Anda di halaman 1dari 8

Nama : Maulina Sulpi

Nim

: 1110103000061
Laporan internal puskesmas

Nama kegiatan

: BP anak

Tempat

: poli anak

Tanggal

: 11 agustus 2015

Deskripsi
Pada hari selasa tanggal 11 agustus 2015, saya mendapat tugas dipoli anak. Saya ditemani oleh
dr.Ahmad dan bidan ningrum. Jaga dipoli anak saya melayani pasien anak dan juga balita. Jika
pasien balita saya mengisi form MTBS. Saat itu saya mendapat pasien anak laki-laki usia 3 tahun
datang dengan gatal disertai bruntus disela-sela jari tangan dan kaki sejak 1 minggu yang lalu.
Awalanya muncul ditangan kemudian beberapa hari setelah itu muncul dikaki. Gatal memberat
saat malam hari sehingga pasien terbangun. Saat gatal pasien menggaruk hingga lecet. bruntus
meluas kepunggung tangan. Keluhan ini sudah diberikan salep di apotik tetapi tidak sembuh.
Demam, gigi berlubang, sakit tenggorokan disangkal oleh pasien. keluhan gigitan serangga
disangkal.
Riwayat penyakit dahulu : asma, bersin dipagi hari, alergi makanan dan obat disangkal oleh
pasien
Riwayat penyakit keluarga : kakak pasien memilki keluhan yang sama dengan pasien. asma,
alergi makanan dan obat disangkal oleh keluarga pasien
Riwayat kehamilan dan kelahiran : pasien anak kedua, saaat hamil ibu rutin control kebidan,
sakit disangkal. Pasien lahir normal dibidan dengan berat 2,6 kg dan tinggi badan 48 cm.
langsung menangis, tidak sesak dan tidak kuning
Riwayat tumbuh kembang : pasien duduk usia 6 bulan, berjalan usia 9 bulan, bicara usia 10
bulan.

Riwayat imunisasi : pasien imunisasi lengkap diposyandu saat kecil , BCG 1X, DPT 1X, polio
6x,campak 2x dan hep B 3x
Riwayat makan : pasien makan 2x sehari dengan nasi, tahu,daging, ayam dan sayur. Saat kecil
pasien ASI 6 bulan.
Riwayat kebiasaan : pasien mandi 2x perhari, mengganti baju 2x hari, pasien tidur bersama
kakak, memakai handuk bersamaan dengan kakak, memakai bersabun bersamaan, kebiasaan
mengganti sprei 1 minggu sekali. Menjemur bantal 1-2 bulan sekali.
Pemeriksaan fisik status generalis dalam batas normal , BB : 14 kg, TB : 105cm
Status lokalis : pada region punggung tangan, sela-sela jari tangan, telapak tangan, sela-sela jari
kaki terdapat papul eritematosa, ekskoriasi, krusta dan pustule multiple, diskret, sebagian
konfluens ukuran miliar samapai lentikuler diameter bervariasi, berbatas tegas.ditemukan
trowongan pada lesi kulit.
Diagnosis holistik
-

Aspek personal : anak laki-laki 3 tahun datang dengan keluhan gatal disertai bruntus

disela jari tangan dan kaki seak 1 minggu yang lalu berharap ingin sembuh
Aspek klinis : scabies dengan infeksi sekunder
Aspek resiko internal : kurangya higienitas diri
Aspek resiko eksternal : didalam rumah menggunakan handuk, sabun dan tidur
bersamaan. Sprei dan kasur jarang dijemur

Skala fungsional : kelas I


Tatalaksana :
Non-medikamentosa :
- edukasi bahwa penyakit scabies adalah penyakit menular
- kebersihan diri dan lingkungan
- menjemur kasur
-merebus baju

- mengganti sprei, handuk maksimal 3 kali sehari.


- pengobatan massal semua anggota keluarga
- jangan menggaruk terlalu keras
Medikamentosa :
-

Salep 24 No: I
S ue (dilumuri seluruh badan)
CTM 4 mg
III
Mf pulv dtd No : IX
S 3 dd I pulv
Amoxcicilin syrup No: III
S 3 dd II cth
Vitamin A no : 1
S 1 dd tab I

REFLEKSI DIRI
Perbedaan teori dengan praktek
Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu yaitu sacroptes scabiei, cara
penularannya melalui kontak langsung kulit dengan kulit atau kontak tidak langsung melalui
benda. Tanda kardinal penyakit scabies adalah pruritus nokturna, menyerang kelompok orang,
adanya terowongan didaerah predileksi, ditemukan tungau. Diagnosis scabies berdasarkan
anamnesis berupa gatal-gatal disertai munculnya bruntus didaerah telapak tangan, sela jari,
punggung jari, bruntus meluas ke genitalia, perut, lutut. Gatal memberat saat malam. Terdapat
pus/nanah. Pemeriksaan ditemukan lesi polimorfik yang mengenai daerah predileksi biasanya
tempat dengan daerah stratus korneum yang tipis yaitu sela jari, pergelangan tangan, siku luar,
lipat ketiak, areola mammae, umbilicus,genitalis, dan perut bagian bawah. Pemeriksaan
penunjang berupa kerokan kulit, mengambil tungau dengan jarum, tes tinta burowi, kuretase
terowongan. Penatalaksanaan scabies meliputi non-medikamentosa berupa edukasi penularan,
pengobatan massal, menjaga kebersihan, menjemur kasur, menjemur bantal, merebus baju.
Pengobatan medikamentosa berupa topical dan sistemik. Topical diberikan antiparasit dan
antibiotik. Sistemik antipruritus dan antibiotik. Obat anti parasit bermacam-macam yaitu
belerang endap, emulsi benzyl benzoas, gama benzene heksa klorida, krotamiton dan permetrin.

Saya sudah melakukan diagnosis dengan sistematik tetapi saat pemeriksaan penunjang untuk
menemukan tungau dengan kerokan yang seharusnya bisa dilakukan tidak saya lakukan karena
pasien anak tidak koperatif karena nyeri dan beberapa terdapat nanah. Saat melakukan
pengobatan saya memberikan obat yang ada dipuskesmas seperti salap 2-4. Dalam literatur
disebutkan bahwa salap 2-4 mempunyai kekurangan bau nya yg tidak enak, yang paling
terpenting bahwa salap 2-4 tidak bisa membunuh stadium telur.
Mengapa itu terjadi ?
Hal itu terjadi karena kurangnya berlatih dalam pemeriksaan pengerokan pada kulit dan
kurangnya komunikasi efektif kepada pasien anak. Kurangnya pengobatan efektif dipuskesmas.
Hal penting apa yang saya dapat pelajari dari kasus ini?
Saya dapat belajar banyak untuk menghadapi pasien anak yang bukan miniature dari orang
dewasa. Dipoli anak juga saya belajar kembali mengenai tumbuh kembang dan gizi pada anak
serta belajar dosis obat dan pembuatan resep pada anak.
Apa yang perlu saya pelajari lebih lanjut?
Saya harus belajar kembali mengenai teori tentang penyakit anak, mulai dari tumbuh kembang,
gizi serta imunisasi. Saya juga harus belajar mengenai structural manajemen puskesmas dan
kesehatan di Indonesia.
Nilai agama dan profesionalisme yang terkait dalam kasus ini ?
Sebagai dokter muslim, kita seharusnya mengedukasi baik pasien maupun keluarga pasien,
terutama pada kasus ini penyakit kulit yang mengenai seluruh kelompok. Janganlah menjauhi
dan mengucili orang yang terkena penyakit kulit karena takut tertular. Rasullallah SAW bersabda
:

Artinya : apabila kalian mendengar berita tentangnya (penyakit thaun) disuatu negri, maka
janganlah kamu memasukinya. Dan ketika wabah penyakit itu tengah terjadi, sedng kamu berada
disana, maka janganlah keluar (pergi meninggalkan negri itu) karena lari dari penyakit tersebut

Daftar pustaka :
-

Al Audah. 2012.faktor resiko scabies pada siswa pondok pesantren. Jurnal burski vol 4.no

: I tahun 2012 hal 14-22.


Djuanda ADHI.2007. ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN. Edisi kelima. Balai

penerbit FKUI.Jakarta
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/02/sebab-sebab-perselisihan-para-ulama-dan.html

Feed back pembimbing

Ttd mahasiswa

Maulina sulpi

Ttd pembimbing puskesmas

dr.Ahmad

Ttd pembimbing kampus

Dr.Erike Anggraini,S

Dokumentasi :