Anda di halaman 1dari 21

REFERAT

PEMERIKSAAN KONFIRMASI PADA


KORBAN YANG DIDUGA TENGGELAM

D I S US UN O LE H :
A C H M A D SYA H ID
D E W I D A MAUL ID ATU S
K H O LI LATUL I ZZ A
S R I TATI H A RTATI

LATAR BELAKANG
WHO menyatakan bahwa 0,7%
penyebab kematian di dunia
atau
lebih
dari
500.000
kematian
setiap
tahunnya
disebabkan oleh tenggelam.
WHO juga mencatat pada tahun
2004 di seluruh dunia terdapat
388.000
orang
meninggal
karena
tenggelam
dan
menempati
urutan
ketiga
kematian di dunia akibat cedera
tidak disengaja.

Menurut Global Burden of


Disease
(GBD),
angka
tersebut sebenarnya lebih
kecil dibandingkan seluruh
kasus
kematian
akibat
tenggelam yang disebabkan
oleh
banjir,
kecelakaan
angkutan air, dan bencana
lainnya.
Kasus
tenggelam
lebih banyak terjadi di air
tawar (danau, sungai, kolam)
sebesar 90% dan sisanya 10%
di air
laut.
Insiden paling banyak terjadi pada terjadi
negara
berkembang,
terutama
pada anak-anak berumur kurang dari 5 tahun. Selain umur, jenis
kelamin terutama laki-laki yang memiliki angka kematian dua kali lipat
terhadap perempuan.
Tenggelam dapat terjadi karena kecelakaan, pembunuhan atau bunuh
diri. Sekitar 10-33 % kasus tenggelam merupakan peristiwa bunuh
diri. Untuk memastikan korban diduga tenggelam dapat dilakukan
beberapa pemeriksaan
.

DEFINISI
Tenggelam merupakan suatu proses kejadian gangguan
pernapasan akibat perendaman (submersion) atau
pencelupan (immersion) dalam cairan. Proses kejadian
tenggelam diawali dengan gangguan pernapasan baik
karena jalan nafas seseorang berada di bawah permukaan
cairan (submersion) ataupun air hanya menutupi bagian
wajahnya saja (immersion).

Peristiwa tenggelam tidak hanya dapat terjadi di laut atau


sungai tapi dapat juga terjadi di dalam westafel atau ember
berisi air. Jumlah air yang dapat mematikan jika dihirup
paru-paru adalah sebanyak 2 Liter untuk orang dewasa dan
30-40 mL untuk bayi.

KLASIFIKASI
Berdasarkan Kondisi paru

SEBAB KEMATIAN
Asfiksia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya
gangguan pertukaran udara pernapasan, mengakibatkan oksigen
darah berkurang (hipoksia) disertai dengan peningkatan
karbondioksida (hiperkapnea). Dengan demikian organ tubuh
mengalami kekurangan oksigen (hipoksia hipoksik) dan terjadi
kematian.
Gejala Klinik Asfiksia :
1. Dypsneu
Anoksia
keadaan
Gerakan napas, TD,Denyut nadi
tubuh
meningkat, sianosis
kekuranganoksigen,
2. Konvulsi
penyebabnya dibagi :
Pupil
melebar,
jantung
akan
lambat
1. Anoksia Anoksik
3. Apnea
2. Anoksia Anemik
Terjadi
relaksasi
sfingter
3. Anoksian Stagnan
(pengeluaran
urine,
sperma
4. Anoksia Histotoksik
ataupun feses
4. Final Stage
Paralisis pusat pernapasan yang
lengkap

Kematian Yang Terjadi Pada Peristiwa


Tenggelam Dapat Disebabkan Oleh :
1. Vagal Reflex : ditemukan adanya tanda-tanda
asfiksia atau air di dalam paru-parunya sehingga
sehingga sering disebut tenggelam kering.
2. Spasme Laring adanya tanda-tanda asfiksia,
tetapi di paru-paru tidak didapati air atau bendabenda air. Tenggelam jenis ini juga disebut
tenggelam tipe 1
3. Pengaruh Air yang Masuk Paru-paru
a.
b.

Air Tawar
Air asin

Air Tawar

Air Asin

CARA KEMATIAN
Kecelakaan

KELAINAN POST MORTEM


PEMERIKSAAN LUAR
Pakaian basah, kadang-kadang bercampur lumpur
Kutis anserinus pada ekstremitas
Washer woman hand
Lebam mayat terutama pada kepala dan leher
Dapat ditemukan adanya tanda-tanda asfiksia.
Cadaveric Spasme

Buih Halus pada


Hidung

CADAVERIC SPASM

Washer Woman Hand

PEMERIKSAAN DALAM
Saluran napas (trakea dan bronkus) ditemukan adanya buih
halus dan benda
asing (pasir, tumbuh-tumbuhan air)
Paru-paru membesar dan pucat seperti layaknya paru-paru
penderita asma tetapi lebih berat dan basah, di banyak bagian
terlihat gambaran seperti marmer, bila permukaanya ditekan
meninggalkan lekukan dan bila diiris terlihat buih berair.
Petekie sedikit sekali karena kapiler terjadi diantara septum inter
alveolar.
Lambung dan esophagus berisi air dengan butir-butir pasir dan
algae.
Bila terjadi hemolysis maka akan terlihat adanya bercak
hemolysis pada dinding aorta.
Otak, ginjal, hati mengalami pembendungan

TEST KONFIRMASI
1. Tes Asal Air
Membedakan apakah
paru-paru berasal dari
luar atau dari proses
edema.
Mencocokkan air dalam
paru-paru dengan air
dilokasi tempat
tenggelam dan asal benda
asing dari ganggang
diatome.

2. Tes Kimiawi
Test ini untuk
mengetahui ada
tidaknya hemodilusi
atau hemokonsentrasi
pada masing-masing
sisi dari jantung
a. Test Getller
b. Tes Durlacher

Tes Getller
Menunjukan adanya perbedaan kadar klorida dari darah yang diambil
dari jantung kanan dan jantung kiri.
Intepretasi
1. Tenggelam dalam air asin :
Didapatkan Kadar klorida jantung kiri lebih banyak dibandingkan
jantung kanan.
Na plasma meningkat.
K plasma meningkat sedikit.
2. Tenggelam dalam air tawar :
Didapatkan Kadar Cl jantung kiri lebih sedikit dibandingkan jantung
kanan
Kadar Na plasma menurun
Kadar K plasma meningkat

TES DURLACHER
Penentuan perbedaan berat plasma jantung
kanan dan kiri. Pada semua kasus tenggelam
berat jenis plasma jantung kiri lebih tinggi
daripada jantung kanan oleh karena itu tidak
dipakai membedakan tenggelam di air tawar atau
asin.
3. TES DIATOME
Diatom kelompok besar dari alga plankton yang
termasuk paling sering ditemui, diatom sendiri
merupakan fitoplankton yang termasuk dalam kelas
Baciilariophyceae.

INTEPRETASI HASIL PEMERKSAAN


Positif

Dikatakan positif apabila pada jaringan paru


ditemukan diatome cukup banyak, 4 5 LPB atau
10 20 per satu sediaan; atau pada sumsum
tulang cukup ditemukan hanya satu. Spesies
diatom yang ditemukan pada jaringan yang tidak
cocok dengan spesies diatom yang ada pada air
tempat jenasah tersebut ditemukan, menurut
Ludes dan Coste dapat diklasifikasikan sebagai
kontaminasi diatom.

Spesies diatom yang sering ditemukan berdasar


sampel organ
No

Organ tubuh

Spesies diatom yang sering ditemukan

Paru

Achnanthes

minutissima,

Cyclotella

Cyclopuncta,

Fragilaria brevistriata, Navicula etc.


2

Sumsum tulang

Stepphanodicus

parvus,

navicula,

diatoma

and

fragments of Synedra ulna


3

Hepar

Achnanthes minutissima, coconeis placentula, fragilaria


ulna var. acus, Navicula lanceoleta etc.

Ginjal

Achnanthes biasolettiana, N. seminulum etc.

Usus Halus

Achnanthes

minutissima,

Cyclotella

cyclopuncta,

Gomphonema minutum etc.


6.

Duodenum

Asterionella

Formosa,

Cyclotella

Gomphonema pumilum and NItzscia pura etc.

comensis,

Perbedaan Air Tawar dan Air Asin


Perbedaan Tempat Tenggelam Mayat
Air Laut

Air Tawar

Paru-paru besar dan berat

Paru-paru besar dan ringan

Basah

Relatif kering

Bentuk besar dan kadang-kadang overlapping

Bentuk biasa

Ungu biru dan permukaan licin

Merah pucat dan emphysematous

Krepitasi tidak ada

Krepitasi ada

Busa sedikit dan cairan banyak

Busa banyak

Dikeluarkan dari thoraks akan mendatar dan ditekan akan menjadi Dikeluarkan dari thoraks tapi kempes
cekung
Mati dalam 5 10 menit, 20 ml/kgbb

Mati dalam 5 menit, 40 ml/kgbb

Darah :

Darah :

BJ 1, 0595 1,0600

BJ 1, 055

Hipertonik

Hipotonik

Hemokonsentrasi dan edema paru

Hemodelusi/hemolisis

Hipovolemia

Hipervolemia

Hipokalemia

Hiperkalemia

Hipernatremia

Hiponatremia

Hiperklorida

Hipoklorida

Kesimpulan
Tenggelam

adalah suatu sufocation dimana


jalan napas terhalang oleh air atau cairan
sehingga terhisap masuk ke jalan napas sampai
alveoli paru-paru.
Kelainan post mortem dapat diketahui dengan
melakukan pemeriksaan luar, dalam dan
konfirmasi.
Pemeriksaan konfirmasi adalah pemeriksaan
untuk meyakinkan bahwa korban yang diduga
adalah mati karena tenggelam. Pemeriksaan
konfirmasi yang dilakukan adalah pemeriksaan
asal air, kimiawi darah yang terdiri dari Gutller
dan Durlacher, serta pemeriksaan Diatome.

TERIMAKASIH

TERIMKASIH

TERIMAKASIH