Anda di halaman 1dari 1

I.

Audit Investigatif
Investigasi merupakan metode/teknik yang digunakan dalam audit
investigatif. Audit investigatif mencakup review dokumentasi keuangan untuk
tujuan tertentu, yang mungkin berhubungan dengan masalah litigasi dan
pidana.
Adapun prinsip-prinsip investigasi adalah sebagai berikut :
1. Investigasi
merupakan
tindakan
mencari
kebenaran
dengan
memperhatikan keadilan dan berdasarkan pada ketentuan perundangan
yang berlaku.
2. Kegiatan investigasi mencakup pemanfaatan sumber-sumber bukti yang
dapat mendukung fakta yang dipermasalahkan.
3. Semakin kecil selang antara waktu terjadinya tindak kejahatan dengan
waktu untuk merespon maka kemungkinan suatu tindak kejahatan dapat
terungkap akan semakin besar.
4. Investigator mengumpulkan fakta-fakta sehingga bukti yang diperoleh
dapat memberikan simpulan sendiri.
5. Bukti fisik merupakan bukti nyata
6. Penggunaan tenaga ahli merupakan bantuan bagi pelaksanaan
investigasi, bukan merupakan pengganti dari investigasi.
7. Investigator harus selalu berusaha mengkonfirmasikan setiap pernyataan
dan keterangan yang diberikan saksi.
8. Jika investigator mengajukan pertanyaan yang cukup kepada sejumlah
orang yang cukup, dapat diharapkan memperoleh jawaban yang benar.
9. Investigator harus mempertimbangkan segala kemungkinan untuk dapat
memperoleh informasi.
10. Pengamatan, informasi dan wawancara merupakan bagian yang penting
dalam investigasi.
Tahap audit investigatif
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan (pengumpulan bukti dan kegiatan evaluasi bukti)
3. Pelaporan
Sumber :
Modul Pembelajaran Fraud Auditing, 2008. YPIA. Jakarta