 2013 sebanyak 38
perkara dan pada Tahun 2014 diselesaikan seluruhnya sebanyak 38
Perkara sehingga capaiannya 100%.
Penyelesaian perkara Tahun 2013 yang diselesaikan pada
Tahun 2014 mencapai target yang ditetapkan yaitu 100 %
menunjukan bahwa sistem kerja yang berlaku di lingkungan
Pengadilan Agama Luwuk telah berjalan dengan baik dan lancar
sehingga tidak ada sisa perkara tahun sebelumnya yang tidak
selesai pada tahun berikutnya.
Sebagai bahan perbandingan persentase sisa perkara gugatan
perdata yang diselesaikan, sebagai berikut :
Tahun
Perkara
2012
2013
2014
Capaian % Capaian % Capaian %
Sisa Perkara
- CT
- CG
- Lainya

LAKIP PA. LUWUK 2014

100%
100%
100%

Halaman - 17

100%
100%
100%

100%
100%
100%

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada sisa perkara yang diselesaikan dari
capaian tahun 2011 dengan capaian tahun 2012 sebanyak 100%
dan capai tahun 2013 sebanyak 100% dengan capaian Tahun 2014
sebanyak 100 %.
 Persentase perkara yang diselesaikan:
- Perkara Cerai Talak
Perkara cerai talak yang masuk pada Tahun 2014 sebanyak 157
perkara, diselesaikan sebanyak 137 perkara dan sisa 19 perkara
capaiannya 87,26%.

1.
2.
3.

Keadaan Perkara Gugatan Perdata di Pengadilan Agama
Luwuk Cerai Talak Tahun 2014
Sisa
Sisa Awal
No
Bulan
Masuk
Putus
Akhir
Bulan
Bulan
Januari
18
17
14
21
Pebruari
21
17
13
25
Maret
25
15
13
24
4.
April
24
10
8
23
5.
Mei
23
11
9
24
6.
Juni
24
12
12
22
Juli
7.
22
6
12
16
8.
Agustus
16
12
6
21
9.
September
21
18
10
26
10.
Oktober
26
14
12
25
Nopember
11.
25
11
13
22
12.
Desember
22
14
15
19
Jumlah
267
157
137
19

Adapun penyebab belum tercapainya target sasaran ini karena
banyak perkara yang masuk akhir Tahun 2013 dan baru disidangkan
pada Tahun 2014, sedangkan yang masuk di bawah bulan desember
masih dalam taraf pemeriksaan ada yang masih dalam tahapan,
replik, duplik,pembuktian/saksi serta jumlah Majelis Hakim dan
Panitera Pengganti sedikit dibandingkan dengan jumlah perkara yang
harus diselesaikan.
Sebagai bahan perbandingan persentase perkara gugatan
perdata yang diselesaikan, sebagai berikut:
2012
Perkara

Cerai
talak

masuk

131

Selesai

111

2013
Capaian
%

Masuk

84,73 136

selesai

118

2014
Capaian
%

Masuk

86,76 157

Selesai

137

Capaian
%

87,26

Beberdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada persentase perkara gugatan perdata yang
diselesaikan dari capaian tahun 2012 sebanyak 84,73% dan capaian
tahun 2013 sebanyak 86,76% dengan capaian Tahun 2014 sebanyak
87,26 %.
LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 18

- Perkara Cerai Gugat

Perkara cerai gugat yang masuk pada Tahun 2014 sebanyak 290
perkara, diselesaikan sebanyak 250 perkara sedangkan perkara yang
dicabut untuk cerai gugat sebanyak 36 Perkara dan sisa 27 perkara
capaiannya 86,20%.
Keadaan Perkara Gugatan Perdata Di Pengadilan Agama
Luwuk Cerai Gugat Tahun 2014
Sisa
Sisa
No
Bulan
Masuk
Putus
Akhir
Bulan Ini
Bulan
1.
Januari
20
18
12
25
2.
Pebruari
25
23
15
28
3.
Maret
28
28
19
37
4.
April
37
29
28
35
5
Mei
35
24
15
39
6
Juni
39
31
24
43
7
Juli
43
10
17
32
8
Agustus
32
24
20
30
9
September
30
24
29
24
10
Oktober
24
26
23
26
11
Nopember
26
34
15
45
12
Desember
45
19
33
27
Jumlah
384
290
250
27
Adapun penyebab belum tercapainya target sasaran ini karena
banyak perkara yang masuk akhir Tahun 2013 dan baru disidangkan
pada Tahun 2014, sedangkan yang masuk di bawah bulan Desember
masih dalam taraf pemeriksaan ada yang masih dalam tahapan,
replik, duplik,pembuktian/saksi serta jumlah Majelis Hakim dan
Panitera Pengganti sedikit dibandingkan dengan jumlah perkara
yang harus diselesaikan.
Sebagai bahan perbandingan persentase perkara gugatan
perdata yang diselesaikan, sebagai berikut:
2012
Perkara

Cerai
Gugat

2013

2014

masuk

selesai

Capaian
%

Masuk

selesai

Capaian
%

Masuk

Selesai

Capaian
%

289

252

87,19

265

243

91,69

290

250

86,20

Be

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada jumlah perkara, yang diselesaikan terjadi
penurunan persentase perkara gugatan perdata yang diselesaikan
dari capaian tahun 2012 dengan capai tahun 2013 sebanyak 97,72
% dan capai tahun 2012 dengan capaian sebanyak 95,74 Tahun
2014 sebanyak 89,58 %.
LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 19

- Penyelesaian Perkara Lainnya

Perkara Lainnya yang masuk pada Tahun 2014 sebanyak 33
perkara, diselesaikan sebanyak 32 perkara dan sisa 1 perkara
capaiannya 96,96%.
Keadaan Perkara Gugatan Perdata Di Pengadilan Agama
Luwuk Lainnya Tahun 2014
No
1.
2.
3.
4.
5
6
7
8
9
10
11
12

Bulan
Masuk
Januari
2
Pebruari
2
Maret
2
April
4
Mei
4
Juni
2
Juli
2
Agustus
2
September
4
Oktober
2
Nopember
6
Desember
0
Jumlah
32

Putus
2
3
3
1
1
6
1
0
3
3
1
4
28

Sisa
1
1
5
5
2
2
2
1
5
1
25

Adapun tercapainya target sasaran ini karena tidak banyak
perkara yang masuk Tahun 2014 dan Perkaranyapun perkara perkara
yang sederhana dan masuknya bukan pada akhir Tahun 2014,
sedangkan yang masuk di bawah bulan Desember serta jumlah
Majelis Hakim dan Panitera Pengganti sedikit dibandingkan dengan
jumlah perkara yang harus diselesaikan berbanding tak seimbang
sehingga panitera sidang harus bekerja ekstra dalam menyelsaikan
tugas.
Sebagai bahan perbandingan persentase perkara gugatan
perdata yang diselesaikan, Perkara lainnya sebagai berikut:
2012
Perkara

Lainnya

2013

2014

Masuk

selesai

Capaian
%

Masuk

selesai

Capaian
%

Masuk

Selesai

Capaian
%

30

23

76,66

36

29

80.55

33

32

96.96

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada persentase perkara gugatan perdata yang
diselesaikan dari capaian tahun 2012 sebanyak 76.66% dan capaian
tahun 2013 sebanyak 80.55% dengan capaian Tahun 2014 sebanyak
96.96 %.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 20

 Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu

maksimal 5 bulan.
Berdasarkan SEMA Nomor 2 tahun 2014 tentang penyelesaian
perkara harus diputus dan diselesaikan dalam waktu lima bulan, dengan
ada batas waktu dalam penyelesaian perkara yaitu maksimal 5 bulan
setelah perkara diterima apabila lebih dari 5 bulan maka perkara
tersebut dianggap perkara sisa.

No
1.
2.
3.
4.
5
6
7
8
9
10
11
12

Keadaan Perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu
maksimal 5 bulan
Bulan
Masuk
Putus
Sisa
Januari
37
29
8
Pebruari
42
37
30
Maret
46
34
34
April
43
45
31
Mei
39
37
31
Juni
45
42
31
Juli
18
35
25
Agustus
38
33
22
September
46
44
22
Oktober
42
42
23
Nopember
51
27
28
Desember
33
58
19
Jumlah
480
463
18
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa perkara yang
diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 5 bulan sebanyak 463
perkara dan yang tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu
maksimal 5 bulan sebanyak 18 capaianya 96,45%.
Hal ini dikarenakan :
1. Agama Luwuk menerima perkara yang sederhana
2. Agama Luwuk menerima perkara kurang lebih 100-400 setiap tahun
3. Bahwa masyarakat yang berada di wilayah hukum Pengadilan Agama
Luwuk adalah masyarakat Pesisir Pantai dan Kepulauan.
Sebagai bahan perbandingan Persentase perkara yang diselesaikan
dalam jangka waktu maksimal 5 bulan, sebagai berikut:
Perkara

2012
Capaian %

Tahun
2013
Capaian %

2014
Capaian %

Perkara kurang 5 bulan

94,88

97,48

96.45

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu maksimal 5 bulan yang diselesaikan dari capaian tahun 2012

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 21

sebanyak 94,88 % dan capai tahun 2013 dengan capaian sebanyak
97,48 Tahun 2014 sebanyak 96,45 %.
 Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih

dari 5 bulan.
Keadaan Perkara Yang Diselesaikan Dalam Jangka Waktu
Lebih Dari 5 Bulan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Bulan
Masuk
Putus
Sisa
Januari
37
Pebruari
42
Maret
46
2
44
April
43
Mei
39
Juni
45
Juli
18
Agustus
38
1
37
September
46
Oktober
42
Nopember
51
1
50
Dessember
33
2
31
Jumlah
480
6
162
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa jumlah perkara yang
diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 5 bulan sebanyak 6 perkara
dan capaianya 1.25 %.
Hal ini dikarenakan :
1. Agama Luwuk menerima perkara yang sederhana
2. Agama Luwuk menerima perkara kurang lebih 100-400 setiap tahun
Sebagai bahan perbandingan Persentase yang diselesaikan dalam
jangka waktu lebih dari 5 bulan, sebagai berikut:
Perkara
Perkara lebih dari 5 bulan

2012
Capaian %

Tahun
2013
Capaian %

2014
Capaian %

0

0.68

1.25

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu lebih dari 6 bulan yang diselesaikan dari capaian tahun 2012
sebanyak 0 % dan capai tahun 2013 dengan capaian sebanyak 0.68 %
Tahun 2014 sebanyak 1.25 %.
Sasaran 2. Peningkatan aksepbilitas putusan Hakim
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut:
No

Sasaran

LAKIP PA. LUWUK 2014

Indikator Kinerja Target RealisasiCapaian
Halaman - 22

(%)
2.

Peningkatan
Persentase perkara
aksebilitas
yang
tidak
putusan Hakim mengajukan upaya
hukum:
- Banding
- Kasasi
-Peninjauan
Kembali

1%
0%
0%

1%
0%
0%

100%
0%
0%

 Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum:
 Banding.
 Pada Tahun 2014 jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan

Agama 480 dan diputus sebanyak 474 perkara, terdiri dari:
- Perkara gugatan Cerai talak yang diputus sebanyak 137
perkara.
- Perkara cerai gugat yang diputus sebanyak 250 perkara
- Perkara lainnya yang diputus sebanyak 33 perkara
Dan yang mengajukan upaya hukum banding sebanyak 0.6%
perkara dan yang tidak mengajukan upaya hukum sebanyak
99.4% perkara.
Adapun hal - hal yang tidak mengajukan upaya hukum sebagai
berikut:
1. Agama Luwuk menerima perkara yang sederhana
2. Agama Luwuk menerima perkara kurang lebih 100-400 setiap
tahun
Sebagai bahan perbandingan putusan perkara yang tidak
mengajukan upaya hukum banding sebagai berikut:
Tahun
Perkara
2012
2013
2014
Capaian %
Capaian %
Capaian %
Perkara Banding Nihil

Nihil

1

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada putusan perkara yang tidak mengajukan
upaya hukum banding dari capaian tahun 2012 sebanyak 0 % dan
capaian tahun 2013 sebanyak 0 % serta capaian Tahun 2014
sebanyak 1 %
 Kasasi
 Pada Tahun 2014 jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan
Agama 480 dan diputus sebanyak 474 perkara, terdiri dari:
- Perkara gugatan Cerai talak yang diputus sebanyak 137
perkara.
- Perkara cerai gugat yang diputus sebanyak 250 perkara
- Perkara lainnya yang diputus sebanyak 33 perkara

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 23

dan yang mengajukan upaya hukum Kasasi sebanyak 0% perkara
dan yang tidak mengajukan upaya hukum sebanyak 100%
perkara.
Adapun hal - hal yang tidak mengajukan upaya hukum sebagai
berikut:
1. Pengadilan Agama Luwuk menerima perkara yang sederhana
2. Pengadilan Agama Luwuk menerima perkara kurang lebih 100-400
setiap tahun
3. Bahwa masyarakat yang berada di wilayah hukum Pengadilan
Agama Luwuk adalah masyarakat Pesisir Pantai dan Kepulauan.
Sebagai bahan perbandingan putusan perkara yang tidak
mengajukan upaya hukum Kasasi sebagai berikut:
Tahun
Perkara
2012
2013
2014
Capaian % Capaian %
Capaian %
Perkara Kasasi

Nihil

Nihil

Nihil

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada putusan perkara yang tidak mengajukan
upaya hukum Kasasi dari capaian tahun 2011 dengan capai tahun
2012 sebanyak 0 % dan capai tahun 2013 dengan capaian Tahun
2014 sebanyak 0 %
 Peninjauan Kembali
 Pada Tahun 2014 jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan
Agama 480 dan diputus sebanyak 474 perkara, terdiri dari:
- Perkara gugatan Cerai talak yang diputus sebanyak 137
perkara.
- Perkara cerai gugat yang diputus sebanyak 250 perkara
- Perkara lainnya yang diputus sebanyak 33 perkara
dan yang mengajukan upaya hukum Peninjauan kembali
sebanyak 0% perkara dan yang tidak mengajukan upaya
hukum sebanyak 100% perkara.
Adapun hal - hal yang tidak mengajukan upaya hukum sebagai
berikut:
1. Agama Luwuk menerima perkara yang sederhana
2. Agama Luwuk menerima perkara kurang lebih 100-400 setiap
tahun
3. Bahwa masyarakat yang berada di wilayah hukum Pengadilan
Agama Luwuk adalah masyarakat Pesisir Pantai dan Kepulauan
Sebagai bahan perbandingan putusan perkara yang tidak
mengajukan upaya hukum Penijauan kembali sebagai berikut:
Tahun
Perkara
2012
2013
2014
Capaian % Capaian % Capaian %
Perkara Peninjauan kembali

LAKIP PA. LUWUK 2014

Nihil

Halaman - 24

Nihil

Nihil

Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan
akuntabilitas kinerja pada putusan perkara yang tidak mengajukan
upaya hukum banding dari capaian tahun 2012 dengan capai tahun
2012 sebanyak 0 % dan capai tahun 2013 sebanyak 0% dengan
capaian Tahun 2014 sebanyak 0 %
C. Akuntabilitas Keuangan

Pengukuran Kinerja terdiri dari Pengukuran Kinerja Kegiatan dan
Pengukuran Pencapaian Sasaran Aspek Keuangan.
1. Pengukuran Kinerja Kegiatan ( PKK )
Pengukuran kinerja kegiatan yaitu mengukur tingkat capaian
kinerja kegiatan yang dimulai dengan menetapkan indikator kinerja
kegiatan berdasarkan kelompok inputs, outputs, outcomes, benefits dan
impacts; menentukan satuan setiap kelompok indikator; menetapkan
rencana tingkat capaian (target), mengetahui realisasi indikator kinerja
kegiatan,

menghitung

rencana

dan

realisasi

untuk

mendapatkan

prosentasenya.
Pada

Tahun

2014

Satuan

Kerja

Pengadilan

Agama

Luwuk

mempunyai 2 (dua) Program Kegiatan dalam DIPA 01 dan 3 Program
kegiatan pada DIPA 04 semuanya sudah direalisasikan.
Berdasarkan Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan Tahun 2014
maka dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Pembayaran Gaji /Honor/Tunjangan, terselengaranya operasional dan
pemeliharaan perkantoran kegiatan tersebut telah dilaksanakan
dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok indikator input
98,90%, output 100%, dan outcome 100%.
b. Pelaksananaan tersedianya sarana dan prasarana aparatur pada
Mahkamah Agung dan peradilan dibawahnya. Kegiatan tersebut telah

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 25

dilaksanakan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok
indikator input 99,72%, output 99,72% dan outcome 99,72%.
c. Pelaksanaan Program Perkara Prodeo dan Sidang Keliling untuk
menjangkau segenap lapisan masyarakat. Kegiatan tersebut telah
dilaksanakan dengan pencapaian rencana tingkat capaian kelompok
indikator input 92,34%, output 92,34% dan outcome 92,34%.
Untuk lebih jelas akan diuraikan melalui matrik pengukuran kinerja
kegiatan tahun 2014

Tabel Pengukuran Kinerja Kegiatan
Sasaran
Indikator
Target
Kinerja
Kinerja
1. Peningkatan a. Prosentase
500
Penyelesaian
Peningkatan perkara/
Administrasi
penyelesaian 100%
Perkara
dan perkara
Sidang
b. Penyelesaian
480
Keliling
administrasi perkara
perkara
c. Sidang
3 Lokasi
Keliling
d. Prosentase
47
perkara yang perkara
belum
diselesaikan
2. Peningkatan a. Jumlah berkas 480
Tertib
perkara yang Perkara
Administrasi
diterima,
Perkara
disidangkan
b. Berkas
474
Perkara yang berkas
diputus dan
yang
diminutasi
3. Peningkatan a. Prosentase
5 Peg
Kualitas SDM
pegawai yang
mengikuti
Diklat Bintek
tehnik

No.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Anggaran

Realisasi

Capaian

18.780,000 480 Perkara 91,83 %

950.000.
24.000.000

474 perkara 98,75%
24.000.000 100%
8,1%

433 Perkara

427 perkara

Anggaran
PTA

Halaman - 26

90,20

yudisial
6 peg
Anggaran
b. Prosentase
PTA
Pegawai yang
mengikuti
Diklat/bintek
non yudisial
4. Peningkatan a. Prosentase
100%
kwalitas
Pengawasan
Pengawasan
Regular
Terhadap
Pelaksanaan
Tupoksi
Satker
b. Proses
temuan yang
ditindak
lanjuti
5. Peningkatan Prosentase
100%
Aksessibilitas proses
(480
Masyarakat penyelesaian
perkara)
Terhadap
perkara
yang
Peradilan
dapat
(acces
todipublikasikan
justice)
6. Peningkatan Peningkatan
Sarana
danSarana
dan
Prasarana
Prasarana
Peradilan
Peradilan

-

-

-

-

Pada dasarnya setiap tahun anggaran Pengadilan Agama Luwuk
selalu melaksanakan program-program pokok dan sasaran kinerja
kegiatan yang tertuang dalam 2 (dua) DIPA Pengadilan Agama Luwuk
Nomor : 005.01.2.307300/2014, atau disebut DIPA 01 tanggal 05
Desember 2013, dengan total pagu sebesar Rp. 3.647.065.000. – (Tiga
Milyar Enam Ratus Empat Puluh Tujuh Juta Enam Puluh Enam Puluh Lima
Ribu Rupiah) dengan kode Satker 307300 yang bersumber dari Dana
APBN, yang kemudian telah di Revisi sampai dengan Revisi Ke 3
sehingga Anggaran Pengadilan Agama Luwuk dengan Kode Satker

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 27

307300 pada tahun 2014 menjadi Rp. 3.520.245.000,- (Tiga Milyar Lima
Ratus Dua Puluh Juta Dua Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah).
Sedangkan

dalam

pagu

04

dengan

Nomor

DIPA

:

005.04.2.309066/2014, tanggal 5 Desember 2013 Pengadilan Agama
Luwuk mendapat dana Rp. Rp. 27.105.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta
Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dengan kode Satker 309066 yang juga
bersumber dari APBN. Jika dibandingkan dengan dua alokasi anggaran
pada

tahun

2013

DIPA

BA-ES

1

005.01.307300

sebesar

Rp.

3.894.969.000 (Tiga Milyar Delapan Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu
Sembilan

Ratus

Enam

Sembilan

Ribu

Rupiah).

artinya

terdapat

penurunan sekitar 9,62 %. Hal Ini disebabkan karena pada tahun 2013
Pengadilan Agama Luwuk mendapatkan Alokasi anggaran untuk belanja
Modal Pengadaan Jaringan Listrik, Telepon dan Internet sedangkan pada
tahun 2014 Alokasi Anggaran Pengadilan Agama Luwuk (307300) hanya
untuk membiayai Belanja Pegawai dan Belanja Barang. Dan DIPA BA-ES
1 005.04.309066 sebesar Rp. 27.350.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Tiga
Ratus Lima Ribu Rupiah), terjadi penurunan anggaran sekitar 0,89 % ini
disebabkan biaya berkurangnya perkara Prodeo pada tahun 2014.
dengan realisasi sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini :

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 28

Tabel DIPA 01

No

Program

Uraian

Indikator
Kinerja

Rencana

Realisasi Capaian

1. Program
1. Pembayar - Input
3,165,345,00 3,119,304,19
Dukungan
98,54%
an Gaji
Dana yang
0
4
Manajemen dan
dan
tersedia
Pelaksanaan
Tunjangan - Output
Tugas Teknis
Pembayara
3,119,304,19
Lainnya
12
n Gaji dan
4
Mahkamah
Tunjangan
Agung
Pegawai
- Outcome
98,54%
98,54%
100 %
Kesejahtera
an Pegawai
- Benefits
Kinerja
98,54%
98,54%
100%
semakin
meningkat
- Impact
Tugas
98,54%
98,54%
100%
diselesaika
n
dengan
baik
2. Pemeliha- - Input
raan
Dana yang 5.375.000 5.375.000 100.00%
Peralatan
Tersedia
Kantor
- Output
Terpenuhin
ya
Perawatan
Peralatan
Kantor
- Outcome
Terpakainya
100.00%
Kembali
Peralatan
Kantor
yang Rusak
- Benefits
Kegiatan
100.00%
kantor
lancar
100.00%
- Impacts
Kinerja
Meningkat

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 29

Ket

3. Pemeliha- - Input
raan
Kendaraan
Dinas
Roda 4

-

-

-

4. Pemeliharaan
Kendaraan
Dinas
Roda 2

-

5. Langgana n Daya
dan Jasa

-

Dana yang 12,000,000 12,000,000 100%
tersedia
Output
Terlaksanan
ya
Pemelihara
1
an
Kendaraan
Dinas Roda
4
Outcome
Terawatnya
100%
Kendaraan
Dinas Roda
4
Benefits
Kelancaran
100%
Aktifitas
Kerja
Impacts
Kinerja
100%
Meningkat
Input
Dana yang 9,000,000 9,000,000 100.00%
Tersedia
Output
Terlaksanan
ya
Pemelihara
an
Kendaraan
Dinas Roda
3
2
Outcome
Terawatnya
100.00%
Kendaraan
Dinas Roda
2
Benefits
Kelancaran 100.00%
Aktifitas
Kerja
Impacts
100.00%
Kinerja
Meningkat
Input
Dana yang 51.900.000 51.900.000 100%
Tersedia
12 bln
Output
Terlaksanan
ya
Langanan
Daya
dan
Jasa

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 30

- Outcome

-

6. Pengirima n Suratsurat
Dinas

-

-

-

7. belanja

-

barang
non
operasion al

-

-

Terlaksanan
ya
100%
Langanan
Daya
dan
Jasa
Benefits
Terbayarny
100%
a Langanan
Daya
dan
Jasa
Impacts
100%
Kinerja
Meningkat
Input
Dana yang 2,400,000 2,400,000 100%
Tersedia
Output
Terlaksanan
ya
100.00%
Pengiriman
Surat-surat
Dinas
Outcome
Terlaksanan
ya
Pengiriman 100.00%
Surat-surat
Dinas
Benefits
Kelancaran
aktifitas
kerja
Impacts
Kinerja
100.00%
Meningkat
Input
Dana yang 34.910.000 32.810.000 93.98%
tersedia
Output
Terlaksananya
12
Operasional
Perkantoran
dan
Pimpinan
Outcome
Terpenuhin
ya
100.00%
Operasinal
Perkantoran
dan
Pimpinan
100.00%
Benefits
Kelancaran
Aktifitas
Kerja

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 31

- Impacts
-

Perjalana n
Konsultas
i ke
Tingkat
Banding

-

-

-

100.00%
Kinerja
Meningkat
Input
Dana yang 74,260,000 74,260,000
Tersedia
Output
Terlaksananya
12 Bln
Perjalanan
Konsultasi
ke Tingkat
Banding
Outcome
Terpenuhin
ya
100.00%
Perjalanan
Konsultasi
ke Tingkat
Banding
Benefits
Kelancaran
100.00%
Aktifitas
Kerja
Impacts
100.00%
Kinerja
Meningkat

100%

Tabel DIPA 04
No

Sasaran Kinerja

Indikator Kinerja

1
1.

2
Terselesaikannya
1.
Penyelesaian
Perkara
yang
Sederhana
Tepat2.
Waktu, Transparan
dan Akuntabel di3.
lingkungan
Peradilan Agama

3
Belanja barang
operasional
lainnya
Terlaksananya
Sidang Keliling.
Perkara prodeo

Target

Anggaran

4
230.000
9 perkara 3
lokasi
5 perkara

5
230,000

Realisasi

Capaian

6
230,000

7
100%

24.000.000 24.000.000

100%

1.200,000 1.200,000

100%

2. Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS)
Pengukuran Pencapaian Sasaran meliputi; menetapkan indikator
sasaran;menetapkan rencana tingkat capaian (target);mengetahui realisasi
indikator sasaran;menghitung rencana dan realisasi untuk mendapatkan

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 32

prosentasenya. Pada Tahun 2014 Pengadilan Agama Luwuk menetapkan
2(dua) sasaran. Dalam DIPA 01 Dua sasaran tersebut telah direalisasikan
dan memperoleh pencapaian rencana tingkat capaian (target) sebesar ,
99,06%.
Berdasarkan Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran Tahun 2013
maka dapat dilaporkan sebagai berikut :
a. Tersedianya

dukungan

penyelengaraan

fungsi

manajemen
peradilan,

dan

Sasaran

Tugas
tersebut

teknis

dalam

dilaksanakan

dengan pencapaian tingkat capaian 99.06 %.
b. Tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung penyelengaraan
peradilan/penyelengaraan

peradilan

berbasis

teknologi.

Sasaran

tersebut dilaksanakan dengan pencapaian tingkat capaian .99,06%.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 33

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pencapaian kinerja tidak dapat tergambarkan dalam keberhasilan
atau kegagalan pencapaian indikator sasaran, karena masih dipengaruhi
oleh pencapaian kinerja program lain.

Satu program dapat ditujukan

untuk pencapaian sasaran lebih dari satu, demikian juga sebaliknya satu
sasaran dapat dicapai oleh lebih dari satu program.
Evaluasi yang dilaksanakan terhadap program pada Pengadilan
Agama Luwuk menggambarkan pencapaian yang baik. Kendala dan
hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan sebagian kecil masih
berupa belum terselesaikannya keluaran ditahun berjalan.
Apabila

dilihat

dari

permasalahan

penyusunan

lakip,

maka

dibandingkan antara matrik pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran
pencapaian sasaran dengan tabel keuangan terlihat kurang sinerginya
perencanaan dan penganggaran dengan penjabaran kegiatan program
yang

tertuang

dalam

renstra,

pemetaan program dan

sehingga

kegiatan

terdapat

kesulitan

dengan pengalokasian

dalam

keuangan.

Permasalahan lain berupa renstra yang belum memuat semua kegiatan
LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 34

dan indikatornya pun perlu direvisi sehubungan dengan adanya kegiatankegiatan lain. Namun secara umum hambatan dan kendala yang ada
sudah dapat diatasi.
B. SARAN
Mengingat situasi keuangan Pemerintah yang masih memprihatinkan
sehingga dana yang dialokasikan untuk Kegiatan Pokok belum berimbang
dengan hasil yang diharapkan sehingga hasil yang maksimal belum
terwujud.
Masih adanya Pagu Anggaran kegiatan yang belum terpenenuhi
tidak sesuai dengan usulan sehingga Pagu Anggaran kegiatan tersebut
belum sesuai dengan tupoksi yang ada di Pengadilan Agama Luwuk.
Untuk pemecahan masalah yang dihadapi dilakukan dengan cara
alokasi dana untuk kegiatan pokok harus sesuai

dengan RKA-KL yang

diajukan sehingga hasil yang diharapkan dapat terwujud.
Pagu Anggaran kegiatan yang besar dapat dialihkan untuk Pagu
Anggaran kegiatan yang masih kurang sehingga Pagu Anggaran kegiatan
dengan realisasinya dapat berimbang dan maksimal.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 35

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.

Indikator Kinerja Utama

2.

Matriks Renstra 2015-2019

3.

RKT 2014

4.

PKT 2014

5.

SK Tim Penyusun LAKIP

6.

Lampiran-lampiran lainnya.

LAKIP PA. LUWUK 2014

Halaman - 36