Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

oleh
Septiyana Milla Arifin
NIM 142310101089

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Swt bahwa telah terselesaikannya makalah yang berjudul
Sehat dengan Menu Berserat. Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah
bahasa Indonesia..
Makalah ini dibuat dari berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai
pihak untuk membantu menyelesaikan beberapa tantangan dan hambatan selama
mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini membahas tentang pentingnya mengetahui penyakit Mers-CoV.
Kami berharap bahwa makalah kami dapat bermanfaat bagi semuanya. Walaupun makalah
ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas
bagi pembaca.
Kami menyadari bahwa masih ada banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang para membaca agar mau memberikan kritik
dan saran yang dapat membangun kami. Kritik dan saran dari pembaca akan sangat
bermanfaat bagi kami untuk mengerjakan makalah selanjutnya.

Jember, Desember 2014

Penulis

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Timur tengah telah berkembang Penyakit pernapasan sindrom-corona virus,
spesies baru dari virus corona telah muncul di negara-negara timur tengah dan hampir 50%
rasio kematian. Tidak ada gejala khusus yang terlihat di Mers-CoV. Gejala yang terlihat
mirip dengan penyakit pernapasan sederhana umum. Tidak ada pengobatan serta tidak ada
vaksin yang tersedia untuk kondisi tersebut. Penyakit pernafasan dengan penularan yang
cepat, dengan kontak langsung maupun tidak langsung, Penularan dapat melalui udara yang
tercemar virus mers, maupun kontak langsung seperti terkena cairan dari hidung atau mulut
penderita Mers.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa itu Mers-CoV?
1.2.2 Pencegahan- pencegahan yang bisa dilakukan
1.3 Tujuan
Menjelaskan apa itu virus mers dan mengetahui cara pencegahan yang bisa dilakukan.

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Penyakit Mers-CoV
Di Timur tengah telah berkembang Penyakit pernapasan sindrom-corona virus,
spesies baru dari virus corona telah muncul di negara-negara timur tengah dan hampir 50%

rasio kematian. Tidak ada gejala khusus yang terlihat di Mers-CoV. Gejala yang terlihat
mirip dengan penyakit pernapasan sederhana umum..
Penyakit Mers atau Middle East Respiratory Syndrome Corona virus (mer-CoV)
disebabkan oleh Virus dari golongan Coronavirus. Spesies ini dalam genus virus milik
subfamili Coronavirinae dalam keluarga Coronaviridae. Ukuran genom coronavirus
berkisar dari sekitar 26-32 kilobases, luar biasa besar untuk virus RNA. Dengan permukaan
khas, virion muncul sebagai mahkota seperti gambar di bawah mikroskop elektron dan
sehingga virus yang dinamai wordcorona Latin, yang berarti 'mahkota'.
Mers-CoV adalah virus corona beta. Di temukan pertama kali pada bulan September
2012 di Arab Saudi. Sembilan negara telah melaporkan adanya infeksi Mers-CoV di
Negara mereka. Kematian terjadi pada sekitar setengah dari kasus. Mers-CoV dulu disebut
-novel corona virus. Virus Corona adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit
pada manusia dan hewan Novel corona virus.
Penyakit Mers merupakan penyakit pernafasan dengan penularan yang cepat,
dengan kontak langsung maupun tidak langsung. Penularan dapat melalui udara yang
tercemar virus mers, maupun kontak langsung seperti terkena cairan dari hidung atau mulut
penderita. Dalam banyak kasus, penderita MERS mengalami komplikasi serius Acute
Respiratory Distress Syndrome (ARDS) yang menyebabkan kegagalan multiorgan, gagal
ginjal, koagulopati konsumtif, dan perikarditis serta pneumonia berat.
2.2 Pencegahan yang bisa dilakukan
Adapun cara pengendalian infeksi nya untk mengurangi angka kematian adalah
sebgai berikut :

Standar latihan, kontak, droplet dan tindakan pencegahan udara untuk pasien di

bawah isolasi
Transportasi pasien
Pasien harus mengenakan masker bedah dan petugas harus berlatih standar, kontak,
droplet dan udara tindakan pencegahan.

Pengelolaan sampah, semua limbah yang timbul dari perawatan pasien harus

dianggap sebagai limbah klinis menggunakan tas merah.


Staf membuang limbah harus mengenakan PPE yang sesuai.
Dukungan administrasi
Manajemen harus memastikan sumber daya yang memadai, mengeluarkan instruksi
resmi bagi pengunjung dan pasien, dan postappropriate signage.
Pencegahan khusus untuk orang-orang yang melakukan perjalanan di Arab dan

negara lain:

Kementerian Kesehatan Saudi telah membuat rekomendasi khusus bagi

wisatawan untuk Haji dan Umrah karena risiko mer, Arab Saudi merekomendasikan bahwa
kelompok berikut harus menunda rencana mereka untuk Haji dan Umrah adalah:
A. Pengobatan dan vaksin:
Tidak ada pengobatan khusus direkomendasikan untuk penyakit yang disebabkan
oleh Mers-CoV. Perawatan medis yang mendukung dan membantu meringankan gejala.
Hanya pengobatan simtomatik diberikan kepada pasien sesuai dengan tingkat
keparahannya. Tidak ada vaksin yang tersedia untuk penyakit tertentu.
B. Pencegahan bagi individu:
Ada tindakan pencegahan khusus yang diperoleh untuk pencegahan dan
perlindungan dara penyakit yaitu :

Hindari untuk pergi ke rumah sakit di mana kemungkinan mendapatkan infeksi

sangat tinggi.
Cuci tangan Anda sering dengan sabun dan air selama 20 detik, dan membantu
anak-anak melakukan hal yang sama. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan

pembersih tangan berbasis alkohol.


Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat Anda batuk atau bersin kemudian

melemparkan jaringan di tempat sampah.


Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
Hindari kontak dekat, seperti berciuman, berbagi gelas, atau berbagi peralatan
makan, dengan orang-orang yang sakit.

Bersih

dan

disinfeksi

sering

disentuh

permukaan,

seperti

mainan

dan

doorknobs.Wash tangan sebelum dan setelah mengunjungi seseorang di rumah


perawatan (banyak rumah sakit menyediakan gel antibakteri di bangsal).
C. Pencegahan untuk staf rumah sakit:
Staf rumah sakit yang datang ke dalam ruangan pasien harus mempertahankan
standar yang sangat tinggi kebersihan dan berhati-hati ketika merawat pasien

dengan pneumonia dan Mers-CoV.


Staf harus benar-benar mencuci dan mengeringkan tangan mereka sebelum dan
sesudah merawat pasien, sebelum dan sesudah menyentuh pasien berpotensi

terkontaminasi
Pasien dengan infeksi Mers-CoV diketahui atau diduga harus diisolasi.
Lingkungan rumah sakit, termasuk lantai, toilet dan tempat tidur, harus dijaga bersih
dan kering mungkin.

D. Pencegahan bagi pengunjung untuk pasien:


Pengunjung dapat mengurangi kemungkinan penyebaran MRSA kepada orang lain
dengan tidak duduk di tempat tidur pasien dan dengan membersihkan tangan

mereka sebelum dan setelah memasuki bangsal.


Mereka harus menggunakan tisu tangan atau gel tangan sebelum menyentuh orang
yang mereka kunjungi.

E. Pasien yang melakukan perjalanan ke negara-negara Arab:


Mengambil tindakan-tindakan sehari-hari dapat membantu mencegah penyebaran
kuman dan melindungi terhadap pilek, flu, dan penyakit lainnya:

Cuci tangan Anda sering dengan sabun dan air. Jika sabun dan air tidak tersedia,

gunakan pembersih tangan berbasis alcohol.


Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Kuman menyebar dengan cara ini.
Hindari kontak dekat dengan orang sakit.
Pastikan Anda up-to-date dengan semua gambar Anda, dan jika mungkin, lihat
dokter Anda setidaknya 4-6 minggu sebelum perjalanan untuk mendapatkan gambar

tambahan.
Jika anda sakit:

a. Tutup mulut Anda dengan tisu saat batuk atau bersin, dan membuang jaringan di
tempat sampah.
b. Hindari kontak dengan orang lain untuk menjaga menginfeksi mereka.

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Di Timur tengah telah berkembang Penyakit pernapasan sindrom-corona virus,
spesies baru dari virus corona telah muncul di negara-negara timur tengah dan hampir 50%
rasio kematian. Tidak ada gejala khusus yang terlihat di Mers-CoV. Gejala yang terlihat
mirip dengan penyakit pernapasan sederhana umum. Penyakit Mers atau Middle East
Respiratory Syndrome Corona virus (mer-CoV) disebabkan oleh Virus dari golongan
Coronavirus. Bentuknya

, menyerupai mahkota seperti gambar di bawah mikroskop

elektron dan sehingga virus yang dinamai wordcorona Latin, yang berarti 'mahkota'. MersCoV adalah virus corona beta. Di temukan pertama kali pada bulan September 2012 di
Arab Saudi. Sembilan negara telah melaporkan adanya infeksi Mers-CoV di Negara
mereka. Kematian terjadi pada sekitar setengah dari kasus. Mers-CoV dulu disebut -novel

corona virus. Virus Corona adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada
manusia dan hewan Novel corona virus.
3.2 Saran
Penyakit ini dapat dicegah dengan selalu menjalankan pola hidup yang bersih dan
sehat, diantaranya yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan higienis,
beristirahat yang cukup, rajin berolahraga, selalu mencuci tangan dengan sabun
menggunakan air mengalir, memakai masker atau menutup mulut dan hidung saat
mengalami flu dan usahakan untuk tidak berada di luar rumah untuk sementara untuk
mencegah penularan terhadap orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Jadav ,H A. (2013). Middle East Respiratory Syndrome - Corona Virus (MERS-CoV): A


Deadly Killer
L.J.Institute of Pharmacy. Ahmedabad. 2319-7676