Anda di halaman 1dari 3

Wisata Budaya

Kawasan wisata budaya ditetapkan di


Madobag, Ugai, Butui, Matotonan, Lita, Sagulube', Taileleu. Pada kawasan tersebut wisatawan
akan menikmati suasana keseharian kehidupan masyarakat suku Mentawai asli yang hidup dalam
budaya tradisionalnya 'sabulungan'. Sejumlah peneliti menulis kebudayaan Mentawai memiliki
kesejajaran dengan colere yang berasal dari kata latin berarti ; merawat, memelihara, menjaga,
mengolah, terutama mengolah tanah, berladang atau bertani. Beberapa literatur ilmuawan asing
Reimar Schefold dalam bukunya ; Mainan Roh menulis kebudayaan Mentawai mengenal
keberadaan tiga roh, Tai Ka Bagat Koat (roh yang berada di laut), Tai ka Leleu (roh yang ada di
hutan dan pegunungan) dan Tai Ka Manua (roh yang berada dilangit).

Sabulungan sebutan kebudayaan Mentawai asli diidentifikasi sejumlah ilmuwan sebagai salah
satu kebudayaan tertua di Indonesia. Sa artinya se atau sekumpulan. Sedangkan Bulung adalah
daun. Pemahamannya adalah sekumpulan daun yang memiliki kekuatan gaib (magis) yang
dikenal sebutan kere atau ketsat. Daun daun yang memiliki kere/ketsat dimasukkan dalam
katsila (bulatan) dibuat dari selingkaran pucuk rumbia atau enau, dan katsila dipercayai memiliki
tiga roh- roh ; Tai Kabagat Koat, Tai Ka Leleu dan Tai Ka Manua.

Dalam ragam budaya Sabulungan arsitektur Mentawai termasuk kedalam turunan dari arsitektur
Indonesia purba yang ada pada masa neolitikum. Arsitektur Mentawai menggunakan bahan dasar
alam yang ada dilingkungan sekitar mereka. Material ornamen umumnya terbuat dari kulit kayu
atau papan sebagai dinding dengan atap rumbia, sebagai bahan yang banyak tersedia di
Kepulauan Mentawai.

Wisata kesenian selaras dengan keseharian masyarakat Mentawai. Kehidupan masyarakat


Mentawai selain diwarnai ritualisme penghormatan terhadap alam, juga dinominasi beberapa
jenis kesenian lainnya seperti tari-tarian yang mereka sebut turu' dan nyanyi-nyanyian yang
dikenal dengan urai. Ragam kesenian dan ritual itu juga sering dibawa dan dipertunjukkan dalam
mengisi berbagai acara diberbagai lokasi objek wisata lainnya.

Kebudayaan masyarakat Mentawai yang masih dipertahankan dan dilestarikan di daearah


pedalaman, yang direncanakan sebagai Desa Budaya memiliki budaya etnik, seperti budaya
tradisional dan cara hidup suku asli Mentawai menjadi daya tarik wisata yang menarik bagi para
wisatawan. Salah satunya adalah Uma merupakan rumah besar tempat tinggal masyarakat
mentawai secara bereklompok dan juga pusat kebudayaan adat masyarakat Mentawai. Selain itu
keunikan turuk laggai yang merupakan tarian khas Mentawai yang menyimpan nilai luhur yang
penting dalam kehidupan masyarakt mentawai, seperti turuk laggai mayana (elang) dan bilou
(monyet) yang menggambarkan perdamaian antar suku dan lain-lain.

Aktraksi pembuatan tato, juga merupakan wisata budaya yang dapat dinikmati di desa
pedalaman, seperti Desa Matotonan dan Desa Madobak (Kecamatan Siberut Selatan), Desa
Taileleu di Kec. Siberut Barat Daya. Jenis/seni tato masyarakat Mentawai merupakan salah satu
jenis tato tertua di dunia.

No.
1
2
3
4
5

Wisata Seni Budaya


Turu' Pok - pok
Turu' Muabak
Turu' Manyang
Turu'Goukgouk
Turu' Bilou

Keterangan
Tari bertepuk
Tari bersampan
Tari Elang
Tari Ayam
Tari Monyet

Turu'Mukerei

Tari Pengobatan

7
8
9

Turu' Lago - lago


Turu' Mumone
Turu' Pik - Pik

Tari Kupu - kupu


Tari ke ladang
Tari burung pipit

Beberapa jenis wisata budaya di Kepulauan Mentawai