Anda di halaman 1dari 9

Rantai Linear/Mode Normal

Overview and Motivation:


Kita perluas diskusi kita tentang osilator kopel untuk sebuah N rantai osilator, dimana N
adalah beberapa bilangan arbitrary. Ketika N besar maka akan menjadi jelas bahwa mode
normal untuk system ini adalah gelombang berdiri essensially.
Key Mathematics:
Kita memperoleh pengalaman lebih dengan matriks dan masalah nilai eigen.
I.

Rantai Linear Osilator Kopel


Karena dua osilator tidak pernah cukup, kita sekarang memperluas system bahwa
kita mempunyai diskusi dalam dua lecture terakhir untuk N osilator kopel, seperti
diilustrasikan di bawah. Untuk masalah ini kita asumsikan bahwa semua benda
mempunyai massa m dan semua pegas memiliki konstanta pegas ks yang sama.

Tujuan pertama kita adalah untuk menemukan mode normal dari system ini. Di
awal kita mendekati masalah ini di manner yang sama untuk dua osilator kopel:
kita menemukan gaya total pada masing-masing osilator, menemukan masingmasing persamaan gerak, dan kemudian mengasumsikan sebuah type
penyelesaian mode normal untuk system. Mari sadari beberapa benda arbitrary
dalam rantai ini, katakana j benda. Gaya pada benda ini akan bergantung pada
peregangan dari dua pegas pada salah satu sisinya. Dengan sedikit pemikiran,
kamu sebaiknya dapat menurunkan gaya total pada benda ini sebagai

Kamu mungkin khawatir bahwa persamaan ini tidak valid untuk benda yang
pertama (j=1) dan terakhir (j=N), tetapi jika kita asumsikan bahwa benda j=0 dan
j=N+1 (dinding) memiliki massa yang tak terhingga oleh karena itu q0 dan qN+1=0,
seperti kondisi boundary (bcs) pada rantai osilator.

Dengan expression untuk gaya total pada masing-masing benda kita dapat
menurunkan persamaan gerak (hukum kedua Newton) untuk msaing-masing
benda sebagai

Dimana 1 j N dan, seperti sebelumnya

2
~
=k s /m . Catat bahwa masing-

masing persamaan gerak adalah kopel: persamaan gerak untuk benda ke-j
bergantung pada perpindahan kedua benda (j -1) dan (j + 1).
II. Penyelesaian Mode Normal

Sekarang kita melihat penyelesaian mode normal (dimana semua massa berosilasi
pada frekuensi yang sama) dengan mengasumsikannya seperti itu
Jika kita subtitusikan Pers(4) kedalam Pers(3), setelah sedikit aljabar persamaan
gerak menjadi
Sekarang pikirkan bahwa apa yang kita memiliki adalah N persamaan gerak, satu
untuk masing-masing nilai j dari 1 hingga N. Seerti dalam masalah dua osilator,
aturan persamaan dapat diekspresikan dalam notasi matriks

Jadi, seperti sebelumnya, menemukan mode normal reduksi untuk menemukan

nilai eigen 2 dan vector eigen


. Panggil
kembali bahwa eigenvalues ditemukan dengan menyelesaikan (karakteristik)
persamaan yang arises ketika kita mengatur determinan dari matriks N N dalam
Pers(7) menjadi nol.

A. Eigenvectors

Sekarang untuk N lebih besar dari 3 selesaikan persamaan karakteristik untuk


eigenvalues dan eigenvector dengan tangan tidak advisable. Jadi mari kembali
ke program matematika computer, seperti Mathcad, dan lihat apa insight kita
dapat dalam permasalahan ini. Dibberikan matriks dala pers(6) (dengan nilai
~2
spesifik untuk ), Mathcad dapat menghitung eigenvalue dan eigenvector
matriks tersebut. Dalam grafik kita plot eigenvectors berkorespondensi
terhadap tiga eigenvalues untuk masalah N = 50.
Kunci untuk mengingatnya adalah eigenvector seperti gelombang berdiri
(pada sebuah string, sebagaicontoh). Hal ini berarti, sebagai sebuah fungsi

posisi (i,e., indeks massa) j, komponen q0,j eigenvector muncul menjadi fingsi
sinus [yang harus sama dengan nol pada akhir rantai (j = 0 dan j = N + 1)
karena bcs]
Insirasi observasi ini mengikuti ansatz untuk eigenvector
Dimana A adalah beberapa arbitrary amplitude untuk fungsi sinus ini (dapat
menjadi kompleks karena kita setuju dengan bentuk kompleks penyelesaian),
dan adalah bebrapa bilanga real yang akan berbeda untuk masing-masing
mode normal. Sekarang Pers(8) obviously memenuhi q0 = 0 bc pada lhs rantai,
tapi tidak mendekati rhs bc qN+1 = 0. Untuk memenuhi bc ini kita harus

Dimana integer n label penyelesaian (mode normal). Sekarang karena


beberapa integer n dalam Pers(10) menghasilkan sebuah nilai untuk yang
memenuhi Pers(9), terlihat seperti n dapat mengambil nilai bilangan tak
hingga; kedengaran untuk menyatakan bilangan tak hingga mode normal. Hal
ini tidak dapat menjadi benar karena kita tahu bahwa hanya ada dua mode
normal untuk masalah dua osilator. Faktanya, karena masalah osilator N
melibatkan masalah eigenvalue dimensional N, ada yang persis mode normal
N. Penyelesaian untuk teka-teki besar ini berada dalam faktanya bahwa fungsi
sinus (dalam Pers(9)) adalah periodik. Hal itu dapat ditunjukkan bahwa ada
penyelesaian unik N+1, tapi karea penyelesaian n=0 adalah trivial, yang ada
hanya N, solusi nontrivial. Faktanya, kita dapat menentukan penyelesaian N
ini dengan memilih n seperti

B. Eigenvalue

Jadi kita sekarang dapat menetapkan eigenvector. Bagaimana dengan


eigenvalue? Kita dapat memperoleh ini dengan memasukkan Pers(8) ke dalam
Pers(5), yang menghasilkan
Sekarang terlihat seperti persamaan ini bergantung pada j, tetapi sebenarnya
tidak. Menggunakan beberapa identitas trigonometri hal itu tidak sulit

menunjukkan bahwa Pers(13) simplifies dan dapat di selesaikan untuk 2


sebagai

Dan ingat bahwa hanya mengambil nilai diskritdiberikan oleh Pers(10), kita
memiliki eigenvalues N

Dimana n=1,2,3,...,N. Frekuensi mode normal diberikan oleh

Hal ini menarik untuk plot frekuensi (positif) sebagai sebuah fungsi angka
mode n. Sseperti grafik yang ditunjukkan berikut untuk beberapa nilai N.
Sama seperti grafik sebelumnya kita mengatur m=1 dan ks= 1.
Seperti yang akan kita diskuskan dalam lecture selanjutnya, grafik ini adalah
grafik frekuensi vs invers panjang gelombang, dan seperti yang kita kenal
sebagai hubungan disperse atau kurva disperse kerjakan selama kelas,
hubungan disperse sangat berguna dalam memahami propagation gelombang
berhubungan dengan hubungan disperse itu. Juga, seperti yang akan kita
diskusikan dalam lecture selanjutnya, hubungan relasi juga mengandung
informasi pada interaksi (hubungan pegas) antara benda-benda yang
berosilasi. Catat bahwa frekuensi plotted untuk dua osilator (N=2) sama
dengan hasil kita sebelumnya 1=1 dan 2=
m=1 dan ks = 1.

3 untuk kasus special dari

III. Masalah Nilai Awal

Terakhir kali, kita mendiskusikan bagaimana maslah nilai awal dapat diselesaikan
menggunakan mode normal. Sedikit umum, menggunakan hasil diatas dan
memasukkan kedua frekuensi n+ dan n-, kita dapat menulis mode normal n
sebagai

Dimana n = n+, dan konstanta An dan Bn (dimana telat diganti A diatas) adalah
arbitrary bilangan kompleks3. Solusi umum dapat dituliskan sebagai sebuah
kombinasi linear dari mode normal sebagai

[Persamaan (18) adalah eksistensi dari pers(3) dari catatan lecture 4]. Seperti
sebelumnya, arbitrary amplitude An dan Bn tergantung pada kondisi awal semua
benda yang berosilasi.
.
Untuk melihat secara nyata bagaimana An dan Bn diturunkan, mari sadari, mari
sadari N=3 kasus. Seperti dalam kasus bagaimana. Seperti kasus dua osilator, mari
membuat mode normal sedikit nyata dengan mengatur Bn = A*n. Untuk tiga osilator
Pers(18) kemudian menjadi

Seperti dalam catatan lecure 4 untuk masalah dua osilator, kita dapat menuliskan
Aneint + A*ne-int sebagai 2[Re(An)cos(nt)-Im(An)sin(nt)] dan menggunakan
kondisi awal, yang memberikan kita

Jadi kita lihat bahwa bagian real dari amplitude An bergantung pada kondisi awal
dari tiga benda, sementara bagian imaginer dari amplitude bergantung pada
kecepatann awal mereka. Jadi dimana yang kita lakukan untuk pergi dari sini?
Kamu mungkin ingat bahwa untuk masalah dua osilator kita gunakan transformasi
mode normal menuju kesetimbangan Pers(20) dan (21), yang mengijinkan kita
untuk menemukan amplitudonya (lihat hal. 5-6 dari catatan Lecture 4). Ada
sebuah transformasi setimbang disini yang akan mengijinkan kita menemukan
Ans. Untuk membuat kita sangat mudah melihatnya, mari secara eksplisit
menuliskan Pers(20) sebagai

Sekarang catat apa yang sekarang terjadi jika kita mengalikan persamaan ini

dengan eigenvector pertama

( () () ( )
sin

x
4

sin

x
2

sin

3x 1
= ( 2 2
4
2

ketika dituliskan sebagai vector baris

2 ) . Kita mendapatkan

Catathasil yang sangat baik bahwa suku-suku mengandung amplitude A2 dan A3


menghasilkan nol ketka dikalikan dengan eigenvector pertama (dalam bentuk
baris). Kita sekarang dapat menyelesaikan untuk bagian real dari A1 dalam sukusuku posisi awal sebagai

Persamaan ini setimbang dengan baris pertama Pers(18) [atau Pers(20a)] dalam
catatan Lecture 4 untuk masalah dua osilator. Untuk mendapatkan Re(A2) dan
Re(A3) sebaiknya dapat dengan jelas bahwa satu butuh untuk mengalikan Pers(23)
dengan masing-masing (baris) eigenvector. Lebih jauh lagi, untuk menemukan
bagian imaginer dari amplitude, satu perngali yang mirip Pers(21) dengan baris
eigenvector.
Ini trik mengalikan dengan baris eigenvector untuk mendapatkan hubungan
amplitude adalah kemungkinan bagian paling penting dari lecture ini. Kita akan
mengulangnya sering kali mengingat pelajaran: ketika kita mendiskusikan deret
Fourier kita akan menggunakan trik ini untuk menemukan koefisien Fourier dari
sebuah fungsi; ketika kita membicarakan tentang ruang vector trik ini akan
disadari sebagai inner product, dan ketika kita membicarakan tentang
transformasi Fourier trik ini akan dikenal sebagai inversi. Seperti
mendiskusikan topic ini, kamu sebaiknya memikirkan trik kecil ini dapat
mengijinkan kita menuemukan amplitude An.
Jadi sekarang kita tahu bagaimana menemukan Ans, tetapi bagaimana mode
normal yang telah disebutka diatas? Baiklah, hal itu tersembunyi disini. Jika
kitamembuat aebuah matriks N N dengan menumpukkan baris eigenvector,
kemudian kita sungguh-sungguh memiliki transformasi. Jadi untuk masalah tiga
osilator, transformasi matriks akan menjadi

Jika satu mengalikan Pers(20) dan (21) dengan Pers(26) kemudian satu yang
didapatkan dua persamaan bahwa setimbang terhadap Pers(18) dan (19) dali
catatan Lecture 4 untuk kasus dua osilator. Juga, jika satu mengalikan vector

kolom

dengan Pers(26) kemudian satu yang didapatkan koordinat mode

normal

untuk kasus tiga osilator.