Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN

Interpretasi sikuen stratigrafi telah dilakukan dengan menggunakan 53 data log,


satu sumur data paleontologi, dan lima sumur data batuan inti, hal yang dapat
disimpulkan adalah sebagai berikut:
1. Umur unit batuan pada sumur T-78 (interval 1525 1539 MD) yang
diteliti dari nannofosil adalah NP 24 NN 3 ( Oligosen Akhir Miosen
Awal ). Sedangkan berdasarkan fosil foraminifera bentonik, kedalaman
1539 MD lingkungan pengendapan berada pada zona batrimetri litoral (0
- 20 meter). Pada kedalaman 1525 MD terdapat perubahan zona
batrimetri menjadi neritik dalam (20 30 meter).
2. Fasies pengendapan batuan inti T-78, T-16, TA-12, TA-19, dan T-13
terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu fasies Fluvial Channel (Braided
Channel dan Meandering Channel), Floodplain, Distributary Channel,
Mouth Bar Delta, dan Prodelta.
3. Lingkungan pengendapan yang terbentuk di daerah penelitian adalah
Fluvial Delta Dominasi Fluvial yang terkena pengaruh arus pasang
surut dan arus gelombang air laut. Dibuktikan oleh data paleontologi,
litologi, struktur sedimen, serta tipe dan geometri dari asosiasi fasies
4. Terdapat tiga sikuen yang dibatasi oleh sequence boundary dan enam
parasikuen yang dibatasi oleh flooding surface dan maximum flooding

73

74

surface. Marker sikuen stratigrafi yang diperoleh adalah tiga batas SB,
satu TS, dua FS, dan satu MFS.
5. System tract di daerah penelitian diawali dengan terdapatnya Lowstand
Sytem Tract (LST) yang dibatas oleh maker SB 1 di bagian bawah dan
TS di bagian atas. Akhir dari LST ditandai oleh keberadaan
Transgressive Surface (TS). Antara batas TS dengan SB 2 yang berada di
atas, terbentuk Transgressive System Tract (TST) Highstand Sytem
Tract (HST). Kemudian LST kedua berada di antara batas SB 2 dengan
FS 1. HST terbentuk diantara FS 1 yang berada di bawah dan SB 3. LST
ketiga terjadi di antara SB 3 dan FS 2. TST berada diantara FS 2 dan
MFS sebagai fase terakhir dari Formasi Talang Akar.
6. Faktor utama pengontrol akomodasi daerah penelitian yang memiliki
sistem syn-rift, faktor pengontrol akomodasi yang paling dominan adalah
tektonik,

baik

itu

disebabkan

oleh

subsidensi

dan

penaikan

(subsidence/uplift). Terdapat enam peta ketebalan dihitung berdasarkan


ketebalan stratigrafi sebenarnya (true stratigraphic thickness) dari
masing-masing sikuen, untuk melihat pola ketebalan lapisan sikuen,
kemungkinan daerah pembajian, dan paleotopografi sikuen.