Anda di halaman 1dari 4

BAGIAN I

GEOLOGI ENDAPAN TIMAH ALLUVIAL

1.1 Endapan Timah Placer


Timah placer adalah rombakan timah primer yang terkonsentrasi dalam suatu paket lapisan fraksi kasar, seperti
lapisan pasir, kerikil, kerakal dengan variasi ukuran 20 sampai dengan 150 mesh pada lingkungan pengendapan
tertentu.
Genesa timah di Indonesia berhubungan dengan metalogen Malaya yang umumnya dikenal dengan nama
South East Asia Tin Belt, yang membentang dari China, Birma, Thailand, Malaysia hingga di Indonesia mulai dari
pulau Karimun, Kundur, Singkep, P. Tujuh, Bangka dan pulau Belitung di bagian paling tenggara.
Pada awalnya timah terbentuk akibat adanya proses pasca (post) magmatik yang menerobos rekahan-rekahan
yang ada pada body granit dengan kondisi asam. Proses post magmatik ini menghasilkan vein, veinlet dan aplit yang
mengandung timah (SnO2). Di beberapa lokasi di pulau Bangka dan Belitung, batuan samping yang diterobosnya
adalah sekis dan batupasir.
Akibat proses denudasi dalam periode waktu yang panjang, terjadilah proses pelapukan terhadap timah primer
diatas, sehingga menguraikan dan merombaknya menjadi material lepas. Selanjutnya proses erosi dan transportasi
dengan media air telah memilah material lepas berdasarkan berat jenisnya dan mengkonsetrasikan mineral-mineral
berat dalam satu lapisan. Ada beberapa tipe endapan timah placer yang cukup ekonomis untuk ditambang yaitu tipe
koluvial, fluvial dan endapan pantai. Tipe koluvial adalah endapan timah akibat pelapukan setempat diatas tubuh
batuan induknya. Tipe fluvial adalah endapan timah yang berhubungan dengan aktivitas sungai purba. Tipe endapan
pantai adalah endapan timah yang terbentuk akibat proses gelombang pantai purba.
Dari ketiga jenis endapan timah diatas, endapan tipe fluvial sangat dominan ditemukan di Indonesia. Endapan
tipe ini berkembang di alur lembah purba baik di darat maupun laut. Proses pembentukan timah placer dapat dilihat
pada gambar 1.1.
Yulimar G. (2006) mengatakan, dalam hal eksplorasi endapan timah alluvial, maka ada 3 (tiga) persyaratan
utama harus terpenuhi, dan bila salah satunya tidak terpenuhi maka jangan harap akan menjumpai endapan
tersebut. Ketiga persyaratan tersebut adalah:
1. Adanya batuan sumber (Mother Rock) pembawa mineral bijih. Mineralisasi pada batuan sumber dapat berupa
vein/veinlet, dyke, lakolit, disseminated, bedding plane, dan lain-lain.
2. Adanya proses pelapukan, erosi, media pengangkutan dan sedimentasi material sesuai kondisi lingkungannya.
3. Adanya perangkap, tempat material tadi terendapkan pada daerah yang lebih rendah.

Pedomanteknik iwn07

I-1

Desintegrasi/
Dekomposisi

Desintegrasi /dekomposisi

transportasi
Transportation

granit
Source of Tin
Tin Deposit

Collovial
colluvial

Elluvial
Elluvial

Alluvial
alluvial
Max. 7 km

Gambar 1.1. Proses pengendapan timah placer


1.2 Prinsip Konsentrasi Mekanik
Konsentrasi mekanik adalah pemisahan gaya berat secara ilmiah dari mineral-mineral berat oleh pergerakan air
atau udara sehingga mineral-mineral yang lebih berat terkonsentrasi membentuk endapan yang dikenal sebagai
endapan Placer. Jensen dan Batemen (1981) memisahkan proses ini menjadi dua tahap yaitu:
1. Pembebasan mineral-mineral stabil dari matriksnya setelah proses pelapukan
2. Proses konsentrasi
Pada proses pembebasan mineral-mineral stabil dari matriksnya, matrik atau hasil lapukan dicuci secara
perlahan oleh air ke arah lereng (down slope). Pergerakan aliran air menyapu lebih bersih matrik-matrik tersebut
sehingga melepaskan mineral-mineral dari matriknya dan mineral-mineral yang mempunyai berat jenis yang lebih
besar akan mengendap lebih dulu atau bergerak relatif dekat. Proses ini sudah merupakan proses konsentrasi.
Demikian juga untuk gelombang dan arus pantai akan memisahkan mineral-mineral yang lebih ringan dan
memisahkan butiran-butiran kasar dari butiran yang lebih halus.
Laju pengendapan material selain dipengaruhi oleh kecepatan fluida, juga dipengaruhi oleh perbedaan berat
jenis, ukuran, dan bentuk partikel (jansen dan Batemen, 1981). Dalam tubuh air, mineral yang lebih berat akan
mengendap atau tenggelam lebih cepat dibanding dengan mineral yang lebih ringan pada bentuk yang sama.
Perbedaan berat jenis ini lebih terlihat di air dibandingkan di udara.
Laju pengendapan di air juga dipengaruhi oleh spesifikasi dari permukaan partikel. Dua partikel dengan berat
sama tapi berbeda ukurannya, partikel yang lebih kecil yang dapat diartikan bahwa permukaannya lebih kecil, maka
akan mempunyai friksi atau gesekkan yang lebih kecil dengan air sehingga dapat tenggelam dengan cepat.
Bentuk partikel juga mempengaruhi laju pengendapan. Suatu pellet bundar mempunyai luas permukaan yang
lebih kecil dibandingkan dengan pellet tipis berbentuk platy disc pada berat yang sama sehingga akan tenggelam
lebih cepat.
Ketika pelapukan menghasilkan debris pada lereng bukit, partikel-partikel yang lebih berat bergerak ke arah
downslope relatif lebih lambat dibandingkan dengan partikel-partikel yang lebih ringan. Proses ini menghasilkan
konsentrasi dalam bentuk placer eluvial (gambar 1.1). Selama transportasi air, konsentrasi yang terjadi dalam stream
akan menghasilkan endapan placer stream atau yang disebut juga placer alluvial dan pada pantai disebut placer
pantai. Jika konsentrasi dilakukan oleh angin disebut placer eolian.

Pedomanteknik iwn07

I-2

1.3 Geologi Endapan Placer


Secara vertikal kondisi geologi dari endapan placer merupakan endapan yang telah mengalami rombakan dan
terdistribusi/terkonsentrasi berdasarkan gaya berat dan proses mekanis yang mempengaruhinya. Proses tersebut
dapat berlangsung beberapa kali sehingga proses pengendapan juga dapat berlangsung beberapa kali. Proses
seperti ini memungkinkan untuk terbentuknya kondisi lapisan timah yang berulang-ulang. Keadaan tersebut
menyebabkan kondisi endapan timah dijalur kepulauan timah akan bervariasi. Dibeberapa tempat dapat dijumpai
dimana lapisan timah hanya terdapat satu lapisan, sedangkan dibeberapa tempat lain endapan timah juga terdapat
dalam beberapa lapisan. Ilustrasi kondisi geologi endapan timah alluvial dapat dilihat seperti pada gambar.
(a) Deposit timah Satu kali pengendapan

(b) Deposit timah lebih dari Satu kali pengendapan

Lapisan bertimah

Gambar 1.2 Ilustrasi geologi endapan timah placer

Pedomanteknik iwn07

I-3

Pedomanteknik iwn07

I-4