Anda di halaman 1dari 9

NOREPINEP

HRINE
Andria Olivia (09-179)
Ressy Hastopraja (09-185)
Yoanneveline (09-195)
Wilona Devina (10-187)

RESEPTOR
ADRENERGIK
1 : otot polos (pembuluh darah, saluran kemih,
dan usus) dan jantung
2 : ujung saraf adrenergik, sel efektor di
berbagai jaringan (otak, otot polos PD, sel
pankreas, trombosit)
Aktivasi reseptor kontraksi otot polos (kec.
usus = dilatasi)
Aktivasi reseptor 1 kontraksi jantung dan
aritmia.
Aktivasi reseptor 2 rangsang simpatis dari
SSP, sekresi insulin, agregasi trombosit.

RESEPTOR
ADRENERGIK
1 : perangsangan jantung dan sel sel
jukstaglomerular
2 : relaksasi otot polos dan
glikogenolisis dalam otot rangka dan
hati
3

FARMAKODINAMIK
NE terutama bekerja di reseptor
tetapi efeknya sedikit lebih lemah
dibanding epinefrin.
Efek pada 1 hampir sebanding dengan
epinefrin, namun tidak ditemukan efek
pada 2.

FARMAKODINAMIK
Infus NE menimbulkan :
TD sistolik
TD diastolik
tekanan nadi

Resistensi perifer aliran darah ke ginjal,


hepar, otot rangka TD aktivasi
refleks vagal denyut jantung melambat
pengisian jantung lebih lambat +
vasokonstriksi volume sekuncup , CO tdk
meningkat.

KEGUNAAN
NE diberikan pada syok dengan
hipotensi yang sangat berat sehingga
diperlukan vasokonstriktor perifer
untuk mempertahankan TD yang cukup
untuk perfusi otak.
NE tidak diberikan pada keadaan syok
yang telah terjadi refleks vasokonstriksi
hebat memperburuk aliran darah
dan meningkatkan beban jantung.

NOREPINEPHRINE
Sediaan :
Injeksi 1mg/ml
1 ampul = 4 ml

Dosis :
Dosis awal = 0,1
0,3 mcg/kgBB/menit
Dosis maintenance
= 0,5 1 ml/menit

Cara pemberian :

Dosis dititrasi hingga mencapai target TD.


1 amp NE + D5%
1000ml = 4 mcg/ml

RUMUS SYRINGE
PUMP
Tentukan kecepatan syringe pump
(ml/jam)
Dosis obat (mcg/kgBB/menit) x BB x 60
(mnt)
Konsentrasi obat (mcg/ml)

MONITORING
Cek TD setiap 2 menit sekali hingga
mencapai TD yang diinginkan.
Cek TD setiap 5 menit sekali sampai
pemberian obat dihentikan.