Anda di halaman 1dari 9

FISIOLOGI HAID

FISIOLOGI REPRODUKSI WANITA


Pada masa pubertas, wanita mulai produktif, artinya masa
mendapatkan keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun. Setelah itu,
wanita memasuki masa klimakterium yang merupakan masa peralihan
antara masa reproduksi dengan masa senium (kemuduran), dimana haid
berangsur-angsur berhenti selama 1-2 bulan dan kemudian berhenti
sama sekali yang disebut menopause. Selanjutnya terjadi kemunduran
alat-alat reproduksi, organ tubuh, dan kemampuan fisik.
MENSTRUASI/HAID
Haid (menstruasi) adalah keluarnya lapisan desidua (superfisial)
endometrium disertai sedikit pengeluaran darah. Pada manusia, haid
berlangsung 5-7 hari. Manusia dan primata lain, tikus tertentu dan
beberapa jenis kelelawar, adalah satu-satunya hewan yang mengalami
haid. Pada spesies ini, terjadi proliferasi endometrium yang sangat erat
berkaitan dengan progesteron dan implantasi bersifat invasif.
Diperkirakan bahwa haid berkembang sebagai mekanisme protektif
terhadap patogen yang ditularkan melalui sperma. Namun,suatu hipotesis
alternatif adalah bahwa regresi dan proliferasi siklis endometrium secara
energis lebih ekonomis dalam hal biaya reproduksi dibandingkan dengan
pemeliharaan endometrium reseptif secara terus-menerus (Strassmann,
1996).
Degenerasi korpus luteum dan penurunan kadar estrogen dan
progesteron yang ditimbulkannya menyebabkan penurunan yang sedang,
tetapi bermakna dalam tinggi jaringan endometrium sehingga arteri spiral
bergelung lebih rapat dan tertekan. Hal ini menyebabkan penurunan
aliran darah, iskemia, dan terlepasnya jaringan endometrium dan
perdarahan interstisium. Prostaglandin yang dibebaskan oleh arteri spiral
merangsang vasokonstriksi dan vasodilatasi sehingga terjadi gelombang
ritmis kontraksi dan relaksasi arteri tersebut. (efeknya seperti
memutuskan suatu kawat dengan secara ritmis membengkokkannya
maju-mundur). Gelombang menjadi semakin lama dan semakin keras
sehingga endometrium desidua terlepas di sepanjang bidang retakan
alami. Arteri lurus di lapisan basal mempertahankan aliran darah. Dari
sinilah arteri spiral akan bergenerasi. Pada akhir fase sekretorik, terjadi
fase iskemik diikuti oleh fase haid yang kemudian menyebabkan
timbulnya fase proliferatif berikutnya. Dalam 12 jam, tinggi endometrium
turun dari 4 mm menjadi 1 mm.

Darah haid biasanya berjumlah antara 35 dan 95 ml dan terdiri dari


debris endometrium dan darah. Pengeluaran darah dibatasi oleh
vasokonstriksi arteri spiral dan pembentukan sumbat trombin-trombosit di
bagian terminal arteri lurus. Saat sekresi estrogen kembali pada
permulaan siklus berikutnya, estrogen merangsang penyembuhan dan
pertumbuhan jaringan baru. Darah haid tidak membeku dalam pola yang
biasanya. Sel endometrium yang rusak mengeluarkan enzim proteolitik
dan fibrinolitik, yang menghambat pembentukan fibrin dan dengan
demikian, pembentukan bekuan. Volume rata-rata darah yang hilang
adalah 50 ml, yang mengandung zat besi sekitar 0,7 mg, suatu
kehilangan yang tepat disamakan oleh penyerapan zat besi dari makanan.
Wanita yang sehat dan tidak hamil, setiap bulannya secara teratur
mengeluarkan darah dari alat kandungannya yang disebut menstrasi
(haid). Siklus menstruasi, selaput lendir rahim dari hari ke hari
mengalami perubahan-perubahan yang berulang, selama 1 bulan
mengalami 4 masa (stadium).
Stadium menstruasi (desquamasi)
Pada masa ini, endometrium terlepas dari dinding rahim disertai
dengan pendarahan. Hanya lapisan tipis yang tinggal yang disebut
stratum basale. Ini berlangsung selama 4 hari. Denga haid keluar darah,
potongan-potongan endometrium, dan lendir dari serviks. Darah ini tidak
membeku karena ada fermen (biokatalisator) yang mencegah pembekuan
darah dan mencairkan potongan-potongan mukosa, banyaknya
pendarahan selama haid kira-kira 50 cc.
Stadium postmenstruum (regenerasi)
Luka yang terjadi karena endometrium terlepas dan berangsurangsur ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang terbentukdari sel
epitel kelenjar endometrium. Pada masa ini, tebal endometrium kira-kira
0,5mm dan berlangsung selama 4 hari.
Stadium intermenstruum (proliferasi)
Pada masa ini, endometrium tumbuh menjadi tebal, kira-kira 3,5
mm, kelenjar itu tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain. Ini
berlangsung kira-kira 5-14 hari dari hari pertama haid.
Stadium praemenstruum (sekresi)
Pada stadium ini, endometrium tetap tebalnya, tapi bentuk kelenjar
berubah menjadi panjang berliku-liku dan mengeluarkan getah. Dalam
endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai
makanan untuk sel telur. Pada endometrium sudah dapat dibedakan

lapisan atas yang padat (stratum kompaktum) yang hanya ditembus oleh
saluran-saluran yang keluar dari kelenjar. Lapisan stratum spongeosum
banyak memiliki lubang karena disini terdapat rongga dari kelenjar dan
lapisan bawah yang disebut stratum basale. Stadium ini berlangsungv1428 hari. Jika tidak terjadi kehamilan maka endometrium dilepas dengan
perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi.

ASPEK KLINIS MENSTRUASI


Menstruasi adalah pengelluaran darah, mukus, dan debris sel dari
mukosa uterus secara berkala. Menstruasi terjadi dalam interval-interval
yang kurang lebih teratur, siklis, dan dapat dioerkirakan waktunya, sejak
menake sampai menopause kecuali saat hamil, menyusui, anovulasi, atau
mengalami intervensi farmakologis. Akan lebih mudah dan lebih deskriptif
apabila kata menstruasi digunakan untuk merujuk kepada pendarahan
yang menyertai penarikan progesteron setelah ovulasi pada siklus
nonpertil, dan menyebut episode perdarahan endometrium lain pada
wanita tidak hamil sebagai perdarahan uterus atau endometrium.

Menarke dan Pubertas


Selama 2 abad terakhir usia ketika menstruasi pertama kali terjadi
saat pubertas (menarke), terus menurun. Namun, penurunan usia
menarke pada anak-anak perempuan yang tinggal di amerika serikat
tampaknya telah berhenti. Sekarang, usia rata-rata saat menstruasi
dimulai adalah antara 12 sampai 13 tahun, tetapi pada sebagian kecila
anak perempuan yang tampaknya normal, menarke mungkin muncul
pada usia sedini 10 tahun atau selambat 16 tahun. Kata menarke secara
spesifik mengacu kepada menstruasi pertama, sedangkan pubertas
adalah istilah yang lebih umum yang mencakup seluruh proses
pematangan seksual dalam transisi dari masa anak menjadi dewasa.
Menarke hanyalah salah satu tanda pubertas; tetapi aapabila menarke
merupakan konsekuensi dari ovulasi (dan sekresi hormon yang
menyertainya), maka proses fisiologis fundamental pada pubertas telah
tuntas.
Interval antara Menstruasi
Interval pengulangan menstruasi diperkirakan sekitar 28 hari, tetapi
terdapat variasi yang cukup besar diantara wanita secara umum, juga
pada lama siklus dari wanita tersebut. Variasi mencolok pada interval
antara siklus menstruasi tidak selalu menunjukan invertilitas.

Arey (1939) yang menganalisis temuan dari 12 study berbeda yang


meneliti sekitar 20.000 catatan kalender dari 1.500 wanita,
menyimpulkan bahwa tidak terdapat bukti adanya keteraturan siklus
menstruasi yang sempurna. Gun dan rekan (1937), dalam suatu study
terhadap 479 wanita normal inggris, mendapatkan bahwa perbedaan
tipikal anatara siklus terpendek dan terpanjang adalah 8 atau 9 hari. Pada
30% wanita, perbedaan tersebut dapat mencapai lebih dari 13 hari, tetapi
tidak pernah lebih singkat dari 2 hari pada wanita manapun. Aarey
mendapatkan bahwa diantara dewasa biasa, sepertiga dari seluruh siklus
menstruasi mereka lamanya lebih dari 2 hari dari rerata lama semua
siklus. Dalam analisis arey terhadap 5.322 siklus dari 485 wanita normal,
diperkirakan interval rata-rata adalah 28,4 hari; temuanya tetntang ratarata lama siklus pad gadis yang baru mengaalami pubertas ternyata lebih
panjang, yaitu 33,9 hari. Chiazze dan rekan-rekannya (1968)
menganalisis interval 30.655 siklus dari 2316 wanita. Rerata untuk semua
siklus adalah 29,1 hari. Untuk interval siklus yang berkisar dari 15-45
hari, rata-rata lamanya 28,1 hari. Derajat variabilitasnya adalah
sedemikian sehingga hanya13% wanita mengalami siklus yang bervariasi
kurang dari 6 hari. Haman (1942) mensurvei 2.460 siklus dari 150 ibu
rumah tangga yang datang kesebuah klinik dengan memberi penekanan
pada pencatatan secara akurat lamanya siklus menstruasi. Data arey dan
data haaman, ynag kurang lebih serupa, dan kurva distrubusi yang
dihitung berdasarkan rata-rata dari data tersebut.
Durasi perdarahan menstruasi
Durasi pengeluaran darah juga bervariasi, paling sering adalah 4-6
hari. Perdarahan selama 2-8 hari mungkin normal untuk seorang wanita,
tetapi pada wanita tersebut durasi pengeluaran darah biasanya sama dari
siklus ke siklus.
darah menstruasi
menstruasi pada wanita ovulatorik (setelah penarikan progesteron)
ditandai oleh pengeluaran potongan-potongan endometrium yang
bercampur darah dalam jumlah bervariasi. Biasanya darah bebrentuk cair,
tetapi apabila kecepatan perdarahannya berlebihan dapat muncul bekuan
darah. Pengeluaran bekuan bersama perdarahan uterus, terutama apabila
perdarahannya tidak siklis atau dapat diperkirakan, mengisyaratkan
anovulasi, yaitu perdarahan yang terjadi tanpa manfaat dari efek dan
penarikan progesteron (hahn, 1980).
Telah dilakukan cukup banyak riset u untuk memahami mengapa
darah menstruasi tidak membeku. Penjelasan yang paling logis adalah

kesimpulan yang diambil oleh white house (1914) yaitu bahwa darah
mengalami pembekuan saat dikeluarkan, tetapi kemudian dicairkan oleh
aktivitas vibrinolitik. Endometrium memiliki sifat tromboplastik poten
yang akan segera memicu pembekuan darah, tetapi juga terdapat sifat
fibrinolitik kuat yang segera menyebabkan lisis bekuan fibrin yang telah
terbentuk.

Faktor jaringan dan pembekuan darah menstruasi


Faktor jaringan ( tissue factor) adalah protein terikat membran
plasma yang terlibat dalma jalur koagulasi ekstrinsik, yang berfungsi
memicu pembekuan apabila pembuluh darah rusak.faktor jaringan
penting untuk memicu perubahan trotrombin menjadi trombin dalam
inisiasi pembekuan. Lockwood dan rekan (1994) membuktikan bahwa
faktor jaringan dieksresikan di sel troma endometrium manusia, dan
bahwa progesteron bekerja secara tidak langsung untuk meningkatkan
ekspresi faktro jaringn (dan inhibitor aktivator plasminogen 1) pada selsel ini. Efek progesteron ini memerlukan aktivasi reseptor faktor
pertumbuhan epidermis (EGF) atau transforming growth factor-.
Inhibitor aktifator palsminogen bekerja menghambat efek aktivator
plasminogen secara tidak langsung sehingga mencegah fibrinolisis
(lockwood dkk,1999).
Fibrinolisis bekuan darah menstruasi
Proteinase sering (dan inhibitor-inhibitornya) juga diproduksi
diendometrium secara berkala yang mengisyaratkan adalah pengendalian
oleh hormon. Diantara berbagai proteinase, aktivator plasminogen adalah
enzim yang di anggap penting untuk menimbulkan fibrinolisis. Plasmin
dibentuk melalui kerja aktivator plasminogen (misalnya urokinase) yang
di hasilkan di endometrium pada plasminogen darah lebih baik
pengeluaran darah selama menstruasi.
Jumlah darah yang keluar selama periode mestruasi normal telah di
pelajari oleh beberapa kelompok peneliti yang menemukan bahwa
jumlahnya
berkisar
antara
25
ml
sampai
60
ml
(baldwin
dkk,1961;hallberg
dkk,1966;hypton
dkk,1964).
Pada
konsentrasi
hemoglobin normal yaitu 14 g/dl dan konsentrasi besi hemoglobin 3,4
m/g, volume darah ini mengandung besi sekitar 12 sampai 29 mg dan
mencerminkan pengeluaran darah yang ekivalen dengan 0,4 sampai 1,0
mg besi setiap hari selama siklus, atau dari 150 sampai 400 mg/tahun.
Karena jumlah besi yang diserap dari makanan biasanya cukup terbatas,
maka pengeluaran besi yang tampaknya tidak berarti ini menjadi penting

karena ikut menurunkan cadangan besi yang pada sebagian besar wanita
sudah rendah (scopt dan pritchard,1967). Volume darah yang keluar
setiap menstruasi sebenarnya relatif sedikit, terutama apabila
dibandingkan dengan luas permukaan endometrium uterus normal pada
wanita yang tidak hamil yang berukuran 10 sampai 45 cm2 (chindria dkk,
1980). Dengan demikian, pasti ada suatu cara efektif ntuk menumbuhkan
hemostasis
di
endometrium
selama
menstruasi.
Pengendalian
pengeluaran darah kemungkinan besar tidak di lakukan oleh kontraksi
mionatrium yang akan menekan pembuluh uterus, seperti yang terjadi
pada pengeluaran bayi dan plasenta. Namun pengeluaran darah
mnestruasi yang berlebihan sering terjadi pada wanita dengan gangguan
pembekuan atau kelainan trombosis. Besar kemungkinan hemostasis di
endometrium di pengaruhi oleh :
1. Pembentukan sumber hemostatik seperti di jaringan lain
(christiaens dkk,1986).
2. Fasokontriksi kuat arteri spiralis yang dimulai segera sebelum dan
berlanjut selama menstruasi (markee,1940).
SIKLUS MENSTRUASI
Menstruasi menjadi siklus regular, yang setiap siklus berlangsung
antara 28 hari dengan ditandai keluar dari uterus yang disebut
Menstruasi. Pada saat pubertas terdapat sekitar 300.000 ovum (pada
kedua ovarium, tetapi hanya sekitar 500 ovum yang dapat menjadi matur
dan dikeluarkan hanya satu buah setiap siklus menstruasi
FSH & LH

(-)

LH >>(LH SURGE)

(+)

Perkembangan

ovulasi
Luteum

corpus
albicans

corpus

folikel
estrogen

estrogen progesteron

keterangan:
-

FSH merangsang perkembangan folikel di ovarium


Folikel yang berkembang akan mensekresi estrogen (estrogen akan
menghambat sekresi FSH sehingga perkembangan folikel berhenti dan

hanya folikel yang sudah menghasilkan estrogen yang dapat


berkembang)
Estrogen menyebabkan endometrium dalam fase proliferasi.
Estrogen makin tinggi dan menimbulkan umpan balik yang positif
terhadap LH sehingga kadar LH meningkat tajam dan terjadilah
ovulasi
Sisa folikel berubah menjadi corpus luteum yang menghasilkan
estrogen dan progesteron, mulailah endometrium fase sekresi
Corpus luteum kemudian berubah menjadi corpus albicanst yang tak
menghasilkan hormon lagi sehinggaendometrium rontok dan terjadilah
menstruasi.

Hari 1

hari 1

Menstruasi

ovulasi
menstruasi
14 hari

14 hari

Fase proliferasi

fase sekresi

Estrogen

estrogen
Progesteron

SIKLUS OVARIUM
1 Fase

folikular.

Pada

fase

ini

hormon

reproduksi

bekerja

mematangkan sel telur yang berasal dari 1 folikel kemudian matang


pada

pertengahan

siklus

dan

siap

untuk

proses

ovulasi

(pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase


folikular pada manusia berkisar 10-14 hari, dan variabilitasnya
mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan.
2 Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi
dengan jangka waktu rata-rata 14 hari

PENGENDALIAN HORMON SIKLUS MENSTRUASI


Hormone penting yang mengandalikan iklus menstruasi matur adalah ekstradiol,
progesterone, gonadotropin dan GnRh.
Kadar FSH mulai sedikit meningkat sebelum fase folikular dimulai. FSH menstimulasi
perkembangan folikel, terutama folikel antrum. Sel granulose memperbanyak diri
dan menyekresi estradiol plasma memiliki efek umpan balik negative pada sekresi
fsh oleh hipofisis dan GnRh dari hipotalamus. Kadar FSH menurun sedikit setelah
petrengahan fase folikular.
Pada saat yang sama, kadar LH sedikit meningkatkan sintesis androgen oleh sel
TEKA interna yang kemudian digunakan untuk sintesis estradiol oleh sel granulose.
Pada permulaan minggu ke-2, satu folikel menjadi dominan dan menjadi penghasil
estrogen yang utama. Kadar estradio plasma naik dengan cepat. Hal ini mempunyai
efek umpan balik positif pada sekresi gonadotropin oleh hipofisis dan pelepasan
GnRh dari hipotalamus, menginduksi kenaikan dan kemudian penurunan kadar LH
dengan tajam dan peningkatan kadar FSH yang lebih sedikit. Kenaikan yang diikuti
dengan penurunan kadar LH dengan tajam menginduksi ovulasi kira-kira 18 jam
kemudian. Ketika kadar LH mencapai puncak, kadar estradiol mulai menurun.
Kadar LH dan FSH mulai menurun dengan cepat, kemudian menurun lebih lambat
sampai tepat sebelum akhir siklus. LH menginduksi transformasi sel granula dan sel
Teka yang tertinggal didalam folikel menjadi korpus luteum dan menstimulasi
sintesis progesterone dan estrogen.
Pada saat korpus luteum berdegenerasi, kadar estrogen dan progesterone menurun,
dan menstruasi terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Drs.
H.
Syaifuddin,
B.Ac.2001.FUNGSI
SISTEM
TUBUH
MANUSIA.Jakarta:Widya Medika
Jane Coad dan Melvyn Dunstall.2006.Anatomi & fisiologi untuk
Bidan.Jakarta: EGC
F. Gary Cunningham,dkk.2005.obstetri williams ed.21.jakarta:EGC
Chrstine Henderson dan Kathleen Jones.2005.Buku Ajar KONSEP
KEBIDANAN (Essential Midwifery).Jakarta:EGC
http://fisiologihaid.scribd.com