Anda di halaman 1dari 2

Surat Eligebilitas Peserta (SEP)

Form Verifikasi JKN INA-CBGs

Program tagihan di luar ina cbgs ( SIM Akses ) digunakan untuk:


1. Mengentry obat fornas yang tidak ada di aplikasi askes dan harus diklaim terpisah
(excel)
2. Untuk obat2 pada pasien penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan selama
1 bulan/ (contoh: Mestinon 60mg, Simarc-2.Citaz 100mg,Acarbose 50mg,V-bloc
6,25mg,Tamofen 10mg,Levemir, Xarelto,Primolut-N, Ikalep dan Phenytoin
( 20+40)
3. Untuk pasien kemoterapi rawat jalan

Klaim pasien HD tetap mengacu pada ina cbgs


Klaim yang dilakukan RS Bethesda terhadap BPJS, apa saja syarat kelengkapan
berkasnya:
1. Klaim excel rawat jalan : Copy resep. SEP, Kwitansi SIM RS.Bethesda
2. Klaim 10+20 ,20+40, dll: Copy resep, SEP,Kwitansi SIM Aplikasi BPJS
3. Klaim Kemoterapi Rawat Jalan : Copy resep,SEP,SIM Aplikasi BPJS,Fotokopi
hasil Lab PA
4. Klaim kemoterapi rawat inap: Protokol Kemoterapi, Hasil PA, Entry Aplikaso
SIM Rawat Inap RS Bethesda, Rincian biaya Ranap Farmasi
5. Klaim Alkes / alat bantu dengar : FC SEP,Resep, Tanda terima, Entry SIM RS
Bethesda, Surat legalisasi Modul LUPIS (modul BPJS), FC Hasil Audiometri

Untuk pelaporan narkotika psikotropika berkas harus dipilah dan dipisahkan (syarat
dengan menyertakan resep asli dari DPJP atau dokter umum)

Bagaimana cara mengecek pemberian 10+20:


1. Melalui riwayat resep pada pasien apakah pada ada pemberian riwayat pemberian
obat (10+20)
2. 20+copy diberikan untuk obat yang diluar JKN namun tetap diberikan 10 hari pada
jadwal kontrol yang berikutnya / dapat ditebus di Medikatama ( Faskes I wilayah
Jogja)
Tugas Apoteker di Rawat Jalan JKN:

Sebagai Validator, mevalidasi pemberian obat yang diberikan, dengan cara melihat
riwayat penyakit, retriksi obat JKN yang diberikan apakah membutuhkan hasil Lab

atau kelengkapan dokumen lainnya, kemudian


Memastikan apakah obat dapat diberikan sesuai dengan jadwal kontrol, apakah pasien

memajukan atau memundurkan jadwal kontrol obat.


Memastikan berapa jumlah obat yang diberikan
Memastikan apakah obat sesuai dengan diagnosa dokter, obat berada dalam FORNAS
atau tidak.

Masalah & Solusi di Rawat Jalan


1. Ruangan harus diperluas, ada pembatas antara Penyerahan dan bagian Koreksi/Filling
2. Kecepatan pelayanan yang terlalu lama, harus adanya alur sistem yang dihilangkan
seperti proses validasi untuk obat-obat yang memiliki pola pemberian yang sama,
sehingga waktu dapat ditekan, Resep racikan yang harus ditiadakan.

Masalah & Solusi di Rawat Inap :


1. Memo

Nama obat yang diberikan tidak menyertakan kekuatan obat

Medication Error
2. Obat yang diambil di ranap reguler apakah tidak dicatat? Obat yang diambil
apakah memiliki harga obat yang sama atau berbeda jauh? Apakah tidak akan
mengakibatkan kerugian bagi RS ?
3.