Anda di halaman 1dari 27

TESIS

PENGEMBANGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR


KINERJA TINGGI SPEKTROMETRI MASSA UNTUK
PENETAPAN KADAR RIFAMPISIN, ISONIAZID DAN
PIRAZINAMID DARI PLASMA MANUSIA DAN SEDIAAN
TABLET

OLEH:
NERDY
NIM 107014007

PROGRAM STUDI MAGISTER FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2012

Universitas Sumatera Utara

PENGEMBANGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR


KINERJA TINGGI SPEKTROMETRI MASSA UNTUK
PENETAPAN KADAR RIFAMPISIN, ISONIAZID DAN
PIRAZINAMID DARI PLASMA MANUSIA DAN SEDIAAN
TABLET
TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh


gelar Magister dalam Ilmu Farmasi pada Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara

OLEH:
NERDY
NIM 107014007

PROGRAM STUDI MAGISTER FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2012

Universitas Sumatera Utara

PERSETUJUAN TESIS
Nama Mahasiswa
Nomor Induk Mahasiswa
Program Studi
Judul Tesis

: Nerdy
: 107014007
: Magister Farmasi
: Pengembangan Metode Kromatografi Cair
Kinerja Tinggi Spektrometri Massa untuk
Penetapan Kadar Rifampisin, Isoniazid dan
Pirazinamid dari Plasma Manusia dan Sediaan
Tablet

Tempat dan Tanggal Ujian Lisan Tesis : Medan, 21 Juli 2012


Menyetujui:
Komisi Pembimbing,
Ketua,

Prof. Dr.rer.nat. Effendy De Lux Putra, S.U., Apt.


NIP 19530619 198303 1 001
Anggota,

Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc., Apt.


NIP 19650709 199203 1 001

Ketua Program Studi,

Medan,
Dekan,

Agustus 2012

Prof. Dr. Karsono, Apt.


NIP 19540909 198201 1 001

Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.


NIP 19531128 198303 1 002

Universitas Sumatera Utara

PENGESAHAN TESIS
Nama Mahasiswa
Nomor Induk Mahasiswa
Program Studi
Judul Tesis

: Nerdy
: 107014007
: Magister Farmasi
: Pengembangan Metode Kromatografi Cair
Kinerja Tinggi Spektrometri Massa untuk
Penetapan Kadar Rifampisin, Isoniazid dan
Pirazinamid dari Plasma Manusia dan Sediaan
Tablet

Telah diuji dan dinyatakan LULUS di depan Tim Penguji Tesis pada hari Sabtu
tanggal 21, bulan Juli, tahun 2012
Mengesahkan:
Tim Penguji Tesis
Ketua Tim Penguji : Prof. Dr.rer.nat. Effendy De Lux Putra, S.U., Apt.
Anggota Tim Penguji : Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc., Apt.
Prof. Dr. M. Timbul Simanjuntak, M.Sc., Apt.
Dr. M. Pandapotan Nasution, MPS., Apt.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan
penulisan tesis dengan judul Pengembangan Metode Kromatografi Cair Kinerja
Tinggi Spektrometri Massa untuk Penetapan Kadar Rifampisin, Isoniazid dan
Pirazinamid dari Plasma Manusia dan Sediaan Tablet yang merupakan salah satu
syarat untuk memperoleh gelar Magister dalam Ilmu Farmasi pada Fakultas
Farmasi Universitas Sumatera Utara.
Selama menyelesaikan penelitian dan tesis ini penulis telah banyak
mendapatkan bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, baik moril maupun
materil. Untuk itu penulis ingin menghaturkan penghargaan dan terima kasih yang
tiada terhingga kepada:
1.
Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H., M.Sc., (CTM)., Sp.A(K),
selaku Rektor Universitas Sumatera Utara, Medan, yang telah memberikan
kesempatan dan fasilitas kepada penulis untuk mengikuti dan
menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Farmasi pada Fakultas
Farmasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.
2.
Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., selaku Dekan Fakultas
Farmasi, Universitas Sumatera Utara, Medan, yang telah menyediakan
fasilitas dan kesempatan bagi penulis menjadi mahasiswa dan
menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Farmasi pada Fakultas
Farmasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.
3.
Bapak Prof. Dr. Karsono, Apt., selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu
Farmasi pada Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara,
Medan, yang telah menyediakan arahan dan bantuan bagi penulis untuk
menyelesaikan Magister Ilmu Farmasi pada Fakultas Farmasi, Universitas
Sumatera Utara, Medan.
4.
Bapak Prof. Dr.rer.nat. Effendy De Lux Putra, S.U., Apt., dan Bapak Prof.
Dr. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc., Apt., sebagai komisi pembimbing yang
telah banyak memberikan bimbingan, arahan, masukkan, saran, dan
dorongan dengan penuh kesabaran tulus dan ikhlas bagi penulis dalam
menjalani pendidikan, penelitian dan penyelesaian tesis ini.
5.
Bapak Prof. Dr. Matheus Timbul Simanjuntak, M.Sc., Apt., dan Bapak Dr.
M. Pandapotan Nasution, MPS., Apt., sebagai komisi penguji yang telah
banyak memberikan saran dan masukkan bagi penulis dalam penyelesaian
tesis ini, sehingga tesis ini semakin baik.
6.
Bapak Prof. Dr.rer.nat. Effendy De Lux Putra, S.U., Apt., sebagai Kepala
Laboratorium Penelitian beserta staf yang telah banyak memberikan
bantuan sarana penelitian bagi penulis guna kelancaran bagi penulis dalam
penelitian
7.
Papa Phoa Tjeng In, Mama Lina dan Abang Nardo sebagai keluarga tercinta
penulis yang banyak memberikan bantuan baik dalam bentuk moril dan
materil bagi penulis dalam menjalani pendidikan, penelitian dan
penyelesaian tesis ini.
8.
Teman seperjuangan S1 angkatan 2007 khususnya peminatan Sains dan
Teknologi Farmasi (terutama Martianus Perangin-Angin, Vintha Sari Uly,
Jimmy Tessa, Syafridah, Darwin dan Meiva Amelia Lubis), teman

Universitas Sumatera Utara

seperjuangan S2 angkatan 2010 dan 2011 (terutama Floriana Sundari


Loung, Puji Lestari Wulandari dan Elysa) yang selalu mendukung penulis.
Serta buat semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang
telah banyak membantu dalam penelitian tesis ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa
memberikan balasan yang berlipat ganda atas kebaikan dan bantuan yang telah
diberikan kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua
pihak. Akhir kata semoga tulisan ini dapat menjadi sumbangan yang berarti bagi
ilmu pengetahuan khususnya bagi bidang farmasi.
Medan, 21 Juli 2012
Penulis,

(Nerdy)
NIM 107014007

Universitas Sumatera Utara

PENGEMBANGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA


TINGGI SPEKTROMETRI MASSA UNTUK PENETAPAN KADAR
RIFAMPISIN, ISONIAZID DAN PIRAZINAMID DARI PLASMA
MANUSIA DAN SEDIAAN TABLET
ABSTRAK
Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan tuberkulosis dapat dibagi
kedalam 2 kategori, yaitu: obat anti tuberkulosis primer dan obat anti tuberkulosis
sekunder. Obat anti tuberkulosis primer lebih tinggi kemanjurannya dan lebih baik
keamanannya dari obat anti tuberkulosis sekunder. Obat anti tuberkulosis primer
adalah rifampisin, isoniazid, pirazinamid dan etambutol. Rifampisin, isoniazid dan
pirazinamid merupakan kombinasi obat anti tuberkulosis.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang
kesehatan pasal 105 ayat 1 bahwa sediaan farmasi yang berupa obat dan bahan
baku obat harus memenuhi syarat Farmakope Indonesia atau buku standar
lainnya. Pemantauan terapi obat perlu dilakukan untuk mengetahui bahwa kadar
obat dalam tubuh berada pada rentang terapi.
Penetapan kadar rifampisin, isoniazid dan pirazinamid dari plasma manusia
dan sediaan tablet dapat dilakukan dengan metode kromatografi cair kinerja
tinggi. Untuk mendapatkan hasil analisis kromatografi cair kinerja tinggi yang
baik memerlukan optimasi. Penelitian yang dilaksanakan ini meliputi optimasi
terhadap jenis campuran fase gerak, perbandingan fase gerak, laju alir fase gerak
dan suhu oven kolom pada metode kromatografi cair kinerja tinggi spektrometri
massa. Penelitian ini diharapkan sebagai pengembangan metode yang dapat
digunakan untuk penetapan kadar campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid
dari plasma manusia dan sediaan tablet. Penelitian ini juga meliputi pengujian
validasi yang dilaksanakan dengan beberapa pengujian seperti: uji akurasi dengan
parameter persentase perolehan kembali, uji presisi dengan parameter simpangan
baku relatif, uji spesifitas, uji batas deteksi, uji batas kuantitasi dan uji linearitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kromatografi cair kinerja
tinggi spektrometri massa yang telah dikembangkan dapat digunakan untuk
penetapan kadar campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid dari plasma
manusia dan sediaan tablet. Kondisi optimum yang diperoleh adalah jenis
campuran fase gerak larutan asam format 0,1% dalam air destilasi ganda yang
telah dimurnikan (setelah dicampur kemudian disaring melalui membran
penyaring nitrat selulosa 0,2 m dan diawaudarakan/disonikasi selama 30 menit)
dan larutan asam format 0,1% dalam metanol (setelah dicampur kemudian
disaring melalui membran penyaring politetraflouroetilen (PTFE) 0,5 m dan
diawaudarakan/disonikasi selama 30 menit) dengan laju alir fase gerak 0,5
mL/menit, pada perbandingan fase gerak 90%:10% hingga menit 3, dimana
isoniazid dan pirazinamid telah terelusi (dan memisah), kemudian diubah menjadi
perbandingan fase gerak menjadi 30%:70% pada menit 3,1 dan dipertahankan
hingga rifampisin terelusi (hingga menit 10) serta suhu oven kolom 35oC.
Kondisi optimum metode kromatografi cair kinerja tinggi spektrometri
massa yang digunakan untuk penetapan kadar campuran rifampisin, isoniazid dan
pirazinamid dari plasma manusia dan sediaan tablet memenuhi persyaratan uji
validasi metode. Pengujian validitas metode meliputi uji akurasi dengan parameter

Universitas Sumatera Utara

persentase perolehan kembali, uji presisi dengan parameter simpangan baku


relatif, uji spesifitas, uji batas deteksi, uji batas kuantitasi dan uji linearitas. Dari
hasil pemeriksaaan kadar sediaan tablet yang beredar di pasaran yang
mengandung campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid diketahui bahwa
sediaan tablet Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz) memenuhi persyaratan Farmakope
Amerika Serikat edisi ke-30 tahun 2007.
Kata kunci : Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, Kromatografi Cair Kinerja
Tinggi Spektrometri Massa, Pengembangan Metode, Optimasi,
Validasi

Universitas Sumatera Utara

HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY MASS


SPECTROMETRY METHOD DEVELOPMENT FOR DETERMINATION
OF RIFAMPICIN, ISONIAZID AND PYRAZINAMIDE FROM HUMAN
PLASMA AND TABLET PREPARATION
ABSTRACT
The drugs used in the treatment of tuberculosis can be divided into two
categories, i.e.: primary anti-tuberculosis and secondary anti-tuberculosis. The
primary anti-tuberculosis have a higher efficacy and better safety than those of
secondary anti-tuberculosis drugs. Primary anti-tuberculosis drugs are rifampicin,
isoniazid, pyrazinamide and ethambutol. In their use rifampicin, isoniazid and
pyrazinamide are usually combined.
According to the Law of the Republic of Indonesia number 36 year 2009 on
health of article 105 paragraph 1 that pharmaceutical preparation and
pharmaceutical raw materials must meet the requirements set out by Indonesia
Pharmacopoeia or other relevant standard. Therapeutic drug monitoring needs to
be done to find out that the drug level in the body has to be within the therapeutic
range.
The concentration of rifampicin, isoniazid and pyrazinamide in human
plasma and tablet preparations can be determined by high performance liquid
chromatographic method. To obtain good results of the high performance liquid
chromatography analysis, the optimization of chromatographic conditions is
essential. The research undertaken includes the optimization of the type of mobile
phase, the composition of mobile phase, flow rate and column temperature of high
performance liquid chromatography mass spectrometry. This research is expected
to improve the method that can be used for the determination of a mixture of
rifampicin, isoniazid and pyrazinamide in human plasma and tablet preparation.
The study also includes validation procedure such as: the determination of
accuracy by the recovery percentage parameter, the determination of precision by
the relative standard deviation parameter, the determination of specificity, the
determination of limit of detection, the determination of limit of quantitation and
the determination of linearity.
The results showed that high performance liquid chromatography mass
spectrometry method which has been developed in this study can be used for the
determination of a mixture of rifampicin, isoniazid and pyrazinamide in human
plasma and tablet preparation. Optimum conditions obtained for type of mobile
phase was 0.1% formic acid solution in doubly distilled water that has been
purified (after being mixed and then filtered through a cellulose nitrate membrane
filter 0.2 m and sonicated for 30 minutes) and 0.1% formic acid solution in
methanol (after being mixed and then filtered through a polytetraflouroethylene
(PTFE) membrane filter 0.5 m and sonicated for 30 minutes) with a flow rate 0.5
mL/min, the 90%:10% ratio up to 3 minutes, after isoniazid and pyrazinamide was
eluted (and separate), then changed into 30%:70% ratio at 3.1 minutes and
maintained until rifampicin eluted (up to 10 minutes) at column temperature 35oC.
The optimum conditions of high performance liquid chromatography mass
spectrometry method is used for the determination of mixture of rifampicin,
isoniazid and pyrazinamide in human plasma and tablet preparation meet the

Universitas Sumatera Utara

requirements of the method validation test. The method validity testing included
the accuracy test with recovery percentage parameter, the precision test with
relative standard deviation parameter, the specificity test, the limit of detection
test, the limit of quantitation test and the linearity test. From the results of
quatitative determination of tablet preparation obtained from the marketplace that
contain a mixture of rifampicin, isoniazid and pyrazinamide known that tablet
preparation Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz) meets the requirements of the United
States Pharmacopoeia 30th edition in 2007.
Key words : Rifampicin, Isoniazid, Pyrazinamide, High Performance Liquid
Chromatography Mass Spectrometry, Method Development,
Optimization, Validation

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL .................................................................................

PERSETUJUAN TESIS ...........................................................................

ii

PENGESAHAN TESIS ............................................................................

iii

KATA PENGANTAR ..............................................................................

iv

ABSTRAK ................................................................................................

vi

ABSTRACT ..............................................................................................

viii

DAFTAR ISI .............................................................................................

DAFTAR TABEL .....................................................................................

xvii

DAFTAR GAMBAR ................................................................................

xx

DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................

xxiii

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN ....................................................................

1.1 Latar Belakang ...................................................................

1.2 Kerangka Pemikiran Penelitian .........................................

1.3 Perumusan Masalah ...........................................................

1.4 Hipotesis ............................................................................

1.5 Tujuan Penelitian ...............................................................

1.6 Manfaat Penelitian .............................................................

TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................

10

2.1 Tuberkulosis ......................................................................

10

2.2 Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid ..............................

10

2.2.1 Rifampisin .............................................................

12

2.2.1.1

Pengunaan dan Cara Pemberian ............

13

2.2.1.2

Farmakokinetika ....................................

13

Universitas Sumatera Utara

Efek Samping ........................................

14

2.2.2 Isoniazid .................................................................

14

2.2.1.3

2.2.2.1

Pengunaan dan Cara Pemberian ............

15

2.2.2.2

Farmakokinetika ....................................

15

2.2.2.3

Efek Samping ........................................

16

2.2.3 Pirazinamid ............................................................

17

2.2.3.1

Pengunaan dan Cara Pemberian ............

17

2.2.3.2

Farmakokinetika ....................................

18

2.2.3.3

Efek Samping ........................................

18

2.3 Analisis Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid ...............

19

2.4 Spektrofotometri Infra Merah ............................................

24

2.5 Kromatografi .....................................................................

25

2.5.1 Kromatografi Cair ..................................................

27

2.5.1.1

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi ........

28

2.5.1.2

Pemisahan dalam Kromatografi Cair


Kinerja Tinggi .......................................

28

Konsep Umum Kromatografi Cair


Kinerja Tinggi ........................................

30

2.5.1.3.1

Waktu Tambat (t R ) ...........

30

2.5.1.3.2

Faktor Kapasitas (k) .......

32

2.5.1.3.3

Selektivitas () .................

33

2.5.1.3.4

Efisiensi Kolom (N) .........

34

2.5.1.3.5

Resolusi (R s ) ....................

35

2.5.1.3.6

Faktor Ikutan (T f ) dan


Faktor Asimetri (A s ) ........

36

Instrumen Kromatografi Cair Kinerja


Tinggi .....................................................

38

2.5.1.3

2.5.1.4

Universitas Sumatera Utara

Wadah Fase Gerak


(Reservoir) .......................

38

2.5.1.4.2

Pompa (Pump) .................

39

2.5.1.4.3

Tempat Injeksi Sampel


(Injector) ..........................

39

2.5.1.4.4

Kolom (Column) ..............

41

2.5.1.4.5

Detektor (Detector) ..........

41

2.5.1.4.6

Perekam atau Rekorder


(Recorder) ........................

41

2.6 Validasi Metode .................................................................

42

2.6.1 Akurasi (Kecermatan) ............................................

42

2.6.2 Presisi (Keseksamaan) ...........................................

43

2.6.3 Spesifisitas (Selektifitas) .......................................

43

2.6.4 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi .......................

44

2.6.5 Linearitas ...............................................................

45

2.6.6 Rentang (Kisaran) ..................................................

45

2.6.7 Kekuatan (Ketahanan) ...........................................

46

2.6.8 Kekasaran (Ketangguhan) .....................................

46

BAB III METODE PENELITIAN .........................................................

47

3.1 Alat ....................................................................................

47

3.2 Bahan .................................................................................

49

3.3 Prosedur Penelitian ............................................................

49

3.3.1 Penyiapan Bahan ...................................................

49

2.5.1.4.1

3.3.1.1
3.3.1.2
3.3.1.3

Larutan Asam Format 0,1% dalam Air


Destilasi Ganda yang telah Dimurnikan

49

Larutan Asam Format 0,1% dalam


Metanol .................................................

49

Larutan Asam Asetat 1% dalam Air


Destilasi Ganda yang telah Dimurnikan

50

Universitas Sumatera Utara

Larutan Asam Asetat 1% dalam


Metanol .................................................

50

3.3.1.5

Fase Gerak .............................................

50

3.3.1.6

Pembuatan Larutan Induk Baku


Rifampisin .............................................

51

Pembuatan Larutan Induk Baku


Isoniazid ................................................

51

Pembuatan Larutan Induk Baku


Pirazinamid ...........................................

52

3.3.2 Prosedur Analisis ...................................................

52

3.3.1.4

3.3.1.7
3.3.1.8

3.3.2.1

Identifikasi Baku Rifampisin, Baku


Isoniazid dan Baku Pirazinamid dengan
Spektrofotometer Infra Merah Fourier
Transform (Fourier Transform Infra
Red (FTIR)) ...........................................

52

Penyiapan Alat Kromatografi Cair


Kinerja Tinggi Spektrometri Massa ......

53

3.3.2.3

Penentuan Kondisi Optimum ................

53

3.3.2.4

Analisis Kualitatif Rifampisin,


Isoniazid dan Pirazinamid dalam Plasma
Manusia dan Sediaan Tablet .................

55

Analisis Kuantitatif Campuran


Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid
dalam Sediaan Tablet ............................

55

Analisis Secara Statistik ........................

56

3.3.3 Validasi Metode Analisis Kuantitatif Campuran


Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid dalam
Plasma Manusia dan Sediaan Tablet .....................

57

3.3.2.2

3.3.2.5

3.3.2.6

3.3.3.1

3.3.3.2

Pengujian Akurasi (Kecermatan)


Metode Analisis Kuantitatif Sampel
Plasma Manusia yang Mengandung
Campuran Rifampisin, Isoniazid dan
Pirazinamid ...........................................

57

Pengujian Presisi (Keseksamaan)


Metode Analisis Kuantitatif Sampel
Plasma Manusia yang Mengandung

Universitas Sumatera Utara

Campuran Rifampisin, Isoniazid dan


Pirazinamid ...........................................

61

Pengujian Linearitas Metode Analisis


Kuantitatif Sampel Plasma Manusia
yang Mengandung Campuran
Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid .

61

Pengujian Batas Deteksi dan Batas


Kuantitasi Metode Analisis Kuantitatif
Sampel Plasma Manusia yang
Mengandung Campuran Rifampisin,
Isoniazid dan Pirazinamid .....................

63

Pengujian Akurasi (Kecermatan)


Metode Analisis Kuantitatif Sediaan
Tablet yang Mengandung Campuran
Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid .

64

Pengujian Presisi (Keseksamaan)


Metode Analisis Kuantitatif Sediaan
Tablet yang Mengandung Campuran
Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid .

64

Pengujian Linearitas Metode Analisis


Kuantitatif Sediaan Tablet yang
Mengandung Campuran Rifampisin,
Isoniazid dan Pirazinamid .....................

65

Pengujian Batas Deteksi dan Batas


Kuantitasi Metode Analisis Kuantitatif
Sediaan Tablet yang Mengandung
Campuran Rifampisin, Isoniazid dan
Pirazinamid ...........................................

66

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................

68

4.1 Identifikasi Baku Rifampisin, Baku Isoniazid dan Baku


Pirazinamid dengan Spektrofotometer Infra Merah
Fourier Transform (Fourier Transform Infra Red
(FTIR)) ..............................................................................

68

4.2 Penentuan Kondisi Optimum ............................................

75

4.2.1 Optimasi Jenis Campuran Fase Gerak dan


Perbandingan Fase Gerak ......................................

75

4.2.2 Optimasi Laju Alir Fase Gerak ..............................

78

4.2.3 Optimasi Suhu Oven Kolom ..................................

82

3.3.3.3

3.3.3.4

3.3.3.5

3.3.3.6

3.3.3.7

3.3.3.8

Universitas Sumatera Utara

4.3 Analisis Kualitatif Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid


dalam Plasma Manusia dan Sediaan Tablet ......................

83

4.4 Analisis Kuantitatif Sediaan Tablet Rimcure 3 FDC


(P.T. Sandoz) yang Mengandung Campuran Rifampisin,
Isoniazid dan Pirazinamid .................................................

89

4.5 Validasi Metode Analisis Kuantitatif Campuran


Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid dalam Plasma
Manusia dan Sediaan Tablet ..............................................

90

4.5.1 Pengujian Akurasi (Kecermatan) Metode Analisis


Kuantitatif Sampel Plasma Manusia yang
Mengandung Campuran Rifampisin, Isoniazid
dan Pirazinamid .....................................................

90

4.5.2 Pengujian Presisi (Keseksamaan) Metode Analisis


Kuantitatif Sampel Plasma Manusia yang
Mengandung Campuran Rifampisin, Isoniazid
dan Pirazinamid .....................................................

97

4.5.3 Pengujian Spesifitas Metode Analisis Kuantitatif


Sampel Plasma Manusia yang Mengandung
Campuran Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid

98

4.5.4 Pengujian Linearitas Metode Analisis Kuantitatif


Sampel Plasma Manusia yang Mengandung
Campuran Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid

98

4.5.5 Pengujian Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi


Metode Analisis Kuantitatif Sampel Plasma
Manusia yang Mengandung Campuran
Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid ..................

103

4.5.6 Pengujian Akurasi (Kecermatan) Metode Analisis


Kuantitatif Sediaan Tablet yang Mengandung
Campuran Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid

104

4.5.7 Pengujian Presisi (Keseksamaan) Metode Analisis


Kuantitatif Sediaan Tablet yang Mengandung
Campuran Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid

105

4.5.8 Pengujian Spesifitas Metode Analisis Kuantitatif


Sediaan Tablet yang Mengandung Campuran
Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid ..................

106

4.5.9 Pengujian Linearitas Metode Analisis Kuantitatif


Sediaan Tablet yang Mengandung Campuran
Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid ..................

106

Universitas Sumatera Utara

4.5.10 Pengujian Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi


Metode Analisis Kuantitatif Sediaan Tablet yang
Mengandung Campuran Rifampisin, Isoniazid dan
Pirazinamid ............................................................

111

KESIMPULAN DAN SARAN ................................................

113

5.1 Kesimpulan ........................................................................

113

5.2 Saran ..................................................................................

114

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................

115

BAB V

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1.

Perubahan perbandingan fase gerak (USP XXX, 2007). .....

20

Tabel 2.2.

Perubahan perbandingan fase gerak (Dorneanu, 2010). ......

21

Tabel 2.3.

Perubahan perbandingan fase gerak (Dionex, 2010). ..........

22

Tabel 2.1.

Perubahan perbandingan fase gerak (Song, 2007). ..............

24

Tabel 4.1.

Hasil identifikasi sidik jari dari baku rifampisin (P.T.


Indofarma) yang dibandingkan terhadap literatur (Moffat,
et al., 2004). .........................................................................

70

Hasil identifikasi gugus fungsi dan ikatan antar atom dari


baku rifampisin (P.T. Indofarma) yang dibandingkan
terhadap literatur (McMurry, 1993; Silverstein, et al.,
1984). ...................................................................................

70

Hasil identifikasi sidik jari dari baku isoniazid (P.T.


Indofarma) yang dibandingkan terhadap literatur (Moffat,
et al., 2004). .........................................................................

72

Hasil identifikasi gugus fungsi dan ikatan antar atom dari


baku isoniazid (P.T. Indofarma) yang dibandingkan
terhadap literatur (McMurry, 1993; Silverstein, et al.,
1984). ...................................................................................

72

Hasil identifikasi sidik jari dari baku pirazinamid (P.T.


Indofarma) yang dibandingkan terhadap literatur (Moffat,
et al., 2004). .........................................................................

74

Hasil identifikasi gugus fungsi dan ikatan antar atom dari


baku pirazinamid (P.T. Indofarma) yang dibandingkan
terhadap literatur (McMurry, 1993; Silverstein, et al.,
1984). ...................................................................................

74

Perubahan perbandingan fase gerak pada laju alir 0,3


mL/menit. .............................................................................

79

Perubahan perbandingan fase gerak pada laju alir 0,5


mL/menit. .............................................................................

79

Perubahan perbandingan fase gerak pada laju alir 0,7


mL/menit. .............................................................................

80

Tabel 4.2.

Tabel 4.3.

Tabel 4.4.

Tabel 4.5.

Tabel 4.6.

Tabel 4.7.
Tabel 4.8.
Tabel 4.9.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.10. Data hasil perhitungan kadar campuran rifampisin,


isoniazid dan pirazinamid dari sediaan tablet Rimcure 3
FDC (P.T. Sandoz) setelah dilakukan uji statistik. ............

90

Tabel 4.11. Luas area baku rifampisin (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian persentase perolehan kembali
(recovery percentage (% recovery)) baku rifampisin (P.T.
Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam plasma manusia. ........

94

Tabel 4.12. Luas area baku isoniazid (P.T. Indofarma) dalam campuran
air dan metanol (50%:50%) pada berbagai konsentrasi
untuk pengujian persentase perolehan kembali (recovery
percentage (% recovery)) baku rifampisin (P.T.
Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam plasma manusia. ........

95

Tabel 4.13. Luas area baku pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian persentase perolehan kembali
(recovery percentage (% recovery)) baku rifampisin (P.T.
Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam plasma manusia. ........

96

Tabel 4.14. Data hasil pengujian persentase perolehan kembali


(recovery percentage (% recovery)) baku rifampisin (P.T.
Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam plasma manusia. ........

97

Tabel 4.15. Luas area baku rifampisin (P.T. Indofarma) dalam plasma
manusia pada berbagai konsentrasi untuk pengujian
linearitas. ..............................................................................

100

Tabel 4.16. Luas area baku isoniazid (P.T. Indofarma) dalam plasma
manusia pada berbagai konsentrasi untuk pengujian
linearitas. ..............................................................................

101

Tabel 4.17. Luas area baku pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam plasma
manusia pada berbagai konsentrasi untuk pengujian
linearitas. ..............................................................................

102

Tabel 4.18. Data hasil pengujian persentase perolehan kembali


(recovery percentage (% recovery)) baku rifampisin (P.T.
Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) dari tablet Rimcure 3 FDC
(P.T. Sandoz) dengan metode penambahan bahan baku
(standard addition method). ................................................

104

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.19. Luas area baku rifampisin (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian linearitas. ................................

108

Tabel 4.20. Luas area baku isoniazid (P.T. Indofarma) dalam campuran
air dan metanol (50%:50%) pada berbagai konsentrasi
untuk pengujian linearitas. ...................................................

109

Tabel 4.21. Luas area baku pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian linearitas. ................................

110

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1.1.

Skema hubungan antara variabel bebas dan variabel


terikat pada sistem kromatografi cair kinerja tinggi. ......

Gambar 2.1.

Rumus struktur rifampisin. .............................................

12

Gambar 2.2.

Rumus struktur isoniazid. ...............................................

14

Gambar 2.3.

Rumus struktur pirazinamid. ...........................................

17

Gambar 2.4.

Ilustrasi proses pemisahan yang terjadi didalam kolom


kromatografi cair kinerja tinggi (Meyer, 2004). .............

29

Kromatogram puncak tunggal yang diperoleh dari


analisis kromatografi cair kinerja tinggi (Ornaf dan
Dong, 2005). ...................................................................

31

Kromatogram dua puncak yang diperoleh dari analisis


kromatografi cair kinerja tinggi (Meyer, 2004). .............

31

Kromatogram hasil analisis kromatografi cair kinerja


tinggi dengan berbagai selektifitas dan efisiensi
(Kazakevich dan LoBrutto, 2007). ..................................

34

Gambar 2.8.

Bentuk puncak kromatogram (Meyer, 2004). .................

36

Gambar 2.9.

Pengukuran derajat asimetris puncak (Dolan, 2003). .....

37

Gambar 2.10. Instrumen dasar kromatografi cair kinerja tinggi


(McMaster, 2007). ...........................................................

38

Gambar 2.11. Katup sampling (sampling valve) atau tempat injeksi


sampel manual (manual injector) (Meyer, 2004). ..........

40

Gambar 2.5.

Gambar 2.6.
Gambar 2.7.

Gambar 4.1.

Spektrum infra merah baku rifampisin (P.T.


Indofarma). ......................................................................

69

Spektrum infra merah rifampisin dari literature


(Dibbern, et al., 2002). ....................................................

69

Gambar 4.3.

Spektrum infra merah baku isoniazid (P.T. Indofarma).

71

Gambar 4.4.

Spektrum infra merah isoniazid dari literature (Dibbern,


et al., 2002). .....................................................................

71

Gambar 4.2.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 4.5.

Spektrum infra merah baku pirazinamid (P.T.


Indofarma). ......................................................................

73

Spektrum infra merah pirazinamid dari literatur


(Dibbern, et al., 2002). ....................................................

73

Kromatogram hasil analisis campuran baku rifampisin


(P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan
baku pirazinamid (P.T. Indofarma) serta data hasil
pendeteksian spektrometri massa dengan jenis
pendeteksian pemindaian (scanning) dari setiap puncak
yang terdeteksi. ...............................................................

86

Kromatogram hasil analisis plasma manusia yang


mengandung campuran rifampisin, isoniazid dan
pirazinamid serta data hasil pendeteksian spektrometri
massa dengan jenis pendeteksian pemindaian (scanning)
dari setiap puncak yang terdeteksi. .................................

88

Kromatogram hasil analisis sediaan tablet yang


mengandung campuran rifampisin, isoniazid dan
pirazinamid dan data hasil pendeteksian spektrometri
massa dengan jenis pendeteksian pemindaian
(scanning)) dari setiap puncak yang terdeteksi. ..............

89

Gambar 4.10. Kromatogram hasil pendeteksian campuran baku


rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam campuran air dan metanol (50%:50%) pada
berbagai konsentrasi untuk pengujian persentase
perolehan kembali (recovery percentage (%
recovery)) baku rifampisin (P.T. Indofarma), baku
isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T.
Indofarma) dalam plasma manusia. ................................

93

Gambar 4.11. Kurva kalibrasi baku rifampisin (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian persentase perolehan
kembali (recovery percentage (% recovery)) baku
rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam plasma manusia. ...................................................

94

Gambar 4.6.
Gambar 4.7.

Gambar 4.8.

Gambar 4.9.

Gambar 4.12. Kurva kalibrasi baku isoniazid (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian persentase perolehan
kembali (recovery percentage (% recovery)) baku
rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.

Universitas Sumatera Utara

Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)


dalam plasma manusia. ...................................................

95

Gambar 4.13. Kurva kalibrasi baku pirazinamid (P.T. Indofarma)


dalam campuran air dan metanol (50%:50%) pada
berbagai konsentrasi untuk pengujian persentase
perolehan kembali (recovery percentage (% recovery))
baku rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam plasma manusia. ...................................................

96

Gambar 4.14. Kromatogram hasil pendeteksian campuran baku


rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam plasma manusia pada berbagai konsentrasi untuk
pengujian linearitas. ........................................................

100

Gambar 4.15. Kurva kalibrasi baku rifampisin (P.T. Indofarma) dalam


plasma manusia pada berbagai konsentrasi untuk
pengujian linearitas. ........................................................

101

Gambar 4.16. Kurva kalibrasi baku isoniazid (P.T. Indofarma) dalam


plasma manusia pada berbagai konsentrasi untuk
pengujian linearitas. ........................................................

102

Gambar 4.17. Kurva kalibrasi baku pirazinamid (P.T. Indofarma)


dalam plasma manusia pada berbagai konsentrasi untuk
pengujian linearitas. ........................................................

103

Gambar 4.18. Kromatogram hasil pendeteksian campuran baku


rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam campuran air dan metanol (50%:50%) pada
berbagai konsentrasi untuk pengujian linearitas. ............

108

Gambar 4.19. Kurva kalibrasi baku rifampisin (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian linearitas. ...........................

109

Gambar 4.20. Kurva kalibrasi baku isoniazid (P.T. Indofarma) dalam


campuran air dan metanol (50%:50%) pada berbagai
konsentrasi untuk pengujian linearitas. ...........................

110

Gambar 4.21. Kurva kalibrasi baku pirazinamid (P.T. Indofarma)


dalam campuran air dan metanol (50%:50%) pada
berbagai konsentrasi untuk pengujian linearitas. ............

111

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1.

Gambar seperangkat alat kromatografi cair kinerja


tinggi spektrometri massa (KCKTSM). ..........................

119

Gambar seperangkat alat spektrofotometer infra merah


(Shimadzu). .....................................................................

121

Lampiran 3.

Gambar alat pendestilasi ganda air (Aquatron). ..............

122

Lampiran 4.

Gambar alat pemurni air (Elga). ......................................

123

Lampiran 5.

Gambar alat neraca analitik (Boeco). ..............................

124

Lampiran 6.

Gambar alat pompa vakum (Boeco) dan penyangga


membran penyaring (Whatman). ....................................

125

Gambar alat pompa vakum (Gast) dan penyangga


membran penyaring (Whatman). ....................................

126

Gambar alat membran penyaring nitrat selulosa 0,2 m


(ukuran pori) 47 mm (diameter) (Whatman); membran
penyaring politetrafluoroetilen 0,5 m (ukuran pori) 47
mm (diameter) (Whatman); membran penyaring
politetrafluoroetilen 0,2 m (ukuran pori) 25 mm
(diameter) (Whatman) serta syringe 5 mL (Terumo). .....

127

Gambar alat pembersih ultrasonik (Branson) dan alat


pembersih ultrasonik (Kudos). ........................................

130

Lampiran 10 Gambar dan spesifikasi tablet Rimcure 3 FDC (P.T.


Sandoz). ...........................................................................

131

Lampiran 11. Kromatogram rifampisin, isoniazid dan pirazinamid


dengan menggunakan kombinasi fase gerak yang terdiri
dari air destilasi ganda dan metanol dengan
perbandingan fase gerak 10%:90%; 30%:70%;
50%:50%; 70%:30%; 90%:10%. ....................................

132

Lampiran 12. Kromatogram rifampisin, isoniazid dan pirazinamid


dengan menggunakan kombinasi fase gerak yang terdiri
dari larutan asam format 0,1% dalam air destilasi ganda
yang telah dimurnikan dan larutan asam format 0,1%
dalam metanol dengan perbandingan fase gerak
10%:90%; 30%:70%; 50%:50%; 70%:30%; 90%:10%.

138

Lampiran 2.

Lampiran 7.
Lampiran 8.

Lampiran 9.

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 13. Kromatogram rifampisin, isoniazid dan pirazinamid


dengan menggunakan kombinasi fase gerak yang terdiri
dari larutan asam asetat 1% dalam air destilasi ganda
yang telah dimurnikan dan larutanasam asetat 1% dalam
metanol dengan perbandingan fase gerak 10%:90%;
30%:70%; 50%:50%; 70%:30%; 90%:10%. ..................

144

Lampiran 14. Kromatogram optimasi laju alir fase gerak. ....................

150

Lampiran 15. Kromatogram optimasi suhu oven kolom. ......................

152

Lampiran 16. Perhitungan koefisien korelasi dan persamaan regresi


untuk baku rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid
(P.T. Indofarma) dan bakupirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam campuran air dan metanol (50%:50%) untuk
pengujian persentase perolehan kembali (recovery
percentage (% recovery)) baku rifampisin (P.T.
Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam plasma manusia. ...

154

Lampiran 17. Perhitungan koefisien korelasi dan persamaan regresi


untuk baku rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid
(P.T. Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T.
Indofarma) dalam plasma manusia untuk pengujian
linearitas. .........................................................................

159

Lampiran 18. Perhitungan batas deteksi dan batas kuantitasi untuk


baku rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam plasma manusia. ...................................................

163

Lampiran 19. Perhitungan koefisien korelasi dan persamaan regresi


untuk baku rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid
(P.T. Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T.
Indofarma) dalam campuran air dan metanol
(50%:50%). .....................................................................

166

Lampiran 20. Perhitungan batas deteksi dan batas kuantitasi untuk


baku rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam campuran air dan metanol (50%:50%). ................

170

Lampiran 21. Perhitungan penimbangan tablet Rimcure 3 FDC (P.T.


Sandoz) pada penentuan kadar campuran rifampisin,
isoniazid dan pirazinamid yang sebenarnya dalam tablet
Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz). .....................................

173

Lampiran 22. Contoh perhitungan kadar campuran rifampisin,


isoniazid dan pirazinamid pada penentuan kadar

Universitas Sumatera Utara

campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid yang


sebenarnya dalam tablet Rimcure 3 FDC (P.T.
Sandoz). ...........................................................................

175

Lampiran 23. Contoh Perhitungan penentuan kadar campuran


rifampisin, isoniazid dan pirazinamid dari tablet
Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz). .....................................

177

Lampiran 24. Data hasil rekapitulasi dari kadar campuran rifampisin,


isoniazid dan pirazinamid yang sebenarnya dalam tablet
Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz). .....................................

179

Lampiran 25. Analisis data secara statistik untuk mencari kadar


campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid yang
sebenarnya dalam tablet Rimcure 3 FDC (P.T.
Sandoz). ...........................................................................

180

Lampiran 26. Perhitungan kadar campuran baku rifampisin (P.T.


Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) yang sebenarnya dalam
plasma manusia pada penentuan perolehan kembali. ....

184

Lampiran 27. Contoh perhitungan pengujian persentase perolehan


kembali (recovery percentage (% recovery)) baku
rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam plasma manusia pada rentang spesifik 100%. ......

188

Lampiran 28. Data hasil perhitungan pengujian persentase perolehan


kembali (recovery percentage (% recovery)) baku
rifampisin (P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T.
Indofarma) dan baku pirazinamid (P.T. Indofarma)
dalam plasma manusia. ...................................................

190

Lampiran 29. Analisis data statistik persentase perolehan kembali


(recovery percentage (% recovery)) baku rifampisin
(P.T. Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan
baku pirazinamid (P.T. Indofarma) dalam plasma
manusia. ..........................................................................

192

Lampiran 30. Perhitungan penimbangan pada penentuan persentase


perolehan kembali campuran rifampisin, isoniazid dan
pirazinamid pada berbagai rentang spesifik dari tablet
Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz) dengan metode
penambahan baku. ...........................................................

195

Lampiran 31. Perhitungan kadar campuran rifampisin, isoniazid dan


pirazinamid yang sebenarnya pada penentuan
persentase perolehan kembali campuran rifampisin,

Universitas Sumatera Utara

isoniazid dan pirazinamid pada berbagai rentang


spesifik dari tablet Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz)
dengan metode penambahan baku sebelum penambahan
baku. ................................................................................

199

Lampiran 32. Perhitungan kadar campuran baku rifampisin (P.T.


Indofarma), baku isoniazid (P.T. Indofarma) dan baku
pirazinamid (P.T. Indofarma) yang sebenarnya pada
penentuan persentase perolehan kembali campuran
rifampisin, isoniazid dan pirazinamid pada berbagai
rentang spesifik dari tablet Rimcure 3 FDC (P.T.
Sandoz) dengan metode penambahan baku. ...................

203

Lampiran 33. Contoh perhitungan persentase perolehan kembali


campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid pada
rentang spesifik 100% dari tablet Rimcure 3 FDC
(P.T. Sandoz) dengan metode penambahan baku. ..........

207

Lampiran 34. Data hasil perhitungan persentase perolehan kembali


campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid pada
berbagai rentang spesifik dari tablet Rimcure 3 FDC
(P.T. Sandoz) dengan metode penambahan baku. ..........

210

Lampiran 35. Analisis data statistik persentase perolehan kembali


campuran rifampisin, isoniazid dan pirazinamid pada
berbagai rentang spesifik persentase perolehan kembali
dari tablet Rimcure 3 FDC (P.T. Sandoz) dengan
metode penambahan baku. ..............................................

212

Lampiran 36. Sertifikat analisis baku rifampisin (P.T. Indofarma). ......

215

Lampiran 37. Sertifikat analisis baku isoniazid (P.T. Indofarma). ........

216

Lampiran 38. Sertifikat analisis baku pirazinamid (P.T. Indofarma). ...

217

Lampiran 39. Daftar nilai distribusi t ....................................................

218

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai