Anda di halaman 1dari 2

71 Karies Superfisial 2/3 Insisal Klas V di Bagian Lingual (Permukaan

Halus)
Diagnosa : Iritasi Pulpa
Rencana Perawatan :
Pada gigi 71 terdapat adanya karies superfisial 2/3 di lingual (permukaan halus).
Klasifikasi karies termasuk klas V dimana karies mengenai bagian servikal gigi
anterior. Diagnosis pada kasus ini adalah iritasi pulpa. Untuk rencana perawatan
pada gigi ini sama dengan perawatan pada gigi 52 yaitu dapat menggunakan
restorasi komposit flowable. Komposit flowable ini memiliki viskositas yang
lebih rendah sehingga dapat dengan mudah untuk mengisi atau menutupi celah
kavitas yang kecil. Selain itu, bahan restorasi ini dapat membentuk suatu lapisan
elastis yang dapat mengimbangi tekanan pengerutan polimerisasi. Selain
menggunakan restorasi komposit, dapat juga digunakan restorasi glass ionomer.
Sifat self adhesive glass ionomer yaitu mampu terikat pada struktur gigi dan
melepaskan fluor sebagai pompa fluorida dapat diisi ulang dan menimbulkan
remineralisasi. Protektan permukaan glass ionomer terikat pada email dan
melepaskan fluorida pada permukaan gigi untuk meningkatkan remineralisasi.
Selain itu glass ionomer dapat menimbulkan remineralisasi internal jika
diletakkan di atas dentin. Karena bisa melepaskan fluor maka glass ionomer
berperan sebagai anti karies. Kemampuan dari glass ionomer inilah yang
menyebabkan glass ionomer menjadi pilihan utama dalam merestorasi lesi pada
bagian servikal gigi. Penggunaan glass ionomer pada gigi sulung sangat berguna
dalam mencegah terjadinya karies rekuren dan melindungi email gigi permanen.
74 Karies Media Klas II di Bagian Proksimal (Distal)
Diagnosa : Hiperemi Pulpa
Rencana Perawatan :
Pada gigi 74 terdapat karies media yang mengenai bagian proksimal gigi tepatnya
pada bagian distal. Karena letak lesinya pada bagian proksimal gigi posterior
maka dapat digolongkan pada karies kelas II .

Untuk rencana perawatannya dapat dilakukan tumpatan klas II pada gigi 74


dengan bahan glass ionomer.