Anda di halaman 1dari 2

Perilaku Ikan Cupang

Diposkan oleh : Mas Anto / March 15, 2014 On Cupang


Satu sifat yang terkenal dari cupang adalah berkelahi satu sama lainnya untuk mempertahankan
wilayahnya. Sifat agresifnya menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk menyukai ikan ini.
Cupang jantan sering dipelihara khusus untuk diadu ketangguhannya. Di thailand tradisi
mengadu cupang sudah berumur ratusan tahun, bahkan hingga kini laga cupang menjadi atraksi
yang masih berlangsung hampir di setiap daerah.
Saat bereproduksi cupang memiliki perilaku yang unik, yakni menari. Ketika bertelur, betina
mendekati sarang dan memiringkan badan untuk dijepit oleh jantan dengan meliukkan badannya
agar si jantan bisa menyemprotkan spermanya ke telur-telur tersebut. Perkawinan ini diawali
dengan pendekatan si jantan yang lemah lembut setelah sebelumnya sangat agresif. Dia
membujuk si betina agar mau dipeluk dan bertelur dibawah sarang. Selanjutnya, cupang
melingkar satu sama lain, si betina memiringkan badannya dan si jantan melingkari tubuh betina.
Perilaku meminang sudah berakhir, yang terjadi sekarang adalah pemijahan. Si jantan
mempererat pelukannya dan memutar tubuh betina sehingga tubuh betina sungsang terbalik dan
dari kelaminnya mengeluarkan telur yang jumlahnya sekitar 400 butir dari hasil pelukan yang
dilakukan berulang ulang .
Betina meletakan 3-7 telur pada waktu yang sama,begitu juga si jantan menangkap telur -telur
dengan mulutnya lalu meletakkannya di dalam sarang busa.Si jantan melapisi telur itu dengan
lendirnya agar tidak berjatuhan.Telur menetas dalam tempo 48 jam.
Setelah proses pemijahan sang jantan bertugas menjaga sarang busa yang telah berisi telur dan
akan mengusir si betina jauh-jauh dari sarangnya.Si jantan menjadi sangat agresif dan sensitif.
jika merasa terancam, cupang jantan akan memakan telur-telur sendiri. Karena itu, ketika masa
pengeraman telur sebaiknya dihindari gangguan dari luar. Tutup tempat pemijahan menggunakan
koran dan sesedikit mungkin melihat dan membuka tutupnya.
Cupang memiliki alat tambahan pernapasan yang disebut labirin (labyrinth). Alat pernapasan ini
dipergunakan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Karena itu, cupang mampu hidup
walaupun dalam kondisi kekurangan oksigen terlarut di dalam air dan tanpa aerator.
Berdasarkan cara berkembangbiaknya, cupang dibagi ke dalam 2 kelompok sebagai berikut.

1. Kelompok Pengumpul Busa (Bubblenester)


Spesies cupang yang termasuk pengumpul busa, diantaranya Betta imbellis, Betta smaragdina,
Betta akaransis, Betta coccina atau cupang api-api, dan cupang Betta fasciata atau cupang
sumatera.

2. Kelompok Perawat Telur (Mouthbreeder)

spesies yang temasuk perawat telur, di antaranya Betta macrostoma atau Brunei Beauty,
Macropodus opercularis atau cupang paradise, Betta urimacullata atau cupang emas dan Betta
brederi atau cupang raja.