Anda di halaman 1dari 18

FERTILISASI

Oleh: Rita Aprillia (F05112010)

Pengertian
Fertilisasi merupakan penyatuan
sperma dan sel telur yang
berlangsung secara eksternal
maupun internal

Jenis Fertilisasi
Fertilisasi Eksternal
Fertilisasi Internal

Fertilisasi Eksternal
Betina melepaskan sel-sel telur ke
lingkungan, tempat jantan kemudian
memfertilisasinya
Memerlukan habitat yang lembab

Lanjutan fertilisasi eksternal..


Pada fertilisasi ini dikenal sebuah proses yang
dinamakan pemijahan
Pemijahan adalah suatu proses dimana individuindividu yang menggugus pada area yang sama
melepaskan gamet-gametnya ke dalam air pada
waktu yang sama
Namun ada beberapa individu yang dapat
menghasilkan sinyal kimiawi untuk memicu individu
lainnya untuk melepaskan gamet
Kondisi lingkungan tidak dapat diatur sehingga
mungkin saja faktor-faktor lingkungan mungkin saja
menghalangi terjadinya fertilisasi

Fertilisasi ekternal
Pisces

Fertilisasi eksternal
Amphibi

Fertilisasi Internal
Sperma diletakkan di dalam atau
didekat saluran reproduktif betina,
dan fertilisasi terjadi di dalam
saluran tersebut.
Sperma dapat mencapai sel telur
secara efisien bahkan di saat
lingkungan kering
Membutuhkan perilaku yang
megarah ke kopulasi, serta sistem
reproduksi yang rumit dan

Lanjutan fertilisasi
internal.
Organ kopulasi jantan menghantarkan sperma,
sementara saluran reproduksi betina memiliki
reseptakel untuk penyimpanan dan pengantaran
sperma ke sel-sel telur yang matang

Fertilisasi internal
Reptil

Fertilisasi internal
Aves

Fertilisasi internal
Mamalia

Fase-Fase Fertilisasi Manusia


Pada fertilisasi mencakup 3 fase:
1. penembusan korona radiata
2. penembusan zona pelusida
3. fusi oosit dan membrane sel sperma

Fase 1 : Penembusan korona radiata


Dari
200-300
juta
spermatozoa
yang
dicurahkan ke dalam saluran kelamin wanita,
hanya 300-500 yang mencapai tempat
pembuahan. Hanya satu diantaranya yang
diperlukan untuk pembuahan, dan diduga
bahwa sperma-sperma lainnya membantu
sperma
yang
akan
membuahi
untuk
menembus sawar-sawar yang melindungi
gamet wanita. Sperma yang mengalami
kapasitasi dengan bebas menembus sel
korona.

Fase 2 : Penembusan zona pelusida


Zona pelusida adalah sebuah perisai glikoprotein di sekeliling
telur yang mempermudah dan mempertahankan pengikatan
sperma dan menginduksi reaksi akrosom. Pelepasan enzimenzim akrosom memungkinkan sperma menembus zona
pelusida, sehingga akan bertemu dengan membrane plasma
oosit. Permeabilitas zona pelusida berubah ketika kepala
sperma menyentuh permukaan oosit. Hal ini mengakibatkan
pembebasan enzim-enzim lisosom dari granul-granul korteks
yang melapisi membrane plasma oosit. Pada gilirannya,
enzim-enzim ini menyebabkan perubahan sifat zona pelusida
(reaksi zona) untuk menghambat penetrasi sperma dan
membuat tak aktif tempat tempat reseptor bagi
spermatozoa pada permukaan zona yang spesifik spesies.
Spermatozoa lain ternyata bisa menempel di zona pelusida
tetapi hanya satu yang menembus oosit.

Fase 3 : Penyatuan oosit dan membrane


sel sperma
Segera setelah spermatozoa menyentuh
membrane sel oosit, kedua selaput plasma sel
tersebut menyatu. Karena selaput plasma
yang membungkus kepala akrosom telah
hilang pada saat reaksi akrosom, penyatuan
yang sebenarnya terjadi adalah antara
selaput oosit dan selaput yang meliputi
bagian belakang kepala sperma. Pada
manusia, baik kepala dan ekor spermatozoa
memasuki sitoplasma oosit, tetapi selaput
plasma tertingal di permukaan oosit.

Proses Fertilisasi pada


Manusia

Ketika sel telur dilepaskan dari


folikel di dalam ovarium, maka sel
telur akan menuju ke tuba fallopi
(saluran oviduk). Apabila pada
keadaan tersebut terjadi hubungan
seksual, maka spermatozoa akan
dapat membuahi ovum dalam
saluran
tuba
fallopi
tersebut.
Spermatozoa
akan
bergerak
dengan bantuan bagian ekornya.
Pergerakan
tersebut
dapat
mencapai 12 cm per jam di
sepanjang tuba fallopi (saluran
oviduk). Pergerakan spermatozoa
dibantu juga oleh pergerakan
dinding rahim dan dinding tuba
fallopi.
Mulut
rahim
juga

Lanjutan proses fertilisasi.


Untuk dapat membuahi sel telur,
jumlah spermatozoa tidak boleh
kurang dari 20 juta. Dari jumlah
tersebut hanya satu yang akan
membuahi sel telur, dan yang lain
akan mati dan terserap oleh tubuh.
Sesaat
sebelum
terjadinya
fertilisasi,
sperma
melepaskan
enzim pencerna yang bernama
hialuronidase yang bertujuan untuk
melubangi
protein
penyelubung
telur. Setelah dinding sel telur
berlubang, maka sel sperma masuk
ke dalam sel telur. Bagian yang
masuk adalah kepala dan bagian
tengah, sedangkan ekor dari sel
sperma terputus dan tertinggal.