Anda di halaman 1dari 3

Tugas Modul Epilepsi

Pembimbing : dr. Rusli Dhanu, Sp.S(K)


1. Sebutkan definisi Epilepsi dan Bangkitan Kejang.
-Jawab:
Epilepsi: Manifestasi klinis yang serupa dan berulang minimal dua kali dalam 24 jam serta
paroksismalitas yang timbul tanpa provokasi yang disebabkan oleh hiperaktivitas listrik sekelompok
sel saraf di otak yang spontan bukan disebabkan oleh suatu penyakit otak akut.
Bangkitan kejang: manifestasi klinis yang timbul tanpa provokasi disebabkan oleh lepas muatan
listrik yang abnormal, berlebih dan sinkron yang timbul secara intermiten dan self limiting terutama
pada korteks serebri. (Standar Pelayanan Medik Perdossi, 2006)
Bangkitan Kejang: Tanda dan gejala yang timbul transien yang diakibatkan oleh aktivitas neuron
yang abnormal, eksesif dan sinkron di otak (Fisher, 2005)
Epilepsi: Gangguan otak yang dikarakteristikkan oleh predisposisi untuk menimbulkan suatu
bangkitan kejang dengan konsekuensi neurobiologi, kognitif dan sosial. (Fisher, 2005)
Bangkitan kejang: Episode aktivitas motorik, sensorik, otonom ataupun psikis yang abnormal (dan
atau kombinasi diantaranya) yang dihasilkan oleh lepas muatan listrik berlebibh pada sel otak.
(Brunner dan Suddarth)
Bangkitan kejang: Lepas muatan listrik yang abnormal secara tiba tiba dari sel otak yang
menghasilkan perubahan sensasi, perilaku, gerakan, persepsi dan kesadaran. (Black dan Hokanson)
Epilepsi: Gangguan intermiten dari sistem saraf yang disebabkan oleh lepas muatan listrik eksesif
dari jaringan otak yang berulang dan tidak disebabkan oleh proses metabolik-toksik. (Hughling
Jackson, 1870).
Bangkitan Kejang: Fenomena klinis yang disebabkan oleh lepas muatan listrik yang bersifat
paroksismal, tiba tiba dan berlebih dari korteks serebri. (Hughling Jackson, 1870).
2. Jelaskan Klasifikasi Epilepsi.
- Jawab:

Klasifikasi ILAE 1981 untuk tipe Bangkitan Epilepsi:


1. Bangkitan Parsial/ Fokal
1.1. Bangkitan Parsial Sederhana
1.1.1. Dengan Gejala Motorik
1.1.2. Dengan Gejala Somatosensorik
1.1.3. Dengan Gejala Otonom
1.1.4. Dengan Gejala Psikis
1.2. Bangkitan Parsial Kompleks
1.2.1. Bangkitan Parsial Sederhana yang diikuti dengan Gangguan Kesadaran
1.2.2. Bangkitan Parsial yang disertai gangguan kesadaran sejak awal bangkitan
1.3. Bangkitan Parsial yang menjadi Umum-Sekunder
1.3.1. Bangkitan Parsial Sederhana yang menjadi Bangkitan Umum
1.3.2. Bangkitan Parsial Kompleks yang menjadi Bangkitan Umum

1.3.3. Bangkitan Parsial Sederhana yang menjadi Bangkitan Parsial Kompleks, lalu
menjadi Bangkitan Umum
2. Bangkitan Umum
2.1. Lena (Absans)
2.1.1. Tipikal Lena
2.1.2. Atipikal Lena
2.2. Mioklonik
2.3. Klonik
2.4. Tonik
2.5. Tonik-Klonik
2.6. Atonik/ Astatik
3. Bangkitan tak tergolongkan

Klasifikasi ILAE 1989 untuk Sindroma Epilepsi.


1. Berkaitan dengan letak fokus
1.1. Idiopatik (primer)
1.1.1 Epilepsi anak benigna dengan gelombang paku di sentrotemporal
(Rolandik benigna )
1.1.2 Epilepsi pada anak dengan gelombang paroksismal pada daerah oksipital
1.1.3 Epilepsi Primer saat membaca (Primary reading epilepsy)
1.2. Simtomatik (sekunder)
1.2.1. Epilepsi parsial kontinua yang kronik progresif pada anak (Kojenikows Syndrome)
1.2.2. Sindrom dengan bangkitan yang dipresipitasi oleh suatu rangsangan (kurang tidur,
alkohol, obat obatan, hiperventilasi, reflek epilepso, stimulasi fungsi kortikal tinggi,
membaca).
1.2.3. Lobus temporalis
1.2.4. Lobus frontalis
1.2.5. Lobus parietalis
1.2.6. Lobus oksipitalis
1.3. Kriptogenik
2. Umum
2.1. Idiopatik (primer)
2.1.1. Kejang neonatus familial benigna.
2.1.2. Kejang neonatus benigna.
2.1.3. Kejang epilepsi mioklonik pada bayi.
2.1.4. Epilepsi absans pada anak.
2.1.5. Epilepsi absans pada remaja.
2.1.6. Epilepsi mioklonik pada remaja.
2.1.7. Epilepsi dengan serangan tonik klonik pada saat terjaga.
2.1.8 Epilepsi umum idiopatik lain yang tidak termasuk salah satu diatas.
2.1.9. Epilepsi tonik klonik yang dipresipitasi dengan akivasi yang spesifik.
2.2. Kriptogenik atau simtomatik
2.2.1 Sindroma West (spasmus infantil dan spasme salaam)
2.2.2 Sindroma Lennox Gastaut
2.2.3 Epilepsi mioklonik astatik
2.2.4 Epilepsi absans miokionik
2.3. Simtomatik
2.3.1 Etiologi non spesifik
- Ensefalopati miokionik dini/ neonatal
- Ensefalopati pada infantil dini dengan burst supresi (Sindrom Ohtahara)
- Epilepsi simtomatik umum lainnya yang tidak termasuk diatas

2.3.2 Etiologi / sindrom spesifik.


- Malformasi serebral.
- Gangguan metabolisme.
2.3.3. Bangkitan Epilepsi sebagai komplikasi penyakit lainnya.
3. Epilepsi dan sindrom yang tak dapat ditentukan fokal atau umum
3.1. Serangan umum dan fokal
- Serangan neonatal
- Epilepsi miokionik berat pada bayi
- Epilepsi dengan gelombang paku komtinyu selama tidur (Sindroma Taissinaire)
- Epilepsi afasia yang didapat (Sindroma Landau-Kleffner)
3.2. Tanpa gambaran tegas fokal atau umum
4. Sindrom Khusus
4.1. Bangkitan yang berkaitan dengan situasi tertentu
4.1.1. Kejang Demam
4.1.2. Bangkitan kejang / Status Epileptikus yang timbul hanya sekali (isolated)
4.1.3. Bangkitan yang hanya terjadi bila terdapat kejadian metabolik akut atau toksis, alkohol,
obat obatan, HONK.
4.1.4.Bangkitan yang berkaitan dengan pencetus spesifik (epilepsi reflektorik)