Anda di halaman 1dari 27

Elis Anggeria, S.

Kep, Ns

Bentuk

dada
Pola pernafasan
Sianosis
Clubbing finger

Amati bentuk dada,


Normal : Rasio A-P/Transversal: 1:2,

Abnormal:
Burrel Chest : COPD Tingkat lanjut,
Pigeon Chest: Deformitas (ventilasi tdk
ada gangguan,
Kifosis: Kelainan tulang belakang,
Flail Chest : Fraktur iga

Burrel Chest

Bentuk
dada
ini
terjadi karena hasil
hiperinflasi
paru.
Hiperinflasi
ialah
terjebaknya
udara
akibat
saluran
pernapasan
yang
sempit/menyempit.
Pada
keadaan
ini
terjadi
peningkatan
diameter
anteroposterior.
Penyakit
yang
bermanifestasikan
barrel
chest
ini
misalnya asma berat
dan PPOK.

Bentuk
dada
ini
terjadi ketika ada
pergeseran
yang
menyebabkan
"lengkungan keluar"
pada sternum dan
tulang
iga.
Pada
keadaan ini juga
terjadi peningkatan
diameter
anteroposterior.
Pigeon chest dapat
terjadi pada pasien
dengan
penyakit
rikets,
sindrom
marfan,
atau
kifoskoliosis berat.

Keadaan ini ditandai


dengan elevasi skapula
dan spina berbentuk
huruf
'S'
sesuai
namanya yang terdiri
dari
kifosis
(tulang
belakang ke arah depan)
dan skoliosis (ke arah
samping). Kifoskoliosis
yang
berat
dapat
mengurangi
kapasitas
paru dan meningkatkan
kerja
pernapasan.
Bentuk dada ini dapat
terjadi sebagai akibat
sekunder dari polio(mielitis) atau sebagai
manifestasi dari sindrom
marfan.

Tulang iga patah


pada 2 tempat pada
lebih dari 2 iga
sehingga ada satu
segmen
dinding
dada yang tidak ikut
pada pernafasan.
Pada
ekspirasi
segmen
akan
menonjol
keluar,
pada inspirasi justru
masuk
kedalam
yang
dikenal
dengan pernafasan
paradoksal

Abnormal
A.Takipnoe
Frekuensi nafas lebih dari 20 x/menit
B. Bradipnoe
Frekuensi nafas kurang dari 16 x/menit
C. Apnoe
Henti nafas
D. Cheyne stokes
Siklus pernafasan yang amplitudonya
mulai dari naik, turun, berhenti dan
kembali ke siklus awal
E.Kussmaul
Pola pernafasan cepat dan dangkal

suatu keadaan di mana kulit dan


membran mukosa berwarna kebiruan
akibat penumpukan deoksihemoglobin
pada pembuluh darah kecil pada area
tersebut.
Sianosis biasanya paling terlihat pada
bibir, kuku, dan
Selain itu, pemeriksaan sianosis pada
membran mukosa, seperti mulut dan
konjungtiva, lebih bermakna daripada
pemeriksaan pada kulit.

Clubbing fingers
(jari tabuh atau
digital clubbing)
adalah kelainan
bentuk jari dan
kuku
tangan
yang menjadikan
jari tangan dan
kaki
membulat
yang berkaitan
dengan penyakit
jantung
dan
paru-paru.

Resonan : Normal
Redup : Paru berisi cairan,
Hyperresonan : Emfisema

Anjurkan posisi duduk atau berdiri.

Perkusi dada anterior : memakai jari


tengah tangan kiri, letakkan pada dinding
dada dengan jari yang lain tidak
menyentuh bagian dada. Gerakkan jari
pengetuk berasal dari pergelangan
tangan. Lokasi perkusi meliputi; fossa
supraklavikula dan sela iga anterior.

Suara Redup terdengar pada IC-2


Hingga IC-5 Paru kiri (Jantung), IC-5
Paru kanan (Liver), Suara Tymfani IC-6
(Lambung) adalah Paru bagian anterior

Suara Redup pada IC-10 Paru kanan


(Liver), IC-11 (Organ-organ Viseral, Spt;
Ginjal).

Pengembangan dada secara anterior :


Letakkan kedua tangan sepanjang margo
iga lateral. Anjurkan pasien menarik
nafas dalam dan amati pergerakan
tangan

Pengembangan dada secara posterior :


Letakkan kedua tangan mendatar pada
punggung pasien dengan ibu jari sejajar
iga ke-10 dan menarik kulit sedikit
kearah medial. Anjurkan pasien menarik
nafas dalam

Normal : Bronkhial : Intensitas tinggi :


Ratio I/E 1:2, lokasi Manubrium Sterni
Bronkho-vesiculer : Intensitas sedang,
ratio I/E 1:1, lokasi Bronkus
Vesikuler : Intensitas Rendah, Ratio I/E,
Lokasi perifer paru.
Abnormal : Ronchi : Akibat sekresi
sal.nafas berlebihan, Mis: Bronkhitis,
edema paru, CHF

Ronchi:

ada sekresi sal


napas yang berlebihan
Wheezing: aliran udara
cepat melalui saluran
nafas
Friction rib: gesekan pleura

Wheezing : Akibat aliran udara yang


melalui saluran nafas tersumbat, mis:
Asma
Letakkan Stethoscope pada kulit diatas
area interkostalis.
Instruksikan pasien bernafas secara
perlahan.
Dengarkan inspirasi dan ekspirasi pada
setiap tempat