Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam praktek sehari-hari anxietas sering dikenal dengan istilah perasaan


cemas, perasaan bingung, was-was, bimbang dan sebagainya, dimana istilah
tersebut lebih merujuk pada kondisi normal.

Sedangkan gangguan anxietas

merujuk pada kondisi patologik. Anxietas sendiri dapat sebagai gejala saja yang
terdapat pada gangguan psikiatrik, dapat sebagai sindaroma pada neurosis cemas
dan dapat juga sebagai kondisi normal. Anxietas normal sebenarnya sesuatu hal
yang sehat, karena merupakan tanda bahaya tentang keadaan jiwa dan tubuh
manusia supaya dapat mempertahankan diri dan anxietas juga dapat bersifat
konstruktif, misalnya seorang pelajar yang akan menghadapi ujian, merasa cemas,
maka ia akan belajar secara giat supaya kecemasannya dapat berkurang.
Sensasi anxietas / cemas sering dialami oleh hampir semua manusia.
Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan,
seringkali disertai oleh gejala otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat,
palpitasi, gelisah, dan sebagainya. Kumpulan gejala tertentu yang ditemui selama
kecemasan cenderung bervariasi, pada setiap orang tidak sama.
Gangguan kecemasan merupakan salah satu penyakit yang paling tersering
didalam ilmu kejiwaan. Banyak pasien dengan gangguan kecemasan ini
mengalami gejala fisik dan biasanya mereka akan segera mencari dokter untuk
mendapatkan pertolongan. Disamping dari begitu banyaknya prevalensi kejadian
gangguan kecemasan ini, banyak yang tidak mengetahui bahwa mereka
mempunyai gangguan kecemasan.
Cemas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress
dalam kehidupan sehari-hari. Bila cemas menjadi begitu besar atau sering seperti
yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan, penyakit kronik dan
serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lama; kecemasan yang
berkepanjangan sering menjadi patologis. Ia menghasilkan serombongan gejala-

gejala

hiperaktivitas

otonom

yang

mengenai

sistem

muskuloskeletal,

kardiovaskuler, gastrointestinal dan bahkan genitourinarius.


Respon kecemasan yang berkepanjangan ini sering diberi istilah gangguan
kecemasan, dan ini merupakan penyakit. Dari aspek klinik kecemasan dapat
dijumpai pada orang yang menderita stress normal; pada orang yang menderita
sakit fisik berat, lama dan kronik; pada orang dengan gangguan psikiatri berat
(skizofrenia, gangguan bipoler dan depresi); dan pada segolongan penyakit yang
berdiri sendiri yang dinamakan gangguan kecemasan.
Anxietas dapat bersifat akut atau kronik. Pada anxietas akut serangan
datang mendadak dan cepat menghilang. Anxietas kronik biasanya berlalu untuk
jangka waktu lama walaupun tidak seintensif anxietas akut, pengalaman
penderitaan dari gejala cemas ini oleh pasien biasanya dirasakan cukup gawat
untuk mempengaruhi prestasi kerjanya. Bila dilihat dan segi jumlah, maka orang
yang menderita anxietas kronik jauh lebih banyak daripada anxietas akut.
Survei terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 - 33% pasien yang
datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan
mental. Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan
kecemasan. Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan
Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah
gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah
28,73% untuk dewasa dan 34,39% untuk anak. Gangguan kecemasan mengenai
19 juta Amerika dewasa. Kebanyakan gangguan kecemasan dimulai ketika masa
kanak-kanak, remaja dan dewasa muda. Gangguan kecemasan ini banyak terjadi
pada wanita daripada laki-laki dan kejadian ini terjadi sama banyak pada orang
berkulit putih, African-American, dan Hispanics.

BAB II
TINJUAN PUSTAKA

1. DEFINISI
Anxietas adalah perasaan yang difus, yang sangat tidak menyenangkan,
agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini
biasanya disertai dengan reaksi badaniah yang khas dan yang akan datang
berulang bagi seseorang. Perasaan ini dapat berupa rasa kosong di perut, dada
sesak, jantung berdebar, keringat berlebihan, sakit kepala atau rasa mau kencing
atau buang air besar. Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah.
( Harold I. LIEF)
Anxietas adalah perasaan tidak senang yang khas yang disebabkan oleh
dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam yang akan membahayakan
rasa aman, keseimbangan, atau kehidupan seseorang individu atau kelompok
biososialnya. ( J.J GROEN)
2. EPIDEMIOLOGI
Jenis Kelamin wanita 2-3 kali lebih sering terkena dari pada laki-laki,
walaupun kurangnya diagnosis gangguan panik pada laki-laki mungkin berperan
dalam distribusi yang tidak sama tersebut. Perbedaan antara kelompok Hispanik,
kulit putih non-Hispanik, dan kulit hitam adalah sangat kecil. Faktor sosial satusatunya yang dikenali berperan dalam perkembangan gangguan panik adalah
riwayat perceraian atau perpisahan yang belum lama. Gangguan paling sering
berkembang pada dewasa muda - usia rata-rata timbulnya adalah kirakira 25
tahun, tetapi baik gangguan panik maupun agorafobia dapat berkembang pada
setiap usia. Sebagai contohnya. gangguan panik telah dilaporkan terjadi pada
anak-anak dan remaja. dan kemungkinan kurang diagnosis pada mereka.

Survei terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 - 33% pasien yang


datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan
mental. Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan
kecemasan. Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan
Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah
gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah
28,73% 4 untuk dewasa dan 34,39% untuk anak.
3. ETIOLOGI
Penyebab pasti gangguan kecemasan tidak diketahui, banyak gangguan ini
disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk perubahan di otak dan stres
lingkungan.
Seperti penyakit tertentu, seperti diabetes, gangguan kecemasan dapat
disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia dalam tubuh. Penelitian telah
menunjukkan bahwa stres berat atau jangka panjang dapat mengubah
keseimbangan kimia dalam otak yang mengendalikan mood. Penelitian lain
menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan tertentu memiliki
perubahan struktur otak tertentu yang mengontrol memori atau mood. Selain itu,
penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan kecemasan dalam keluarga, yang
berarti bahwa mereka dapat diwariskan dari satu atau kedua orang tuanya, seperti
warna rambut atau mata. Selain itu, faktor lingkungan tertentu - seperti trauma
atau peristiwa penting - dapat memicu gangguan kecemasan pada orang yang
memiliki kerentanan diwariskan kepada mengembangkan kekacauan.
Faktor pencetus yang sering jelas dan secara psikodinamik berhubungan
dengan factor- faktor yang menahun seperti amarah yang direpresi atau impuls
untuk melampiaskan hal sex. Biasanya urut-urutan kejadian sebagai berikut :
Ketakutan ( kecemasan akut ) represi dan konflik ( tak sadar ) kecemasan
menahun stres pencetus penurunan daya tahan dan mekanisme untuk
mengatasinya nerosa cemas.

Faktor Biologis
Penelitian

tentang

dasar

biologis

untuk

gangguan

panik

telah

menghasilkan berbagai temuan; satu interpretasi adalah bahwa gejala gangguan


panik dapat disebabkan oleh berbagai kelainan biologis di dalam struktur otak dan
fungsi otak. penelitian tersebut dan penelitian lainnya telah menghasilkan
hipotesis yang melibatkan disregulasi system saraf perifer dan pusat di dalam
patofisiologi gangguan panik. Sistem saraf otonomik pada beberapa pasien
gangguan panik telah dilaporkan menunjukkan peningkatan tonus simpatik,
beradaptasi secara lambat terhadap stimuli yang berulang, dan berespon secara
berlebihan terhadap stimuli yang sedang.
Sistem neurotransmiter utama yang terlibat adalah norepinefrin, serotonin,
dan gammaaminobutyric acid (GABA).
Faktor Genetika
Bahwa gangguan ini memiliki komponen genetika yang jelas. Angka
prevalensi tinggi pada anak dengan orang tua yang menderita gangguan panik.
Berbagai penelitian telah menemukan adanya peningkatan resiko gangguan panik
sebesar 4-8 kali lipat pada sanak saudara derajat pertama pasien dengan gangguan
panik dibandingkan dengan sanak saudara derajat pertama dari pasien dengan
gangguan psikiatrik lainnya. Demikian juga pada kembar monozigot.
Faktor Psikososial
Baik teori kognitif perilaku dan psikoanalitik telah dikembangkan untuk
menjelaskan patogenesis gangguan panik dan agoraphobia. Teori kognitif perilaku
menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dipelajari baik dari
perilaku modeling orang tua atau melalui proses pembiasan klasik.
Teori psikoanalitik memandang serangan panik sebagai akibat dari
pertahanan yang tidak berhasil dalam melawan impuls yang menyebabkan
kecemasan. Apa yang sebelumnya merupakan suatu sinyal kecemasan ringan
menjadi suatu perasaan ketakutan yang melanda, lengkap dengan gejala somatik.

Peneliti menyatakan bahwa penyebab serangan panic kemungkinan melibatkan


arti bawah sadar peristiwa yang menegangkan dan bahwa patogenesis serangan
panik mungkin berhubungan dengan faktor neurofisiologis yang dipicu oleh
reaksi psikologis.
3. GAMBARAN KLINIS
Serangan panik adalah periode kecemasan atau ketakutan yang kuat dan
relative singkat dan disertai gejala somatik. Suatu serangan panik secara tiba-tiba
akan menyebabkan minimal 4 dari gejala-gejala somatik berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Palpitasi
Berkeringat
Gemetar
Sesak napas
Perasaan tercekik
Nyeri dada atau perasaan tidak nyaman
Mual dan gangguan perut
Pusing, bergoyang. melayang. atau pingsan
Derealisasi atau depersonalisasi
Ketakutan kehilangan kendali atau menjadi gila
Rasa takut mati
Parastesi atau mati rasa
Menggigil atau perasaan panas.
Serangan panik pertama seringkali sama sekali spontan, walaupun

serangan panik kadang-kadang terjadi setelah luapan kegembiraan, kelelahan


fisik, aktivitas seksual, atau trauma emosional sedang. DSM-IV menekankan
bahwa sekurangnya serangan pertama harus tidak diperkirakan (tidak memiliki
tanda) untuk memenuhi criteria diagnostik untuk gangguan panic.
Serangan sering dimulai dengan periode gejala yang meningkat dengan
cepat selama 10 menit. Gejala mental utama adalah ketakutan yang kuat dan suatu
perasaan ancaman kematian dan kiamat. Pasien biasanya tidak mampu untuk
menyebuntukan sumber ketakutannya. Pasien mungkin merasa kebingungan dan
mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian. Tanda fisik adalah takikardia.
palpitasi, sesak nafas, dan berkeringat.
Gejala Penyerta

Gejala depresif seringkali ditemukan pada serangan panik dan


agoraphobia, dan pada beberapa pasien suatu gangguan depresif ditemukan
bersama-sama dengan gangguan panik. Penelitian telah menemukan bahwa resiko
bunuh diri selama hidup pada orang dengan gangguan panik adalah lebih tinggi
dibandingkan pada orang tanpa gangguan mental.
4. KRITERIA DIAGNOSIS
Kriteria diagnostic untuk Gangguan Panik
Tabel dari DSM-IV, Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders, ed 4. Suatu periode tertentu adanya rasa takut atau tidak nyaman, di
mana empat (atau lebih) gejala berikut ini terjadi secara tiba-tiba dan mencapai
puncaknya dalam 10 menit:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Palpitasi, jantung berdebar kuat, atau kecepatan jantung bertambah cepat.


Berkeringat.
Gemetar atau berguncang
Rasa nafas sesak atau tertahan
Perasaan tercekik
Nyeri dada atau perasaan tidak nyaman
Mual atau gangguan perut
Perasaan pusing, bergoyang, melayang, atau pingsang.
Derealisasi (perasaan tidak realitas) atau depersonalisasi (bukan merasa

j.
k.
l.
m.

diri sendiri).
Ketakutan kehilangan kendali atau menjadi gila
Rasa takut mati.
Parestesia (mati rasa atau sensasi geli)
Menggigil atau perasaan panas.
Menurut PPADAGJ-III gangguan panik baru ditegakkan sebagai diagnosis

utama bila tidak ditemukan adanya gangguan anxietas fobik. Untuk diagnosis
pasti, harus ditemukan adanya beberapa kali serangan anxietas berat dalam masa
kira-kira satu bulan :
a. Pada keadaan-keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada
bahaya
b. Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga
sebelumnya (unpredictable situation)

c. Dengan keadaan yang relatif dari gejala-gejala anxietas pada periode


diantara serangan- serangan panik (meskipun demikian umumnya dapat
terjadi juga anxietas antipsikotik yaitu anxietas yang terjadi setelah
membayangkan sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi.
5. KLASIFIKASI
F 40 GANGGUAN ANXIETAS FOBIK
a. F 40.0 AGORAFOBIA
PEDOMAN DIAGNOSTIK.
Semua kriteria ini harus dipenuhi :
a. Gejala psikologis/otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer
dari anxietas dan bukan merupakan gejala lain yang sekunder seperti waham
atau pikiran obsesif.
b. Anxietas yang timbul harus terutama terjadi dalam sekurang- kurangnya dua
dari situasi berikut : Banyak orang Tempat-tempat umum Bepergian
keluar rumah Bepergian sendiri
c. Menghindari situasi fobik harus/sdh merupakan gambaran yang menonjol

b. F 40.1 FOBIA SOSIAL


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mulai sejak usia remaja


Rasa takut diperhatikan oleh orla dalam kel yang relatif kecil
Menjurus pada perhindaran thd situasi sosial yang relatif kecil
Menjurus pada penghindaran thd situasi sosial
Lelaki sama dengan wanita
Gambarannya dapat sgt jelas mis. makan di tempat

umum,

berbicaradidepan umum, menghadapi jenis kelamin lain, hampir semua


situasi di luar keluarga
7. Biasanya disertai dengan harga diri yang rendah dan takut kritik

8. Dapat tercetussebagai: malu (muka merah), tangan gemetar, mual, ingin


buang air kecil dan gejala demikian dapat berkembang menjadi serangan
panik
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Semua kriteria dibawah ini harus dipenuhi :
Gejala- gejala psikologis, perilaku /otonomik harus merupakan manifestasi
primer dari anxietas dan bukan sekundari gejala lain seperti waham / pikiran
obsesif
Anxietas harus hanya terbatas / menonjol pada situasi sosial tertentu saja
Penghindaran dari situasi fobik harus merupakan gambaran yang menonjol
DIAGNOSIS BANDING
Gangguan depresif dan agorafobia sering sulit dibedakan dengan fobia sosial.
Hendaknya diutamakan diagnosa agorafobia, depresi jangan ditegakkan kecuali
ditemukan sindariom depresif yang lengkap dan jelas

c. F 40.2 FOBIA KHAS (TERISOLASI)


Fobia yang terbatas pada situasi yang sgt spesifik seperti bila : Berdekatan
dengan binatang tertentu ,Tempat tinggi , Petir,

Kegelapan,

Buang hajat ditempat umum, Makan makanan tertentu,

Naik pesawat,

Dokter gigi , Takut

melihat darah/luka, Takut berhubungan dengan penyakit tertentu . Biasanya


timbul pada masa kanak- kanak /dewasa muda ; dapat menetap puluhan tahun bila
tidak diobati
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Semua kriteria yang dibawah ini untuk diagnosa :
9

a. Gejala psikologis atau otonomik harus merupakan manifestasi primer dari


anxietas, dan bukan sekunder dari gejala- gejala lain seperti waham atau
pikiran obsesif
b. Anxietas harus terbatas ps adanya objek situasi fobik tertentu
c. Situasi fobiktersebutsedapat mungkin dihindarinya
Termasuk :
Akrofobia Fobia binatang Klaustrofobia Fobia ujian Fobia sederhana
DIAGNOSA BANDING
a.
b.
c.
d.

Gangguan hipokhondariik F 45.2


Gangguan waham F 22.0
F 40.8 gangguan fobik lainnya
F 40.9 Gangguan fobik YTT, termasuk fobia YTT, keadaan Fobik YTT

F 41 GANGGUAN ANXIETAS LAINNYA


Gejala Utama : manifestasi klinik
Dapat disertai :
Gejala depresif Gejala obsesif Beberapa unsur anxietas fobik Bersifat
sekunder, ringan
a. F 41.0 GANGGUAN PANIK (Anxietas Paroksimal Episodik)
Gambaran esensial :
Serangan anxietas berat (panik) yang berulang
Tidak terbatas pada adanya situasi tertentu / suatu rangkaian kejadian
Tidak terduga
Gejala yang biasa dijumpai, onset mendadak :
Palpitasi
Nyeri dada
Perasaan tercekik
10

Pusing kepala
Rasa menjadi gila
- Perasaan tidak riil (depersonalisasi/derealisasi)
- Rasa takut mati - Kehilangan kendali
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Untuk diagnosis beberapa serangan anxietas berat diserta gejala otonomik harus
terjadi dalam periode kira2 1 bulan tidak berbahaya :
a. Pada keadaan- keadaan yang sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya
b. Tidak terbatas hanya pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat
diduga sebelumnya
c. Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala anxietas dalam periode
antara

serangan-

serangan

panik

(meskipun

lazim

terjadi

anxietasantisipatorik)
Termasuk :
- serangan panik - keadaan panik
DIAGNOSIS BANDING
Gangguan panic sebagai bagian fobik
Sekunder dari gangguan depresif, terutama pada lelaki
b. F 41.1 GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH
Gambaran esensial :
Anxietas yang menyeluruh dan menetap
Tidak terbatas hanya pada setiap keadaan lingkungan yang tertentu saja
(misalnya sifat mengambang atau free floating)
Gejala yang sering dijumpai :
Keluhan tegang yang berkepanjangan
11

Gemetaran
Ketegangan otot
Berkeringat
Kepala terasa ringan
Palpitasi Pusing kepala
Keluhan epigastrik
Ketakutan dirinya/ anggota keluarga lain akan celaka/sakit
Khawatir dan firasat lain
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Harus menunjukkan gejala primer anxietas hampir setiap hari selama beberapa
minggu- bulan

GEJALA-GEJALA :
a. Kecemasan tentang masa depan (khawatir akan nasib buruk, perasaan gelisah
seperti diujung tanduk, sulit berkonsentrasi)
b. Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai)
c. Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, tahikardi, keluhan
epigastorik, pusing kepala, mulut kering, dsb)
Diagnostik Banding :
Episode depresif (F 32)
Gangguan panik (F 41.0)
Gangguan obsesif-kompulsif (F 42)

12

Termasuk :
Neurosis anxietas Reaksi anxietas Keadaan anxietas
c. F 41.2 GANGGUAN CAMPURAN ANXIETAS dan DEPRESIF
Terdapat gejala anxietas dan depresi yang masing- masing tidak
menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnosa
tersendiri.
Beberapa gejala otonomik harus ditemukan :
Tremor Palpitasi Mulut kering Sakit perut (mulas), dsb
Diagnosa Banding :
Gangguan penyesuaian F 43.2 15
Depresi anxietas menetap (dstimia) F 34.1
Termasuk : depresi anxietas (ringan atau tak menetap)

d. F 41.3 GANGGUAN ANXIETAS CAMPURAN LAINNYA


Gangguan yang memenuhi kriteria gangguan anxietas menyeluruh (F
41.1) dan yang menunjukkan ciri- ciri yang menonjol dari gangguan lain dalam F
40-F 49
F 41.8 GANGGUAN ANXIETAS LAINNYA TDT
Termasuk : histeria anxietas
F 41.9 GANGGUAN ANXIETAS YTT
Termasuk : anxietas YTT
F 42 GANGGUAN OBSESIF-KOMPULSIF
Ciri utama : pikiran obsesif atau tindakan kompulsif yang berulang

13

Pikiran obsesional : gagasan, bayangan/impuls yang timbul dalam pikiran


individu scr berulang2 dalam bentuk yang sama tidak dikehendaki
Tindakan kompulsif : perilaku yang stereotipik, diulang berkali- kali tidak
bermanfaat
Gangguan obsesif-kompulsif sering disertai gangguan depresif dan sebaliknya
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Diagnosa, gejala- gejala obsesional atau tindakan kompulsif atau kedua- duanya
harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya dua minggu berturut- turut,
merupakan sumber distres atau gangguan aktivitas
Ciri- ciri gejala obsesional :
Harus dikenal/disadarisebagaipikiran/impuls dari diri individu sendiri
Setidaknya ada satu pikiran atau tindakan yang masih tidak berhasil dilawan,
meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita
Pikiran untuk melaksanakan tindakantersebutdiatas bukan merupakan hal yang
memberi

kepuasan

atau

kesenangan

(sekedar

perasaan

lega

dari

ketegangan/anxietas tidak tanggapsebagaikesenangan seperti dimaksud diatas)


Pikiran, bayangan atau impulstersebutharus merupakan pengulangan yang tidak
menyenangkan
Tersmasuk :
Neurosis anankastik
Neurosis obsesional
Neurosis obsesif-kompulsif
Diagnosis banding
Gangguan depresif primer, Sikzofrenia, Sindariom teurette
F 42.0 PREDOMINAN PIKIRAN OBSESIONAL ATAU PENGULANGAN
14

Dapat berupa gagasan, bayangan mental atau dorongan untuk berbuat


distres
F 42.1 PREDOMINAN TINDAKAN KOMPULSIF (OBSESSION RITUAL)

Tindakan kompulsif berkaitan dengan kebersihan


Memeriksa berulang untuk meyakinkan bahwa situasi yang dianggapnya
berpotensi nahaya tidak dibiarkan terjadi, atau masalah kerapian dan
keteraturan. Merupakan ikhtiar simbolik atau sia-sia untuk menghindari

bahaya tersebut
Menyita banyak waktu ketidak mampuan mengambil keputusan dan
keterlambatan yang mencolok Jarang disertai oleh depresi dibandingkan
dengan pikiran obsesional, lebih responsif terhadap terapi tingkah laku

F 42.2 CAMPURAN TINDAKAN DAN PIKIRAN OBSESIONAL


Pasien obsesif-kompulsif memperlihatkan unsur pikiran yang obsesional
maupun tindakan yang kompulsif
Keduanya (obsesif dan kompulsif) harus seimbang sama2 menonjol
F 43 CAMPURAN THD STRES BERAT dan GANGGUAN PENYESUAIAN
Diidentifikasikan atas dasar :
Simtomatologi dan perjalanan penyakit
Faktor pencetus : Stres kehidupan yang luar biasa stres akut Perubahan
penting dalam kehidupan situasi tidak enak gangguan penyesuaian
Terdapat pada semua kelompok umur
F 43.0 REAKSI STRES AKUT
Gangguan sementara yang cukup parah beberapa jam/hari

15

Stressor berupa pengalaman traumatik luar biasa ancaman serius t/n


keamanan/integritas fisik individu sendiri atau orang- orang yang dicintai mis :
Bencana alam Kecelakaan Peperangan Serangan tindakan kriminal
Perubahan luar biasa yang mendadak
Penting : kerentanan individual dan kemampuan menyesuaikan diri seseorang 18
Pedoman Diagnostik :
1. Gambaran gejala campuran yang biasanya berubah
Depresif Keadaan terpaku/bengong Anxietas Kemarahan Kekecewaan
Overaktif Penarikan diri
Kasus- kasus yang dapat dialihkan dari lingkup stresornya gejalagejalanya dapat menghilang dengan cepat (beberapa jam). Bila stres
berkelanjutan/tak dapat dialihkan gejala mereda seletah 1-3 hari

Termasuk :
Reaksi krisis akut Kelelahan bertempur Keadaan krisis shock psikis
F 43.1 GANGGUAN STRES PASCA TRAUMA
Timbulsebagaiakibat/respons yang berkepanjangan dan atau tertunda thd
kejadian atau situasi yang menimbulkan stres
Faktor predisposisi yaitu ciri kepribadian (misalnya kompulsif astenik) dapat
menurunkan kadar ambang
Gejala khas : episode2 bayangan kejadian traumatik terulang kembali (flash
backs) atau mimpi, terjadi perasaan beku dan penumpukan emosi, menjauhi
orla, tidak responsif

terhadap lingkungannya, anhedoma menghindari

aktivitas/situasi yang berkaitan menghindari ingatan traumatik, bisa mendadak


ketakutan, panik atau agresif

16

Terjadi bangkitan otonomik berlebihan dengan kenekatan yang berlebih, mudah


kaget, tertegun, insomnia. Bisa dsertai anxietas dan depresi, dan ide bunuh diri
Onset beberapa minggu bulan = 6 bulan
Perjalanan berfluktuasi
Pedoman Diagnostik
Timbulnya dalam waktu 6 bulan, disebabkan oleh suatu peristiwa traumatik yang
luar biasa berat Onset > 6 bulan dengan manifest klinis khas seperti yang telah
disebuntukan
Termasuk : Neurosis Traumatik
F 43.2 GANGGUAN PENYESUAIAN
Keadaan stres yang subjektif dan gangguan emosional yang biasanya
menganggu kinerja dan fungsi sosial
Timbul pada periode adaptasi t/n suatu perubahan dalam hidup yang bermakna /
kehidupan penuh stress
Predisposisi/kerentanan individual berperan dalam resiko terjadinya gangguan
kepribadian
Pedoman Diagnostik
Diagnosa tergantung pada suatu evaluasi yang teliti, hubungan antara :
1. Bentuk, isi, keparahan gejala
2. Riwayat dan kepribadian sebelumnya
3. Kejadian / situasi penuh stres/krisis kehidupan
Termasuk : Culture Shock, reaksi berkabung, hopitalisasi pada anak
Tak termasuk : gangguan anxietas perpisahan masa kanak
Jika kriteria gangguan penyesuaian telah dipenuhi, maka bentuk klinis/peri
domain dapat ditentukan dengan menggunakan karakter ke 5:
17

F43.20 Reaksi depresif singkat : bersifat sementara dengan jangka waktu < 1
bulan F43.21 Reaksi depresif berkepanjangan : depresi ringansebagairespon t/n
stress berkepanjangan denghan jangka waktu <2 tahun F43.22 Reaksi
campuran Anxietas dan depresif : gejala anxietas dan depresif keduanya menonjol,
tapi tidak melebihi F41.2/F41.3 F43.23 dengan predominan gangguan emosi
lainnya : gejala-gejala adl anxietas, depresi, kekhawatiran. Ketegangan, amarah.
Kategori ini juga harus dipakai untuk reaksi pada anakanak dengan prilaku
regresif, ngompol atau menghisap jempol F43.24 dengan predominan
gangguan tingkah laku. Gangguan utama : tingkah laku, Raksi duka cita remaja
prilaku agresif/disosial F43.25 dengan gangguan campuran emosi dan tingkah
laku. Gejala emosional dan tingkah laku merupakan ciri menonjol F43.28
dengan gejala predominan lainnya YDT F43.8 Reaksi Terhadap Stress Berat
Lainnya F43.9 Reaksi Terhadap Stress Berat YTT

6. BENTUK ANXIETAS
Gangguan Panik
Gangguan Fobik
Gangguan Obsesif-kompulsif
Gangguan Stres Pasca Trauma
Gangguan Stres Akut
Gangguan Anxietas Menyeluruh.
GANGGUAN PANIK [Panic Disorder]
Istilah panik berasal dari kata Pan, dewa Yunani yang setengah hantu,
tinggal dipegunungan dan hutan, dan perilakunya sangat sulit diduga. Di tahun
1895 deskripsi gangguan panik pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud
dalam kasus agorafobia. Serangan panik merupakan ketakutan akan timbulnya

18

serangan serta diyakini akan segera terjadi. Individu yang mengalami serangan
panik berusaha untuk melarikan diri dari keadaan yang tidak pernah diprediksi.
Gangguan panik adalah ditandai dengan terjadinya serangan panik yang
spontan dan tidak diperkirakan. Serangan panik adalah periode kecemasan atau
ketakutan yang kuat dan relative singkat (biasanya kurang dari satu tahun), yang
disertai oleh gejala somatik tertentu seperti palpitasi dan takipnea. Frekuensi
pasien dengan gangguan panik mengalami serangan panik adalah bervariasi dari
serangan multiple dalam satu hari sampai hanya beberapa serangan selama
setahun. Di Amerika Serikat, sebagian besar peneliti dibidang gangguan panik
percaya bahwa agoraphobia hampir selalu berkembang sebagai suatu komplikasi
pada pasien yang memiliki gangguan panik. Serangan panik sering dimulai pada
masa remaja akhir atau dewasa awal, namun tidak semua orang yang mengalami
serangan panik akan mengembangkan gangguan panik. Banyak orang hanya
memiliki satu serangan dan tidak pernah lagi. Terjadi pada wanita lebih sering
daripada laki-laki. Ada dua kriteria gangguan panik : gangguan panik tanpa
agorafobia dan gangguan panik dengan agorofobia kedua gangguan panik ini
harus ada serangan panik.
GAMBARAN KLINIS
Serangan panik pertama seringkali spontan, tanpa tanda mau serangan panik,
walaupun serangan panik kadang-kadang terjadi setelah luapan kegembiraan,
kelelahan fisik, aktivitas seksual atau trauma emosional. Klinisi harus berusaha
untuk mengetahui tiap kebiasaan atau situasi yang sering mendahului serangan
panik. Serangan sering dimulai dengan periode gejala yang meningkat dengan
cepat selama 10 menit. Gejala mental utama adalah ketakutan yang kuat, suatu
perasaan ancaman kematian dan kiamat. Pasien biasanya tidak mampu
menyebuntukan.
sumber ketakutannya. Pasien mungkin merasa kebingungan dan
mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian. Tanda fisik adalah takikardia,
palpitasi, sesak nafas dan berkeringat. Pasien seringkali mencoba untuk mencari
bantuan. Serangan biasanya berlangsung 20 sampai 30 menit. Agorafobma :

19

pasien dengan agorafobia akan menghindari situasi dimana ia akan sulit


mendapatkan bantuan. Pasien mungkin memaksa bahwa mereka harus ditemani
setiap kali mereka keluar rumah.
GEJALA PENYERTA
Gejala depresi seringkali ditemukan pada serangan panik dan agorafobia,
pada beberapa pasien suatu gangguan depresi ditemukan bersama-sama dengan
gangguan panik. Penelitian telah menemukan bahwa resiko bunuh diri selama
hidup pada orang dengan gangguan panik adalah lebih tinggi dibandingkan pada
orang tanpa gangguan mental.
DIAGNOSA BANDING
Penyakit kardiovaskuler : anemia, hipertensi, infark iniokardium, dsb.
Penyakit pulmonum : asma, hiperventilasi, emboli paru-paru. Penyakit
neurologis : penyakit serebrovaskular, epilepsi, inigrain, tumor, dsb. Penyakit
endokrin : diabetes, hipertroidisme, hipoglikemi, sindarioma pramestruasi,
gangguan menopause, dsb. lntoksikasi obat, putus obat. Kondisi lain : anafilaksis,
gangguan elektrolit, keracunan logam berat, uremia dsb
TERAPI
Konseling dan medikasi. Konseling: ajari pasien untuk diam ditempat
sampai serangan panik berlalu, konsentrasikan diri untuk mengatasi anxietas
bukan pada gejala fisik, rileks, latihan pernafasan. Identifikasikan rasa takut
selama serangan. Diskusikan cara menghadapi rasa takut.
Medikasi : Banyak pasien tertolong melalui konseling dan tidak membutuhkan
medikasi. Bila serangan sering dan berat, atau secara bermakna dalam keadaan
depresi beri antidepresan (imipramin 25 mg malam hari, dosis bisa sampai 100150 mg malam selama 2 minggu ). Bila serangan jarang dan terbatas beri anti
anxietas, jangka pendek (lorazepam 0,5 1 mg 3 dd 1 atau alprazolam 0,25 1 mg 3
dd 1) hindari pemberian jangka panjang dan pemberian medikasi yang tidak perlu.
GANGGUAN FOBIK

20

FOBIA adalah suatu ketakutan yang tidak rasional yang menyebabkan


penghindaran yang disadari terhadap obyek, aktivitas, atau situasi yang ditakuti.
Fobia adalah ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda, binatang
ataupun peristiwa tertentu. sifatnya biasanya tidak rasional, dan timbul akibat
peristiwa traumatik yang pernah dialami individu. Fobia juga merupakan
penolakan berdasar ketakutan terhadap benda atau situasi yang dihadapi, yang
sebetulnya tidak berbahaya dan penderita mengakui bahwa ketakutan itu tidak ada
dasarnya.
Fobia simpel: sumber binatang, ketinggian, tempat tertutup, darah. Yang
menderita banyak wanita, dimulai semenjak kecil. Agorafobia: kata yunani, agpra
= tempat berkumpul, pasar. Sekelompok ketakutan yang berpusat pada tempattempat publik: takut berbelanja, takut kerumunan, takut bepergian.
Banyak yang minta pertolongan. Banyak wanita yang menderita ini dimulai pada
masa remaja dan permulaan dewasa. Simtom: ketegangan, pusing, kompulsi,
merenung, depresi, ketakutan menjadi gila. 90% dari suatu sampel: takut tempat
tinggi, tempat tertutup, elevator. Fobia dibedakan menjadi dua jenis,yaitu:
a. Fobia Spesifik
Sebuah fobia spesifik adalah rasa takut, intens irasional dari sesuatu yang
sedikit atau tidak menimbulkan bahaya yang sebenarnya. Beberapa fobia spesifik
lebih umum dipusatkan di tempat-tempat tertutup, ketinggian, eskalator,
terowongan, jalan raya mengemudi, air, terbang, anjing, dan cedera yang
melibatkan darah. fobia seperti ini tidak hanya sangat takut, mereka ketakutan
irasional terhadap suatu hal tertentu.Ketakutan berlebih yang disebabkan oleh
benda, atau peristiwa traumatik tertentu, misalnya: ketakutan terhadap kucing
(ailurfobia), ketakutan terhadap ketinggian (acrofobia), ketakutan terhadap tempat
tertutup (agorafobia), fobia terhadap kancing baju, dsb.
b. Fobia Sosial
Fobia sosial, juga disebut gangguan kecemasan sosial, didiagnosa ketika
orang-orang menjadi sangat cemas dan terlalu sadar diri dalam situasi sosial

21

sehari-hari. Orang dengan fobia sosial memiliki ketakutan yang kuat, gigih, dan
kronis sedang diawasi dan dinilai oleh orang lain dan melakukan hal-hal yang
akan mempermalukan mereka. Mereka bisa khawatir selama berharihari atau
berminggu-minggu sebelum situasi yang ditakuti. Ketakutan berlebih pada
kerumunan atau tempat umum. ketakutan ini disebabkan akibat adanya
pengalaman yang traumatik bagi individu pada saat ada dalam kerumunan atau
tempat umum. misalnya dipermalukan didepan umum, ataupun suatu kejadian
yang mengancam dirinya pada saat diluar rumah.
TERAPI
Konseling dan medikasi: dorong pasien untuk dapat mengatur pernafasan,
membuat daftar situasi yang ditakuti atau dihindari, diskusikan cara-cara
menghadapi rasa takut tersebut. Dengan konseling banyak pasien tidak
membutuhkan medikasi. Bila ada depresi bisa diberi antidepresan lmipramin 50
150 mg/ hari. Bila ada anxietas beri antianxietas dalam waktu singkat, karena bisa
menimbulkan ketergantungan. Beta bloker dapat mengurangi gejala fisik.
Konsultasi spesialistik bila rasa takut menetap.
GANGGUAN OBSESIF-KOMPULSIF
Prevalensi seumur hidup gangguan obsesif-kompulsif pada populasi
umum diperkirakan adalah 2-3 persen. Waktu tidak diobati, OCD dapat
mengganggu semua aspek kehidupan. Anakanak bisa menderita OCD juga .
OBSESIF adalah pikiran, perasaan, ide yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan
tidak dikehendaki. KOMPULSIF adalah tingkah-laku yang berulang, tidak bisa
dihilangkan dan tidak dikehendaki. Perilaku ini merupakan ritual pembebasan dari
dosa pada orang tersebut. dengan mencuci tangan ia berharap bisa membersihkan
dari dosa yang telah ia perbuat. obsesif kompulsif ini biasanya cenderung pada
perilaku bersih-bersih. Perilaku seperti ini sebenarnya banyak terjadi pada
lingkungan kita tetapi, kita kadang malah menganggap perilaku ini wajar. Dewasa
muda, mengikuti kejadian yang penuh stres: kehamilan, kelahiran, konflik
keluarga, kesulitan dalam pekerjaan, keadaan depresi. Penderita obsesif-kompulsif
sering menderita depresi.

22

Ada 5 bentuk obsesi:


1. Kebimbangan yang obsesif: pikiran bahwa suatu tugas yang telah selesai tidak
secara baik (75% dari pasien). 2. Pikiran yang obsesif: pikiran berantai yang tidak
ada akhirnya. Biasanya fokus pada kejadian yang akan datang (34% dari pasien).
3. Impuls yang obsesif; dorongan untuk melakukan suatu perbuatan (17%). 4.
Ketakutan yang obsesi kecemasan untuk kehilangan kontrol dan melakukan
sesuatu yang memalukan (26%) 5. Bayangan obsesif: bayangan terus menerus
mengenai sesuatu yang dilihat (7%).
Kompulsi (2 macam).
1. Dorongan kompulsif yang memaksa suatu perbuatan: melihat pintu berkali-kali
(61%). 2. Kompulsi mengontrol: mengontrol dorongan kompulsi (tidak menuruti
dorongan tersebut): mengontrol dorongan inses dengan berkali-kali menghitung
sampai 10.
DIAGNOSIS BANDING
Kondisi fisik - Gangguan neurologis (epilepsi lobul temporalis,
komplikasi trauma, dsb)
Kondisi psikiatrik - Skizofrenia, gangguan kepribadian obsesif-kompulsif,
fobia, gangguan depresif.
TERAPI
Konseling dan medikasi : mengenali, menghadapi, menantang pikiran
yang berulang dapat mengurangi gejala obsesd, yang pada akhirnya mengurangi
perilaku kompulsif. Latihan pernafasan. Bicarakan apa yang akan dilakukan
pasien untuk mengatasi situasi, kenali dari perkuat hal yang berhasil mengatasi
situasi. Bila diperlukan bisa diberi Klomipramin 100 - 150 mg, atau golongan
Selected Serotonin Reuptake Inhibitors. Konsultasi spesialistik bila kondisi tidak
berkurang atau menetap.
GANGGUAN STRES PASCA-TRAUMA

23

Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) Gangguan stres-pasca trauma terdiri


dari: - pengalaman kembali trauma melalui mimpi dan pikiran, penghindaran yang
persisten oleh penderita terhadap trauma dan penumpulan responsivitas pada
penderita tersebut, kesadaran berlebihan dan persisten. Gejala penyerta yang
sering dan gangguan stres pasca-trauma adalah depresi, kecemasan dan kesulitan
kognitif(contoh pemusatan perhatian yang buruk)
Prevalensi seumur hidup gangguan stres pasca-trauma diperkirakan I
sampai 3 persen populasi umum, 5 sampai 15 persen mengalami bentuk gangguan
yang subklinis. Walaupun gangguan stres pasca-trauma dapat terjadi pada setiap
usia, namun gangguan paling menonjol pada usia dewasa muda. PTSD merupakan
kecemasan akibat peristiwa traumatik yang biasanya dialami oleh veteran perang
atau orang-orang yang mengalami bencana alam . PTSD bisanya muncul beberapa
tahun setelah kejadian dan biasanya diawali dengan ASD, jika lebih dari 6 bulan
maka orang tersebut dapat mengembangkan PTSD.
Akibat kejadian traumatik atau bencana yang tingkatnya sangat buruk:
perkosaan, peperangan, bencana alam, ancaman yang serius terhadap orang yang
sangat dicintai, melihat orang lain disakiti atau dibunuh. Akan berakibat tidak
dapat konsentrasi, mengingat, tidak dapat santai, impulsif, mudah terkejut,
gangguan tidur, cemas, depresi, mati rasa; hal-hal yang menyenangkan tidak
menarik lagi, ada perasaan asing terhadap orang-lain dan yang lampau. Kalau
trauma dialami bersama orang lain, dan yang lain mati: ada rasa bersalah, sering
terjadi mimpi buruk atau gangguan tidur.
Gangguan pasca trauma dapat akut, kronis atau lambat, trauma akibat
orang, perang, serangan fisik atau penganiayaan berlangsung lebih lama daripada
trauma setelah bencana alam. Simtom memburuk jika dihadapkan kepada situasi
yang mirip. Dapat terjadi pada anak dan orang dewasa. Simtom pada anak: mimpi
tentang monster atau perubahan tingkah laku: ramai pendiam. Riwayat
psikopatologi pada keluarga memegang peranan psikoterapi. Dapat melalui terapi
kelompok. Dengan cara ini penderita mendapatkan support dari teman-temannya.
PEDOMAN DIAGNOSTIK STRES PASCATRAUMA

24

A. Telah terpapar dengan peristiwa traumatik, didapati: o mengalami,


menyaksikan, dihadapkan dengan peristiwa yang berupa ancaman kematian, atau
kematian yang sesungguhanya atau cedera yang serius,atau ancaman integritas
fisik diri sendiri atau orang lain o respon berupa rasa takut yang kuat, rasa tidak
berdaya B. Keadan traumatik secara menetap dialami kembali dalam satu atau
lebih cara berikut: o rekoleksi yang menderitakan, rekuren dan mengganggu
tentang kejadian o Mimpi menakuntukan yang berulang tentang kejadian o
berkelakuan atau merasa seakan-akan kejadian traumatik terjadi kembali o
penderitaan psikologis yang kuat saat terpapar dengan tanda internal atau
eksternal yang menyimbolkan atau menyerupai suatu aspek kejadian traumatik o
reaktivitas psikologis saat terpapar dengan tanda internal atau eksternal yang
menyimbolkan atau menyerupai aspek kejadian traumatik C. Penghindaran
stimulus yang persisten yang berhubungan dengan trauma D. Gejala menetap,
adanya peningkatan kesadaran , seperti dua atau lebih berikut: kesulitan tidur,
irritabilitas, sulit konsentrasi, kewaspadaan berlebihan, respon kejut yang
berlebihan. E. Lama gangguan gejala B,C,D adalah lebih dari satu bulan. F.
Gangguan menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan
dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain.
Pengobatan
Perawatan utama bagi orang-orang dengan PTSD adalah psikoterapi (sering
disebut terapi bicara), obat-obatan, atau keduanya. Setiap orang berbeda, sehingga
pengobatan yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak bekerja bagi orang lain.
REAKSI STRES AKUT
Suatu gangguan sementara yang cukup parah yang terjadi pada seseorang
tanpa adanya gangguan jiwa lain yang nyata, sebagai respons terhadap stres fisik
maupun mental yang luar biasa dan biasanya menghilang dalam beberapa jam
atau hari. Stresornya dapat berupa pengalaman traumatik yang luar biasa .
Kerentanan individu dan kemampuan menyesuaikan diri memegang peranan
dalam terjadinya dan keparahannya suatu reaksi stres akut. Harus ada kaitan
waktu yang langsung dan jelas antara terjadinya pengalaman stresor luar biasa

25

dengan onset dan gejala. Onset biasanya setelah beberapa menit atau bahkan
segera setelah kejadian. Selain itu ditemukan (a) terdapat gambaran gejala
campuran yang biasanya berubah-ubah; selain gejala permulaan berupa keadaan
terpaku , semua gejala berikut mungkin tampak: depresif, anxietas, kemarahan,
kekecewaan, overaktif dan penarikan diri, akan tetapi tidak satupun dan jenis
gejala tersebut yang mendominasi gambaran klinisnya untuk waktu lama. (b) pada
kasus-kasus yang dapat dialihkan dan stresomya, gejala-gejalanya dapat
menghilang dengan cepat (dalam beberapa jam); dalam hal dimana stres tidak
dapat dialihkan, gejala-gejala biasanya baru mulai mereda setelah 24 - 48 jam dan
biasanya menghilang setelah 3 hari.

GANGGUAN CEMAS MENYELURUH (Generalized Anxiety Disorder)


Penyakit

Kecemasan

Menyeluruh

merupakan

kecemasan

dan

kekhawatiran yang berlebihan akan sejumlah aktivitas atau peristiwa, yang


berlangsung hampir setiap hari, selama 6 bulan atau lebih.
Gambaran esensial dan gangguan ini adalah adanya anxietas yang
menyeluruh dan menetap (bertahan lama), Gejala yang dominant sangat
bervariasi, tetapi keluhan tegang yang berkepanjangan, gemetaran, ketegangan
otot, berkeringat, kepala terasa ringan, palpitasi, pusing kepala dan keluhan
epigastnik adalah keluhankeluhan yang lazim dijumpai. Ketakutan bahwa dirinya
atau anggota keluarganya akan menderita sakit atau akan mengalami kecelakaan
dalam waktu dekat, merupakan keluhan yang seringkali diungkapkan. Kecemasan
dan kekhawatiran ini sangat berlebihan sehingga sulit dikendalikan.
Mereka tidak dapat santai, mudah terkejut, dan mengalami kesulitan
berkonsentrasi. Seringkali mereka sulit tidur atau tidur. gejala fisik yang sering
menyertai kegelisahan meliputi kelelahan, sakit kepala, ketegangan otot, nyeri

26

otot, kesulitan menelan, gemetar, gugup, lekas marah, berkeringat, mual, ringan,
harus pergi ke kamar mandi sering, merasa kehabisan napas, dan hot flashes.
Selain itu, penderita mengalami 3 atau lebih dari gejala-gejala berikut:
Gelisah Mudah lelah Sulit berkonsentrasi Mudah tersinggung
Ketegangan otot Gangguan tidur
Penyakit ini sering terjadi, sekitar 3-5% orang dewasa pernah
mengalaminya 2 kali lebih sering terjadi pada wanita. Seringkali berawal pada
masa kanak-kanak atau remaja. Keadaan ini berfluktuasi, semakin memburuk
ketika mengalami stres dan menetap selama bertahun-tahun.
Tanda-tanda; kecemasan kronis terus menerus rnencakup situasi hidup
(cemas akan terjadi kecelakaan, kesulitan finansial). Ada keluhan somatik:
berpeluh, merasa panas, jantung berdetak keras, perut tidak enak, diare, sering
buang air kecil, dingin, tangan basah, mulut kering, tenggorokan terasa tersumbat,
sesak nafas, hiperaktivitas sistem saraf otonomik. Merasa ada gangguan otot:
ketegangan atau rasa sakit pada otot terutama pada leher dan bahu, pelupuk mata
berkedip terus, bcrgetar, mudah lelah, tidak mampu untuk santai, mudah terkejut,
gelisah, sering berkeluh. Cemas akan terjadinya bahaya, cemas kehilangan
kontrol, cemas akan mendapatkan.serangan jantung, cemas akan mati. Sering
penderita tidak sabar, mudah marah, tidak dapat tidur, tidak dapat konsentrasi.
Penderita harus menujukkan anxietas sebagai gejala primer yang
berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan,
yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja
( sifatnya free floating atau mengambang).
Gejala - gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:
a) Kecemasan ( khawatir akan nasib buruk, merasa seperti diujung tanduk, sulit
konsentrasi, dsb.); b) Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak
dapat santai); c) Overaktivitas otonomik ( kepala terasa ringan, berkeringat,
jantung berdebar-debar, sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut
kering, dsb.).

27

Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan


(reassurance) serta keluhan-keluhan somatik berulang yang menojol.
TERAPI
Seperti gangguan kecemasan lainnya, GAD adalah bisa diobati. terapi
kognitif-perilaku yang efektif bagi banyak orang, membantu mereka untuk
mengidentifikasi, memahami, dan memodifikasi pemikiran yang salah dan pola
perilaku. Hal ini memungkinkan orang dengan GAD belajar untuk mengendalikan
khawatir mereka. Beberapa orang dengan GAD juga minum obat.
Konseling dan medikasi: informasikan bahwa stres dan rasa khawatir
keduanya mempunyai efek fisik dan mental. Mempelajari keterampilan untuk
mengurangi dampak stres merupakan pertolongan yang paling efektif. Mengenali,
menghadapi dan menantang kekhawatiran yang berlebihan dapat mengurangi
gejala anxietas. Kenali kekhawatiran yang berlebihan atau pikiran yang
pesimistik. Latihan fisik yang teratur sering menolong. Medikasi merupakan
terapi sekunder, tapi dapat digunakan jika dengan konseling gejala menetap.
Medikasi anxietas : misal Diazepam 5 mg malam hari, tidak lebih dari 2 minggu,
Beta bloker dapat membantu mengobati gejala fisik, antidepresan bila ada depresi.
Konsultasi spesialistik bila anxietas berat dan berlangsung lebih dan 3 bulan.
Untuk mengatasinya biasanya diberikan obat anti-cemas (misalnya
benzodiazepin); tetapi karena pemberian jangka panjang bisa menyebabkan
ketergantungan fisik, maka dosisnya harus dikurangi secara perlahan, tidak
dihentikan secara tiba-tiba. Buspiron merupakan obat lainnya yang juga efektif
untuk mengatasi kecemasan menyeluruh. Pemakaian obat ini tampaknya tidak
menyebabkan ketergantungan fisik. Tetapi efeknya baru tampak setelah 2 minggu
atau lebih, sedangkan efek benzodiazepin akan tampak beberapa menit setelah
pemberian obat.
Terapi perilaku biasanya tidak efektif, karena keadaan yang memicu
terjadinya kecemasan tidak jelas. Kadang dilakukan relaksasi dan teknik biofeedback. Penyakit kecemasan menyeluruh bisa berhubungan dengan pertentangan
psikis.

28

Pertentangan ini seringkali berhubungan dengan rasa tidak aman dan sikap
kritis yang merusak diri sendiri. Pada keadaan ini dilakukan psikoterapi untuk
membantu memahami dan menyelesaikan pertentangan psikis.
Gangguan cemas menyeluruh adalah suatu kekhawatiran yang berlebihan
dan dihayati disertai gejala somatik yang menyebabkan gangguan bermakna dan
fungsi sosial atau pekerjaan atau penderitaan yang jelas bagi pasien.
Gejala Gejala utamanya adalah kecemasan, ketegangan motorik,
hiperaktivitas otonom, dan kewaspadaan kognitif. Ketegangan motorik sering
ditunjukkan dengan gemetarm gelisah serta nyeri kepala. Gejala lain yang
mengikuti, pasien mudah tersinggung dan dikejuntukan. Gangguan seperti ini
terjadi secara kronik dan mungkin bisa berlangsung seumur hidup.
Pengobatan Pengobatan yang efektif untuk gangguan ini adalah dengan
mengkombinasikan terapi psikologis dan farmakoterapi.
GANGGUAN CAMPURAN ANXIETAS DAN DEPRESI
Kategori campuran ini harus digunakan bilamana terdapat gejala anxietas
maupun depresi, di mana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala
yang cukup berat untuk menegakkan diaognosis tersendiri.
MEDIKASI
Obat tidak akan menyembuhkan gangguan kecemasan, tetapi bisa tetap di
bawah kontrol sedangkan orang yang menerima psikoterapi. Obat utama yang
digunakan untuk gangguan kecemasan adalah antidepresan, obat anti-kecemasan,
dan-beta blockers untuk mengendalikan beberapa gejala fisik. Dengan perawatan
yang tepat, banyak orang dengan gangguan kecemasan dapat memimpin normal,
memenuhi hidup.
Antidepresan
Antidepresan dikembangkan untuk mengobati depresi tetapi juga efektif
untuk gangguan kecemasan. Meskipun pengobatan ini mulai mengubah kimia
otak setelah dosis pertama, efek penuh mereka memerlukan serangkaian

29

perubahan terjadi, biasanya sekitar 4 sampai 6 minggu sebelum gejala mulai


pudar. Hal ini penting untuk melanjuntukan pengambilan obat ini cukup lama
untuk membiarkan mereka bekerja.
SSRI
Beberapa antidepresan terbaru Reuptake disebut inhibitor serotonin
selektif, atau SSRI. SSRI mengubah tingkat serotonin neurotransmitter di otak,
yang, seperti neurotransmiter lain, membantu sel-sel otak berkomunikasi dengan
satu sama lain.

obat yang berhubungan erat dengan SSRI, digunakan untuk

mengobati GAD. Obat-obat ini dimulai dengan dosis rendah dan secara bertahap
meningkat sampai mereka memiliki efek yang menguntungkan.
SSRI memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan antidepresan lebih
tua, tetapi mereka kadang-kadang menghasilkan sedikit mual atau kegugupan
ketika orang pertama mulai membawa mereka. Beberapa orang juga mengalami
disfungsi seksual dengan SSRI, yang mungkin dibantu oleh menyesuaikan dosis
atau beralih ke SSRI yang lain.
Tricyclics
Tricyclics lebih tua dari SSRIs dan kerja serta SSRI untuk gangguan
kecemasan selain OCD. Mereka juga dimulai dengan dosis rendah yang
berangsur-angsur meningkat. Mereka kadangkadang menyebabkan pusing,
mengantuk, mulut kering, dan berat badan, yang biasanya dapat diperbaiki dengan
mengubah dosis atau beralih ke obat trisiklik lain.
Tricyclics termasuk imipramine (Tofranil ), yang diresepkan untuk
gangguan panik dan GAD, dan clomipramine (Anafranil ), yang merupakan
antidepresan trisiklik hanya berguna untuk mengobati OCD.
MAOIs
oksidase inhibitor monoamina (MAOIs) adalah kelas tertua obat
antidepresan. The MAOIs paling sering diresepkan untuk gangguan kecemasan
adalah phenelzine (Nardil ), diikuti oleh tranylcypromine (Parnate ), dan

30

isocarboxazid (Marplan ), yang berguna untuk mengobati gangguan panik dan


fobia sosial. Orang-orang yang mengambil MAOIs tidak bisa makan berbagai
makanan dan minuman (termasuk keju dan anggur merah) yang mengandung
tyramine atau mengambil obat tertentu, termasuk beberapa jenis pil KB,
penghilang rasa sakit (seperti Advil , Motrin , atau Tylenol ) , suplemen
dingin dan obat alergi, dan herbal; zat-zat yang dapat berinteraksi dengan MAOIs
menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berbahaya. Pengembangan patch
kulit MAOI baru dapat membantu mengurangi risiko ini. MAOIs juga dapat
bereaksi dengan SSRI untuk menghasilkan suatu kondisi serius yang disebut
"sindariom serotonin," yang dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi,
berkeringat meningkat, kekakuan otot, kejang, perubahan tekanan darah atau
irama jantung, dan kondisi berpotensi mengancam kehidupan lainnya.

Obat Anti-Anxiety
High-potensi benzodiazepine memerangi kecemasan dan memiliki
beberapa efek samping selain ngantuk. Karena orang-orang bisa terbiasa dengan
mereka dan mungkin memerlukan dosis yang lebih tinggi dan lebih tinggi untuk
mendapatkan efek yang sama, benzodiazepine umumnya diresepkan untuk jangka
waktu yang singkat, terutama bagi orang-orang yang telah menyalahgunakan obat
atau alkohol, dan yang menjadi tergantung pada obat-obatan dengan mudah. Satu
pengecualian terhadap peraturan ini adalah orang dengan gangguan panik, yang
dapat mengambil benzodiazepine sampai setahun tanpa membahayakan.
Clonazepam (Klonopin ) digunakan untuk fobia sosial dan GAD,
lorazepam (Ativan ) sangat membantu untuk gangguan panik, dan alprazolam
(Xanax ) berguna untuk kedua gangguan panik dan GAD.
Beberapa orang mengalami gejala-gejala penarikan diri jika mereka
berhenti mengambil benzodiazepine tiba-tiba bukan lentik off, dan kecemasan
dapat kembali setelah pengobatan dihentikan. Masalah-masalah ini potensial

31

menyebabkan beberapa dokter untuk menghindar dari menggunakan obat atau


menggunakannya dalam dosis yang tidak memadai.
Buspirone (BuSpar ), sebuah azapirone, adalah obat anti-kecemasan baru
digunakan untuk mengobati GAD. Kemungkinan efek samping termasuk pusing,
sakit kepala, dan mual. Tidak seperti benzodiazepine, buspirone harus diambil
secara konsisten selama minimal 2 minggu untuk mencapai efek anti-kecemasan.
Beta-bloker
Beta-blocker, seperti propranolol (Inderal ), yang digunakan untuk
merawat kondisi jantung, dapat mencegah gejala-gejala fisik yang menyertai
gangguan kecemasan tertentu, terutama fobia sosial. Ketika situasi takut dapat
diprediksi (seperti memberikan pidato), dokter mungkin meresepkan beta-blocker
untuk menjaga gejala fisik kecemasan di bawah kontrol.

Psikoterapi
Psikoterapi melibatkan berbicara dengan kesehatan mental yang terlatih
profesional, seperti psikiater, psikolog, pekerja sosial, atau konselor, untuk
menemukan apa yang menyebabkan gangguan kecemasan dan bagaimana
menangani gejala.
Cognitive-Behavioral Therapy Cognitive-Behavioral Therapy
terapi kognitif-perilaku (CBT) sangat berguna dalam pengobatan
gangguan kecemasan. Bagian kognitif membantu orang mengubah pola pikir yang
mendukung ketakutan mereka, dan bagian perilaku membantu orang mengubah
cara mereka bereaksi terhadap situasi kecemasanmerangsang.
Misalnya, CBT dapat membantu orang dengan gangguan panik belajar
bahwa serangan panik mereka tidak benar-benar serangan jantung dan membantu
orang dengan fobia sosial belajar bagaimana untuk mengatasi keyakinan bahwa
orang lain selalu mengawasi dan menilai mereka. Ketika orang siap untuk
menghadapi ketakutan mereka, mereka menunjukkan cara menggunakan teknik

32

eksposur untuk menurunkan rasa mudah terpengaruh diri untuk situasi-situasi


yang memicu kecemasan mereka.
Orang dengan OCD yang takut kotoran dan kuman yang didorong untuk
mendapatkan tangan mereka kotor dan menunggu meningkatnya jumlah waktu
sebelum mencuci mereka. Terapis membantu orang mengatasi kecemasan yang
menunggu menghasilkan; setelah latihan telah diulang beberapa kali, kegelisahan
berkurang. Orang dengan fobia sosial dapat didorong untuk menghabiskan waktu
dalam situasi sosial takut tanpa menyerah pada godaan untuk melarikan diri dan
membuat kesalahan sosial kecil dan amati bagaimana orang menanggapi mereka.
Karena respon biasanya jauh lebih keras daripada orang ketakutan, kecemasan
tersebut berkurang. Orang dengan PTSD dapat didukung melalui mengingat
peristiwa traumatik mereka dalam situasi yang aman, yang membantu mengurangi
rasa takut itu menghasilkan. CBT terapis juga mengajarkan napas dalam-dalam
dan jenis-jenis latihan untuk mengurangi kecemasan dan mendorong relaksasi.
terapi perilaku Eksposur berbasis telah digunakan selama bertahun-tahun untuk
mengobati fobia spesifik. Orang yang secara bertahap menemukan objek atau
situasi yang ditakuti, mungkin pada awalnya hanya melalui gambar atau kaset,
kemudian tatap muka. Seringkali terapis akan menemani seseorang ke situasi
takut untuk memberikan dukungan dan bimbingan.
CBT dilakukan ketika orang memutuskan mereka siap untuk itu dan
dengan izin mereka dan kerja sama. Agar efektif, terapi harus diarahkan pada
kecemasan tertentu orang tersebut dan harus sesuai dengan kebutuhan nya. Ada
efek samping tidak lain ketidaknyamanan sementara kecemasan meningkat.
CBT atau terapi perilaku sering berlangsung sekitar 12 minggu. Ini dapat
dilakukan secara individual atau dengan sekelompok orang yang memiliki
masalah yang sama. Kelompok terapi sangat efektif untuk fobia sosial. Sering kali
"PR" diberikan bagi peserta untuk menyelesaikan antara sesiAda beberapa bukti
bahwa manfaat dari CBT bertahan lebih lama dibandingkan dengan pengobatan
untuk orang dengan gangguan panik, dan yang sama mungkin benar untuk OCD,

33

PTSD, dan fobia sosial. Jika gangguan yang berulang di kemudian hari, terapi
yang sama dapat digunakan untuk mengobati dengan sukses untuk kedua kalinya.
Obat dapat dikombinasikan dengan psikoterapi untuk gangguan kecemasan yang
spesifik, dan ini adalah pendekatan pengobatan terbaik untuk orang banyak
7. PROGNOSIS
Gangguan panik biasanya memiliki onsetnya selama masa remaja akhir
atau masa dewasa awal, walaupun onset selama masa anak-anak, remaja awal, dan
usia pertengahan dapat terjadi. Biasanya kronik dan bervariasi tiap individu.
Frekuensi dan kepasrahan serangan panic mungkin berfluktuasi. Serangan panik
dapat terjadi beberapa kali sehari atau kurang dari satu kali dalam sebulan.
Penelitian follow up jangka panjang gangguan panik sulit diinterpretasikan.
Namun demikian kira-kira 30-40% pasien tampaknya bebas dari gejala follow up
jangka panjang, kira-kira 50% memiliki gejala yang cukup ringan yang tidak
mempengaruhi kehidupannya secara bermakna dan kira-kira 10-21 % terus
memiliki gejala yang bermakna.
Depresi dapat mempersulit gambaran gejala pada kira-kira 40-80 % dari
semua pasien. Pasien dengan fungsi premorbid yang baik dan lama gejala singkat
cenderung memiliki prognosis yang baik.

34

BAB III
KESIMPULAN

Anxietas adalah perasaan yang difus, yang sangat tidak menyenangkan,


agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini
disertai dengan suatu atau beberapa reaksi badaniah yang khas dan yang akan
datang berulang bagi seseorang. Wanita 2-3 kali lebih sering terkena dari pada
laki-laki .
Etiologi bisa ditinjau dari berbagai aspek: Biologis; norepinefrin,
serotonin, dan gamma-aminobutyric acid (GABA), Genetika dan Psikososial :
Teori kognitif,teori psikoanalitik

35

Gejala yang timbul berupa palpitasi, berkeringat, gemetar, sesak napas,


perasaan tercekik, nyeri dada atau perasaan tidak nyaman, mual dan gangguan
perut, pusing, bergoyang. melayang. atau pingsan.
Bentuk anxietas dibagi menjadi gangguan Panik, gangguan Fobik,
Gangguan Obsesifkompulsif, Gangguan Stres Pasca Trauma,gangguan

Stres

Akut, Gangguan Anxietas Menyeluruh. Terapi yang dianjurkan berupa menejemen


krisis, farmakoterapi dan psikoterapi.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association, Diagnostic Creteria, DSM -IV - TR,


2005 : 209 -223
Departemen Kesehatan R.l. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis
Gangguan Jiwa di Indonesia III, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik 1993: 171
-195.
Departemen Kesehatan R.l. Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat ,
Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat: Gangguan Anxietas.

36

Sadock BJ, Sadock VA: Kaplan dan Sadocks Synopsis of Psychiatry 10


th.ed. Lippincott Williams dan Wilkins, 2007:579- 633.
Stahl SM: Essential Psychopharmacology Neuroscientific Basis and
Practical Applications 2nd ed Cambridge University Press . 2002 : 300

37