Anda di halaman 1dari 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

BAB I
Pendahuluan
Negara sebagai suatu entinitas adalah abstrak. Yang tampak adalah unsur-unsur
Negara yang berupa rakyat, wilayah dan pemerintah. Salah satu unsur Negara adalah
rakyat. Rakyat yang tinggal diwilayah Negara menjadi penduduk Negara yang
bersangkutan. Warga Negara adalah bagian dari penduduk suatu Negara. Warga
Negara memiliki hubungan dengan negaranya. Kedudukannya sebagai warga Negara
menciptakan hubungan berupa peranan hak dan kewajiban yang bersifat timbale balik.
Pemahaman yang baik mengenai hubungan antara Negara dan warga Negara sangat
penting untuk mengembangkan hubungan yang harmonis, konstruktif, produktif dan
demokratis. Pada akhirnya hubungan yang baik anatara Negara dan warga Negara
dapat mendukung kelangsungan hidup bernegara.
Dalam hubungan antara warga Negara dan Negara, warga negara mempunyai
kewajiban-kewajiban terhadap Negara dan sebaliknya warga Negara juga mempunyai
hak-hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh Negara.
Kita sebagai warga Negara Indonesia memiliki hak hak antara lain adalah berhak
mendapatkan perlindungan hukum, mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang
layak, berhak memilih, meyakini, memeluk serta meyakini kepercayaan yang
diyakininya, berhak mendapatkan kedudukan yang sama dimata hukum, berhak
memperoleh pendidikan dan pengajaran , dan tentunya masih banyak hak-hak kita
sebagai warga Negara Indonesia, akan tetapi kita jangan hanya menuntut hak-hak saja
tetapi sebelumnya kita harus terlebih dahulu menjalankan kewajiban kita sebagai warga
Negara Indonesia.
Lebih jauh mengenal hal tersebut, bahasan dalam makalah ini akan meliputi:
1.

Pengertian warga Negara dan kewarganegaraan

2.

Kedudukan warga Negara dalam Negara

3.

Hak dan kewajiban warga Negara.

http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 1 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

BAB II
PEMBAHASAN
A.

PENGERTIAN WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN

1.

WARGA NEGARA

Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi atau
perkumpulan. Warga negara artinya warga atau anggota dari organisasi yg bernama
negara.
Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bahasa Inggris) yang mempunyai
arti ;

warga negara,

petunjuk dari sebuah kota,

sesama warga negara,

sesama penduduk

orang setanah air

bawahan atau kaula.

Istilah warga Negara lazin digunakan untuk menunjukan hubungan yang sederajat
antara warga dengan negaranya. Dengan memiliki status sebagai warga Negara orang
memiliki hubungan dengan negaranya. Hubungan itu nantinya tercermin dalam hak dan
kewajiban. Seperti halnya kita sebagai anggota sebuah organisasi, maka hubungannya
itu berwujud peranan hak dan kewajiban secara timbale balik.
2. KEWARGANEGARAAN
Kewarganegaraan (citizenship) artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau
ikatan antara negara dengan warga negara. Menurut memori penjelasan dari pasal II
Peraturan Penutup Undang-Undang No.62 Tahun 1958 tentang Kewaranegaraan
Republik Indonesia, kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu
Negara yang mengakibatkan adanya kewajiban Negara itu melindungi orang yang
bersangkutan.
Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu:
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 2 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

a) Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan Sosiologis

Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara

orang-orang dengan Negara. Adanya ikatan hukum itu menimbulkan akibat-akibat


tertentu, yaitu orang tersebut berada dibawah kekuasaan Negara yang bersangkutan.
Tanda dari ikatan hukum misalnya akta kelahiran, surat pernyataan,bukti
kewarganegaraan, dan lain-lain.

Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum,


tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan
sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan kata lain ikatan ini lahir dari penghayatan warga
Negara yang bersangkutan.
Dari sudut kewarganegaraan sosiologis, seseorang dapat dipandang Negara sebagai
warga negaranya sebab ikatan emosional, tingkah laku dan penghayatan hidup yang
dilakukan menunjukan bahwa orang tersebut sudah seharusnya menjadi anggota
Negara tersebut. Namun dari sudut yuridis orang tersebut tidak memenuhi
kewarganegaraan yuridis sebab tidak memiliki bukti ikatan hukum Negara.
Jadi, dari sisi kewarganegaraan sosiologis ada hal yang belum pernah terpenuhi yatu
persyaratan yuridis yang merupakan ikatan formal orang tersebut dengan Negara.
Disisi lain, terdapat orang yang memiliki kewarganegaraan dalam arti yuridis, namun
tidak memiliki kewarganegaraan dalam sosiologis. Ia memiliki ikatan hukum dengan
Negara, tetapi ikatan emosional dan penghayatan hidupnya sebagai warga Negara
tidak ada. Jadi, ada kalanya terdapat seorang warga Negara secara yuridis saja sebagai
warga Negara, sedangkan sosiologis belum memenuhi. Adalah sangat ideal apabila
seorang warga Negara memiliki persyaratan yuridis dan sosiologis sebagai warga
Negara.
b) Kewarganegaraan dalam arti formil dan materiil

Kewarganegaraan dalam arti formil menunjuk pada tempat kewarganegaraan.

Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik.

Kewarganegaraan dalam arti materiil menunjuk pada akibat hukum dari status
kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga Negara.
Kewarganegaraan seseorang mengakibatkan orang tersebut memiliki pertalian hukum
serta tunduk pada hukum. Orang yang sudah memiliki kewarganegaraan tidak jatuh
pada kekuasaan atau kewenangan Negara lain. Negara lain tidak berhak
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 3 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

memperlakukan kaidah-kaidah hukum pada orang yang bukan warga negaranya.


B.

KEDUDUKAN WARGA NEGARA DALAM NEGARA

Warga negaralah yang berperan sebagai pendukung Negara dan memiliki arti penting
bagi Negara. Hubungan antara Negara dan warga Negara terwujud dalam bentuk hak
dan kewajiban antara keduanya. Warga Negara memiliki hak dan kewajiban terhadap
Negara. Begitu juga sebaliknya, Negara memiliki hak dan kewajiban terhadap
warganya. Dengan istilah sebagi warga Negara, ia memiliki hubungan timbal balik yang
sederajat dengan negaranya.
1.

PENENTUAN WARGA NEGARA

Dalam penetuan kewarganegaraan didasarkan pada sisi kelahiran dikenal dua asas
yaitu asas ius soli dan asas ius sanguinis. Ius artinya hukum atau dalil. Soli berasal dari
kata solum yang artinya negeri atau tanah. Sanguinis yang berarti darah.

Asas ius soli

Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat


dimana orang tersebut dilahirkan

Asas ius sanguinis

Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasarkan


keturunan dari orang tersebut.
Selain sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraan dapat didasarkan pada aspek
perkawinan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat.

Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri adalah suatu
ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. Berdasarkan asas ini
diusahakan bahwa status kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.

Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tiddak


menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami atau istri. Jadi mereka dapat
berbeda kewarganegaraan seperti halnya ketika belum berkeluarga.
2.

WARGA NEGARA INDONESIA

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai
warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 4 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia


terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas
yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan
mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga
negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tata hukum internasional.
Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga
Negara Indonesia (WNI) adalah:

setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI

anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI

anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga
negara asing (WNA), atau sebaliknya

anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang
tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan
kewarganegaraan kepada anak tersebut

anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia

dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI

anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI

anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh
seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak
tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin

anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak
jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.

anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah
dan ibunya tidak diketahui

anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya
tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya

anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI,
yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 5 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan

anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan

kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum


mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi:

anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan
belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing

anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak
oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan

anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat

tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia

anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah
menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.
Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam
situasi sebagai berikut:

Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat
tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh
kewarganegaraan Indonesia

Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak
secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia
Di samping perolehan status kewarganegaraan seperti tersebut di atas, dimungkinkan
pula perolehan kewarganegaraan Republik Indonesia melalui proses pewarganegaraan.
Warga negara asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia dan telah
tinggal di wilayah negara Republik Indonesia sedikitnya lima tahun berturut-turut atau
sepuluh tahun tidak berturut-turut dapat menyampaikan pernyataan menjadi warga
negara di hadapan pejabat yang berwenang, asalkan tidak mengakibatkan
kewarganegaraan ganda.
Berbeda dari UU Kewarganegaraan terdahulu, UU Kewarganegaraan tahun 2006 ini
memperbolehkan dwikewarganegaraan secara terbatas, yaitu untuk anak yang berusia
sampai 18 tahun dan belum kawin sampai usia tersebut.
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 6 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

C.

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

1.

PENGERTIAN HAK DAN KEWAJIBAN

3/13/16, 5:15 PM

Ketika lahir, manusia secara hakiki telah mempunyai hak dan kewajiban. Tiap manusia
mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda, tergantung pada misalnya, jabatan atau
kedudukan dalam masyarakat.
Menurut Prof. Dr. Notonegoro Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan
suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak
dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut
secara paksa olehnya.
Menurut pengertian tersebut individu maupun kelompok ataupun elemen lainnya jika
menerima hak hendaknya dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak
dapat diwakilkan kepada orang lain jadi harus pihak yang menerimannya lah yang
melakukan itu. Dari pengertian yang lain hak bisa berarti sesuatu yang mutlak menjadi
milik kita dan penggunanya tergantung kepada kita sendiri contohnya hak
mendapatkan pengajaran. Dalam hak mendapatkan pengajaran ini adalah tergantung
dari diri kita sendiri, kalau memang menganggap bahwa pengajaran itu penting bagi
kita pasti kita akan senagtiasa akan belajar atau sekolah atau mungkin kuliah. Tapi
kalau ada yang menganggap itu tidak penting pasti tidak akan melakukan hal itu.
Kewajiban berasal dari kata wajib. Menurut Prof. Dr. Notonegoro wajib adalah beban
untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak
tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut
secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban pada intinya adalah sesuatu yang
harus dilakukan. Disini kewajiban berarti suatu keharusan maka apapun itu jika
merupakan kewajiban kita harus melaksaakannya tanpa ada alasan apapun itu. Dari
pengertian yang lain kewajiban berarti sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh
rasa tanggung jawab.
2.

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

Hak dan kewajiban warga Negara tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34
UUD 1945. Beberapa hak dan kewajiban tersebut antara lain, sbb:
1)
Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945
berbunyi:
tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 7 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

kemanusian. Pasal ini menunjukan asas keadilan sosial dan kerakyatan.


2)

Hak membela Negara. Pasal 27 ayat (2) 1945 berbunyi:

setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
3)
Hak berpendapat. Pasal 28 UUD 1945, yaitu kemerdekaan berserikat dan
berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan
dengan undang-undang.
4)

Hak kemerdekaan memeluk agama. Pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945:

Ayat (1) berbunyi: Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini berarti bahwa
bangsa Indonesia percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Ayat (2) berbunyi: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamnya dan kepercayaannya
itu.
5)
Hak dan kewajiban membela Negara dinyatakan dalam pasal 30 ayat (1) UUD
1945, yaitu: tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan Negara.
6)

Hak untuk mendapatkan pengajaran, tercantum dalam pasal 31 ayat (1) dan (2)

Ayat (1) berbunyi: tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran.


Ayat (2) berbunyi: pemmerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu system
pengajaran nasional yang diatur dengan UUD 1945
7)
Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia,
tercantum dalam pasal 32 ayat (1) UUD 1945, yang berbunyi: Negara memanjukan
kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia dengan menjamin
kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
8)
Hak untuk mendapatkan kesejahteraan, yaitu tedapat pada pas 33 ayat (1), (2)
dan (3).
Ayat (1) berbunyi: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
kekeluargaan.
Ayat (2) bebunyi: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 8 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.


Ayat (3) berbunyi: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya
dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
9)
Hak mendapatkan keadilan sosial tercatum dalam pasal 34 yang berbunyi: Fakir
miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh negara.
10) Kewajiban menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) berbunyi: segala
warga Negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib
menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
11) Kewajiban membela Negara. Pasal 27 ayat (3) yang berbunyi: setiap warga Negara
berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
12) Kewajiban dalam upaya pertahanan Negara. Pasal 30 ayat(1) berbunyi: tiap-tiap
warga Negara berhak dan wajib ikut sertadalam usaha pertahanan Negara.
Selain itu ditentukan pula hak dan kewajiban yang dimiliki Negara terhadap warga
Negara, antara lain:
1)

Hak Negara untuk ditaati hukum

2)

Hak Negara untuk dibela

3)

Hak Negara untuk menguasai bumi, air dan kekayaan untuk kepentingan rakyat.

4)

Kewajiban warga Negara untuk menjamin system hukum yang adil

5)

Kewajiban Negara untuk menjamin hak asasi warga Negara

6)
Kewajiban warga Negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional
untuk rakyat.
7)

Kewajiban Negara memberikan jaminan sosial dan kebebasan beragama.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 9 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga
negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi
pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam
menjalani kehidupannya. Semua itu terjadi karena pemerintah dan para pejabat tinggi
lebih banyak mendahulukan hak daripada kewajiban. Padahal menjadi seorang pejabat
itu tidak cukup hanya memiliki pangkat akan tetapi mereka berkewajiban untuk
memikirkan diri sendiri. Jika keadaannya seperti ini, maka tidak ada keseimbangan
antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada maka akan terjadi
kesenjangan sosial yang berkepanjangan.
Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara
mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan
kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan
kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang
berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat
akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang.
Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat
tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini.
Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat,
sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya. Oleh karena itu,
kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk
ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban
kita sebagai rakyat Indonesia.
Sebagaimana telah ditetapkan dalam UUD 1945 pada pasal 28, yang
menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul,
mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan, dan sebagainya, syarat-syarat akan
diatur dalam undang-undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat
demokrasi. Pada para pejabat dan pemerintah untuk bersiap-siap hidup setara dengan
kita. Harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan
maju. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. Dengan
memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang selama ini kurang mendapat kepedulian dan
tidak mendapatkan hak-haknya.
DAFTAR PUSTAKA

Winarno, S.Pd., M.Si.2007. Pendidikan kewarganegaraan. Surkarta: PT Bumi


Aksara
http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 10 of 11

PKN: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

3/13/16, 5:15 PM

Drs.H. Abu Ahmadi. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarat: PT Rineka Cipta.

http://kewarganegaraan-adelsndarie.blogspot.co.id/2012/10/hak-dan-kewajiban-warga-negara_9.html

Page 11 of 11